Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

KEROM || – Satgas Pamtas R-PNG Statis Yonif 643/Wns Pos Waris jumlah 6 (enam) orang Dipimpin Serda Jonson latihkan SD Inpres baris-berbaris dalam rangka pelaksanaan upacara bendera pada hari senin mendatang dengan tujuan agar berjalan lancar dan khidmat

Terlihat bahwa siswa-siswi SD Inpres sangat antusias menerima
pelatihan baris-berbaris, dibuktikan dengan sikap berdiri yang tegap
dan sangat menghayati setiap aba-aba yang diucapkan oleh personil Satgas Pos Waris di Distrik Waris, Kab. Keerom, Papua, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan pelatihan baris-berbaris ini merupakan bagian dari edukasi
dan mengenalkan kepada para siswa-siswi tentang tata cara
melaksanakan upacara bendera yang benar dan khidmat diantaranya dimulai dari gerakan berjalan, penghormatan kepada bendera merah putih, pengibaran bendera serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Nataniel Mansen (42), salah satu guru SD Inpres mengungkapkan
rasa syukur dan terima kasih kepada personil Satgas merasa sangat terbantu atas pelatihan baris-berbaris serta mengajarkan tata cara melaksanakan upacara yang benar kepada siswa-siswi SD Inpres.

“Beliau menuturkan bahwa siswa-siswi SD Inpres sangat senang dan semakin paham arti sebuah rasa hormat kepada negara. Terima kasih Satgas Yonif 643/Wns telah mengajarkan sekaligus menanamkan
jiwa nasionalisme dan rasa kecintaan kepada tanah air.”

Dengan demikian keberadaan Satgas 643/Wns hadirditengah-tengah masyarakat perbatasan Papua sangat dirasakan manfaatnya.

(Yonif 763)

TANGERANG || jejakindonesia.id – Kegiatan Jumat Curhat di kediaman Bu Sinta, Ketua RW 06 Kelurahan Sukabakti, kecamatan Curug, kabupaten Tangerang, menjadi ajang silaturahmi dan berbagi aspirasi antara masyarakat dan kepolisian.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh:
– Kanit Intel Polsek Curug, Bapak Toto Riyanto, S.H.
– Binamas Bapak Aipda Andrianto
– Panit Patroli Bapak Aipda Tusino
– Wakil Ketua KUC Bapak Alex Braja
– Anggota KUC
– Warga sekitar

Kegiatan Jumat Curhat ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga. Warga dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, dan masukan terkait situasi kamtibmas di lingkungan mereka.

Warga Curug sangat antusias dalam kegiatan ini, mereka menyampaikan berbagai masukan dan keluhan terkait keamanan di wilayah mereka. Komunitas Orang Curug (KUC), Pokdar Kamtibmas, dan pihak kepolisian setempat siap untuk menindaklanjuti dan mencari solusi bersama.

Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang lebih baik antara masyarakat dan kepolisian, serta meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Curug.

Rezi

Jejakindonesia.id || Masa Bayi Agus Flores, Dia diambil Kakeknya Sultan Agung Partika Candra. Dari umur 1 sampai 3 Tahun, Agus Flores sudah diambil Kakeknya Dari Jawa Sultan Agung Partika Candra Sebagai Cucu Tersayang.

” Nama Raden Mas Dari Lahir Itu, Kakeknya Yang Beri Nama,” Ujar Ayahnya Mas Agus.

Mengapa Kakeknya , Ambil Mas Agus, karena dimasa kecil lahirnya agak berbeda, lahir dalam keadaan Bersih, Putih , Rambutnya Pirang, matanya pun, mirip mata Kucing dan Selama 3 Tahun itu, hidupnya di Baskom (Bak Mandi) karena ngak bisa jalan, dan bicara juga tertate tate, belum lancar bicara.

” Umur 3 Tahun Anakku, Adiknya Bambang Sudah jalan, sedangkan putraku agus belum jalan, makanya jadi Cucu Tersanyang Kakeknya,,” ujarnya.

Diumur 4 tahun, baru bisa jalan.

Ayahnyapun menceritakan Kisah , Sebelum putranya lahir, sebelumbya ibunya Hamil sampai 8 Bulan, tapi anak diperut Menghilang, beberapa bulan berikutnya Ibunya mengandung Mas Agus, tapi lahirnya putranya berbeda, sehingga diambil kakeknya Agung Partika Candra, untuk dijaga sampai normal badan dan tubuhnya mas agus.

