Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Tahun: 2025

Apel Bersama Banser dan Anggota Kodim 0825 Banyuwangi, Lanjutkan Patroli Penguatan Sinergi Kebangsaan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka memperkuat sinergi kebangsaan, Kodim 0825/Banyuwangi bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggelar apel bersama pada Sabtu, 13 September 2025 pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0825 Banyuwangi ini dipimpin langsung oleh Kapten Czi Dulmajid, Pasiter Kodim 0825 Banyuwangi.

Apel bersama ini diikuti oleh satu peleton prajurit TNI dan satu regu Banser. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan patroli gabungan ke sejumlah titik strategis di wilayah Banyuwangi. Adapun sasaran patroli meliputi : Kantor DPRD Banyuwangi, Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kantor Bupati Banyuwangi

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, menjaga kondusivitas, serta meningkatkan kebersamaan antara TNI dan organisasi kemasyarakatan dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Banyuwangi.

Kapten Czi Dulmajid menyampaikan bahwa sinergi antara TNI dan Banser menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kami berharap dengan kegiatan ini, persaudaraan dan kerjasama antara TNI dan Banser semakin erat, sehingga dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya patroli bersama ini, diharapkan tercipta suasana aman, damai, serta terjalinnya solidaritas kebangsaan yang semakin kokoh di Kabupaten Banyuwangi.

Polri Tegaskan Dukungan Program Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Nasional

JAKARTA || jejakindonesia.id – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Irjen Pol Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG). Polri, kata dia, telah menginisiasi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap program tersebut.

“Polri tidak tinggal diam. Kami turut membantu pemerintah dengan membangun SPPG untuk mendukung program MBG. Hingga saat ini sudah ada 464 unit yang dibangun bersama MBG, dan lebih dari 40 di antaranya sudah beroperasi,” ungkap Irjen Anwar, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, keberhasilan program MBG akan menjadi investasi besar bagi generasi mendatang. “Harapannya, kebutuhan gizi anak-anak Indonesia bisa terpenuhi sejak dini. Inilah yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas,” ujar mantan Kapolda Bengkulu itu.

Selain itu, Anwar juga menekankan pentingnya pembinaan SDM Polri sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.. Menurutnya, perhatian Kapolri dalam pengembangan SDM sangat besar, mulai dari proses rekrutmen, pembinaan karier, hingga pemberian reward and punishment.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk perhatian tersebut adalah keterlibatan SDM Polri dalam program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Bidang SDM diminta untuk mengawal program ketahanan pangan sampai ke jajaran bawah, dari tingkat Mabes hingga Polres dan Polsek,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan bahwa Polri mendapat target mendukung penanaman jagung seluas 1 juta hektare. Target tersebut selaras dengan rencana Presiden yang mencanangkan penghentian impor jagung di akhir tahun ini.

“Jika terealisasi, maka bisa menghasilkan sekitar 4 juta ton. Satu juta ton disiapkan sebagai cadangan pangan, sementara sisanya untuk didistribusikan kepada masyarakat,” jelas Anwar.

Operasi Tumpas Narkoba 2025 :Polres Blitar Amankan 13 Tersangka

BLITAR || jejakindonesia.id - Polres Blitar Polda Jatim berhasil mengungkap mengungkap 10 kasus dengan total 13 tersangka dari kasus peredaran narkotika, obat-obatan terlarang (okerbaya), dan minuman keras melalui Operasi Tumpas Narkoba 2025.

Rinciannya terdiri 6 tersangka kasus psikotropika dan okerbaya dengan 6 tersangka, serta 1 kasus peredaran minuman keras dengan 1 tersangka.

Dari hasil operasi, petugas mengamankan barang bukti mulai dari sabu-sabu, pil Double L, hingga ribuan botol minuman keras illegal.

Barang bukti yang disita cukup beragam, di antaranya narkotika jenis sabu seberat 40 gram, 17.226 butir pil Double L, Logo Y, Dextro, dan DMP, , psikotropika 69 butir Alprazolam, serta.

Selain itu, polisi juga mengamankan 1.750 botol arak, 12 unit handphone berbagai merek, serta uang tunai Rp 615.000.

Dari hasil pengungkapan ini, diperkirakan 6.485 jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba dan minuman keras, dengan nilai jual barang bukti yang disita mencapai sekitar Rp 177 juta.

Kasus Peredaran Okerbaya Pada 4 September 2025, Satresnarkoba Polres Blitar Polda Jatim mengungkap peredaran pil Double L di wilayah Kediri dan Blitar.

Dua tersangka, dengan inisial J.N.S.(37) dan A.Y. (39), diamankan bersama barang bukti 889 butir pil Double L serta peralatan pendukung lainnya.

