Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: November 2025

Berkunjung ke Kawasan Ijen Banyuwangi, Jangan Lupa Mampir ke Pasar Seni dan Jajanan “Jadoel”

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kawasan kaki Gunung Ijen Banyuwangi memiliki berbagai destinasi wisata yang seolah tak habis untuk dieksplor. Melengkapi deretan hidden gem yang ada di area ini, kini hadir Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jaman Doeloe (Jadoel) yang berlokasi di Dusun Karangan Tengah, Desa Licin Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Pasar Seni dan Jajanan Tradisional “Jadoel’ dibuka setiap akhir pekan Sabtu malam mulai pukul 18.00 – 22.00 WIB. Wisata kuliner ini memadukan bazar jajanan lokal dengan pertunjukkan hiburan seni tradisional. Aneka makanan tradisional bisa didapatkan di sini. Sebut saja ayam kampung bumbu kukus, kopat lodoh, semanggi, geseng, kare dan kikil. Juga ada kudapan seperti kue lopis dan lanun, aneka ketan dan kue kucur.

Tak hanya itu, pengunjung sembari menikmati kuliner, akan dihibur pertunjukkan seni tradisional. Mulai dari seni Kuntulan, tari Gandrung, kesenian Barong, Gagak Lodro dan lainnya.

“Ini adalah kreativitas dari warga desa yang sangat membanggakan. Selain menggerakkan ekonomi lokal, tempat ini juga menjadi daya tarik baru kawasan Golden Route Ijen. Wisatawan akan banyak alternatif saat staycation di kawasan kaki Ijen,” kata Bupati Ipuk, Senin (24/11/2025).

Ijen Golden Route merupakan branding baru untuk melabeli destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada di Banyuwangi.

Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik.

“Pasar kuliner ini akan memperkaya destinasi di kawasan Ijen. Silakan mengunjungi Ijen Golden Route,” kata Ipuk.

Camat Licin Donny Arsilo Sofyan menjelaskan bahwa Pasar Seni dan jajanan Jadoel menyajikan anke jajanan lokal khas Banyuwangi yang disuguhkan oleh 40 penjual kuliner warga setempat.

“Penjualnya adalah warga sini. Jadi kita jamin rasanya otentik Banyuwangi,” ujarnya.

Selain menjadi wadah untuk mengungkit ekonomi wilayah, destinasi baru ini juga menjadi panggung ekspresi dan pelestarian seni dan budaya lokal.

“Kecamatan kami menjadi salah satu wilayah tinggal warga Suku Osing yang sarat dengan kearifan lokal seni dan budaya. Potensi inilah yang turut kami angkat di Pasar Seni dan jajanan Tradisional Jadoel,” pungkasnya. (*)

Pimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional 2025, Berikut Pesan Bupati Ipuk

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemkab Banyuwangi menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (24/11/2025). Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Upacara HKN tersebut diikuti jajaran tenaga kesehatan, organisasi profesi kesehatan, akademisi, sekolah kesehatan, serta mahasiswa ilmu kesehatan. Turut bergabung melalui sambungan virtual seluruh tenaga kesehatan di puskesmas, klinik, rumah sakit, apotek, dan kader posyandu se-Banyuwangi.

Dikatakan Ipuk, era saat ini bergerak sangat cepat. Disrupsi teknologi, ancaman penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular, perubahan iklim, hingga tantangan kesehatan mental generasi muda menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.

Untuk itu, Ipuk meminta agar kinerja sektor kesehatan terus dioptimalkan. “Saya minta seluruh jajaran kesehatan tetap gesit, responsif, dan melayani dengan hati. Di era ini, service excellence bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral dan profesional,” pesan Ipuk.

Ipuk juga mendorong pembiasaan pola hidup sehat di kalangan masyarakat melalui gerakan masyarakat hidup sehat (Germas Hidup Sehat). Mulai dari langkah sederhana seperti makan buah dan sayur, rutin olahraga, cek kesehatan berkala, menjaga lingkungan bersih, kelola stres, tidur cukup dan tidak merokok.

Ipuk juga membeber, hasil pemeriksaan gratis hingga saat ini menunjukkan 53,15 persen masyarakat kurang aktivitas fisik. 29 persen obesitas sentral, 20,3 persen overweight, 19,4 persen tekanan darah tinggi, kurang lebih 10 persen pradiabetes, dan 12,8 persen merokok.