Ayahnya pun, tidak tau, Anaknya Kesayangan Kakeknya Agung Partika Chandra, sudah sehebat seperti sekarang.

” Sangat Berbeda dengan masa kecilnya, yang jarang berbaur dgn teman temannya sebaya, karena malu, bicaranya saja terbata bata, Sekarang Pandai bicara, banyak teman, dan pemberani, Syukurlah Anakku sekarang jadi Orang Hebat Membawa Harum Leluhurnya,” tegasnya.

Ayahnya pun menceritakan, Salah satu Putranya yang nikah dengan Orang Baik, Berpendidikan dari Turunan Terhormat Dari Gorontalo, Marga Manoppo dan datau.

MEDAN || jejakindonesia.id  – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar memperbanyak penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menurutnya, penerbitan itu menandakan kepedulian kepala daerah terhadap masyarakat kecil.

Pesan itu disampaikannya pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Regale International Convention Centre, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (9/10/2025).

“Yang paling banyak [menerbitkan PBG] untuk MBR, Masyarakat Berpenghasilan Rendah tadi, berarti kepala daerahnya peduli kepada rakyatnya. Tapi kalau dia semakin sedikit yang menerbitkan, berarti dia enggak peduli,” jelas Mendagri.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah membebaskan retribusi PBG dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR. Langkah ini merupakan upaya untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden. Dengan kebijakan ini diharapkan biaya untuk memiliki rumah menjadi murah.

Adapun kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Menteri Pekerjaan Umum (PU). Kebijakan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Pemda dengan menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Namun, Mendagri menekankan bahwa Pemda tidak cukup hanya meresponsnya dengan menerbitkan Perkada. Pemda, kata dia, harus menyosialisasikan program tersebut agar banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Dirinya mengapresiasi Pemda yang telah banyak menerbitkan PBG bagi MBR. Ia meminta daerah yang angka penerbitannya masih rendah agar segera meningkatkannya.

“Ada daerah kabupaten yang belum pernah mengeluarkan PBG untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Artinya dia mungkin tidak mensosialisasikan, atau diterbitkan peraturan, tapi enggak dilaksanakan sama dia,” jelasnya.

Mendagri menegaskan pentingnya mendukung Program Tiga Juta Rumah. Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pemerataan kepemilikan rumah, tetapi juga berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui terbentuknya ekosistem ekonomi baru.

Ia menjelaskan, ekosistem itu melibatkan berbagai sektor mulai dari pengembang besar dan kecil, penyedia bahan bangunan, hingga lembaga pembiayaan seperti perbankan. Karena itu, ia memperkirakan program ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan Presiden tumbuh 8 persen pada akhir 2029.

“Beberapa ekonom justru [berpendapat] dari berbagai program yang ada, yang terbesar adalah program tiga juta rumah ini bisa menyumbang lebih kurang dua persen ekosistemnya, betul, dua persenan lebih,” jelasnya.

Mendagri mengapresiasi upaya bersama berbagai pihak dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah. Ia menegaskan, pemerintah pusat tidak mungkin membangun seluruh rumah rakyat hanya dengan mengandalkan anggaran negara. Karena itu, perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan perbankan agar pembangunan rumah rakyat dapat terus berjalan.

“Oleh karena itu ada yang dibangun pemerintah, ada juga yang dibangun oleh swasta, ada yang dibangun oleh sendiri, yang sendiri-sendiri dan ada juga kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk membuat harganya menjadi murah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengungkapkan, Sumut menempati peringkat ketujuh nasional untuk penerbitan PBG bagi MBR. Di tingkat kabupaten/kota, Deli Serdang menjadi yang tertinggi dengan 50 izin PBG yang berdampak pada pembangunan 4.007 unit rumah. “Hebat Deli Serdang. Mengeluarkan 50 PBG tapi berdampak terbangunnya 4.007 unit rumah, terbanyak di Sumatera Utara,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mendagri juga menyebut sejumlah daerah di Sumut yang belum sama sekali menerbitkan izin PBG untuk MBR, seperti Kabupaten Karo, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias, Padang Lawas, Toba, dan Kota Medan. Menurutnya, kepala daerah di wilayah tersebut perlu segera mengambil langkah konkret.