Keduanya dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 436 Ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp 5 miliar.

Beberapa hari kemudian, pada 8 September 2025, polisi kembali mengamankan dua tersangka lain, yakni M. Y. alias Melon dan A. L. S. alias Pete, dengan barang bukti 959 butir pil Double L.

Penangkapan dilakukan di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dan di wilayah Kota Blitar.

Kasus Peredaran Minuman Keras illegal Masih di tanggal 8 September 2025, polisi juga berhasil menggagalkan peredaran 1.750 botol arak yang diangkut menggunakan sebuah truk di Jalan Raya Selopuro, Blitar.

Tersangka M.A., warga Garum, Blitar, diamankan bersama barang bukti 35 kardus arak.

Pelaku dijerat dengan Pasal 492 KUHP tentang penjualan minuman keras ilegal, dengan ancaman kurungan maksimal 3 bulan atau denda hingga Rp 50 juta.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazzlurahman menegaskan bahwa Operasi Tumpas Narkoba 2025 merupakan bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, dan minuman keras ilegal di wilayah hukumnya.

Menurut AKBP Arif, setiap butir narkoba dan botol miras yang berhasil kita sita, berarti kita telah menyelamatkan banyak nyawa dari kerusakan dan kehancuran.

"Kami akan terus melakukan upaya penegakan hukum demi terciptanya masyarakat yang aman, sehat, dan terbebas dari narkoba,” tegas Kapolres Blitar AKBP Arif Fazzlurahman.

Dengan keberhasilan mengungkap 10 kasus serta mengamankan 13 tersangka dalam Operasi Tumpas Narkoba 2025, Polres Blitar menunjukkan komitmennya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan miras ilegal.

Operasi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku bahwa aparat kepolisian tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran barang haram di Kabupaten Blitar.

Kapolda Jatim Serahkan Bantuan Sembako untuk Nelayan Pacitan di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70

PACITAN || jejakindonesia.id – Sebanyak 100 perwakilan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tamperan, Pacitan menerima bantuan paket sembako dari Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si, Jumat (12/9/25).

Bantuan tersebut diberikan dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 yang diperingati jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kapolda Jatim didampingi Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Dandim 0801 Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta Forkopimda.

“Ya, bakti sosial, sambil memastikan Kota Pacitan aman kondusif,"ungkap Irjen Pol Nanang usai menyerahkan bantuan sembako.

Kapolda Jatim juga mengatakan akan mengunjungi galeri dan museum SBY - Ani.

"Mumpung di sini, nanti sekalian mau lihat galeri dan museum SBY–Ani Karena bagaimana pun beliau pernah memimpin bangsa ini,” ujar Kapolda Jatim.

Irjen Pol Nanang menyampaikan kesannya terhadap masyarakat pesisir Pacitan yang tampak guyub rukun.

“Semua nelayan di Pacitan baik-baik. Nelayan baik-baik semua di sini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Bakti Sosial yang juga Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kami mohon doa agar di usia ke-70 ini Polantas Polri dapat lebih bermanfaat untuk masyarakat. Hadirnya Polri untuk masyarakat betul-betul dapat dirasakan sampai dengan struktur kecil di masyarakat,” ucap Kombes Iwan.

Ia menegaskan, tujuan Korlantas Polri adalah menjadi organisasi yang profesional, bermoral, dan modern.

Menurut Dirlsntas Polda Jatim itu, dengan kerja sama dan dukungan semua masyarakat tujuan dari Korlantas Polri tersebut bisa terwujud.

"Doa seluruh nelayan akan menjadi semangat kami untuk lebih profesional dalam bertugas demi bangsa dan negara,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Jatim dan jajaran.

Menurutnya, kunjungan ini merupakan bentuk perhatian nyata Polri kepada masyarakat pesisir.

“Kehadiran Bapak Kapolda Jatim dan jajaran merupakan suatu kehormatan sekaligus wujud perhatian nyata bagi masyarakat Pacitan, khususnya para nelayan yang merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ucap AKBP Ayub.

Ia menambahkan, bakti sosial ini tidak hanya sekadar perayaan ulang tahun, tetapi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan kali ini dapat mempererat hubungan Polri dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

"Kami berharap ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan pelayanan, pengabdian, serta pengayoman kepada masyarakat sesuai dengan semangat Polri Presisi,” tandas AKBP Ayub.

Di sisi lain, para nelayan yang menerima bantuan merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosial tersebut.

Salah satunya, Eko Setyono, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Terima kasih kepada Kapolda Jatim dan rombongan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami nelayan,” ujar Eko.

Kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

Tak hanya sebatas seremoni, acara ini diharapkan mampu memperkuat ikatan sosial dan menegaskan peran Polri dalam melayani serta melindungi masyarakat di semua lapisan.

