Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Satgas Yonif 131/Brajasakti Hadirkan Air Bersih untuk Warga Kampung Amyu

PAPUA || jejakindonesia.id — Satgas Yonif 131/Brajasakti kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat perbatasan dengan melaksanakan program TNI- AD Manunggal Air di Kampung Amyu, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom. Sabtu (30/8/2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Pasiter Satgas Yonif 131/Brajasakti, Letda Inf Fuji Basuki ini bertujuan untuk membantu mengatasi kesulitan air bersih yang dialami warga. Upaya tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Kepala Kampung Amyu, Bapak Carlos (45), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian Satgas.
“Air bersih sangat dibutuhkan warga kami. Kehadiran bapak-bapak TNI di sini benar-benar membantu dan meringankan beban masyarakat. Kami sangat berterima kasih,” ucapnya dengan penuh syukur.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

*Bersama Braja Sakti Membangun Negeri*

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional

JAKARTA || jejakindonesia.id – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri bersama TNI akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan undang-undang untuk memulihkan situasi keamanan di sejumlah wilayah yang belakangan ini diwarnai aksi anarkis. Hal tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri rapat evaluasi bersama Presiden RI, Panglima TNI, dan sejumlah menteri terkait di Sentul, Sabtu (30/8/2025).

Kapolri menjelaskan, Presiden memerintahkan TNI dan Polri untuk segera menindak tegas setiap tindakan yang melanggar hukum, khususnya aksi anarkis yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Tadi Bapak Presiden memintakan kepada saya dan Panglima, khusus terkait tindakan-tindakan yang bersifat anarkis, kami Panglima dan Kapolri, TNI dan Polri diminta untuk mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Jenderal Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti sejumlah insiden selama unjuk rasa yang dilakukan di beberapa wilayah, termasuk pembakaran gedung, fasilitas umum, dan penyerangan terhadap markas. Menurutnya, aksi-aksi tersebut sudah melampaui batas penyampaian pendapat yang dijamin undang-undang.

“Terkait dengan penyampaian pendapat itu adalah hak setiap warga negara dan dilindungi undang-undang. Namun, tentunya ada syarat-syaratnya, antara lain harus memperhatikan kepentingan umum, mengikuti peraturan perundang-undangan, dan menjaga persatuan bangsa. Jika ada aksi yang berujung pada pembakaran, penyerangan, dan perusakan, maka itu sudah mengarah pada peristiwa pidana,” tegasnya.

Selain itu, Kapolri turut menyinggung perkembangan penanganan kasus tujuh personel Brimob yang menabrak seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia. Ia memastikan proses hukum terhadap para anggota tersebut berjalan cepat dan transparan.

“Proses penanganan oleh Propam sudah berlangsung dan saya sudah perintahkan untuk dilaksanakan secara cepat dan maraton. Kartif Propam sudah menyampaikan bahwa dalam waktu satu minggu harus siap melaksanakan sidang etik dan tidak menutup kemungkinan juga ada proses pidana jika ditemukan kesalahan,” jelasnya.

Kapolri menambahkan, pihaknya juga membuka akses bagi lembaga seperti Kompolnas dan Komnas HAM untuk memantau jalannya proses pemeriksaan, sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Di akhir pernyataannya, Kapolri mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung langkah-langkah TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Kami berharap mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, tokoh-tokoh nasional, dan seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah situasi yang ada,” pungkasnya.

165 Prajurit Kodam I/BB Naik Sabuk Hijau di UKT Pencak Silat Militer

MEDAN || jejakindonesia.id --Sebanyak 165 prajurit Kodam I/Bukit Barisan mengikuti Uji Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer dari sabuk kuning ke hijau. Kegiatan ini digelar dalam Latihan Kader Pelatih (Latkadertih) Tersebar TA 2025 di Medan, Jumat (29/8/2025).

Kajasdam I/BB Kolonel Inf Ahmad Aziz, S.Sos., M.I.P. mengatakan kenaikan tingkat ini menjadi bukti kerja keras dan disiplin prajurit. “Prestasi ini bukan sekadar simbol, tapi hasil semangat pantang menyerah. Prajurit Kodam I/BB siap menghadapi tantangan fisik dan mental demi bangsa dan negara,” ujarnya.

