Closing soon Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Liburan Akhir Tahun 2025 Dan Liburan Awal Tahun 2026 Aliansi Madura (AMI) GO TO BALI Pada Tanggal 30-31 Desember 2025 1-2 Januari 2026

☆ Tujuan Tempat Wisata ☆

● Bedugul Candi Kuning.
● GWK Bali.
● Banana boat ( Tanjung Benoa).
● Nuanu Bali.
● Kuta Bali.
● Diner jimbaran.

*☆ Fasilitas wisata ☆*

● Hotel ☆☆☆ Area Kuta Bali (1 room isi 2 orang).*
● Bus seat 2-2 (50) JB5.*
● Termasuk Shuttle PP.*
● Guide Lokal Bali.*
● Air Mineral 600 ml Selama Tour.
● Snack 1x.
● Makan 10x Sesuai Program ( Termasuk 2x BF Hotel & 1x Dinner Jimbaran).
● Kapal Penyebrangan PP.*

■ Semuanya Gratis Dan Ditanggung Oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI) Dengan Persyaratan Sebagai Berikut :

● Pengurus, Anggota Dan Simpatisan Aliansi Madura Indonesia (AMI) Wajib Mengikuti Seluruh Kegiatan Aliansi Madura Indonesia (AMI) Tanpa Terkecuali.

Liburan 4 Hari 2 Malam Aliansi Madura Indonesia (AMI) 2 Bus Khusus Pengurus, Anggota Dan Simpatisan AMI Yang Selalu Aktiv Mengikuti Kegiatan AMI Tanpa Abstein Sama Sekali.

Yang Bawa Anak (Usia 12 Tahun Kebawah) Wajib Bayar Uang Makan Dan Uang Tiket Masuk, Pembayaran Sebelum Keberangkatan Maksimal 2 Hari, Dan Cukup Bawa 1 Anak (Usia 12 Tahun Kebawah) Saja.

Janji dan Harapan Palsu Yang Bisa Merusak Tatanan Harmoni Yang Harus Selalu Terjaga

Jejakindonesia.id || Entah sejak kapan, dia sudah menetapkan dirinya untuk tidak lagi pernah berharap. Sebab harapan baginya selalu menimbulkan kekecewaan. Karena itu, yang namanya berharap baginya sudah menjadi semacam musuh yang tidak perlu diperhitungkan. Bahkan, sekecil.apa pun harapan itu sudah dia kikis habis, seperti penyakit yang tidak boleh muncul kembali. Sekecil apapun san sesaat pun. Sebab harapan baginya hanya ada di dalam berbagai bentuk usaha yang harus dikerjakan dengan cara jerha keras, sambil mempersiapkan berbagai kemungkinan kegagalan yang sangat mungkin terjadi, sehingga tidak perlu menimbulkan rasa kekecewaan seperti yang sudah-sudah.

Banyak janji secara tak langsung yang telah dia terima, namun terus dia lupakan agar tidak menjadi harapan yang menggantung, hingga akan membuat kekecewaan. Sebab harapan yang ditiupkan baginya sudah terlalu banyak yang diakhiri dengan kekecewaan. Apalagi sekedar janji palsu atau semacam angin surga yang dihembuskan lantaran orang bersangkutan mengharap adanya sesuatu imbalan yang dapat diperoleh dari dirinya.

Tokoh dalam tulisan ini yang tak hendak disebut namanya sejak beberapa tahun silam tak hendak lagi menaruh harapan pada siapapun, lantaran telah berulang kali mengalami peristiwa na'as yang membuat hatinya kecewa, sehingga menyimpulkan bahwa sumpah dan janji sekalipun -- seperti yang selalu dikirimkan oleh para pejabat saat menerima amanah untuk menjalankan fungsi dan tugas mulutnya sebagai penguasa -- toh banyak diingkari atau bahkan diabaikan, seakan sumpah dab janji itu dilakukan tidak atas nama dan dilakukan dihadapan Tuhan. Kendati sumpah dan janji itu sendiri helas-jelas menyebut "demi Tuhan". Toh, realitasnya pelanggaran dan penyelewengan bahkan penipuan hingga pengkhianatan mereka lakukan juga dengan sikap yang dingin dan penuh kesadaran untuk memperoleh keuntungan maupun posisi dengan cara yang lebih cepat dam singkat.

