Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Kebersamaan untuk Banyuwangi Damai, Kapolresta Rama Samtama Putra Hadir di Tengah Warga

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra hadir langsung dalam kegiatan bertajuk “Save Banyuwangi, Damai Itu Indah” yang digelar oleh Forum Banyuwangi Bergerak, Sekolah Rakyat Nusantara, dan Karang Tarun Sumberberas. Kehadiran Kapolresta menjadi bukti nyata dukungan kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Rama Samtama Putra menegaskan bahwa kedamaian adalah modal utama untuk membangun Banyuwangi.

“Banyuwangi adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat kedamaian dan kebersamaan ini, karena dengan suasana yang damai kita bisa membangun dan maju bersama,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Sabtu malam (30/08/25).

Diketahui, Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Sumberberas bersama masyarakat setempat. Mereka duduk lesehan, menikmati hidangan sederhana, dan berdialog mengenai pentingnya menjaga persatuan serta menghindari potensi perpecahan sosial.

Kehadiran Kombes Pol Rama Samtama Putra bersama Kepala Desa Sumberberas mendapat apresiasi dari masyarakat. Figur Kapolresta dinilai menjadi teladan dalam menggerakkan kebersamaan dan memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga.

Lebih lanjut, melalui kegiatan Save Banyuwangi, Damai Itu Indah, Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra berharap seluruh elemen masyarakat semakin solid, saling menghormati, serta bersinergi menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan kondusif.

Redaksi.

FKDT dukung Kapolri tindak aksi anarkis yang rusak fasilitas umum

JAKARTA || jejakindonesia.id - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) Lukman Khakim mendukung penuh upaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian menindak tegas segala bentuk aksi anarkis yang merusak ketertiban umum.

Dukungan itu disampaikan menyusul maraknya penjarahan, perusakan fasilitas, dan bentrokan pasca unjuk rasa di Jakarta dan berbagai daerah.

Lukman dalam keterangan di Jakarta, Sabtu menyoroti perkembangan demonstrasi di beberapa wilayah yang awalnya berjalan tertib dan damai, namun belakangan memunculkan gejala pembelokan penyampaian aspirasi menjadi tindakan-tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum.

"Melihat perkembangan demonstrasi di berbagai daerah, ada gejala pembelokan penyampaian aspirasi yang awalnya tertib dan damai, berubah menjadi tindakan-tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum dan sangat mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat. Masyarakat menjadi takut keluar rumah untuk beraktivitas. Fenomena ini berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Ia menegaskan penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang, tetapi harus dilakukan dalam koridor yang benar, tanpa mengganggu ketertiban umum dan stabilitas negara.

"Kami dari keluarga besar FKDT memberikan dukungan penuh kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas pelaku anarkis. Langkah tegas ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi, sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang," ujar Lukman.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri, ustadz, dan pengurus madrasah diniyah agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Ia menekankan bahwa menjaga suasana damai adalah tanggung jawab bersama.

Oleh karena itu, FKDT mengharapkan semua pihak dapat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi.

"Mari kita jaga persaudaraan, kita pelihara persatuan, dan bersama-sama ciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Dengan dukungan penuh kepada aparat, kita optimistis kedamaian bisa segera kembali," ucapnya.

Selain itu, Lukman juga mengimbau khususnya kepada keluarga besar FKDT, para ustadz, guru madrasah diniyah takmiliyah bersama para wali santri untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia meminta agar mereka memberikan edukasi dan seruan kepada masyarakat agar memperkuat harmoni antar-anak bangsa demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia yang kita cintai.

Kiai Ghofur Ajak Masyarakat Tenang dan Percayakan Penanganan Situasi ke Kapolri

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat K.H. Abdul Ghofur mengajak publik untuk mempercayakan penanganan keamanan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing

Menurutnya, penyampaian pendapat adalah hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang, namun harus dilakukan dengan cara tertib, damai, dan tidak merusak fasilitas umum.

