We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Satpolairud Polresta Banyuwangi Patroli Dialogis Dikawasan Wisata Bahari Bangsring Underwater

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melaksanakan giat patroli kawasan wisata bahari, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Minggu, (28/12/2025) pagi.

Kegiatan patroli dialogis berada dikawasan Wisata Bahari Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Aiptu personel Gakkum Erman Wahyudi, S.H. mengatakan giat patroli lilin Semeru yang dilaksanakan bersama Bripka I Nyoman Suma dan Bripda Marvelino dalam rangka melakukan patroli dan pemantauan dikawasan wisata bahari.

Dalam pemantauan tersebut, Aiptu Erman memberikan sosialisasi kepada wisatawan untuk selalu menjaga barang bawaannya pada saat berada diarea wisata.

Kegiatan ini mengedepankan pendekatan humanis dengan berdialog bersama pengelola wisata, wisatawan dan pedagang lokal untuk menjaga keamanan bersama.

Guna menjaga keamanan dan kenyamanan kami menghimbau kepada wisatawan untuk selalu mengutamakan keselamatan, dan kami juga mengingatkan para orang tua untuk terus mengawasi putra dan putrinya saat bermain di pantai," pesannya.

Kehadiran petugas juga memberikan rasa aman secara psikologis bagi pengunjung, sekaligus memantau keselamatan seperti larangan berenang di area berbahaya.

Guna memberikan rasa aman dan nyaman, Polresta Banyuwangi juga menempatkan personelnya di pos-pos Nataru untuk stand by dan siap membantu masyarakat yang memerlukan bantuan.

"Masyarakat dapat melaporkan ke pos pantai maupun pos keamanan terdekat jika memerlukan bantuan dari anggota Polri yang sedang bertugas di seputaran Pantai," tutupnya. (GP)

Ops Lilin Semeru 2025, Polres Malang Tingkatkan Patroli di 183 Destinasi Wisata

MALANG || jejakindonesia.id – Polres Malang Polda Jawa Timur meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah destinasi wisata selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru di wilayah Kabupaten Malang.

Patroli difokuskan pada kawasan wisata favorit yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung, mulai dari destinasi alam, pantai, hingga kawasan pegunungan.

Personel kepolisian disiagakan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, peningkatan patroli merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu Operasi Lilin guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berlibur.

“Selama Operasi Lilin, Polres Malang meningkatkan patroli di tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, untuk mencegah gangguan kamtibmas serta memastikan aktivitas wisata berjalan aman dan nyaman,” ujar AKP Bambang, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, patroli dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk pengawasan terhadap arus pengunjung, kendaraan, serta aktivitas di sekitar lokasi wisata.

Petugas juga memberikan imbauan langsung kepada wisatawan agar selalu menjaga keselamatan diri dan barang bawaan.

“Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada wisatawan untuk mematuhi aturan keselamatan, terutama di lokasi wisata alam yang memiliki potensi risiko,” jelasnya.

Berdasarkan data Polres Malang Polda Jatim wilayah Kabupaten Malang memiliki 183 destinasi wisata yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian dalam menyusun pola patroli dan pengamanan.

AKP Bambang menambahkan, selain patroli di kawasan wisata, Polres Malang juga menyiagakan personel di pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Lilin yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Upaya ini dilakukan untuk mempercepat respons kepolisian apabila terjadi situasi darurat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas terdekat atau menghubungi layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan kepolisian,” pungkasnya. (*)

Polres Ponorogo Siagakan 1.750 Personel Pengamanan Bumi Reog Berzikir

PONOROGO || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor Ponorogo Polda Jatim menyiapkan pengamanan ketat untuk kegiatan Bumi Reog Berdzikir (BRB) yang akan digelar di Alun-alun Ponorogo, Minggu (28/12/2025).

Sebanyak 1.750 personel gabungan diterjunkan guna memastikan acara berlangsung aman dan kondusif.

Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, dua kompi Brimob, serta didukung pamter, koordinator lapangan (korlap), dan instansi terkait lainnya.

Pengamanan tidak hanya terfokus di lokasi acara, tetapi juga diperluas hingga pintu-pintu masuk wilayah Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa berdasarkan keterangan panitia, kegiatan BRB hanya diperuntukkan bagi masyarakat lokal Ponorogo atau warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun.

“Kami mengimbau masyarakat dari luar Ponorogo agar mematuhi ketentuan tersebut. Panitia sudah menyampaikan bahwa kegiatan ini khusus untuk warga Ponorogo,” ujar AKBP Andin usai Apel Gelar Persiapan Pengamanan, di aloon aloon, Sabtu (27/12/2025).

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Ponorogo Polda Jatim mulai melakukan patroli skala besar serta penyekatan di sejumlah akses masuk kota.

Penyekatan dilakukan dari berbagai arah, di antaranya jalur Wonogiri, Pacitan, Trenggalek, serta pos Mlilir di perbatasan Ponorogo–Madiun sisi utara.

“Penyekatan juga kita lakukan mulai H -1 kegiatan,” imbuhnya.

