Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Tahun: 2025

Kapolri Langsung Temui Keluarga Ojol Korban Rantis Brimob di RSCM

JAKARTA || jejakindonesia.id  – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) dini hari. Kedatangan Kapolri ini bertujuan untuk melihat penanganan korban tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Setibanya di RSCM, Kapolri langsung disambut oleh keluarga korban. Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak bisa menutupi kesedihannya. Ia langsung memeluk ayah korban, ikut merasakan duka mendalam yang dialami keluarga.

Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut, menunjukkan keseriusan Kapolri dalam menangani kasus ini.
Janji Kapolri: Proses Hukum dan Tanggung Jawab Penuh
Dalam pertemuan singkat tersebut, Kapolri menyampaikan belasungkawa dan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini.

Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terlibat dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
"Saya datang ke sini untuk memastikan penanganan korban berjalan dengan baik dan menyampaikan langsung permintaan maaf dari institusi," ujar Kapolri. "Kami akan bertanggung jawab penuh dan memastikan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku."

Pertemuan ini menjadi langkah nyata dari kepolisian untuk membangun kembali kepercayaan publik, di tengah kericuhan yang terjadi di depan Markas Komando (Mako) Brimob sebagai respons atas insiden tragis tersebut.

Polri Untuk Masyarakat : Polres Kediri Bantu Sumur Bor dan Pompa Air di HUT Polwan ke -77

KEDIRI || jejakindonesia.id - Antisipasi krisis air bersih saat musim kemarau, Polres Kediri Polda Jawa Timur memberikan bantuan berupa sumur bor dan mesin pompa di Musala Nurul Hikmah Dusun Suwaluh Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Polres Kediri Polda Jatim bertepatan dengan menyambut Hari Jadi Polwan ke - 77.

Sumur dalam itu diharapkan selain untuk memenuhi kebutuhan air di Mushola setempat juga dapat dimanfaatkan warga masyarakat sekitar terutama saat musim kemarau.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menuturkan kegiatan bakti sosial ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-77 tahun.

"Sesuai tema peringatan HUT Polwan ke-77 tahun ini yaitu 'Polri Untuk Masyarakat' dan salah satunya kami implementasikan dengan memberikan bantuan sumur bor dan mesin pompa," ujarnya, Kamis (28/8/25).

Diungkapkan pula oleh AKBP Bramastyo, pada HUT Polwan ke-77 tahun ini di usia yang semakin matang diharapkan Polwan khususnya di Polres Kediri Polda Jatim semakin mampu menunjukkan integritas, kompetensi, dan keteladanan.

"Jadilah figur yang tidak hanya tangguh dalam bertugas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan Indonesia. Sebagaimana tema 'Polri Untuk Masyarakat'," tutur AKBP Bramastyo.

Ia berharap di HUT Polwan ke-77 tahun Polwan Kediri agar terus berkarya, menginspirasi, dan menjadi kebanggaan bangsa dan lingkungan Polri. (*)

Kapolri Peluk dan Minta Maaf Langsung Kepada Keluarga Korban Tewas Tertabrak Kendaraan Rantis Brimob 

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., bertemu dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan rantis Brimob saat ricuh demo di Jakarta. Permintaan maaf ini disampaikan Kapolri langsung saat mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta (29/8/2025) dini hari.

Kapolri ditemani Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri saat menemui keluarga korban di salah satu ruangan di RSCM. Terlihat Kapolri membungkuk badan saat bersalaman dengan keluarga korban.

Tak berselang lama, Kapolri memeluk salah satu keluarga korban yang berada diruangan RSCM Jakarta. Disitu salah satu Anggota keluarga korban tersebut tampak menangis di pelukan Kapolri.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo nampak menepuk-nepuk punggung salah satu keluarga korban tersebut. Di wajahnya Kapolri juga nampak terlihat menahan tangis air mata.

Kemudian Kapolri bersalaman dengan anggota keluarga korban lainnya saat berada di ruangan tersebut. Tak henti-hentinya Kapolri menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

"Mohon maaf ya Pak ya," ujar Kapolri.

Selain menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga bertemu dengan pengurus lingkungan tempat tinggal korban.

Pertemuan ini juga bertujuan untuk mengurus segala keperluan almarhum. Langkah ini menunjukkan kepedulian institusi Polri terhadap dampak sosial dari insiden yang terjadi.

"Kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum," ujar Jenderal Pol. Listyo Sigit.

