We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Libur Bersama Hari Kedua, Polres Pasuruan Antisipasi Lonjakan Pengunjung Wisata Cimory Prigen

PASURUAN || jejak Indonesia.id — Memasuki hari kedua cuti bersama, arus kunjungan wisata di kawasan Dairyland Farm Theme Park (Cimory) Prigen, Kabupaten Pasuruan, terpantau masih terkendali. Hingga hari ini Sabtu 27 Desember pukul 16.00 WIB, situasi di lokasi wisata belum menunjukkan kepadatan berarti, meski jumlah pengunjung terus meningkat.

Berdasarkan data pemantauan di lapangan, jumlah pengunjung yang hadir tercatat 3.810 orang dari kapasitas maksimal 5.000 pengunjung. Sementara itu, kendaraan yang masuk meliputi 519 unit mobil, 203 unit sepeda motor, serta 8 unit bus pariwisata.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Iriawan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipatif guna menghindari kepadatan pengunjung maupun kemacetan arus lalu lintas di kawasan wisata Prigen.

“Hari ini memang ada peningkatan jumlah pengunjung dibanding hari biasa, namun masih dalam batas aman. Polres Pasuruan telah menyiagakan personel di Pos Pengamanan Cimory Prigen untuk mengatur arus keluar-masuk kendaraan serta memastikan aktivitas wisata berjalan aman dan lancar,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan, Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan, potensi lonjakan pengunjung diperkirakan masih akan terjadi seiring berlanjutnya masa cuti bersama, sehingga pengamanan akan terus ditingkatkan.

“Kami mengantisipasi adanya peningkatan pengunjung pada hari-hari berikutnya. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan terus kami lakukan secara maksimal demi kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Petugas Pos Pengamanan Cimory Prigen tampak aktif mengatur arus kendaraan wisatawan, terutama pada jam-jam rawan kunjungan. Hingga sore hari, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya penumpukan pengunjung maupun kendaraan.

Polres Pasuruan mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan serta menjaga ketertiban selama berwisata, guna menciptakan suasana libur akhir tahun yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

PCNU Banyuwangi Terbitkan Surat Pencabutan Tanda Tangan Konferensi Cabang

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi secara resmi menerbitkan Surat Pernyataan Pencabutan Tanda Tangan Konferensi Cabang (Konfercab). Surat tersebut bernomor 284/PC.03/A.II.07.03/1612/12/2025 dan ditetapkan pada 27 Desember 2025 atau 06 Rajab 1447 H.

Dalam surat pernyataan tersebut, PCNU Banyuwangi mencabut tanda tangan pada Surat Keputusan Panitia Konferensi Cabang PCNU Banyuwangi Nomor 251/PC.01/A.II.01.03/1612/11/2025. Pencabutan ini merupakan tindak lanjut dari surat penundaan konferensi yang sebelumnya telah diterbitkan oleh PCNU Banyuwangi.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Kyai Sunandi Zubaidi, S.Pd.I., M.Pd., dan Sekretaris PCNU Banyuwangi, Abdul Aziz, S.H.I., M.H., serta dinyatakan sah melalui sistem persuratan elektronik resmi NU.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Kyai Sunandi Zubaidi, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penegasan organisasi agar seluruh tahapan Konfercab berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan jam’iyyah.

“Pencabutan tanda tangan ini merupakan langkah organisatoris yang harus kami lakukan agar pelaksanaan Konfercab tetap berada dalam koridor aturan NU, tertib administrasi, dan menjunjung prinsip kehati-hatian,” ujar Kyai Sunandi dalam keterangannya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut bukan dimaksudkan untuk meniadakan proses Konfercab, melainkan sebagai bagian dari penataan ulang agar pelaksanaannya berjalan lebih matang dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Banyuwangi, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa surat pernyataan ini bersifat resmi dan mengikat secara administratif.

“Dengan terbitnya surat ini, maka secara organisatoris tanda tangan pada SK Panitia Konfercab yang dimaksud dinyatakan dicabut. Surat ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya dan menjadi pegangan administrasi PCNU Banyuwangi,” jelas Abdul Aziz.

PCNU Banyuwangi berharap seluruh pihak dapat memahami keputusan tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi dan tetap menjaga suasana kebersamaan serta khidmah dalam ber-NU.

Surat pernyataan ini juga telah ditembuskan untuk arsip dan dapat diverifikasi melalui sistem persuratan digital NU.

Selamat & Sukses Peresmian Mess Yayasan Sekolah Sepak Bola Boby Lovers, Wujud Komitmen GERAKAN BOLA INDONESIA EMAS

MEDAN || jejakindonesia.id - Yayasan Sekolah Sepak Bola Boby Lovers Gerakan Bola Indonesia Emas secara resmi meresmikan mess baru yang menjadi tempat tinggal bagi para pemain muda potensialnya, sebagai wujud dukungan nyata terhadap Gerakan Bola Indonesia Emas. Acara peresmian yang dihadiri oleh KONI Sumut , Kadispora Sumut, Asprop Deli Serdang, Ketua Umum Boby lovers, Ketua Umum GPIE, tokoh masyarakat, pengelola sekolah, dan tamu yang di undang serta para pemain, tak lupa juga menyantuni anak yatim dengan diadakan dengan suasana meriah dan penuh harapan.

