Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

Kapolda Sulut Pimpin Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap II T.A. 2025 Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian

MANADO || jejakindonesia.id - Humas Polda Sulut – Polda Sulawesi Utara melalui Itwasda kembali menggelar Audit Kinerja Tahap II T. A. 2025 aspek pelaksanaan dan pengendalian.

Kegiatan diawali dengan Taklimat Awal di aula Tribrata Polda Sulut, Senin (29/9/2025) dipimpin oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, dihadiri oleh Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, para PJU Polda dan para Kapolres/ta.

Kapolda menegaskan bahwa pelaksanaan audit kinerja pada bidang operasional, bidang logistik, dan bidang penganggaran keuangan ini diharapkan dapat mengidentifikasi semua risiko yang signifikan.

"Segera dilakukan upaya perbaikan atas pelaksanaan program, kegiatan serta pengelolaan keuangan Satker dan Polres jajaran. Jangan ada lagi temuan yang bersifat berulang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, transformasi kepolisian sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Prabowo Subianto, mengharuskan organisasi Polri melakukan perubahan di berbagai aspek.

“Dalam program quick wins akselerasi transformasi Polri, menjabarkan 7 kegiatan dan 11 indikator yang menekankan pada kepemimpinan, gaya hidup, pelayanan publik prima, inisiatif anti korupsi, pembinaan SDM berbasis merit sistem, sistem operasional yang proaktif dan problem solving, pemberdayaan media sebagai sarana edukasi informasi dan inspirasi, peningkatan harkamtibmas (kehadiran polisi dalam masyarakat), komunikasi sosial yang baik, serta penegakan hukum transparan akuntabel,” jelas Kapolda.

Terkait dengan pelaksanaan audit kinerja ini lanjutnya, terdapat dua kegiatan pengawasan yang menjadi bagian Reformasi Polri yaitu program ke-2 yaitu optimalisasi pengawasan terhadap Pegawai Negeri Pada Polri dalam rangka menghilangkan terjadinya pelanggaran disiplin/etik/pidana, dan program ke-3 yaitu optimalisasi pengawasan melekat.

Muludan Bumi Blambangan Bagikan Ribuan Telur hingga Hadirkan Ustadz Wijayanto

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Ribuan telur tradisi Endog-Endogan dikirab keliling kota dalam Muludan Bumi Blambangan yang Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, Senin (29/9/2025). Telur berhias itu dibagikan ke masyarakat yang berjejal di sepanjang jalan dan di sekitar masjid.

“Ini adalah salah satu cara masyarakat Banyuwangi dalam memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Berbagi telur atau endog-endogan,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengikuti arak-arakan.

Endog-endogan adalag tradisi masyarakat Banyuwangi yang dilakukan dalam peringatan Maulif Nabi. Telur rebus yang telah dihias ditancapkan dalam jodang (pelepah pusang) dan selanjutnya diarak keliling kampung.

Pembagian telur tersebut, imbuh Ipuk, tak semata sebagai sebuah budaya luhur yang sarat simbol ajaran keagamaan. Namun, juga berharap menjadi simbol gotong royong, saling empati dan menjaga kerukunan.

“Semoga dengan Muludan ini, kita bisa meneladani Nabi Muhammad. Mengasah empati dan gotong royong sebagaimana yang diajarkan oleh beliau. Juga senantiasa menjaga kerukunan bersama,” harap Ipuk.

Tak sekadar kirab Endog-Endogan, Muludan Bumi Blambangan juga menyenandungkan Maulid Barzanji dengan langgam khas masyarakat Osing, Banyuwangi. Menambah kemeriahan dan keunikan peringatan hari lahir Nabi Muhammad tersebut.

Muludan Bumi Blambangan juga semakin khidmat dengan kehadiran para ulama. Tampak di antaranya Ketua Umum MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, KH. Suyuthi Thoha, KH. Achmad Wahyudi, KH. Toha Muntoha, KH. Mukhdlar Atim, Ustadz Andi Hidayat dan sederet ulama lainnya. Serta, mubalig nasional, Ustadz Wijayanto.