Dengan dukungan penuh yang diberikan kepada keluarga korban dalam menghadapi musibah ini. Semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Polri berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Insiden rantis Brimob melindas sopir ojol ini saat demo yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh yang terjadi pada Kamis (28/8) di Jakarta. Tujuh orang anggota Brimob yang diduga terlibat kasus tersebut saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, Terkait insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak pengemudi ojek online (ojol), Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengonfirmasi Terkait adanya insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak pengemudi ojek online (ojol). Saat ini, tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kronologi dan tanggung jawab masing-masing anggota dalam kejadian tersebut.

Ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu diketahui berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol. Insiden ini terjadi pada saat demo berujung ricuh di area Gedung DPR/MPR RI. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk memastikan keadilan bagi korban.

Tujuh anggota yang sedang diperiksa tersebut masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Proses pemeriksaan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menegakkan disiplin. Hasil pemeriksaan akan menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap para anggota yang terlibat.

WA MISTERIUS Pesan Misterius Soal Demo 3 September, Adu Domba, Fakta, atau Ketar-Ketir?

SURABAYA || jejakindonesia.id -Warga Jawa Timur dihebohkan oleh beredarnya pesan singkat dari nomor tak dikenal yang diduga berasal dari layanan blasting. Isi pesan tersebut menyebut bahwa demo anarkis di Kabupaten Pati adalah hasil hasutan dan provokasi dari Cak Sholeh, yang diklaim menyebabkan kerusakan pada 4 mobil, 2 motor, dan melukai 39 orang.

Tak berhenti di situ, pesan tersebut juga mempertanyakan keikhlasan warga Jatim atas kerusakan dan korban yang disebut sebagai dampak dari demo yang direncanakan oleh Cak Sholeh pada 3 September 2025. Menariknya, pesan ini mencatut nama MUI Jatim, meski belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Kutipan pesan:
“Demo anarkhis di Kab Pati itu wujud HASUTAN & PROVOKASI CAK SHOLEH yg akibatkan 4 mbl, 2 roda dua dirusak & 39 orang luka2. Apakah warga Jatim ikhlas terjadi kerusakan & saudara kita jadi korban akibat demo yg sdh direncanakan Cak Sholeh tgl 3 Sept 2025 — MUI JATIM”

Fenomena ini memunculkan beragam spekulasi, apakah ini bentuk gertakan, adu domba, atau justru indikasi ketar-ketir dari pihak tertentu menjelang aksi demonstrasi yang disebut akan digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya mendatang?

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian maupun MUI Jatim terkait kebenaran isi pesan tersebut. Publik pun diimbau untuk tetap tenang, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menjelang 3 September, masyarakat Jawa Timur tampaknya akan terus dibayangi oleh ketegangan dan pertanyaan besar, siapa yang benar, dan siapa yang sedang memainkan opini?

(Redho)

Fakta dari Rekaman! Calo Kepsek Otak Pelakunya Oknum Wartawan Inisial HS, Tangkap HS!

Deli Serdang || jejakindonesia.id - Kabar mengejutkan terus berlanjut dari Dinas pendidikan Kabupaten Deli Serdang, di mana seorang Kepala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Percut Sei Tuan terlihat pada oyong dan demam tinggi setelah diperiksa oleh Inspektorat terkait dugaan keterlibatan dalam kasus calo kepala sekolah.

Kasus ini semakin kompleks dan terbuka perlahan lahan karena melibatkan oknum wartawan inisial HS yang diduga menjadi otak pelaku pemain inti calo kepsek, dan aduan salah satu kepala sekolah kepada media ini, ia mengaku di memarahi HS yang telah membongkar informasi tentang calo kepala sekolah tersebut.

"Iya bang, demam saya usai diperiksa inspektorat, ditambah lagi saya dimarahi oleh HS dan di ancam ancam, kenapa pak kepsek bocorkan." Cerita (A) oknum kepala sekolah kepada media ini, selasa, (26 /8/2025) via selulernya.

Dugaan ini menunjukan fakta tentang peran HS dalam permainan kasus tersebut dan apakah ada motif tertentu di balik tindakannya.

Pihak penegak hukum Polisi dan kejaksaan diminta periksa inisial HS, dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait calo kepala sekolah yang menghebohkan dunia pendidikan di Deli Serdang.

Masyarakat berharap agar kasus calo kepala sekolah dapat diusut tuntas dan memberantas oknum calo yang terlibat didalam sampai ke akar-akarnya.

Sumber : tvnya buruh

error: Content is protected !!