Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Arsip untuk 2025 » Halaman 498

Tahun: 2025

IMG-20251007-WA0070

Mendagri: Pemda Berperan Penting Dukung Produktivitas Nasional

JAKARTA || jejakindonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan peran penting pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan produktivitas nasional. Apalagi, dengan sistem pemerintahan semi-desentralisasi, Pemda memiliki kewenangan besar dalam mengelola urusan pemerintahan konkuren.

"Kalau pusat saja yang bekerja tanpa didorong oleh mesin daerah yang juga bekerja full, mungkin hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya pada Peluncuran Dokumen Master Plan Produktivitas Nasional 2025-2029 di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Mendagri mengatakan, Dokumen Master Plan Produktivitas Nasional 2025-2029 akan menjadi salah satu acuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemda. Ia mengapresiasi Bappenas dan pihak terkait yang telah menyusun dokumen tersebut.

“Bapak (Menteri PPN/Kepala Bappenas) sudah membuat suatu cetak biru yang akan diikuti oleh semua K/L (Kementerian/Lembaga), termasuk juga tentunya semua pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini Kemendagri telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas daerah. Hal ini antara lain dilakukan dengan meminta Pemda agar melakukan efisiensi dan optimalisasi belanja, sehingga penggunaan anggaran lebih tepat sasaran. “Efisiensi belanja wajib dilakukan supaya tidak terjadi pemborosan,” katanya.

Ia mencontohkan Kabupaten Lahat yang berhasil menghemat anggaran dan mengalihkannya untuk membangun sistem irigasi lahan pertanian. Pengalihan itu dinilai lebih mampu membantu masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Langkah berikutnya, lanjut Mendagri, adalah pengendalian inflasi daerah. Kemendagri bersama kementerian dan lembaga terkait secara konsisten melakukan rapat mingguan dengan seluruh Pemda untuk memantau inflasi sekaligus membahas langkah pengendaliannya. “Mendagri ditunjuk dengan Perpres (Peraturan Presiden) sebagai koordinator tim pengendali inflasi daerah, dan kami lakukan [rapat] secara konsisten sudah hampir tiga tahun,” terangnya.

Pemerintah menargetkan inflasi berada di angka 2,5 persen plus minus 1 persen. Angka ini dinilai dapat menyenangkan produsen maupun konsumen. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Oktober 2025, angka inflasi nasional dari tahun ke tahun yakni dari September 2025 terhadap September 2024 sebesar 2,65 persen.

Tak hanya itu, ia juga meminta Pemda agar berinovasi mengembangkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak memberatkan masyarakat kecil. Upaya optimalisasi pendapatan daerah juga dapat dilakukan melalui digitalisasi penerimaan pajak dan retribusi yang telah ada. Langkah ini diyakini dapat memastikan seluruh pajak maupun retribusi benar-benar masuk ke kas daerah.

Mendagri mengatakan, digitalisasi juga akan menjadi fondasi penting bagi penerapan e-government nasional yang berbasis data kependudukan. Ia mengatakan, data kependudukan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia. “Kami sudah siap kalau mau digabung menjadi platform utama untuk e-government,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau Pemda agar memanfaatkan berbagai program strategis nasional (PSN) yang berlangsung di wilayah masing-masing. PSN yang dicanangkan pemerintah pusat diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah.

“Semua [program] yang disampaikan oleh Pak Presiden yang berbasis kerakyatan itu, kalau itu terealisasi dengan baik, tereksekusi dengan baik, kami yakin akan bisa mendongkrak karena sangat berbasis kepada kerakyatan,” jelasnya.