Fenomena tindakan anarkis dan perusakan fasilitas publik justru merugikan masyarakat luas serta mengancam stabilitas kehidupan sosial dan ekonomi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu mengutamakan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi. Percayakan sepenuhnya penanganan situasi ini kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian. Mereka bekerja keras menjaga ketertiban dan keamanan demi kebaikan bersama,” kata Kiai Abdul Ghofur dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Kiai Ghofur menekankan bahwa keamanan dan stabilitas nasional merupakan syarat utama terciptanya kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang kondusif.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar bijak dalam bersikap, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, serta selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Persatuan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok atau golongan. Saat ini kita perlu merajut kebersamaan dan memperkuat harmoni sosial demi Indonesia yang damai,” tambahnya.

Pengasuh Pesantren Sunan Drajat itu juga mengajak para tokoh agama, pemuka masyarakat serta para santri dan wali santri untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan yang justru memperburuk keadaan.

“Dengan bersinergi dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, saya yakin kedamaian dan stabilitas nasional akan segera kembali,” tuturnya.

KH Hafidz Gunawan: Hindari Kekerasan dan Percayakan pada Polri

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pengasuh Pondok Pesantren Miftakhul Khair Curug, Tangerang, Banten, KH Hafidz Gunawan mengingatkan masyarakat untuk menjaga perdamaian dengan menghindari kekerasan dan mempercayakan pengamanan situasi kepada Polri. Menurutnya, kepercayaan kepada aparat menjadi kunci agar situasi kembali kondusif.

“Percayakan sepenuhnya penanganan situasi ini kepada aparat kepolisian. Mereka bertugas untuk menjaga kita semua. Mari jangan mudah terprovokasi, karena perpecahan hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa,” kata Hafidz dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hafidz juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam lingkaran provokasi dan tindakan anarkis di tengah maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah.

Dia menegaskan bahwa kedamaian dan keamanan adalah kunci keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia, kata dia, harus kembali pada jati diri luhur sebagai bangsa yang santun, damai, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Maka dari itu, dia mengajak masyarakat untuk bersabar, menahan emosi, dan menghindari segala bentuk kekerasan yang hanya akan memperburuk keadaan.“Kita semua memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai hak itu disalahgunakan menjadi tindakan yang justru merusak fasilitas umum, memecah persatuan, dan merugikan orang banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hafidz mengimbau para tokoh agama, guru, santri, dan wali santri untuk menguatkan edukasi kepada masyarakat, menanamkan kesadaran bahwa persatuan lebih utama daripada kepentingan kelompok atau golongan. “Dengan mengedepankan akhlak santun, kesabaran, dan rasa persaudaraan, kita bisa melewati ujian ini. Saatnya seluruh elemen bangsa bersatu menjaga harmoni dan memastikan Indonesia tetap aman, damai, dan bermartabat,” katanya.

KH Dade Asyadurofik Minta Warga Tenang dan Percayakan pada Kapolri

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Raudhatul Uluum Subang, Jawa Barat, KH Dade Asyadurofik mengajak masyarakat untuk menahan diri, menjaga ketenangan, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah persatuan bangsa. Ia menyoroti maraknya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di sejumlah daerah

Menurut Kiai Dade dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, tetapi harus dilakukan dengan cara tertib, damai, dan sesuai koridor hukum. Tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum dan provokasi hanya akan memperburuk keadaan dan berdampak luas pada kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

"Perekonomian bangsa tidak akan berjalan baik tanpa situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga ketertiban dan mempercayakan penanganan situasi ini kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian," ujar Kiai Dade.

Ia menegaskan situasi aman dan tertib adalah fondasi untuk keberlangsungan aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, perdagangan, dan roda perekonomian. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak mudah termakan isu-isu menyesatkan serta mengutamakan dialog dan musyawarah.

"Kalau keamanan terganggu, perekonomian kita pun akan terpukul. Ini bukan hanya soal kepentingan kelompok atau golongan, tetapi soal keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Mari kita bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif," kata dia.

Lebih lanjut, ia juga menyerukan kepada para tokoh agama, guru, santri, dan wali santri untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan memahami pentingnya persatuan bangsa.

"Dengan bersatu, saling menenangkan dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, kita bisa melewati situasi ini dengan baik. Saatnya memperkuat harmoni antar anak bangsa demi Indonesia yang damai dan sejahtera," katanya.

error: Content is protected !!