Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Polisi Amankan Seorang Provokator Demo di Pejompongan, Ternyata Anggota Intelijen TNI dengan Senjata Lengkap

JAKARTA || jejakindonesia.id – Aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta, yang semula berjalan dengan tertib, mendadak memanas setelah adanya tindakan provokatif dari salah seorang peserta. Aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dengan sigap bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai provokator.

Belakangan terungkap, pria tersebut bukanlah warga biasa. Ia diketahui merupakan seorang perwira aktif TNI, berpangkat Mayor Infanteri atas nama Sudi Suwarno, yang berdinas sebagai anggota Badan Intelijen Strategis (Bais). Saat diamankan, yang bersangkutan juga kedapatan membawa senjata api lengkap.

Kapolres Jakarta Pusat dalam keterangannya membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, keberadaan seorang aparat bersenjata di tengah-tengah massa aksi tentu menjadi perhatian serius, terlebih karena yang bersangkutan diduga terlibat dalam mengompori massa hingga situasi menjadi ricuh.

“Benar, yang bersangkutan sudah diamankan oleh petugas di lapangan. Kami juga menemukan senjata api yang dibawanya. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan motif dan tujuan keterlibatannya dalam aksi tersebut,” ujar Kapolres.

Sementara itu, pihak TNI melalui perwakilan Pusat Penerangan (Puspen) TNI menyatakan akan mendalami dan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. TNI menegaskan bahwa setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses secara transparan tanpa pandang bulu.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Polri. TNI akan bersikap tegas terhadap siapa pun anggotanya yang terlibat pelanggaran, apalagi jika berpotensi mencederai netralitas TNI dan mengganggu keamanan publik,” ungkap perwakilan Puspen TNI.

Penangkapan ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan adanya keterlibatan oknum aparat dalam dinamika aksi massa. Selain itu, kasus ini juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai tujuan dan peran seorang intelijen aktif yang seharusnya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi justru didapati berada di lapangan sebagai provokator.

Hingga kini, Mayor Infanteri Sudi Suwarno masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Aparat kepolisian bersama TNI akan berkoordinasi untuk mengungkap motif, jaringan, serta kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam peristiwa provokasi tersebut.

Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang. Proses hukum dipastikan akan berjalan sesuai prosedur, dan hasilnya akan disampaikan secara transparan kepada publik.

Ojol & Warga Kompak Bersihkan Pos Polisi yang Dibakar Massa di Surabaya

SURABAYA || jejakindonesia.id - Warga bersama driver ojol membersihkan pos polisi yang dibakar massa aksi pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Mereka menyapu, mengepel, hingga membersihkan serpihan kaca di lokasi. Terdapat 3 pos penjagaan yang dibersihkan pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Yakni Pos Lantas Bundaran A. Yani atau Taman Pelangi, Raya Darmo atau Taman Bungkul, dan Wonokromo atau sisi timur KBS.

Di sana, ada puluhan driver ojol dan warga yang bergotong royong membersihkan pos lantas di 2 lokasi. Mereka terlihat begitu kompak membersihkan serpihan pecahan kaca, mengepel lantai, hingga mengecat ulang dinding yang sempat terbakar dan divandalisme oleh massa aksi. Aksi tersebut pun mendapat dukungan dan apresiasi dari pengendara yang melintas. Bahkan, tak sedikit pengendara yang berhenti untuk mengabadikan momen tersebut.

Seperti halnya Septinda. Warga Banyuurip Surabaya itu mengaku senang melihat para driver ojol bersama sama dengan warga membersihkan pos yang sebelumnya menjadi sasaran pengerusakan massa aksi. "Ini tadi pas lewat kok banyak driver ojol ngecat, terus sama teman saya berhenti, sempat ngerekam sebentar. Mereka terlihat kompak sekali," kata wanita berusia 31 tahun itu di Wonokromo, Sabtu (30/8/2025).

Sementara itu, seorang pengemudi ojol Eko Setiawan mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan yang terjadi. Pria yang yang telah berprofesi sebagai ojol selama 9 tahun itu mengaku miris dengan ulah oknum peserta aksi yang merusak fasum. "Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah," kata Eko saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Driver ojol berusia 50 tahun itu mengaku aksi bahu-membahu untuk membersihkan puing-puing dan serpihan bekas kerusuhan itu dilakukan secara spontan. Mereka mengumpulkan sampah, menyapu jalanan, serta membersihkan sisa-sisa pembakaran. Untuk biaya kegiatan pembersihan, ia mengaku sepenuhnya ditanggung secara swadaya. Terutama oleh para pengemudi ojol.

"Ini tadi kami patungan, swadaya (biaya untuk membersihkan lokasi)," ujarnya.
Pembagian wilayah pembersihan dilakukan berdasarkan lokasi pos polisi yang dirusak dan dibakar. Setiap pos polisi diisi oleh 10 hingga 20 orang pengemudi ojol.

Mereka bekerja dengan semangat gotong royong untuk memulihkan kondisi kota Surabaya.

KH. Achmad Wahyudi Ajak Jamaah Doakan Banyuwangi agar Senantiasa Rukun dan Damai

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Adz-Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., mengajak seluruh jamaah pengajian Ahad Pagi “Nelesi Ati” serta masyarakat luas untuk senantiasa mendoakan Kabupaten Banyuwangi. Ajakan tersebut disampaikan dalam tausiyahnya di Aula Sidqi Maulana, Ponpes Adz-Dzikra Banyuwangi, Minggu (31/8/2025).