Mendagri juga mendorong Pemda agar mampu menghidupkan sektor swasta melalui kemudahan perizinan. Menurutnya, swasta berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah. Karena itu, Pemda perlu menerapkan berbagai inovasi pelayanan termasuk di bidang perizinan. Ia menyebutkan sejumlah daerah yang dinilai berhasil memberikan pelayanan optimal termasuk di bidang perizinan berusaha melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Di mana semua unsur-unsur kementerian/lembaga, dinas-dinas semua terkoneksi di dalam satu sistem digital sehingga perizinan bisa cepat, tidak lagi harus ke kantor sana [atau] ke tempat sana, tapi cukup di mal (MPP) itu saja,” jelasnya.

Ia turut menyoroti pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia mencontohkan keberhasilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mampu bertahan pada masa pandemi Covid-19 dengan mengandalkan UMKM lokal.

Di lain sisi, Mendagri menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Dirinya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau yang menangkap peluang kerja sama ekspor produk pangan ke Singapura. Menurutnya, terobosan semacam ini tidak hanya menambah PAD, tapi juga menciptakan lapangan kerja.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat produktivitas daerah, Mendagri mengusulkan pembentukan Productivity Award bagi Pemda berprestasi yang dilengkapi dengan insentif keuangan. Langkah ini diyakini akan memacu Pemda dalam meningkatkan produktivitas.

Turut hadir dalam forum tersebut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asian Productivity Organization Indra Pradana Singawinata, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

IMG-20251007-WA0069

Sekjen Kemendagri Dorong ASN Tingkatkan Kompetensi Lewat Pelatihan Kreator Konten

JAKARTA || jejakindonesia.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kreator konten bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tomsi berharap, melalui pelatihan ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menghasilkan konten yang membangun citra positif Kemendagri. “Nanti kita akan mencoba untuk memberikan tambahan-tambahan lagi sebagai pendalaman yang nantinya akan membuat mereka (peserta) yang sudah dididik ini akan menjadi lebih mahir,” ujar Tomsi saat menutup kegiatan Pelatihan Content Creator Bersertifikasi BNSP di Aula Kecapi AB, Sofyan Hotel Soepomo, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Lebih lanjut, Tomsi mendorong para peserta agar segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam tugas sehari-hari untuk memperkuat publikasi positif Kemendagri. “Selain daripada melaksanakan tugas sehari-hari, juga mengemban tugas yang berkaitan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat atas pekerjaan yang telah dicapai,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya penyesuaian gaya bahasa dalam penyusunan konten agar dapat menjangkau berbagai segmen audiens, termasuk generasi Z, milenial, maupun baby boomer. “Sehingga konten-kontennya itu dapat diterima dan disukai. Saya rasa itu,” ucap Tomsi.

Pada kesempatan yang sama, Tomsi menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara dan pembina. “Serta seluruh penguji yang telah berpartisipasi sampai dengan selesainya acara pelatihan ini,” kata Tomsi.

Ia juga mengimbau agar pelatihan serupa dapat kembali diselenggarakan tahun depan sebagai upaya memperkuat publikasi positif Kemendagri. Menurutnya, pemberitaan yang baik memiliki peran penting dalam menjaga citra lembaga.

Puspen Kemendagri

IMG-20251007-WA0067

Kapolda Terima Audiensi Bank Indonesia Jambi, Pererat Sinergitas Menjaga Stabilitas dan Keamanan Daerah

JAMBI || jejak-indonesia.id – Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menerima kunjungan audiensi dari Bank Indonesia Provinsi Jambi bertempat di ruang kerja Kapolda Jambi, Senin (6 Oktober 2025).

Dalam pertemuan tersebut Kapolda Jambi didampingi oleh Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. M. Edi Faryadi dan Wadir Dit Pam Obvit Polda Jambi AKBP Agung Wahyu Nugroho.

Sementara dari pihak Bank Indonesia Jambi Bapak FX. Widarto selaku Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bapak Prastyo Ariwibowo selaku Plt. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, bapak Fadry S selaku Pelaksana Pengawas Pam.

Kapolda Jambi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari Bank Indonesia Jambi dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Polri dan BI dalam mendukung iklim investasi, keamanan transaksi keuangan, serta perlindungan terhadap aset strategis perbankan di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi bapak FX. Widarto menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat Kapolda Jambi beserta jajaran.