Ustadz Wijayanto yang familiar di layar televisi itu, menyampaikan berbagai ilmu agama dengan ceria. Pembawaannya yang humoris membuat para jamaah larut. Lebih dari satu jam berinteraksi dengan audiensi yang banyak diisi oleh kaum perempuan tersebut.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh Indonesia, tapi baru kali ini, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Berkeliling membagikan telur kepada masyarakat bersama ibu bupati. Masyarakat pun antusias menyambut pemimpinnya,” ungkapnya.

Hal tersebut, imbuh Wijayanto, merupakan sebuah pertanda dari daerah yang senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. “Jika rakyat dan pemimpinnya bersatu, saling menghormati dan memahami, maka ini adalah tanda-tanda dari sebuah daerah yang berkahi oleh Allah SWT. Semoga Banyuwangi senantiasa diberkahi,” pungkasnya. (red)

Cucu Kiyai Besar dari Sampang, Gus Santos Siap Bawa FRN Jatim Lebih Bermartabat

SURABAYA || jejak-indonesia.id — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FRN) secara resmi menetapkan Kiyai Iman Santoso, yang akrab disapa Gus Santos, sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) FRN Jawa Timur.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP FRN Nomor: 112/DPP/FRN/IX/2025, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum FRN, R. Mas MH Agus Rugiarto, SH, di Jakarta pada tanggal 29 September 2025.

Dalam surat keputusan tersebut, Gus Santos diberi amanah untuk membentuk kepengurusan FRN di tingkat DPW dan DPC se-Jawa Timur, serta memperkuat koordinasi dengan Humas Polda Jatim dan seluruh Polres di wilayah Jawa Timur.
Selain itu, ia juga ditugaskan untuk memilih sekretaris dan bendahara yang tepat serta secara rutin melaksanakan rapat dengan DPP FRN guna menjaga konsolidasi dan profesionalitas organisasi.

Ketua Umum FRN, R. Mas MH Agus Rugiarto, SH, menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Gus Santos dapat membawa semangat baru bagi FRN di Jawa Timur.

> “Kami percaya Gus Santos memiliki komitmen dan kapasitas untuk memajukan FRN di Jawa Timur. Beliau sosok religius, komunikatif, dan memiliki jaringan kuat di berbagai lapisan masyarakat. DPP FRN berharap kepemimpinannya akan memperkuat sinergi antara insan pers dan aparat kepolisian di wilayah Jatim,” ujar Agus Rugiarto.

 

Sementara itu, Gus Santos dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

> “Ini bukan hanya sebuah jabatan, tetapi sebuah kepercayaan dan tanggung jawab moral. Saya akan berupaya menjadikan FRN Jawa Timur sebagai wadah wartawan yang profesional, kritis, dan tetap menjunjung tinggi etika serta sinergi dengan Polri,” ungkapnya.

Gus Santos, yang dikenal sebagai cucu dari seorang Kiyai besar asal Sampang, Madura, juga menegaskan akan mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan FRN Jawa Timur semakin solid dan mampu berperan aktif dalam menjaga kualitas informasi publik serta mempererat hubungan harmonis antara pers dan aparat penegak hukum. (Red)

Panen Raya Jagung Satukan Langkah : Kodam Kasuari, Polda dan Pemerintah Papua Barat Kompak Dukung Swasembada Pangan 2025

Manokwari || jejakindonesia.id -- Hamparan jagung di Kampung Aimasi, SP 3, Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (27/9/2025) berubah menjadi saksi betapa kolaborasi dapat menghasilkan harapan besar bagi masyarakat. Dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III yang digelar oleh Polda Papua Barat, kehadiran berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat, menjadi bukti bahwa kerja sama nyata mampu membawa dampak positif.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, terlihat hadir langsung di lokasi panen bersama Kasdam XVIII/Kasuari serta Aster Kasdam XVIII/Kasuari. Kehadiran pucuk pimpinan ini menegaskan bahwa Kodam XVIII/Kasuari tidak hanya fokus pada tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif mendorong ketahanan pangan sebagai bagian dari kesejahteraan rakyat.

