Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: November 2025

Polres Lumajang Dampingi Anak-anak Pengungsi Semeru: Beri Hiburan dan Pulihkan Trauma

LUMAJANG || jejakindonesia.id - Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak pengungsi erupsi Gunung Semeru terus dilakukan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Lumajang, Polda Jatim.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar melalui Ketua Tim Psikologi, Iptu Purwaningsih, menyampaikan bahwa hari pertama pascakejadian menjadi masa yang cukup berat, terutama bagi anak-anak yang ikut merasakan kepanikan orang tua mereka.

“Pada hari pertama setelah kejadian, memang keadaannya kacau. Anak-anak itu terpengaruh karena orang tuanya ikut panik. Orang tua panik, akhirnya anak-anak ikut merasakan trauma,” ujar Iptu Purwaningsih saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, kondisi darurat membuat anak-anak merasa tidak nyaman berada di pengungsian.

Bahkan beberapa kali mereka mengungkapkan keinginan untuk pulang karena suasana rumah jauh lebih membuat mereka tenang.

“Keadaannya seperti ini serba darurat. Mereka kadang-kadang pengin pulang karena di rumah lebih nyaman,”jelas Iptu Purwaningsih.

Meski begitu, pihak kepolisian terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman, terutama melalui kegiatan-kegiatan sederhana yang bersifat menghibur.

Tim Psikologi Bag SDM Polres Lumajang,Polda Jatim melakukan berbagai aktivitas bermain untuk mengurangi ketegangan dan membantu anak-anak melupakan sejenak momen erupsi.

“Terapi yang kami lakukan ya bermain. Memberikan motivasi, semangat. Tidak akan selamanya kejadian ini ada. Kami bantu mereka untuk melupakan sejenak waktu kejadian itu,” tambahnya.

Dari data yang dihimpun di lokasi pengungsian SD Negeri 4 Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, terdapat 118 warga pengungsi dari Dusun Sumber Sari dan Dusun Gumuk Mas, Desa Supit Urang, Lumajang.

Sebagian besar di antaranya adalah keluarga dengan anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan emosional pascabencana.

Upaya pendampingan psikologi ini diharapkan dapat membantu anak-anak memulihkan rasa aman sambil menunggu situasi di wilayah mereka kembali kondusif.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, langkah cepat tanggap personel Polda Jatim dan Polres Lumajang di lapangan merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.

Kombes Abast Ia juga menambahkan bahwa anggota Kepolisian terus memantau situasi di lapangan dan siap melakukan langkah cepat bila terjadi perubahan kondisi.

“Personel tetap siaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan peringatan serta memastikan keamanan masyarakat,” pungkas Kombes Pol J.Abast.

Ivoni Munir, S. Farm., Apt Ketua DPRD Kabupaten Solok Minta Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Nasional || jejakindonesia.id — Ketua DPRD Kabupaten Solok periode 2024–2029, Ivoni Munir, S.Farm., Apt., menyampaikan seruan penting kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Solok agar segera menetapkan status Tanggap Darurat Bencana. Permintaan ini disampaikan menyusul meningkatnya kejadian bencana alam di beberapa wilayah, terutama banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ivoni Munir, S. Farm., Apt menegaskan bahwa penetapan status Tanggap Darurat sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi. Selain itu, status tersebut juga memungkinkan Kabupaten Solok mendapatkan dukungan bantuan yang lebih maksimal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun Pemerintah Pusat.

“Mengingat kondisi banyak bencana, salah satunya banjir dan longsor, kita berharap Pemda Kabupaten Solok segera menetapkan keadaan Tanggap Darurat Bencana untuk dua minggu atau satu bulan ke depan. Dengan demikian, bantuan dari Pemprov Sumbar dan Pemerintah Pusat bisa segera turun,” ujar Pria Alumni Unand ini dalam keterangannya.