Penyematan sabuk dilakukan secara simbolis oleh perwakilan peserta, yakni Letda Arm Antony (Yon Armed 2/105) untuk perwira, Sertu Andre (Deninteldam I/BB) untuk bintara, dan Pratu Jordy (Denmadam I/BB) untuk tamtama.

Latihan UKT ini berlangsung ketat dengan pengawasan pelatih. Peserta diuji teknik dasar, strategi, hingga ketahanan fisik. Selain meningkatkan kemampuan beladiri, kegiatan juga menumbuhkan disiplin, kerja sama tim, dan motivasi prajurit.

Hadir dalam kegiatan Ketua IPSI Pengprov Sumut beserta pengurus, Waasops Kasdam I/BB, Wakajasdam I/BB, dan para Kasi. Mereka menilai UKT ini efektif membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.

(Pendam I/BB)

Panglima TNI Ajak Masyarakat Ciptakan Rasa Aman dan Damai serta Jangan Mudah Terprovokasi

BOGOR || jejakindonesia.id - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih menghadiri rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).

Rapat tersebut membahas evaluasi situasi terkini di tanah air, dengan dua isu utama yang menjadi perhatian Presiden mengenai pengamanan dan penanganan terhadap insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online usai terlindas kendaraan, serta terkait dinamika aksi unjuk rasa yang dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dalam keterangannya kepada awak media, Panglima TNI menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan persatuan di tengah masyarakat. “Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menciptakan rasa aman dan damai di semua wilayah Indonesia. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang tidak bertanggung jawab, yang nantinya akan merugikan kita sendiri dan masyarakat,” ujar Panglima TNI.

Lebih jauh, Panglima TNI menekankan bahwa setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan dengan cara yang arif, mengutamakan dialog, dan mengedepankan nilai-nilai hukum. Hal ini penting agar tidak terjadi eskalasi yang dapat merugikan kepentingan bersama. “Masalah yang ada, mari kita selesaikan secara musyawarah dan tentunya sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Sinergi pemerintah bersama TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan keamanan, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga di tengah dinamika situasi yang berkembang, demi Indonesia yang damai, aman, dan tenteram.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Cegah Korsleting Listrik, Kalapas Banyuwangi Cek Instalasi Listrik pada Seluruh Area Lapas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Guna mengantisipas potensi bahaya akibat adanya korsleting listrik, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa didampingi sejumlah pejabat struktural melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di seluruh area Lapas Banyuwangi, Sabtu (30/8).

Pengecekan menyeluruh ini dilakukan sebagai langkah proaktif untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Wayan menyebut, kegiatan itu bukan hanya sekedar inspeksi rutin, melainkan salah satu bentuk deteksi dini terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Korsleting listrik sering menjadi pemicu utama kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan seluruh penghuni Lapas, baik petugas maupun warga binaan.

“Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama kami. Dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi prima, kami telah melakukan upaya pencegahan yang fundamental terhadap gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup pengecekan kondisi kabel, jalur distribusi listrik, serta panel-panel listrik yang mengalir ke seluruh area, mulai dari lingkungan kantor administrasi hingga ke blok hunian dan kamar-kamar warga binaan.

“Kami meneliti setiap titik untuk memastikan tidak ada kerusakan, keausan pada kabel, atau potensi beban lebih yang dapat memicu arus pendek listrik,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kalapas memastikan bahwa secara umum kondisi instalasi listrik di Lapas Banyuwangi masih dalam keadaan baik dan layak operasi. Meski demikian, beberapa temuan minor, seperti perlunya peremajaan pada beberapa panel listrik yang sudah tua, langsung mendapatkan perhatian serius dan ditindaklanjuti dengan segera untuk dilakukan perbaikan atau penggantian.

“Alhamdulillah, kondisi keseluruhan masih baik. Beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus sudah kami catat dan akan segera kami perbaiki. Tidak ada yang kami anggap remeh dalam hal ini,” tambahnya.

Melalui langkah preventif ini, Kalapas Banyuwangi berharap agar Lapas dapat tetap berfungsi dalam kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif. Hal ini sejalan dengan komitmen Lapas Banyuwangi untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menjamin keamanan dan keselamatan semua orang yang berada di dalam lingkungan Lapas.

error: Content is protected !!