“Di mata saya sebagai Mendagri, yang nol-nol ini ya belum ada perhatian tentang perumahan kepada rakyatnya. Padahal diberikan kewenangan, sudah ada SKB menjadi dasar hukum, dan kemudian sudah perintah Presiden,” ujarnya.

Turut hadir dalam forum tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi, serta pejabat terkait lainnya.

Setelah dari forum tersebut, Mendagri bersama Menteri PKP dan Musa Rajekshah meninjau Rusunawa Seruwai di Kecamatan Medan Labuhan. Mereka disambut antusias oleh para penghuni. Mereka kemudian berdialog terkait dengan kondisi sarana dan prasarana di tempat tersebut. Beberapa penghuni mengapresiasi berbagai fasilitas yang disediakan pengelola. Namun, ada pula penghuni yang memberikan masukan terkait dengan perbaikan fasilitas.

Puspen Kemendagri

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id – Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas, Aipda Surya Atmaja, menghadiri kegiatan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran di Balai Harungguan Nagara Bhakti Kantor Camat Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, pada Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang dihadiri oleh Camat Ujung Padang H. Manaon Siregar, M.Si., beserta staf, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ujung Padang Tri Juliardi Saragih beserta anggota, serta Lurah/Pangulu se-Kecamatan Ujung Padang beserta perangkat ini membahas pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

Kapolsek Bosar Maligas, Iptu Sonni G Silalahi, S.H., saat dikonfirmasi pada Jumat, 10 Oktober 2025, sekira pukul 12.10 WIB, menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam forum koordinasi penanggulangan kemiskinan merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan koordinasi PKH ini sangat penting karena Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turut mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu,” ujar Iptu Sonni G Silalahi.

Kapolsek menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut juga untuk memastikan bahwa proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk mendukung terciptanya penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Hal ini penting agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan berhak menerimanya,” ungkap Kapolsek Bosar Maligas.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda Surya Atmaja menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta menekankan pentingnya akurasi data warga penerima bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran.

“Saya menyampaikan kepada seluruh peserta rapat koordinasi bahwa data penerima bantuan sosial harus valid dan akurat. Jangan sampai ada pihak yang tidak berhak justru menerima bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan malah terabaikan,” ucap Aipda Surya Atmaja.

Bhabinkamtibmas juga menekankan pentingnya peran seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah kecamatan, lurah/pangulu, hingga masyarakat untuk saling bersinergi dalam memastikan Program Keluarga Harapan berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuannya.

“Kamtibmas yang kondusif akan mendukung keberhasilan program-program sosial pemerintah. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengawasi agar tidak ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan,” ungkap Bhabinkamtibmas.

Acara koordinasi dibuka dengan kata pembuka dan sambutan protokol yang disampaikan oleh Rudi Afandi, dilanjutkan dengan sambutan Camat Ujung Padang H. Manaon Siregar, M.Si., yang menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

Kata sambutan kemudian disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Aipda Surya Atmaja yang mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program bantuan sosial.

Puncak acara adalah sosialisasi tentang Program Keluarga Harapan (PKH) yang tepat sasaran yang disampaikan oleh Tri Juliardi Saragih selaku Koordinator PKH Kecamatan Ujung Padang. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci kriteria penerima PKH yang telah ditetapkan.

Adapun kriteria penerima Program Keluarga Harapan meliputi: keluarga miskin dan rentan, ibu hamil atau menyusui, anak usia dini 0-6 tahun, siswa SD, SMP, dan SMA, lansia berusia 60 tahun ke atas, serta penyandang disabilitas berat.

“PKH dirancang untuk membantu keluarga miskin dan rentan agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan melalui bantuan tunai bersyarat yang terkait dengan pendidikan dan kesehatan,” jelas Tri Juliardi Saragih.

Koordinator PKH juga menyampaikan bahwa validasi data penerima bantuan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak.

Para Lurah dan Pangulu se-Kecamatan Ujung Padang yang hadir dalam kegiatan ini menyambut baik koordinasi tersebut dan berkomitmen untuk melakukan pendataan ulang secara lebih teliti di wilayah masing-masing.

Kegiatan koordinasi dan sinkronisasi ini berlangsung dengan tertib dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial secara berkala.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah kecamatan, Polri, dan seluruh stakeholder terkait, diharapkan Program Keluarga Harapan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

error: Content is protected !!