Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: November 2025

Polda Jatim Bantu Bersihkan Endapan Lahar Dingin Pascaerupsi Gunung Semeru

LUMAJANG || jejakindonesia.id – Anggota Polda Jawa Timur bersama Polres Lumajang melakukan pembersihan endapan lahar dingin pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang pada Senin (24/11/2025).

Selain membersihkan material vulkanik yang menutup akses jalan, personel juga membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah warga yang terdampak di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Petugas turun langsung ke titik-titik yang mengalami penumpukan material lahar dingin, termasuk kawasan pemukiman dan jalur penghubung antar desa.

Dengan peralatan manual dan mesin pendukung, pembersihan dilakukan secara menyeluruh untuk meminimalisir risiko bahaya serta memastikan mobilitas warga tetap aman.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan bahwa langkah cepat personel di lapangan merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Anggota kepolisian terus bekerja membantu warga dengan membersihkan material lahar agar akses jalan kembali aman ketika dilalui," kata Kombes Pol J.Abast.

Di sela kegiatan, anggota Polri juga mendampingi masyarakat memindahkan dokumen penting, perhiasan, serta barang bernilai lainnya dari rumah yang rawan terjangan lahar susulan.

"Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mengurangi potensi kerugian materiil bagi warga," ujar Kombes Pol J.Abast.

Ia juga menambahkan bahwa anggota kepolisian terus memantau situasi di lapangan dan siap melakukan langkah cepat bila terjadi perubahan kondisi.

“Personel kami tetap siaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan peringatan serta memastikan keamanan masyarakat,” pungkas Kombes Pol J.Abast. (*)

Operasi Zebra Semeru Polres Lamongan Amankan 9 Remaja dan 3 Motor Balap Liar

LAMONGAN || jejakindonesia.id — Polres Lamongan Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 yang fokus pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas serta pencegahan potensi kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya kali ini Satlantas Polres Lamongan Polda Jatim juga melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas baik secara teguran maupun pemberian sangsi tilang.

Seperti halnya pada Minggu (23/11) kemarin, petugas juga menjaring para pelaku balap liar yang selama ini meresahkan masyarakat.

Dalam kegiatan penindakan yang dilaksanakan sekitar pukul 23.00 WIB, Satlantas Polres Lamongan Polda Jatim mengamankan 9 remaja pelaku balap liar serta 3 unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut.

Penindakan dilakukan di Jl. Poros Lamongan–Babat, Desa Kebalandono, tepat di depan SPBU AKR, salah satu titik yang kerap dijadikan arena balap liar saat malam hari.

Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Zebra Semeru 2025.

"Laporan warga mengenai suara bising serta aksi berbahaya membuat kami langsung turun ke lokasi dan melakukan penanganan," kata AKP I Made, Selasa (25/11).

Ia mengungkapkan, 9 remaja yang diamankan di Satlantas Polres Lamongan itu diberikan pembinaan.

"Sebagai langkah pembinaan, orang tua dari para pelaku kami panggil ke Satlantas Polres Lamongan," terang AKP I Made.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya balap liar, risiko kecelakaan fatal, gangguan terhadap masyarakat, serta konsekuensi hukum apabila perbuatan tersebut diulangi.

Para orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari.

Sementara itu, Tiga sepeda motor yang digunakan untuk balap liar langsung diberikan tindakan tilang dan diamankan.

Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan, termasuk knalpot brong dan komponen yang tidak sesuai standar keselamatan.

Kasat Lantas Polres Lamongan menegaskan bahwa dalam Operasi Zebra ini, Polres Lamongan Polda Jatim tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

“Penertiban harus diimbangi dengan edukasi. Kami ingin membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan anak-anak kita,” ujarnya.

Polres Lamongan Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan kegiatan balap liar atau gangguan lalu lintas lainnya.

"Melalui Operasi Zebra, Polres Lamongan berkomitmen menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga," pungkasnya. (*)

Ditlantas Polda Jatim Ngopi Bareng Warga Sosialisasi Tertib Lalin di Operasi Zebra Semeru

SURABAYA || jejakindonesia.id - Dalam upaya mewujudkan masyarakat tertib berlalulintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang tertib berlalulintas.

Kasi Dikmas Subditkamsel Ditlantas Polda Jatim Kompol Hari Aziz, mengatakan, edukasi disampaikan melalui program Polantas Menyapa.

"Untuk kali ini sosialisasi kami sampaikan melalui ngopi bareng dengan para sopir truk dan driver online,"ujar Kompol Hari, Senin (24/11).

Ia mengungkapkan kegiatan Preemtif dan Preventif itu dilakukan fokus untuk pencegahan terhadap pelanggaran berlalulintas.

"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tertib berlalulintas," ujar Kompol Hari.

Dengan kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas lanjut Kompol Hari diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran sehingga fatalitas kecelakaan lalulintas dapat diminimalisir.

“Kegiatan ini kami laksanakan secara masif di beberapa tempat setiap hari,”tambahnya.

Lebih lanjut Kompol Hari mengatakan, Polantas Menyapa tidak hanya dilakukan ke para sopir.