Selain itu, Polres Ponorogo Polda Jatim juga berkoordinasi dengan polres-polres sekitar seperti Polres Nganjuk, Madiun Kota dan Kabupaten, Ngawi, Magetan, Pacitan, Tulungagung, hingga Trenggalek untuk memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak pelaksana agar menyampaikan ke seluruh cabang dan ranting bahwa kegiatan ini dikhususkan bagi masyarakat Ponorogo. Jika ditemukan warga luar daerah, akan kami arahkan untuk kembali,” tegasnya.

Dalam skema pengamanan, personel dibagi ke dalam empat ring, dengan ring 1 berada di area Alun-alun Ponorogo sebagai pusat kegiatan, sementara ring 2, 3, dan 4 mencakup wilayah penyangga.

“Di titik-titik tersebut kita libatkan pamter dan korlap. Harapan kami, kegiatan BRB bisa berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas AKBP Andin. (*)

Wakapolri Tinjau Pascabencana di Tapanuli Tengah, Fokus Pembukaan Akses dan Bantuan Kemanusiaan

Tapanuli Tengah || jejakindonesia.id – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau langsung kondisi pascabencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, guna memastikan percepatan pemulihan serta kelancaran penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kunjungan tersebut merupakan agenda ketiga setelah sebelumnya Wakapolri melakukan peninjauan di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Dalam kegiatan ini, Wakapolri didampingi Bupati Tapanuli Tengah serta jajaran Polda setempat.

“Hari ini merupakan agenda ketiga. Sejak pagi hingga siang kami meninjau Aceh Utara dan Aceh Tamiang, dan hari ini kami berada di Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Wakapolri.

Ia menjelaskan, fokus utama penanganan pascabencana adalah percepatan pembukaan akses wilayah terdampak melalui pengerahan alat berat. Menurutnya, terbukanya akses akan memperlancar distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.

“Alat berat menjadi fokus utama kami untuk membuka akses. Jika akses terbuka, jalur logistik akan semakin lancar,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Wakapolri menilai dampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah tergolong cukup berat dan masih membutuhkan penguatan bantuan, khususnya menjelang bulan Ramadan.

Sebagai tindak lanjut, Polri menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di lima kecamatan terdampak. Selain itu, bantuan air bersih juga didistribusikan ke 15 titik yang mencakup lokasi pengungsian, tempat ibadah, serta perkantoran.

“Bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat dan kami salurkan ke pengungsian, tempat ibadah, hingga kantor pelayanan,” ujar Wakapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyoroti keterbatasan sarana operasional akibat bencana. Sejumlah kendaraan dinas dilaporkan rusak dan tidak dapat dioperasikan. Hingga saat ini, masih terdapat enam dusun yang berada dalam kondisi terisolir.

“Masih ada enam dusun yang benar-benar terisolir. Aksesnya hanya bisa dilalui kendaraan trail. Sebelumnya distribusi bantuan dilakukan melalui udara,” jelasnya.

Untuk membuka keterisolasian tersebut, Polri mengerahkan lima unit ekskavator guna membuka akses jalan serta memperbaiki jembatan yang rusak, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan jajaran kepolisian setempat.

Terkait pengamanan dan percepatan pemulihan pascabencana, Wakapolri menyampaikan bahwa saat ini terdapat 150 personel Brimob yang bertugas di lokasi. Namun demikian, Polri telah menyiapkan total 1.500 personel yang siap digerakkan apabila diperlukan.

“Jika masih dibutuhkan, personel akan kami tambahkan untuk mempercepat proses normalisasi pascabencana,” pungkas Wakapolri.

Lapas Banyuwangi Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Melalui Pengecekan Sarana Pengamanan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menjelang momentum pergantian tahun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi semakin memperketat langkah antisipatif guna menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan demi mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas pengamanan, khususnya pada area vital seperti pos atas, Sabtu (27/12).

Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana pengamanan berfungsi dengan optimal dan sesuai dengan data inventaris yang ada.

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasubsi Keamanan, M. Khairul Anam, didampingi oleh staf bagian Kamtib. Selain memastikan kelayakan fisik sarana, kegiatan ini juga berfungsi untuk memetakan titik-titik rawan potensi gangguan kamtib.

“Dengan pemetaan yang akurat, diharapkan dapat melakukan mitigasi sedini mungkin guna meminimalisir risiko gangguan sebelum terjadi,” ujar Anam.

Anam menegaskan bahwa pada momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, seluruh jajaran pengamanan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh.

"Kami meningkatkan kesiapsiagaan di segala lini, mulai dari pengecekan sarana pengamanan, kesiapan personel, hingga penguatan deteksi dini untuk memastikan tidak ada celah bagi gangguan keamanan," ungkapnya.

Melalui langkah preventif ini, Anam berharap Lapas Banyuwangi senantiasa berada dalam situasi yang aman dan kondusif. Hal ini dinilai penting agar seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat terus berjalan dengan optimal tanpa hambatan.

“Dengan pengawasan yang ketat dan sarana yang mumpuni, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjamin ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!