Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Tahun: 2025

Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali, Pos Suator Gelar Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah

SUATOR || jejakindonesia.id – Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali Pos Suator kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di wilayah Distrik Suator, Jumat (12/09/2025)

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial yang bertujuan membantu meningkatkan mutu pendidikan serta memberikan semangat belajar bagi anak-anak di pedalaman Papua.

Dalam pelaksanaannya, prajurit Satgas bertindak sebagai tenaga pendidik pendamping, mengajarkan mata pelajaran dasar seperti membaca, menulis, berhitung, hingga wawasan kebangsaan. Dengan metode belajar yang sederhana dan penuh semangat, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Danpos Suator Lettu Inf Ariel S Naibaho, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap generasi muda Papua, sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Harapan kami, anak-anak di sini tetap termotivasi untuk belajar meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus kita dukung bersama,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran Satgas tidak hanya membantu meringankan tugas para guru, tetapi juga memberikan energi positif bagi anak-anak untuk lebih giat bersekolah.

Melalui kegiatan belajar mengajar ini, Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali Pos Suator berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan.

(Yonif 123)

Berkebun Mandiri Satgas Yonif 521/DY Petik Hasil Panen Bersama Masyarakat Distrik Napua

Jayawijaya || jejakindonesia.id – Ketahanan Pangan di Kebun rumah merupakan upaya menyediakan pangan yang cukup, beragam, bergizi, dan berkelanjutan bagi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam sayuran, buah, atau beternak skala kecil. Manfaatnya meliputi diversifikasi pangan, perbaikan gizi, pengurangan biaya belanja, peningkatan kemandirian, serta kontribusi pada kesehatan mental dan lingkungan.

Satgas Yonif 521/DY bersama Masyarakat Distrik Napua, Jayawijaya, Papua Pegunungan.(12/09/2025), melaksanakan panen bersama di kebun Pos Napua, Tanaman yang beberapa bulan lalu ditanam kini menghasilkan sayuran segar yang siap dikonsumsi.

“Terima kasih bapak TNI, kami panen sayur bersama sama,” ungkap Bpk. wilson salah satu warga dengan senyum lebar.

Komandan Pos menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kebersamaan. “Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga membantu mereka dalam meningkatkan ketahanan pangan,” ucapnya.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, gunakan teknik seperti kebun vertikal, teralis, atau sistem hidroponik untuk meningkatkan hasil panen di ruang yang sempit.

Pemanfaatan pangan harus terjamin secara berkelanjutan, tidak hanya pada saat-saat tertentu tetapi setiap saat, meskipun dihadapkan pada berbagai gangguan seperti kekeringan, konflik, atau krisis ekonomi.

Dengan menerapkan strategi ini, kebun rumah dapat menjadi pilar kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat keluarga, meningkatkan kesehatan, kemandirian, dan kelestarian lingkungan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Tim SAR Ditpolairud Polda Bali Temukan Empat Perempuan Korban Banjir

BALI || jejakindonesia.id - Tim SAR Ditpolairud Polda Bali berhasil menemukan empat korban banjir yang sebelumnya dinyatakan hilang. Seluruhnya ditemukan di Tanah Kilap, Mangrove, Denpasar Selatan, Kamis (11/9/25) sekitar pukul 09.00 WITA.

Ditpolairud Polda Bali Kombes Pol. Nurodin, S.I.K., M.H menyatakan, keempat korban dalam keadaan meninggal dunia. Keempat korban yang ditemukan tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Ya benar, pencarian oleh tim SAR gabungan secara intensif berhasil menemukan empat korban banjir tadi pagi,” jelas Kombes Pol. Nurodin, dikutip Jumat (12/9/25).

Selanjutnya, ujar Dirpolairud, keempat korban dibawa ke RSUP Prof. Ngurah, Sanglah untuk dilaksanakannya proses identifikasi.

“Pencarian terhadap beberapa korban yang belum ditemukan masih terus kami lakukan melibatkan tim gabungan,” jelasnya.

Dengan ditemukannya empat korban banjir oleh tim SAR gabungan, berarti sudah ada 9 korban banjir berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 4 korban lagi masih dilakukan pencarian.

Sebelumnya, disebutkan jumlah korban banjir di Bali mencapai 13 orang. Dari jumlah tersebut 5 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dan 8 orang dinyatakan hilang.