“Ini adalah alarm yang perlu kita jawab bersama. Jika tidak ada gerakan bersama, diprediksi penyakit metabolik akan meningkat dan perlu biaya penanganan yang sangat besar,” ujarnya.

Selanjutnya, Ipuk mengingatkan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.

“Bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. Membangun kesehatan harus dimulai dari individu, keluarga dan masyarakat. Dari keluarga yang sehat akan lahir masyarakat yang kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh berdedikasi di sektor kesehatan. Di antaranya, Andik Basuki (camat Pesanggaran) dan Hartono (camat Banyuwangi) sebagai camat yang berperan aktif dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB).

Penghargaan juga diberikan kepada Pdt Anang Sugeng dan KH. Astro Junaedi sebagai tokoh agama yang peduli terhadap kesehatan. Diserahkan juga penghargaan untuk puskesmas berkinerja terbaik, Puskesmas Bersemangat Kerja dengan Hati, Posyandu berprestasi, hingga kader Posyandu berprestasi. (*)

Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Rakor di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemkab Banyuwangi, kepolisian, dan seluruh stakeholder penyeberangan rapat koordinasi (rakor), di Ruang Rapat Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Senin (24/11/2025).

Dipimpin Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, rakor ini bertujuan meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan dan mengantisipasi lonjakan arus selama libur panjang Nataru 2025/2026 di Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

“Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk merupakan kluster transportasi yang sangat krusial. Maka kita perlu kolaborasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus penyeberangan, baik di jalur darat maupun laut,” ujarnya.

Secara historis, kata Aan, volume kendaraan pada masa Nataru selalu meningkat. Pemerintah pusat telah menyusun sejumlah regulasi, termasuk pembatasan pergerakan angkutan barang selama periode operasi Nataru.

“Selain itu, angkutan barang tujuan Lembar akan dialihkan melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju Bali melalui Ketapang,” sambungnya.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, pemkab siap memperkuat dukungan terutama pada aspek layanan publik dan pengawasan lapangan selama arus mudik dan balik Nataru.

“Kami akan menyiapkan pos pelayanan kesehatan di jalur utama mudik, pusat keramaian, dan kawasan wisata guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat selama perjalanan,” tuturnya.

Pemkab juga mengerahkan personel untuk mendukung kelancaran lalu lintas serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan otoritas pelabuhan.

Sementara Polresta Banyuwangi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan penempatan personel dalam Operasi Lilin Semeru untuk menangani kemungkinan kemacetan.

ASDP Ketapang juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi. GM ASDP Ketapang, Ardi Eka Pati, mengatakan posko Nataru berlangsung dari H-10 hingga H+10 sesuai prediksi puncak arus di masa libur panjang.

Nantinya ada tiga skenario pola operasi kapal yang akan diterapkan, yaitu normal, padat, dan sangat padat. Total 54 kapal disiapkan dengan penyesuaian jumlah perjalanan sesuai tingkat kepadatan penumpang.

Pada pola normal, 28 kapal beroperasi dengan 224 trip per hari. Saat padat, 30 kapal disiapkan dengan 240 trip, dan kondisi sangat padat melibatkan 32 kapal berkapasitas 14.864 kendaraan.

“Adapun kapasitas pelabuhan Ketapang-Gilimanuk selama Nataru mencapai 2.370 kendaraan kecil, didukung delapan dermaga serta dua buffer zone yang akan ditambah sesuai kebutuhan lapangan,” tuturnya.

Rakor tersebut juga dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rustam Efendi, Direktur Sarana Prasarana Angkutan SDP, Direktur Lalu Lintas Jalan Perhubungan Darat, Dishub Jatim, Dirut Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jatim.

Kemudian ada Wakapolresta Banyuwangi AKBP Tegus Prio Wasono, perwakilan Polres Situbondo, perwakilan Polres Bondowoso, BPBD Jatim, Basarnas, BMKG, KSOP Tanjungwangi, Jasa Raharja, BPTD Jatim, BPTD Bali, BPTD NTB, dan stakeholder lainnya. (*)

Tiga Pelaku Tawuran di Paal Dua Diamankan Polsek Tikala, Oknum Warga Coba Intervensi

Manado, Jejak - Indonesia.id | Polsek Tikala berhasil mengamankan tiga pelaku tawuran remaja(tarkam) di Kecamatan Paal Dua, Manado. Insiden yang terjadi pada Sabtu malam, 22 November 2025 itu, berhasil ditangani berkat respons cepat pihak kepolisian setelah mendapat laporan dari masyarakat.

