Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

Polda Jatim Sampaikan Perkembangan Identifikasi Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

SURABAYA || jejakindonesia.id – Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo terus dilakukan secara intensif oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa sejak Jumat (3/10) pagi hingga malam, Polda Jatim telah mempersiapkan langkah identifikasi terhadap jenazah korban.

“Mulai pagi tim DVI sudah menerima dan memproses jenazah yang masuk ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya," kata Kombes Pol Abast di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10/2025).

Kabid Humas Polda Jatim juga menerangkan, Tim DVI ini terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri dan Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

Di lokasi yang sama Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki didampingi oleh Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro memaparkan bahwa pada Jumat (3/10) sebanyak 8 kantong jenazah telah diterima untuk dilakukan proses identifikasi.

Dari jumlah tersebut, Lima jenazah telah melalui tahap identifikasi, meski masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

“Dari Lima jenazah yang sudah kami identifikasi, masih diperlukan data tambahan dari pihak keluarga," ungkap Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.

Untuk membantu proses pencocokan kata Kabid Dokkes Polda Jatim ini, Tim DVI berharap keluarga korban bisa menyerahkan data sebanyak mungkin, seperti foto terakhir, ciri-ciri pakaian, hingga barang berharga yang terakhir dipakai korban.

Selain itu, tim DVI juga telah menyiapkan pemeriksaan DNA untuk memperkuat hasil identifikasi.

“Selanjutnya sampel DNA akan segera kami kirim ke Pusdokkes Polri," tambah Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.

Masih kata Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan, saat ini sudah ada 57 sampel yang siap diperiksa, setelah sebelumnya diverifikasi dari 58.

"Jumlah ini bisa saja bertambah seiring laporan keluarga yang masuk,” ujar Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.

Kabid Dokkes Polda Jatim menambahkan, identifikasi paling akurat biasanya melalui catatan gigi, terutama bagi korban yang memiliki rekam medis panoramik gigi.

Ia mengaku metode sidik jari dinilai sulit dilakukan karena kondisi jenazah sudah lebih dari Tiga hari.

“Tes DNA merupakan metode yang diakui internasional dan tidak terbantahkan. Prosesnya bisa cepat, sekitar Tiga hari, namun juga bisa lebih lama tergantung kondisi sampel,” jelasnya.

Kabid Dokkes Polda Jatim juga menekankan pentingnya kelengkapan data antemortem dari keluarga korban.

Tim Polda Jatim bahkan telah menurunkan petugas ke lokasi pesantren untuk membantu pengumpulan data tersebut.

“Kami memahami betapa beratnya keluarga menunggu hasil identifikasi, karena itu seluruh prosedur dipercepat agar kepastian dapat segera diberikan,” pungkas Kabiddokkes Polda Jatim.

Di Banyuwangi, Mensos Kumpulkan Camat hingga Kades Ajak Sukseskan Digitalisasi Bansos

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Di sela kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, 2-3 Oktober 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bertemu dengan para camat, lurah, dan kepala desa di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis malam (2/10/2025). Dalam kesempatan itu, Mensos mengajak mereka untuk berpartisipasi mensukseskan program digitalisasi bansos yang saat ini sedang diujicobakan di Banyuwangi.

“Ayo semua dukung program ini. Camat, kades, dan lurah, ayo ajak warganya yang kurang mampu untuk segera mendaftar. Dampingi dan bantu mereka agar nantinya bisa menikmati bantuan dari pemerintah,” kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Pertemuan tersebut diikuti para camat, lurah dan kades se-Banyuwangi. Turut hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Anggota Komisi 8 DPR RI Ina Ammania, serta segenap jajaran Pemkab Banyuwangi.

Digitalisasi bansos merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, agar penyalurannya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Banyuwangi dipilih sebagai pilot project dan telah melakukan uji coba sejak dua pekan lalu. Saat ini jumlah warga Banyuwangi yang telah mendaftar program bansos digital tersebut sebanyak 259 ribu orang.

Pendaftaran dilakukan melalui dua mekanisme, yakni via aplikasi Perlinsos maupun melalui agen Perlinsos yang terdiri dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan tenaga sosial kesejahteraan kecamatan (TKSK).

Selain mereka, Pemkab juga mengerahkan kader Dasawisma, Lurah, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi agen Perlinsos.

“Saya senang Banyuwangi melibatkan ASN-nya untuk membantu pendataan digitalisasi bansos. Kolaborasi seperti ini sangat diperlukan agar program ini bisa sukses,” ujar Gus Ipul.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul juga menyinggung tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini terus dimutakhirkan secara berkala dan wajib menjadi acuan seluruh program lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Tidak boleh ada intervensi bansos yang menggunakan data lain, kecuali DTSEN. Kalau mau membuat program harus menggunakan DTSEN," kata dia.

Ia pun mengajak semua elemen di Banyuwangi untuk bersama-sama memastikan pemutakhiran DTSEN lebih sempurna. Sehingga masyarakat miskin bisa merasakan bantuan lebih banyak dari pemerintah.

