Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: November 2025

Mendagri Tito Minta Pemkot Denpasar Galakkan Sosialisasi Kebijakan PBG dan BPHTB bagi MBR

DENPASAR || jejakindonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menggalakkan sosialisasi kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Langkah ini perlu dilakukan agar kebijakan tersebut semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Arahan tersebut disampaikan Mendagri saat meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Denpasar, Bali, Senin (24/11/2025). Mendagri meninjau layanan MPP Kota Denpasar bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari.

Lebih lanjut, Mendagri mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah kemudahan bagi masyarakat, khususnya MBR, untuk memiliki rumah melalui Program Tiga Juta Rumah. Ia menekankan bahwa program ini juga menyasar pegawai seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI-Polri yang berpenghasilan rendah.

“Jadi ada dua program. Program pertama untuk program pembangunan [rumah]. Yang kedua program untuk renovasi rumah,” ujar Mendagri.

Ia mengimbau Pemkot Denpasar mengecek apakah ada pegawai yang berpenghasilan rendah dan tidak memiliki rumah layak. Mendagri menceritakan pengalaman ketika mendapati stafnya memperoleh manfaat dari Program Tiga Juta Rumah.

“Saya aja eggak tahu staf saya di Kemendagri dikasih beliau (Menteri PKP) ternyata anak buah saya Pak, dia enggak punya rumah. Jadi rumahnya hanya kos-kosan 3 juta sebulan, kemudian dikasih program oleh beliau program perumahan susun,” tuturnya.

Mendagri meminta Pemkot Denpasar memperluas edukasi kepada masyarakat terkait kebijakan pembebasan BPHTB dan PBG bagi MBR. Mendagri menilai masih banyak warga yang belum mengetahui kebijakan tersebut, termasuk memahami kriteria MBR.

“Mohonlah untuk PBG nol persen bagi MBR, BPHTB nol persen, PPN nol persen khusus MBR disosialisasikan, [dijelaskan] definisi MBR pada masyarakat, supaya mereka bisa tahu ada kemudahan itu,” tegas Mendagri.

Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut sangat membantu MBR untuk memperoleh hunian dengan biaya yang lebih terjangkau. Dirinya menyadari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar tinggi sehingga dapat membantu merenovasi rumah masyarakat.

“Tapi jangan lupa, bantu juga masyarakat, pegawai-pegawai rendahan, masyarakat UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang punya penghasilan, yang belum memiliki rumah sendiri,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Inflasi 2,86 Persen, Wamendagri Wiyagus Ingatkan Pemda Waspadai Kenaikan Harga Emas dan Pangan

JAKARTA || jejakindonesia.id  – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyebut inflasi nasional secara year-on-year (YoY) pada Oktober 2025 sebesar 2,86 persen. Meskipun masih berada dalam target nasional 1,5–3,5 persen, Wiyagus mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk mewaspadai kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan.

Emas menjadi salah satu komoditas yang mendorong inflasi, baik secara year-on-year maupun month-to-month, akibat lonjakan harga internasional yang signifikan. Dampaknya, harga emas di Indonesia melonjak hingga Rp2.237.000 per gram. Berdasarkan laporan terbaru World Gold Council, dua dari tiga orang Indonesia memilih emas sebagai instrumen investasi.

“Emas ini menjadi isu pilihan investor Indonesia untuk membangun ketahanan finansial dan menyisihkan dana darurat,” kata Wiyagus pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid, di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (24/11/2025).

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemda juga diminta untuk memperhatikan tren inflasi tahunan, khususnya terkait komoditas yang kerap mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga November, tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga di banyak daerah adalah bawang merah, cabai merah, dan telur ayam ras.

“Jika kita melihat data ini, tentunya pemerintah daerah perlu mewaspadai tren kenaikan harga bahan pangan, dan selalu melakukan monitoring secara terkoordinasi berbasis data yang aktual. Sehingga dapat ditentukan upaya ataupun langkah yang tepat dalam menjaga harga komoditas agar tetap stabil. Kemudian dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Wiyagus juga memberikan atensi kepada Pemda dengan inflasi tertinggi, yakni Sumatera Utara (4,97 persen), Riau (4,95 persen), Aceh (4,66 persen), Sumatera Barat (4,52 persen), Sulawesi Tengah (3,92 persen), dan Jambi (3,71 persen). Angka tersebut perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah masing-masing untuk menyiapkan langkah antisipatif.

Wiyagus berharap kepala daerah dapat melakukan upaya yang terkoordinasi dan kolaboratif dengan berbagai stakeholder, dengan fokus pada peningkatan produksi komoditas pangan, pemenuhan stok sesuai pola konsumsi masyarakat di daerah, serta penguatan ketahanan pangan untuk mendukung swasembada.

“Tentunya langkah-langkah taktis secara terkoordinasi, ini perlu ditindaklanjuti di lapangan ya. Mungkin dengan cara-cara operasi pasar, ataupun ada pemerintah daerah yang cukup kreatif ya, dengan membina kerja sama dengan pemerintah daerah lain yang kebetulan komoditasnya agak berlimpah gitu ya, baik itu dalam satu provinsi maupun yang berada di provinsi lain,” tegasnya.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti; Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Imran; Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Hermawan; serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Telisa Aulia Falianty.