GM FKPPI Banyuwangi Rayakan HUT ke-47 dengan 12 Tumpeng, Perkuat Soliditas TNI-Polri

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi menandai usia ke-47 dengan menggelar tasyakuran penuh makna di Aula Sidqi Maulana, Pondok Pesantren Adz-Dzikra, Jumat (12/9/2025) siang.

Berbeda dengan perayaan seremonial pada umumnya, HUT kali ini dimeriahkan dengan 12 tumpeng sebagai simbol tanggal lahir GM FKPPI, yang dipotong serentak oleh seluruh kader. Prosesi berlangsung khidmat, sederhana, namun sarat kebersamaan.

Ratusan anggota dari pengurus cabang hingga rayon se-Banyuwangi hadir bersama sejumlah tokoh lintas ormas. Hadir pula Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, serta jajaran Dewan Penasehat GM FKPPI Banyuwangi.

Acara diawali dengan santunan anak yatim oleh Ketua GM FKPPI Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., didampingi AKBP (Purn) H. Sujarwo selaku Dewan Penasehat sekaligus Ketua PP Polri Banyuwangi.

Rangkaian berlanjut dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars GM FKPPI, yang semakin meneguhkan identitas kebangsaan organisasi ini.

Dalam sambutannya, Ir Achmad Wahyudi menekankan bahwa peringatan HUT bukanlah rutinitas seremonial, melainkan momentum meneguhkan komitmen kebangsaan.

“GM FKPPI adalah rumah kebangsaan. Di usia ke-47 ini, kami meneguhkan komitmen menjaga persatuan, memperkuat militansi, dan hadir aktif di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menafsirkan angka 47 sebagai simbol perjuangan: angka 4 melambangkan kokoh, sementara angka 7 merepresentasikan kesempurnaan ciptaan Tuhan.

“Maka 47 adalah simbol perjuangan yang kokoh dan mulia. Solid, kuat, dan militan bukan sekadar jargon, tapi karakter yang harus melekat dalam diri kader,” serunya.

Ir. Achmad Wahyudi menegaskan bahwa GM FKPPI lahir bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pewaris nilai perjuangan orang tua mereka, dari Sapta Marga, Tri Brata, hingga Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

“Kita harus menjadi perekat, bukan pemecah belah. Tradisi jagongan, musyawarah, dan silaturahmi harus terus dihidupkan agar lahir gagasan besar seperti di masa perjuangan,” tandasnya.

Dewan Penasehat GM FKPPI Banyuwangi, AKBP (Purn) Sujarwo, menekankan makna pekikan khas FKPPI: Solid, Kuat, Militan.

“Solid berarti kokoh dan tak mudah dipecah. Kuat adalah kemampuan bertahan dalam tekanan. Militan adalah semangat juang tanpa lelah demi tujuan bersama. Tiga kata ini harus menjadi identitas kader GM FKPPI,” tuturnya.

Ketua Umum PW Fast Respon, Agus Flores, memberi apresiasi khusus pada GM FKPPI Banyuwangi yang dinilainya tetap konsisten menjaga tradisi kebangsaan. Ia juga menyampaikan salam dari Kapolri untuk KH. Ir. Achmad Wahyudi, mengingat latar belakang keluarganya yang berasal dari TNI.

“GM FKPPI harus tetap jaya. Saat ada upaya mengadu domba TNI-Polri, kita berdiri di depan untuk menjaga persatuan,” tegas Agus Flores.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua GM FKPPI dan Dewan Penasehat, dilanjutkan dengan pemotongan serentak 12 tumpeng lainnya oleh seluruh kader.

Suasana semakin semarak dengan alunan musik, termasuk lagu “Jogja Istimewa” yang dilantunkan dengan lirik baru “GM FKPPI Kowe Pancen Nomor Siji.” Bahkan Ir. Achmad Wahyudi turut membawakan lagu “Suci Dalam Debu”, yang sarat pesan spiritual.

Acara ditutup dengan doa oleh Gus Bangkit Maulana, menandai berakhirnya rangkaian HUT ke-47 GM FKPPI Banyuwangi dengan penuh haru dan rasa syukur.

Melalui tema “Semangat Baja Untuk Indonesia”, GM FKPPI menegaskan posisinya sebagai garda pewaris nilai perjuangan orang tua TNI-Polri, sekaligus penjaga Pancasila dan NKRI.

Momentum ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derasnya arus zaman, GM FKPPI tetap konsisten menjaga kebersamaan, memperkuat militansi, dan meneguhkan komitmen kebangsaan. (rag)

(Sumber: Biro Publikasi dan Dokumentasi GM FKPPI Banyuwangi)