 

Awal Kejadian

Berita mengenai tawuran tersebut pertama kali diterima oleh Call Center 112.Laporan dari warga tentang sekelompok pemuda yang sedang berkelahi di wilayah Paal Dua segera ditindaklanjuti. Petugas Polsek Tikala bersama dengan Bantuan Polisi (Banpol) langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk meredakan situasi.

 

Aksi kejar-kejaran pun terjadi di sekitar daerah Lorong Tagaroa,yang terletak di samping Rumah Sakit MMC. Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul satu dini hari. Dengan penuh kewaspadaan, anggota kepolisian memburu para pelaku yang berusaha melarikan diri.

 

Ketiga pelaku akhirnya berhasil dibekuk di lokasi yang sama.Saat penangkapan, polisi menemukan dua orang membawa senjata tajam (sajam) dan satu orang lainnya membawa panah wayer. Barang-barang tersebut langsung disita sebagai barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

 

Setelah diamankan,para pelaku diinterogasi oleh petugas. Dalam pemeriksaan tersebut, mereka mengakui kepemilikan senjata tajam dan panah wayer. Mereka juga mengaku bahwa sebelum melakukan tawuran, mereka telah mengonsumsi minuman keras (miras) yang diduga menjadi pemicu aksi mereka.

 

Ketika proses penangkapan dan pemeriksaan berlangsung,muncul seorang warga yang diketahui bernama inisial BH. Oknum ini diduga mencoba melakukan intervensi dengan membela para pelaku. Belakangan diketahui bahwa BH bertindak seperti "pahlawan kesiangan" karena para pelaku adalah tetangganya di Lingkungan Tetangga IX.

 

Ketika dikonfirmasi oleh media,Kapolsek Tikala AKP Djemi Worang menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat mengintervensi proses hukum kasus ini. Dia menekankan bahwa tindakan para pelaku sangat serius karena menyangkut keselamatan jiwa warga dan mereka tertangkap tangan membawa senjata tajam.

 

Para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polresta Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Kapolsek kembali menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan dan gangguan ketertiban di masyarakat, demi menjamin keamanan dan ketenteraman warga.

 

 

Kaperwil Sulut: Marflien

Satgas Yonif 700/WYC Berbagi Buku dan Pakaian di Kampung Yenggernok, Warga: “Kami Sangat Terbantu

PUNCAK || jejakindonesia.id – Satuan Tugas Yonif 700/WYC melalui Pos Titik Kuat Gome kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan teritorial dengan menggelar aksi berbagi sarana perbekalan (Sargal) di Kampung Yenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak. (24/11/2025). Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu dipimpin langsung oleh Danpos, Letda Inf Daniel.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas membagikan berbagai kebutuhan, mulai dari buku bacaan untuk anak-anak, hingga pakaian layak pakai bagi warga Kampung Yenggernok. Kehadiran prajurit disambut antusias oleh masyarakat yang tampak berkumpul sejak pagi untuk mengikuti kegiatan.

Letda Inf Daniel menjelaskan bahwa kegiatan Sargal ini merupakan bentuk kepedulian Satgas terhadap masyarakat di wilayah tugasnya.
“Kami ingin keberadaan kami di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga bermanfaat bagi warga. Buku-buku ini kami harap bisa menambah wawasan anak-anak, dan pakaian layak pakai dapat membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, interaksi langsung seperti ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan TNI dan masyarakat.
“Semakin kita dekat dengan warga, semakin kuat rasa saling percaya. Itu penting agar situasi di daerah ini tetap kondusif,” tambahnya.

Salah satu warga, Mama Yulince, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dan kehadiran Satgas.
“Anak-anak senang sekali dapat buku baru. Kami juga bersyukur dapat pakaian yang masih bagus. Terima kasih bapak-bapak TNI sudah datang dan peduli dengan kami,” tuturnya sambil tersenyum.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan permainan ringan dengan anak-anak, meninggalkan suasana ceria di Kampung Yenggernok. Satgas Yonif 700/WYC memastikan bahwa program sosial seperti ini akan terus berlanjut selama mereka bertugas di wilayah Kabupaten Puncak.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

error: Content is protected !!