Ditlantas Polda Jatim juga menyasar pelajar, mulai dari tingkat SMP, SMA bahkan Mahasiswa.

“Ini kita lakukan sebagai upaya mengedukasi kepada pelajar agar mereka bisa tertib berlalulintas,”pungkasnya.

Kegiatan inipun mendapat respon positif dari masyarakat, dimana mereka bisa menyampaikan keluh kesah mereka tentang tata cara berkendara di jalan raya.

Salah satunya Guntur, sopir truk yang menyampaikan bahwa dengan kegiatan ngopi bareng dengan jajaran anggota Polantas Polda Jatim, dapat terbantu dan menambah wawasan atau cara bagaimana berkendara baik dan benar.

“Ya Alhamdulillah, dengan program ngopi bareng sama Pak Polisi, kita sebagai warga bisa mengerti tata cara yang benar dalam berkendara di jalan raya,” ucap Guntur. (*)

Rapat Darurat Presiden Prabowo di Hambalang: Akankah Panglima TNI ‘Sikat’ Oknum Pembeking Tambang Ilegal

BOGOR || jejak-indonesia.id - Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) darurat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/11/2025). Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan pimpinan lembaga penegak hukum, termasuk Panglima TNI dan Kapolri, ini fokus pada penertiban aktivitas ilegal di sektor kehutanan dan pertambangan yang merugikan negara triliunan rupiah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo melontarkan pernyataan keras mengenai sulitnya membersihkan tambang ilegal, terutama di daerah-daerah yang dibekingi oleh oknum jenderal.

"Percuma kalian di pundak bintang empat, tapi tidak bisa bersihkan," tegas Presiden, menyinggung keterlibatan oknum petinggi militer dan kepolisian dalam praktik ilegal tersebut.

Prabowo menyatakan memiliki data resmi terkait aktivitas tersebut, bahkan ada yang diperoleh dari luar negeri. "Kalau tidak ada mereka (oknum jenderal bintang dua dan tiga), pasti selesai urusan tambang ditutup, tidak berlarut-larut seperti ini," ujarnya.

Daerah yang menjadi sorotan utama dalam pembahasan ini meliputi Bangka Belitung, Kalimantan, Batam, Maluku Utara, dan Sulawesi.

Melalui rapat ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas siapapun yang terlibat dalam bekingan tambang ilegal tanpa pandang bulu, demi menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk kemakmuran rakyat. Tindakan terpadu lintas lembaga pun diserukan untuk penegakan hukum yang efektif.

Disisi lain, menurut Ketum PW. FRN, menyampaikan kekhawatiran terkait penguasaan tambang oleh oknum militer. Ia berpendapat bahwa upaya pembersihan sektor tambang akan terhambat karena adanya hambatan yurisdiksi: 'Oknum polisi bisa diselesaikan polisi, tapi kalau polisi membersihkan oknum militer kan susah,' ujarnya, menyoroti sulitnya penegakan hukum lintas institusi.

"Program pemberantasan tambang ilegal Presiden Prabowo Subianto memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk TNI dan Polri. Saya yakin secara konsisten dilaksanakan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Kapolri, maka menjadi harapan kita bersama agar Panglima TNI turut menunjukkan sikap tegas dengan membersihkan oknum-oknum anggotanya yang masih terlibat, sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk membantu program pemerintah." ucap Ketum PW. FRN.

Ketum PW. FRN mengungkapkan dalam penanganan dugaan adanya dukungan (back up) terhadap aktivitas tambang ilegal melibatkan dua mekanisme berbeda: jika melibatkan oknum sipil, penindakan dan pembersihan berada di bawah wewenang Polri, sedangkan jika melibatkan oknum militer, proses hukum dan tindakan indisipliner menjadi tanggung jawab Panglima TNI.

Dengan adanya instruksi langsung dari Presiden Prabowo terkait pemberantasan tambang ilegal yang diduga melibatkan oknum TNI, diharapkan Panglima TNI segera mengambil tindakan nyata dan transparan untuk menertibkan jajarannya.

Gelar Apel Kasatwil, Kapolri: Semangat Polri Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat

JABAR || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam acara Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengarahannya, Sigit menyinggung soal semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan prima untuk seluruh masyarakat.

Menurut Sigit, Apel Kasatwil ini sendiri juga membahas untuk melakukan penguatan internal Kepolisian. Kegiatan ini juga mengingat kembali doktrin Tribrata dan Catur Prasetya.

"Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat," kata Sigit di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2025).

Apel Kasatwil bertajuk 'Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat' ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan.

"Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri," ujar Sigit.

Menurut Sigit, Apel Kasatwil juga menjadi wadah untuk melakukan refleksi apa saja yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada. Di antaranya merespons Komisi Percepatan Reformasi Polri.

"Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan," ucap Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut, selain menghadirkan pembicara dalam negeri, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia.

Menurut Sigit, ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.

"Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil," ucap Sigit.

Lebih dalam, Apel Kasatwil ini juga melaunching seragam Pamapta. Hal ini merupakan simbol komitmen Polri yang terus merespons cepat pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan digital 110.

"Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan," tutup Sigit.

error: Content is protected !!