Dan ini menjadi bukti nyata, ketika TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat bersatu, mewujudkan kemandirian pangan di Papua Barat. Panen raya ini bukan sekadar memetik jagung. Lebih dari itu, menjadi panggung kebersamaan. Aparat TNI dan Polri bahu-membahu bersama warga memanen hasil bumi, menggambarkan semangat gotong royong yang masih mengakar kuat di tanah Papua Barat. Suasana akrab terlihat saat panen berlangsung saling bercengkerama sambil memegang jagung hasil panen.

Polda Papua Barat selaku penggagas acara menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama mendukung program swasembada pangan tahun 2025. Kolaborasi dengan Kodam XVIII/Kasuari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat menjadi kunci keberhasilan, sebab pangan tidak bisa hanya ditopang oleh satu pihak, melainkan harus dikerjakan bersama.

Di akhir acara, suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti area panen. Senyum masyarakat berpadu dengan semangat aparat, menandai bahwa panen kali ini bukan hanya tentang jagung, melainkan tentang harapan dan masa depan. Harapan bahwa Papua Barat dapat berdiri tegak dalam kemandirian pangan, dengan TNI, Polri, Pemerintah, dan masyarakat berjalan seirama.

(Pendam XVIII/Ksr)

Polda Jatim Amankan Tersangka MF Alias P Diduga Kuat Terlibat Penghasutan Aksi Anarkis di Kediri

SURABAYA || jejakindonesia.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur telah menangkap tersangka berinisial MF alias P yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi anarkis di Kota Kediri pada 30 Agustus 2025 lalu.

Penangkapan dilakukan di rumah tersangka di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (27/9/2025) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa sebelum melakukan penangkapan dan penggeledahan, penyidik telah berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat.

Saat penangkapan, tersangka dalam kondisi sendirian tanpa anggota keluarga.

Ditegaskan oleh Kombes Pol Abast, Polisi sempat komunikasi melalui video call dengan kakak tersangka dan bukti dokumentasi telah disimpan penyidik.

"Setelah penangkapan penyidik langsung menghubungi pihak keluarga tersangka, dalam hal ini kakak yang berada di Batam," terang Kombes Pol Abast,Senin (29/9/2025).

Pada saat pemeriksaan awal, MF alias P didampingi penasihat hukum dari YLBHI Surabaya dan adik kandungnya yang hadir langsung di Mapolda Jatim.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, sehari sebelum penangkapan, penyidik telah melakukan gelar perkara yang menetapkan MF alias P sebagai tersangka.

"Penangkapan dan penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan serta mencegah tersangka menghilangkan barang bukti," terang Kombes Pol Abast.

Adapun peran MF alias P disebut berkaitan erat dengan tersangka SA yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerusuhan di Kediri.

“Yang bersangkutan aktif berkomunikasi dengan SA, menghasut untuk melakukan tindakan melawan hukum, termasuk pembakaran dan penyerangan fasilitas umum,” ujar Kombes Pol Abast.

Aksi anarkis yang dimaksud antara lain pembakaran Kantor Polres Kediri Kota, penyerangan Kantor DPRD Kota Kediri, perusakan pos Polisi, hingga pelemparan molotov ke arah aparat kepolisian.

Atas perbuatannya, MF alias P dijerat dengan Pasal 160 KUHP junto Pasal 187 KUHP junto Pasal 170 KUHP junto Pasal 55 KUHP tentang penghasutan, pembakaran, kekerasan terhadap orang atau barang, serta turut serta dalam tindak pidana.

Dalam penggeledahan di Yogyakarta, penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit handphone, laptop (MacBook), tablet, Lima kartu ATM, dan satu buku tabungan BCA milik tersangka.

Sementara beberapa buku bacaan milik MF alias P dinyatakan tidak berkaitan langsung dengan perkara dan kemungkinan akan dikembalikan kepada tersangka atau keluarga.