Itulah sebabnya dia pernah menulis puisi panjang yang bercerita tentang "Sumpah dan Janji itu Menuju Kemunafikan". Karena memang hampir tidak ada isi dari sumpah dan janji itu" yang dipatuhi dan ditaati oleh yang bersangkutan. Sebab "sumpah dan janji" saat hedak menerima jabatan itu hanya sekedar dianggap persyaratan administratif belaka yang tidak dianggap memiliki konsekuensi hukum atau pun moral yang bisa menimbulkan malapetaka bagi pelakunya.

Sebagai aktivis, dia pun sudah terbilang puas menerima harapan kosong -- atau bahkan bualan yang lebih bernuansa penipuan dan tipu daya -- untuk memuluskan hasrat dan birahi keserakahannya semata. Maka itu kelanggengan dalam rata kelola organisasi terus berubah tidak pernah bisa Solid dan langgeng dalam membangun kebersamaan. Sebab egosentrisitas terlalu besar dan liar tidak mampu dijinakkan.

Akibatnya, tentu saja kesetiaan, loyalitas dan komitmen diri sekedar kamuflase semata. Tak lebih menjadi tameng diri agar kesan idealisme perjuangan demi dan untuk orang banyak dapat menjadi jualan yang bisa dijalankan. Slogan para pejabat pemerintah dan negara pun sama, sekali tiga uang juga. Yang terjadi adalah mencari peluang dan kesempatan melalui jalan pintas bukan hanya untuk karier, tapi juga hasrat mengumpulkan pundi-pundi, karena itu takaran sukses yang bersemayam di dalam benak manusia umumnya pada hari ini yang telah menjadi sangat materialistis sifatnya sehingga semakin jauh berjarak dengan nilai-nilai spiritual. Karena kesuksesan dan keunggulan sudah dipatok secara material.

Karena itu, janji dan harapan untuk menerima sesuatu dari seorang sahabat karib pun selaku dia lupakan. Demikian juga hembusan angin surga dari siapapun yang hendak memberikan sesuatu, selalu dia tolak diam-diam, sebelum semuanya terwujud dan nyata. Sebab kekecewaan yang terjadi karena janji palsu itu bisa akibatnya sangat vatal dan tidak terduga akibatnya. Jadi begitulah janji dan harapan palsu yang dijanjikan itu bisa merusak tatanan harmoni yang harus selalu terjaga dan dipelihara agar kebahagiaan yang paling sederhana sekalipun dapat dinikmati dengan sepenuh hati. Sebab kebahagiaan itu tidak harus mewah dan tidak pula harus yang mahal.

Banten, 20 Desember 2025

Polri Gelar Bakti Kesehatan di Sumbar untuk 222 Orang

JAKARTA || jejakindonesia.id - Warga Sumatra Barat (Sumbar) mengeluhkan terserang penyakit usai diterpa bencana alam. Polri mengerahkan tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya mengungkapkan, masyarakat mengeluhkan beberapa hal ketika mendapatkan pemeriksaan gratis.

"Pelayanan kesehatan meliputi keluhan seperti, demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, diare dan hipertensi," katanya kepada awak media, Jumat (26/12/2025).

Menurut Susmelawati, kegiatan itu meliputi pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat pada daerah terdampak bencana banjir sebanyak 222 orang.

Adapun lokasi bakti kesehatan itu dilakukan di Posko Huntara Lubuk Buaya 39 orang. Posko Nanggalo 20 orang. Posko Sungai Lareh 26 orang.

Posko Tabing Banda Gadang 27 orang. Posko Gunung Nago, Pauh 28 orang. ⁠Posko air dingin ada 28 orang.

"Posko Gurun Laweh 26 orang dan Posko Tanjung Raya, Maninjau (Polres Agam) 28 orang," ujarnya.

Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

JAKARTA || jejakindonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatera dengan mengerahkan alat berat serta membangun fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Aceh, dan Kapolda Sumatera Barat, dibutuhkan langkah cepat dengan memperbanyak serta mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terdampak.

“Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Jum'at (26/12).

Untuk wilayah Aceh, Polri telah menyiapkan data dan terus melakukan pembaruan terkait kebutuhan di lapangan. Di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sedikitnya lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan, terdiri dari ekskavator, dozer, dan dump truck.

“Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan,” jelasnya.

Sementara itu, di Aceh Tamiang juga telah disiapkan lima unit alat berat tambahan yang akan diperbantukan. Adapun di Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasionalkan terbilang cukup banyak.

“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik, data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan,” kata Wakapolri.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, terdapat sekitar 300 titik fasilitas air bersih yang harus segera dibangun.

“Saat ini sudah lebih dari 100 yang sudah operasional. Ini terus kita kejar agar kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian fasilitas air bersih di sejumlah daerah, antara lain Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Sumatera Barat, termasuk wilayah Agam dan Padang Panjang.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Bareskrim Polri Pulangkan 9 Pekerja Migran Korban TPPO dari Kamboja

JAKARTA || jejakindonesia.id — Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) berhasil memulangkan sembilan pekerja migran Indonesia yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja. Para korban tiba di Tanah Air pada Jumat, 26 Desember 2025, setelah melalui proses penyelidikan dan koordinasi lintas negara.

Pemulangan tersebut merupakan hasil kerja Desk Ketenagakerjaan Dittipidter Bareskrim Polri yang berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Phnom Penh, otoritas imigrasi Kamboja, serta BP2MI. Kesembilan korban sebelumnya diduga direkrut secara ilegal dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online atau scammer, disertai kekerasan fisik dan psikis.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya, khususnya pekerja migran Indonesia yang rentan menjadi korban kejahatan lintas negara.

“Polri berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia, termasuk pekerja migran. Kasus ini menjadi perhatian serius karena para korban direkrut dengan iming-iming gaji besar, namun justru dieksploitasi dan mengalami kekerasan,” ujar Komjen Pol Syahardiantono dalam konferensi pers di Lobby Bareskrim Polri, Jum'at (26/12).

Berdasarkan hasil penyelidikan, para korban berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Lampung, dan Riau. Mereka diketahui bekerja di sejumlah lokasi di Kamboja, seperti Poipet, Bavet, Chrey Thrum, dan Sihanoukville. Bahkan, salah satu korban perempuan diketahui dalam kondisi hamil enam bulan saat berhasil diselamatkan.

Komjen Pol Syahardiantono menambahkan, keselamatan korban menjadi prioritas utama selama proses penyelidikan di Kamboja, mulai dari penyediaan tempat tinggal, kebutuhan logistik, hingga pendampingan kesehatan.

“Alhamdulillah seluruh korban berhasil dipulangkan dalam keadaan selamat. Selama di Kamboja, tim kami memastikan kebutuhan dasar dan keamanan para korban terpenuhi, termasuk perawatan medis bagi korban yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.

Dalam perkara ini, penyidik mengantongi sejumlah nama terduga perekrut, tim leader, hingga bos perusahaan scam di Kamboja. Modus yang digunakan para pelaku umumnya berupa tawaran pekerjaan sebagai operator komputer dengan gaji tinggi, sementara seluruh dokumen perjalanan diurus oleh perekrut untuk meyakinkan korban.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan/atau Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kami akan meningkatkan proses ke tahap penyidikan dan memburu seluruh pihak yang terlibat, baik perekrut di dalam negeri maupun jaringan di luar negeri. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, proporsional, dan berkeadilan,” tegas Kabareskrim.

Polri juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan janji gaji besar tanpa prosedur resmi. Sinergi antarinstansi diharapkan mampu mencegah terulangnya kasus serupa dan memberikan perlindungan optimal bagi pekerja migran Indonesia ke depan.

error: Content is protected !!