Puspen Kemendagri

Operasi Zebra Telabang Hadir Lebih Humanis: Sopir Bus hingga Angkutan Penumpang dan Barang Jadi Sasaran Edukasi Kamseltibcarlantas

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Memasuki hari ke delapan Operasi Zebra Telabang 2025, satuan tugas Preemtif melakukan pendekatan yang lebih humanis melalui kegiatan sosialisasi dan himbauan keamanan, keselamatan dan ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dalam kegiatan kali ini, personel Ops Zebra Telabang memberikan edukasi dengan menyambangi sopir bus hingga pihak penyedia angkutan orang dan barang, salah satunya CV. Travel Putra Borneo dan PT. Yessoe Travel, Senin (24/11/25).

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. melalui Dirlantas Kombes Pol Yusep menjelaskan bahwa pendekatan preemtif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Untuk edukasi yang disampaikan, yaitu meliputi pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, kelengkapan surat dan fisik kendaraan, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.

"Kami berharap dengan memberikan pemahaman yang baik, para sopir dan penyedia angkutan akan lebih peduli dan bertanggung jawab demi terwujudnya kamseltibcarlantas," ungkap Dirlantas.

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menambahkan bahwa selain memberikan himbauan Satgas Preemtif Ops Zebra Telabang juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab dengan pihak yang dijumpai.

Hal ini bertujuan untuk menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait permasalahan lalu lintas yang sering terjadi di lapangan.

"Harapannya dengan pendekatan preemtif ini dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di wilayah Kalimantan Tengah, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas," tutupnya. (adji)

150 Peserta Penerimaan Bintara Brimob Polri Ikuti Tes Rikkes I di Polda Kalteng

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar tes Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) tahap pertama, bagi peserta seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026, bertempat di Gedung Graha Bhayangkara, Mapolda setempat. Senin (24/11/2025).

Kegiatan rikkes tahap I kali ini, ditinjau langsung oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.IK., S.H., M.H. mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, didampingi sejumlah pejabat utama Polda.

Wakapolda Kalteng menyampaikan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan dengan aman dan lancar.

"Saya pastikan rikkes pertama ini berjalan dengan baik dan seluruh panitia bekerja secara profesional serta memegang teguh prinsip BETAH yaitu, Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis," tegas Wakapolda.

Brigjen Rakhmad berharap melalui seleksi yang profesional dan transparan ini, dapat melahirkan calon Bintara Brimob Polri yang tidak hanya memiliki kompetensi dan keterampilan, tetapi juga fisik yang prima serta integritas tinggi dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Sementara itu, Karo SDM Kombes Pol Leo Surya menambahkan bahwa dalam pemeriksaan kesehatan tahap 1 ini diikuti sebanyak 150 peserta dengan tahapan pemeriksaan fisik diantaranya tinggi badan dan berat badan, THT, tensi, mata, dan gigi, serta buta warna.

"Kemudian untuk pengumuman hasil seleksi, dilakukan pada hari ini juga setelah semua proses tes kesehatan selesai. Jadi bagi peserta yang belum memenuhi syarat, akan diberitahukan oleh panitia dimana kekurangannya, sehingga dapat menyiapkan diri lebih baik lagi kedepannya," bebernya.

Ditempat yang sama, Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. menambahkan, untuk tahapan rikkes 1 bagi Bintara Polri ini dilaksanakan dari tanggal 24 dan 25 November.

"Diharapkan seleksi ini dapat berjalan dengan lancar dan untuk para peserta agar tetap semangat serta jangan lupa berdoa. Jalani seluruh rangkaian tes ini dengan baik," tandasnya. (adji)

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT Korpri ke-54

SURABAYA || jejakindonesia.id – Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Polda Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah di Aula Gedung Bhayangkari, Senin (24/11/2025).

Kegiatan sosial ini diikuti ratusan peserta terdiri dari anggota Polri dan ASN Polda Jatim, yang sebelumnya menjalani pemeriksaan riwayat kesehatan dan penelusuran riwayat penyakit menular untuk menjaga kualitas darah.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H,. bersama para Pejabat Utama (PJU) turut hadir dan ikut mendonorkan darahnya.

Suasana kegiatan berjalan tertib, dengan antrean personel yang datang silih berganti untuk mendonorkan darahnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus momentum mempererat jiwa pelayanan.

Kombes Pol Abast menegaskan, donor darah ini bukan sekadar rangkaian peringatan HUT Korpri, tetapi wujud nyata semangat pengabdian Polda Jatim untuk membantu sesama.

"Setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Abast yang juga hadir pada kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, antusiasme peserta menunjukkan kuatnya solidaritas antara anggota Polri dan ASN di lingkungan Polda Jatim.

“Kami mengapresiasi semangat personel yang hadir. Kegiatan seperti ini akan terus kami dorong karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,”tambah Kombes Pol Abast.

Kegiatan donor darah yang berlangsung hingga siang hari itu mendapat dukungan penuh dari PMI Kota Surabaya.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polda Jatim berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan stok darah di Jawa Timur," pungkas Kombes Pol Abast. (*)

error: Content is protected !!