Mess baru yang dibangun dengan fasilitas lengkap ini bertujuan untuk memberikan lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi para pemain dalam mengembangkan kemampuan sepak bola mereka. Fasilitas yang disediakan meliputi kamar tidur yang nyaman, ruang olahraga, ruang belajar, dan ruang rekreasi – semuanya dirancang untuk menyeimbangkan antara latihan fisik dan pengembangan akademik para pemain muda.

"Peresmian mess ini adalah langkah penting dalam upaya kita membangun generasi pemain sepak bola Indonesia yang tangguh dan berkualitas," ujar Budi Anthony Sinaga salah satu pengelola Yayasan Sekolah Sepak Bola Boby Lovers.

"Kami berkomitmen untuk mendukung Gerakan Bola Indonesia Emas dengan memberikan wadah yang optimal bagi bakat muda Indonesia untuk berkembang." Ucap Agustiono

Para pemain yang akan tinggal di mess juga menyampaikan kebahagiaan mereka. "Kami sangat senang punya tempat tinggal yang nyaman dan lengkap. Ini akan membuat kita lebih fokus dalam latihan dan mencapai tujuan menjadi pemain sepak bola yang hebat untuk negara," ujar salah satu pemain muda dengan semangat.

Dengan beroperasinya mess baru ini, diharapkan Yayasan Sekolah Sepak Bola Boby Lovers dapat lebih efektif dalam mendidik dan melatih para calon pemain sepak bola Indonesia masa depan, serta berkontribusi lebih besar terhadap terwujudnya Gerakan Bola Indonesia Emas. Pungkasnya

(Adel)

Lapas Banyuwangi Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Melalui Pengecekan Sarana Pengamanan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menjelang momentum pergantian tahun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi semakin memperketat langkah antisipatif guna menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan demi mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas pengamanan, khususnya pada area vital seperti pos atas, Sabtu (27/12).

Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana pengamanan berfungsi dengan optimal dan sesuai dengan data inventaris yang ada.

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasubsi Keamanan, M. Khairul Anam, didampingi oleh staf bagian Kamtib. Selain memastikan kelayakan fisik sarana, kegiatan ini juga berfungsi untuk memetakan titik-titik rawan potensi gangguan kamtib.

“Dengan pemetaan yang akurat, diharapkan dapat melakukan mitigasi sedini mungkin guna meminimalisir risiko gangguan sebelum terjadi,” ujar Anam.

Anam menegaskan bahwa pada momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, seluruh jajaran pengamanan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh.

"Kami meningkatkan kesiapsiagaan di segala lini, mulai dari pengecekan sarana pengamanan, kesiapan personel, hingga penguatan deteksi dini untuk memastikan tidak ada celah bagi gangguan keamanan," ungkapnya.

Melalui langkah preventif ini, Anam berharap Lapas Banyuwangi senantiasa berada dalam situasi yang aman dan kondusif. Hal ini dinilai penting agar seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat terus berjalan dengan optimal tanpa hambatan.

“Dengan pengawasan yang ketat dan sarana yang mumpuni, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjamin ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” pungkasnya.

Dinilai Gagal Kendalikan Tambang Ratatotok, Ketua LidikKrimsus RI Sulut Desak Copot Kapolres dan Kasat Reskrim Mitra

MINAHASA TENGGARA || jejakindonesia.id – Ketidakmampuan aparat penegak hukum dalam mengendalikan aktivitas pertambangan di Ratatotok kembali menuai sorotan keras.27 Desember 2025

Ketua Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi dan Kriminal Khusus (LidikKrimsus) RI Provinsi Sulawesi Utara Bapak Hendra Tololiu secara tegas mendesak Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara (Mitra) dicopot dari jabatannya.

Desakan tersebut bukan tanpa alasan. LidikKrimsus menilai jajaran Polres Mitra gagal total melakukan evaluasi, pengawasan, dan penertiban terhadap para penambang, sehingga konflik horizontal, bentrokan, bahkan pertumpahan darah di kawasan tambang Ratatotok terus berulang.

“Ini bukan kejadian sekali dua kali. Sudah berulang, namun tidak pernah ada penyelesaian tegas. Artinya, Kapolres dan Kasat Reskrim Mitra tidak mampu menjalankan fungsi pengamanan dan penegakan hukum,” tegas Ketua LidikKrimsus RI Sulut dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, lemahnya pengawasan aparat membuka ruang bagi praktik tambang liar, perebutan lahan, serta potensi keterlibatan aktor-aktor tertentu yang merasa kebal hukum. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena membiarkan hukum kalah oleh kekerasan dan kepentingan kelompok.

LidikKrimsus juga menyoroti absennya langkah preventif dan represif yang konkret dari kepolisian. Tidak ada evaluasi menyeluruh, tidak ada penertiban tegas, dan tidak ada kejelasan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

“Kalau aparat hanya menunggu korban jatuh baru bertindak, maka itu adalah bentuk kegagalan kepemimpinan. Mabes Polri harus turun tangan dan segera melakukan evaluasi serta pencopotan,” lanjutnya.

Atas situasi tersebut, LidikKrimsus RI Sulut meminta Kapolri dan Kapolda Sulawesi Utara segera mengambil langkah tegas, termasuk mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Mitra, serta membentuk tim khusus untuk menertibkan seluruh aktivitas pertambangan di Ratatotok secara transparan dan tanpa tebang pilih.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, LidikKrimsus memperingatkan bahwa konflik di Ratatotok hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali meledak, dengan konsekuensi korban jiwa dan rusaknya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

 

Tim.

error: Content is protected !!