“Saya ingin bagi-bagi tugas untuk melakukan ground check (pemutakhiran). Kami minta para lurah melakukan ground check. Siapa saja warganya yang masuk dalam desil 1 – 10. Sehingga nanti di kelurahan bisa ketemu by name by address-nya,” kata dia.

Mensos juga membahas pentingnya kolaborasi Sekolah Rakyat dengan pemerintah daerah. Setelah Sekolah Rakyat rintisan dimulai, selanjutnya akan dibangun gedung permanen.

"Di Banyuwangi kita bangun tahun depan. Ibu Bupati sudah menyiapkan lahannya, kita juga sudah siapkan anggarannya. Karena ini di lahan pemkab, nantinya sekolah ini hanya menampung anak-anak kurang mampu dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat kepada Banyuwangi. “Kami berkomitmen akan menyukseskan setiap program prioritas pemerintah pusat," kata Ipuk.

Banyuwangi Career Expo 2025 Tawarkan 2000 Lebih Lowongan Kerja

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Pemkab Banyuwangi kembali menggelar bursa kerja Banyuwangi Career Expo 2025, yang menawarkan lebih dari 2000 lowongan pekerjaan, termasuk bagi para penyandang disabilitas.

Banyuwangi Career Expo dilaksanakan di Gedung Theater Banyuwangi Park, Jalan Raya Jember, Dadapan, Kecamatan Kabat, 3-4 Oktober 2025.

“Ini bagian upaya kita agar anak-anak muda Banyuwangi bisa terekrut dalam dunia kerja. Para pencari kerja bisa mendaftar pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka langsung Banyuwangi Career Expo, Jumat (3/10/2025).

Sebanyak 64 perusahaan dari berbagai daerah ikut berpartisipasi. Seperti dari Semarang, Surabaya, Pasuruan, dan lainnya. Mereka bergerak di sektor perbankan, pertambangan, perhotelan, manufaktur, retail, perikanan, hingga teknologi informasi.

Seperti, PT. Industri Kereta Api (INKA) Persero membuka lowongan untuk staf teknologi dan pengendali kualitas.

Ada juga PT Lundin Industry Invest yang membutuhkan tenaga electrical dan finance. eL Hotel Banyuwangi membuka lowongan untuk tenaga FB manager, sales executive, dan waiter/waitress.

Dan PT Suri Tani Pemuka yang membuka lowongan untuk tenaga supervisor mechanical, quality control, admin HRD, serta driver.

Ipuk berpesan agar para pencari kerja dapat mengoptimalkan kompetensinya sehingga bisa berkompetisi dalam dunia kerja. “Semoga ini menjadi jembatan bagi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang pas,” ungkapnya.

Ipuk berkomitmen akan terus menggelar kegiatan ini, bahkan menambah frekuensinya.

“Bisa setahun dua atau tiga kali. Harapannya, dengan menghadirkan banyak bursa kerja, banyak anak muda kita yang terserap di dunia kerja,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Abdul Latif, Banyuwangi Career Expo 2025 ini dilakukan secara hybrid. Calon pelamar bisa memilih dan melamar pekerjaan lewat aplikasi Goker Wangi dalam Smart Kampung.

“Pencari kerja juga bisa hadir langsung ke lokasi untuk mendapatkan informasi yang lebih detail sekaligus mendaftar ke perusahaan yang diminati,” urainya.

Selain menawarkan lowongan kerja, Banyuwangi Career Expo 2025 juga diisi dengan beragam kegiatan lainnya. Seperti demo pelatihan keterampilan, pameran produk industri kecil menengah (IKM), edu fair, serta talk show. (*)

Bursa Kerja Banyuwangi 2025 Dibuka, Fokus pada Kompetensi dan Kreativitas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Ribuan pencari kerja memadati arena Banyuwangi Career Expo 2025 yang resmi dibuka pada Kamis hingga Jumat, 2–3 Oktober 2025. Acara ini menjadi salah satu wadah terbesar bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk mendapatkan akses lapangan kerja di berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bursa kerja tahunan, tetapi bagian dari strategi daerah untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

“Alhamdulillah, tahun ini tersedia lebih dari 2.000 lowongan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Banyuwangi. Tema Career Expo kali ini adalah Future Jobs and Creativity, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi agar generasi muda siap menghadapi perubahan dunia kerja,” ungkap Ipuk. Jum'at (3/10/2025).

Bupati Ipuk juga menekankan bahwa perusahaan kini tidak hanya melihat nilai akademis. Kompetensi dan keterampilan justru menjadi faktor penentu.

“Kalau dulu IPK tinggi jadi andalan, sekarang perusahaan lebih mencari tenaga kerja yang siap pakai, adaptif, dan memiliki skill sesuai kebutuhan zaman. Karena itu, ayo tingkatkan kompetensi, seperti bahasa asing dan kemampuan digital,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menyoroti cepatnya perkembangan teknologi dan perubahan struktur ekonomi global. Hal ini, menurutnya, menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi.