Polres Malang Bangun Gedung SPPG, Dukung Program Pemenuhan Gizi Anak

MALANG || jejakindonesia.id - Polres Malang Polda Jawa Timur (Jatim) memulai pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S., disaksikan tamu undangan, pada Kamis (11/9/2025) pagi.

Kegiatan ini juga ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng.

Dalam sambutannya, AKBP Danang menegaskan pembangunan gedung SPPG merupakan wujud dukungan nyata Polres Malang Polda Jatim terhadap program pemerintah pusat dalam pemenuhan gizi anak.

“Hari ini kita mulai pembangunan Gedung SPPG, targetnya pertengahan Oktober sudah bisa beroperasi," ujar AKBP Danang.

Ia berharap keberadaan SPPG ini dapat benar-benar bermanfaat bagi anak-anak di wilayah Kabupaten Malang sebagai penerus bangsa.

AKBP Dananag menambahkan, proses pendistribusian manfaat nantinya akan disosialisasikan lebih dulu agar tidak menimbulkan kendala teknis di lapangan.

Ia juga meminta agar penerima manfaat memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya.

“Kami ingatkan khususnya pada program susu, harus benar-benar diminum habis oleh anak-anak,ini penting agar program tepat sasaran,” lanjutnya.

Selain itu, AKBP Danang juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan SPPG.

“Kami upayakan Kepala SPPG berasal dari warga setempat. Dengan begitu, program bisa berjalan berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” tegas AKBP Danang.

Sementara itu Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini menjadi langkah konkret Polres Malang dalam mendukung Gerakan Nasional Pemenuhan Gizi Anak.

Selain di Kecamatan Dampit, Polres Malang Polda Jatim juga tengah membangun dua fasilitas SPPG lainnya yang berlokasi di Kecamatan Turen dan Gondanglegi.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi anak di wilayah Kabupaten Malang.

Ia juga menegaskan pembangunan SPPG ini adalah komitmen Polres Malang Polda Jatim mendukung program Presiden RI.

"Kami berharap masyarakat ikut mendukung, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh anak-anak di wilayah Kabupaten Malang,” ujar AKP Bambang.

Polresta Banyuwangi Bekuk 43 Tersangka, sita 150 gram sabu dan 159 ribu Okerbaya

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba dan obat keras berbahaya (oker bahaya) dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025, yang berlangsung sejak 30 Agustus hingga 10 September 2025.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dalam keterangan pers, jumat (12/9/2025), mengatakan pengungkapan ini merupakan bagian dari langkah strategis menekan peredaran narkoba sekaligus mewujudkan Banyuwangi yang bebas narkoba.

“Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 ini bertujuan menekan angka peredaran sekaligus menciptakan Kota Banyuwangi yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Kapolresta.

Hasil Operasi tumpas Narkoba semeru 2025 :
Jumlah tersangka: 43 orang (41 laki-laki, 2 perempuan)
Jumlah Kasus : 37 kasus (13 kasus narkotika
24 kasus oker bahaya)
Barang bukti narkoba: 150,45 gram sabu
Barang bukti oker bahaya: 159.496 butir pil (Trihexyphenidyl dan Tramadol)
Barang bukti lain:
Uang tunai: Rp5.495.000
Sepeda motor: 9 unit
Handphone: 31 unit
Timbangan elektrik: 9 buah

Beberapa tersangka okerbaya dengan barang bukti terbesar:
BDT – diamankan di Tegal Drimo dengan 33.460 butir pil Trihexyphenidyl dan Tramadol.
MN – diamankan di Tegalsari dengan 96.000 butir pil Trihexyphenidyl.
ZA dan DAS – diamankan di Banyuwangi dengan 17.000 butir pil Trihexyphenidyl.

Kapolresta Banyuwangi menyebut para tersangka memiliki peran beragam mulai dari bandar, kurir, hingga pengecer. Polisi juga melakukan pemetaan sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Tersangka narkotika: Dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009, ancaman pidana minimal 5 tahun hingga seumur hidup.

Tersangka oker bahaya: Dijerat Pasal 435 juncto 138 ayat 2 & 3 subsider Pasal 436 ayat 2 juncto Pasal 145 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Kesehatan, ancaman maksimal 12 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.

Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkoba dan obat keras berbahaya demi melindungi generasi muda. Dari hasil operasi ini, diperkirakan hampir 150.000 anak-anak dan 1.500 warga terselamatkan dari dampak negatif narkoba dan oker bahaya.

“Target operasi ini jelas, yaitu menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi masyarakat Banyuwangi,” tutup Kapolresta Kombes Pol. Rama Samtama Putra.