Dalam ceramahnya, tokoh intelektual sekaligus praktisi hukum nasional ini menegaskan bahwa doa memiliki peran penting sebagai benteng spiritual dalam menjaga ketentraman, kedamaian, dan kenyamanan hidup bermasyarakat.

"Mari bersama-sama kita memohon kepada Allah SWT, semoga Banyuwangi senantiasa tenteram, aman, rukun, dan damai, serta dijauhkan dari segala mara bahaya," ujar KH. Achmad Wahyudi di hadapan ratusan jamaah.

Lebih lanjut, beliau berdoa agar masyarakat Banyuwangi selalu diberi kelapangan hati, kejernihan pikiran, serta keberkahan dalam rezeki dan kehidupan sehari-hari.

"Ya Allah, jadikanlah hati kami tenang, pikiran kami jernih, rezeki kami lancar dan penuh keberkahan, serta seluruh masyarakat Banyuwangi senantiasa berada dalam lindungan-Mu," ucap beliau yang diamini dengan khidmat oleh seluruh jamaah.

Doa bersama tersebut ditutup dengan pembacaan surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, menambah kekhusyukan suasana.

KH. Achmad Wahyudi berharap, melalui kekuatan doa yang dipanjatkan bersama dan kebersamaan masyarakat, Banyuwangi akan terus menjadi daerah yang damai, rukun, serta terjaga dari berbagai potensi perpecahan maupun gangguan keamanan.

"Semoga Allah SWT mengabulkan segala doa dan permohonan kita," tutupnya. (rag)

Mediabangsa Jalin Kerjasama dengan Forum Ikawangi Dunia

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Forum Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi) Dunia, saat ini sudah berada berbagai puluhan negara di dunia. 31/08/25

Saat di jumpai di villa pakis residence, Dayat oseng lurah forum ikawangi dunia menyampaikan untuk Forum Ikawangi Dunia lahir pada 28 Agustus 2020.

Tersebarnya masyarakat banyuwangi yang berada di berbagai belahan dunia saat ini di wadahi dalam keluarga besar forum ikawangi dunia. Imbuh dayat oseng

"Terbentuknya forum ikawangi dunia dayat oseng menyampaikan warga banyuwangi di rantau terwadahi"

Sampai hari ini forum ikawangi dunia sudah ada di 25 negara di berbagai belahan dunia, ungkap dayat oseng

Dengan adanya kerjasama mediabangsa.net dan forum ikawangi dunia, dayat oseng sangat senang hal ini bisa menjadi media informasi forum ikawangi dunia kepada masyarakat banyuwangi yang ada di seluruh dunia.

"Semoga dengan adanya kerjasama ini bisa menjadi rujukan informasi masyarakat banyuwangi yang ada di berbagai belahan dunia" Tutup Dayat oseng lurah forum ikawangi dunia

Reporter : Rio

Dandim 0601/Pandeglang Hadiri Grand Launching SPPG Cahaya Baru Bangkonol, Upaya Bersama Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

PANDEGLANG || jejakindonesia.id – Bertempat di SPPG Cahaya Baru, Jl. Raya Rangkasbitung – Pandeglang, Kp. Sabi, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., menghadiri kegiatan Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN). Acara ini dihadiri sekitar 70 peserta dengan penanggung jawab Ridwan, selaku Kepala SPPG, Sabtu (30/08/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P, Kapolsek Pandeglang AKP Dadan, Lettu Inf Mumung Munawar Holil, A.Md (Pasi Intel Kodim 0601), Camat Pandeglang Bambang Suyantho, S.Sos., M.Si, Camat Koroncong Muhtadi, Kepala UPT Puskesmas Bangkonol Sri Suhartini, Kepala SPPG Ridwan, pemilik tempat SPPG Yuli Setiadi, Korlap SPPG Iskandar, para relawan, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, pengguntingan pita, pengecekan sarana SPPG, hingga foto bersama dan ramah tamah.

Dalam sambutannya, Ridwan selaku Kepala SPPG menjelaskan bahwa SPPG Cahaya Baru akan mulai beroperasi pada 3 September 2025 dengan kapasitas produksi mencapai 3.717 porsi makanan yang akan didistribusikan untuk anak sekolah di wilayah Kecamatan Koroncong dan Pandeglang.

“Program ini diharapkan dapat berjalan lancar demi menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. Kami siap melaksanakan pelayanan sesuai SOP dari pemerintah dan Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P, menekankan pentingnya pengawasan kualitas gizi yang didistribusikan kepada siswa sekolah. Ia menegaskan bahwa TNI, Polri, dan Pemda siap mendukung penuh program pemerintah ini.

“Makanan yang diberikan harus higienis, porsinya sama, dan kualitasnya terjaga. Jangan sampai ada kelalaian, karena ini menyangkut generasi penerus bangsa. Semoga SPPG ini bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” ungkap Dandim.

Grand Launching SPPG Cahaya Baru ini merupakan langkah nyata dalam upaya penanggulangan stunting serta pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Dengan hadirnya SPPG, diharapkan tercipta generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Sumber: Pendim 0601 Pandeglang

error: Content is protected !!