“Setiap tahun kita melihat teknologi baru bermunculan. Hal ini berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Maka anak-anak muda Banyuwangi harus siap masuk ke dunia kerja dengan skill yang relevan,” tambahnya.

Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Banyuwangi pada 2025 turun menjadi 4,03 persen, dari sebelumnya 4,75 persen. Sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,13 persen.

Bupati optimistis tren positif ini bisa terus dijaga jika lebih banyak masyarakat terserap ke dunia kerja melalui ajang seperti Career Expo.

“Semakin banyak warga bekerja, otomatis tingkat kemiskinan juga akan menurun. Karena itu Career Expo tidak boleh hanya setahun sekali, tapi harus lebih sering,” ujarnya.

Career Expo 2025 menghadirkan berbagai perusahaan lokal, nasional, hingga multinasional. Mulai dari sektor perhotelan, perbankan, industri kreatif, hingga perusahaan tenaga kerja asing. Juga hadir lembaga pelatihan kerja dan perusahaan penyedia tenaga kerja yang selama ini menjadi mitra pemerintah daerah.

Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta instansi vertikal lainnya.

Ipuk berharap Career Expo menjadi wadah bagi generasi muda Banyuwangi yang kreatif dan inovatif agar mendapat ruang lebih besar di dunia kerja.

“Banyuwangi punya banyak anak-anak kreatif, lulusan perguruan tinggi, hingga wirausaha baru. Mereka butuh dukungan dan ekosistem yang sehat agar bisa berkembang. Career Expo adalah salah satu cara kami mempertemukan mereka dengan dunia usaha,” tutupnya

Bupati Ipuk Siapkan Lahan untuk Bangunan Permanen Sekolah Rakyat, Mensos: Banyuwangi Jadi Prioritas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, bangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Banyuwangi termasuk salah satu prioritas yang akan dibangun tahun ini. Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan lahan seluas sekitar 6-7 hektare di wilayah Kecamatan Muncar.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, gedung SR akan memiliki beberapa fasilitas. Antara lain asrama siswa, asrama guru, aula, area bermain, sarana olahraga, hingga tempat ekstrakurikuler.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun dan tahun depan selesai. Jadi anak-anak akan pindah dari tempat sekarang ke gedung baru nantinya," kata Gus Ipul, saat berdialog dengan siswa dan guru di yang bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Jumat (3/10/2025).

Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, (2-3 Oktober 2025). Selain meninjau progres pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi, Mensos juga meninjau dua sekolah rakyat yang ada di Banyuwangi.

Sehari sebelumnya, Gus Ipul juga meninjau SR Terintegrasi 2 Banyuwangi di Kecamatan Licin, pada Kamis (2/10/2025). SR Licin beroperasi sejak Juli 2025 dan bertempat di Balai Diklat Banyuwangi. SR ini memilik jumlah siswa sebanyak 250 orang pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar mulai proses pembelajaran pada September lalu dengan jumlah siswa 73 anak.

Gus Ipul menyebut, tempat SR saat ini bersifat sementara. Jika gedung SR telah terbangun dan siap ditempat, sekolah siswa akan berpindah ke gedung yang baru.

Selain nantinya tinggal di tempat baru, masing-masing siswa juga akan mendapat total delapan seragam dan laptop untuk pembelajaran.

"Sekolah Rakyat Ini memberi kesempatan untuk memberi anak dari keluarga kurang mampu untuk belajar, agar punya masa depan yang lebih baik," sambung Gus Ipul.

Ia menjelaskan, SR rintisan saat ini berjumlah 165 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Rinciannya 63 SR mulai kegiatan belajar mengajar pada Juli, 37 SR pada Agustus, dan 64 SR pada Sepember dan awal Oktober.

Dari jumlah tersebut, Gus Ipul memprakirakan sekitar 100 bangunan permanen SR bisa dibangun tahun ini dan siap beroperasi tahun depan. Kemensos telah menyiapkan dua desain bangunan permanen SR.

Desain yang akan digunakan bergantung dengan luasan lahan yang disediakan pemerintah daerah. Pembangunan SR diprakirakan memakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 200 miliar untuk satu titik lokasi.

"Banyuwangi termasuk yang menjadi prioritas untuk dibangun tahun ini. Yang penting lahannya clean and clear," ucapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pihaknya mendaftarkan lahan milik pemkab untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung SR.

"Yang kami daftarkan ke Kementerian Sosial, insyaallah rencananya di Kecamatan Muncar. Itu menggunakan lahan pemerintah daerah. Insya Allah nanti kita hibahkan untuk sekolah rakyat," kata Ipuk.

Ipuk bersyukur apabila gedung SR di Banyuwangi bisa dibangun tahun ini, seperti yang diharapkan Mensos Gus Ipul. Dengan demikian, para siswa SR di dua tempat yang sudah ada bisa berada di satu lokasi yang lebih akan menunjang kegiatan mereka sehari-hari. (*)