Selain menyerukan langkah cepat dari pemerintah daerah, Ivoni Munir, S. Farm., Apt juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Solok untuk tetap kuat, sabar, dan saling membantu di tengah ujian yang sedang dihadapi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pemulihan daerah terdampak.

“Kepada masyarakat, mari saling bahu membahu bersama Pemda dan tetap bersabar atas ujian ini,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Ivoni Munir, S. Farm, Apt menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf serta mengajak semua elemen untuk terus menjaga kekompakan dan solidaritas sosial dalam menghadapi bencana yang terjadi.

#ketuadprdkabsolok20242029
#ivonimunir
#solok
#tanggapdaruratbencana

Penulis: Haris Pranatha

Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 410/Alugoro Bersama Masyarakat Membangun Fasilitas Sekolah

TELUK BINTUNI || jejak-indonesia.id - Di jantung pedalaman Distrik Meyado, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, suasana pagi yang Hangat kini disemarakkan oleh gelak tawa dan semangat belajar anak-anak. Di SDN Impres Stenkol III, kehadiran seragam loreng bukan lagi sekadar penanda penjagaan kedaulatan, melainkan simbol harapan baru. Pos Kotis Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 410/Alugoro Bersama Masyakat membantu membangun fasilitas Sekolah bertepatan di Hari Guru Nasional , Selasa (25/11/2025).

‎Letda Cba Muhammad Alfarizi selaku tertua mengatakan '' dalam Karya Bhakti ini kami berupaya turut serta hadir di tengah masyarakat untuk mempercepat Proses pembangunan Sekolah, dalam hari yang spesial Di Hari Guru Nasional kami berharap dengan adanya fasilitas sekolah yang mumpuni para Guru Di Pedalaman Papua bisa lebih semangat dalam mengajar ke murid murid " Ujar Beliau .

‎Program Karya Bhakti bersama masyarakat ini menjadi cerminan nyata pengabdian TNI melampaui tugas menjaga batas negara. Ini adalah tentang menjaga bara semangat generasi muda Papua agar tidak padam tertelan keterbatasan. Dengan sentuhan kemanusiaan yang tulus, Satgas Yonif 410/Alugoro tengah menyalakan lentera ilmu di pelosok negeri, menerangi jalan masa depan anak-anak Papua.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410 Alugoro

Polda Sumut Ajak Warga Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas pada Operasi Zebra Toba 2025

MEDAN || jejakindonesia.id — Upaya mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib terus digencarkan Polda Sumatera Utara. Hal ini terlihat dalam program Dialog Aspirasi Sumut yang digelar di Studio I RRI Medan, Selasa (25/11/2025), dengan topik utama membahas “Operasi Zebra Toba 2025.”

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumut AKBP Lutfhi, S.I.K., Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumut AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., serta Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Sumut Rd. Saeful Kamal Apandi, SE, CRMO. Mereka memberikan penjelasan komprehensif terkait pelaksanaan Operasi Zebra Toba dan pentingnya kesadaran berlalu lintas di masyarakat.

Dalam dialog tersebut, AKBP Hendri menegaskan bahwa Operasi Zebra Toba merupakan operasi kepolisian terpadu yang bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Operasi Zebra Toba dilaksanakan serentak di seluruh Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dalam berkendara,” jelas AKBP Hendri.

Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 17 sampai 30 November 2025, dengan fokus pada kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum selektif prioritas di lokasi-lokasi rawan kecelakaan.

Wadir Lantas Polda Sumut AKBP Lutfhi memaparkan jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan, antara lain:
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Pengendara di bawah umur
- Tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan
- Melawan arus
- Melebihi batas kecepatan
- Berboncengan lebih dari satu orang
- Mengemudi dalam pengaruh alkohol
- Kendaraan tidak layak jalan, knalpot brong, atau tanpa TNKB
- Menerobos lampu merah
- Melanggar marka serta rambu lalu lintas

Penindakan dilakukan dengan mengutamakan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) baik statis, mobile, maupun dashcam. Namun petugas tetap dapat melakukan penindakan manual apabila pelanggaran berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kota Medan termasuk wilayah prioritas operasi karena padat aktivitas lalu lintas dan masih ditemukan banyak pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, serta penggunaan trotoar oleh pengendara motor.