“Kami berharap kerja sama dan koordinasi dengan Polda Jambi dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam hal pengamanan kegiatan operasional BI serta upaya menjaga kestabilan ekonomi dan keuangan di Provinsi Jambi.” ujar bapak FX. Widarto.

IMG-20251007-WA0063

Kapolda Sulbar Giatkan Sinergi Polri-Bulog di Polman, Perkuat Ketahanan Pangan

Polewali Mandar || jejak-indonesia.id - Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., mempererat sinergi antara Polri dan Perum Bulog dengan mengunjungi Gudang Bulog GSP Amassangan di Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (06/10/25).

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja Kapolda di wilayah Polman, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sulbar didampingi oleh Kapolres Polman beserta jajaran pejabat utama Polres Polman. Rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Polman, Faris Sudirman AR dan Kepala Gudang Bulog Amassangan, Mustofa.

Kapolda Sulbar menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah wujud dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Ia menekankan bahwa Bulog memegang peranan kunci dalam keberhasilan program tersebut.

"Kunci kesuksesan program pemerintah ada di Bulog. Saya berharap kerja sama antara Polri dan Bulog dapat berjalan searah agar target keduanya bisa tercapai," tutur Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menyoroti pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan para petani. Komunikasi ini diharapkan dapat membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen, khususnya kadar air jagung, agar memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bulog.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Polri dan Bulog dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Sulawesi Barat, serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat.

IMG-20251007-WA0062

Kapolda Aceh Cek Kualitas Beras di Kilang Padi Blang Bintang, Pastikan Bebas Oplosan

Banda Aceh || jejak-indonesia.id — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, melakukan pengecekan langsung ke CV Kilang Padi Meutuah Baro di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 7 Oktober 2025. Pengecekan itu bertujuan untuk memastikan kualitas dan keaslian beras yang diproduksi maupun disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga dan terbebas dari praktik oplosan.

Dalam tinjauan itu, Kapolda Aceh didampingi pengelola kilang padi tersebut. Ia menegaskan pentingnya pengawasan bersama terhadap rantai distribusi beras agar masyarakat memperoleh bahan pangan yang sehat, layak konsumsi, dan sesuai standar mutu nasional.

“Pangan adalah kebutuhan dasar dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, Polri memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan tidak ada oknum yang bermain curang dalam proses produksi dan distribusi beras,” ujar Irjen Marzuki, usai pengecekan tersebut.

Selain memastikan kualitas beras, pengecekan itu juga merupakan bagian dari upaya Polri mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu agenda penting dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat kemandirian ekonomi berbasis produksi dalam negeri dan memperkokoh ketahanan pangan di daerah.

Kapolda menambahkan, penguatan sektor pertanian dan pangan lokal merupakan bagian dari strategi besar menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keamanan pangan tidak dapat dipisahkan dari keamanan sosial dan ekonomi.

“Kalau kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka stabilitas keamanan pun akan lebih mudah dijaga,” kata Abituren Akabri 1991 itu.

Ia juga mengapresiasi pihak pengelola CV Kilang Padi Meutuah Baro yang dinilai konsisten menjaga mutu beras serta melibatkan petani lokal dalam rantai pasoknya. Ia berharap praktik baik ini dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha pangan lainnya di Aceh.

Terakhir, Kapolda Aceh mengingatkan agar masyarakat membeli beras dari sumber terpercaya dan tidak tergiur harga murah yang tidak wajar. Ia menegaskan bahwa Polri akan terus mengawasi peredaran bahan pangan, terutama menjelang masa panen dan pergantian musim, untuk mencegah kecurangan yang dapat merugikan masyarakat.

“Sinergi semua pihak, mulai dari petani, pengusaha, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum sangat penting agar ketahanan pangan Aceh tetap kuat dan berkelanjutan,” tutup Kapolda Aceh.

error: Content is protected !!