Polda Sumut menekankan bahwa masyarakat cukup mematuhi aturan, melengkapi dokumen seperti SIM dan STNK, serta memastikan penggunaan helm dan sabuk keselamatan untuk menghindari sanksi.

AKBP Lutfhi menjelaskan bahwa Operasi Zebra tidak semata-mata berorientasi pada penilangan. Polda Sumut juga memperkuat edukasi di sekolah, komunitas, media sosial, dan siaran radio untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Operasi ini bukan hanya soal tilang, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya keselamatan,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang merasa tidak melakukan pelanggaran namun mendapat tilang, klarifikasi dapat dilakukan melalui kanal resmi ETLE atau langsung ke bagian Gakkum Ditlantas.

Dari Jasa Raharja Sumut, Kepala Bagian Operasional Rd. Saeful Kamal Apandi mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan administrasi kendaraan. “Pastikan kelengkapan kendaraan terpenuhi, gunakan helm dan perlengkapan keselamatan, serta jangan lupa membayar pajak kendaraan karena ini membantu pembangunan di Sumatera Utara,” ujarnya.

AKBP Lutfhi juga mengajak masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri. “Perubahan perilaku berlalu lintas harus dimulai dari kita dan dimulai saat ini juga. Jangan tunggu menjadi korban untuk sadar akan pentingnya keselamatan,” ujarnya.

Kemudian menutup dialog, AKBP Dr. Hendri Barus memberikan penegasan pentingnya disiplin. “Tertib adalah pangkal selamat. Setiap kecelakaan selalu diawali pelanggaran. Mari disiplin sejak sekarang," tutupnya.

Dialog ini diharapkan menjadi sarana efektif menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas. Melalui Operasi Zebra Toba 2025, Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkesadaran tinggi—dimulai dari diri sendiri untuk keselamatan bersama.

Tunjukkan Komitmen Berantas Begal, Polres Belawan Tangkap Empat Pelaku Begal Sadis

BELAWAN || jejakindonesia.id — Polres Pelabuhan Belawan kembali membuktikan komitmennya dalam memberantas aksi begal yang meresahkan masyarakat. Empat pelaku berhasil ditangkap melalui serangkaian operasi.

Penangkapan ini mendapat perhatian besar karena dua pelaku yang diamankan merupakan pelaku Begal Sadis di Gang Jagung, Marelan Pasar 5, termasuk satu pelaku lain yang sebelumnya terlibat dalam kasus Begal di Pajak Baru. Sementara dua pelaku lainnya ditangkap di kawasan Gang Tai, yang juga kerap menjadi lokasi rawan aksi kejahatan jalanan.

Kapolres Pelabuhan Belawan menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat serta dukungan dari warga Medan Utara untuk membasmi Begal serta kejahatan lainnya. Semua informasi tersebut kami tindak lanjuti secara cepat,” ujarnya.

Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda setelah Unit Reskrim melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan rekaman CCTV, serta mengidentifikasi pola pergerakan para tersangka. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sepeda motor, senjata tajam, dan barang bukti lain yang digunakan dalam aksi kejahatan.

Saat ini seluruh pelaku telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas setiap bentuk kejahatan jalanan.

“Kami tidak memberi ruang bagi pelaku begal. Penangkapan ini adalah bukti nyata komitmen Polres Belawan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dukungan masyarakat menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.

Polres Pelabuhan Belawan juga mengimbau warga untuk terus berperan aktif memberikan informasi dan melapor cepat apabila melihat tindak kejahatan.

error: Content is protected !!