Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: November 2025

Sentuhan Kepedulian Ketua Umum Persit KCK untuk Warga Lumajang Terdampak Erupsi Semeru

LUMAJANG || jejakindonesia.id  — Wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana kembali terlihat dalam penanganan bencana erupsi Gunung Semeru. Ketua Persit KCK Koorcab Rem 083 Ny. Nilam Kohir berserta Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821 Lumajang Ny. Anita Anton menyalurkan langsung bantuan logistik kepada warga terdampak erupsi yang saat ini masih membutuhkan dukungan. Rabu(26/11/2025)

Bantuan yang disampaikan berupa bahan kebutuhan pokok serta barang keperluan sehari-hari. Seluruh bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dari Ketua Umum Persit KCK Ny. Uli Simanjuntak, yang dikirimkan khusus untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Lumajang.

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 083 menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan komitmen Persit untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat. “Ini adalah wujud empati dan kepedulian kami. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan harian warga yang terdampak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nilam Kohir, turut menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada segenap jajaran Persit, khususnya kepada Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Uli Simanjuntak.

“Terima kasih kepada Ibu Ketum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Uli Simanjuntak, atas perhatian dan kasih sayang beliau kepada kami korban erupsi Semeru. Semoga Ibu, Bapak, dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar beliau.

Kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat Persit untuk terus hadir dan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat Lumajang yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Dengan adanya sinergi dan kepedulian ini, diharapkan warga terdampak erupsi Semeru dapat merasakan kembali semangat dan kekuatan untuk memulai hari-hari ke depan.(Pendim0821)

Danrem 083/Baladhika Jaya Salurkan Bantuan Obat-Obatan dari Menteri Pertahanan RI untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

LUMAJANG || jejakindonesia.id – Kepedulian pemerintah pusat terhadap korban erupsi Gunung Semeru kembali diwujudkan melalui dukungan nyata. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, secara resmi menerima sekaligus menyalurkan bantuan obat-obatan dari Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lumajang. Rabu(26/11/2025)

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengungsi dan warga terdampak, khususnya yang membutuhkan penanganan kesehatan darurat akibat paparan abu vulkanik, penyakit pernapasan, maupun gangguan kesehatan lainnya. Penyaluran dilakukan dengan melibatkan jajaran TNI, tenaga medis, serta unsur terkait di wilayah Lumajang agar bantuan tepat sasaran dan segera digunakan.

Dalam keterangannya, Kolonel Inf Kohir menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Pertahanan terhadap situasi yang tengah dihadapi masyarakat di lereng Semeru.

“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan maksimal kepada warga terdampak. Kami pastikan seluruh obat-obatan segera didistribusikan ke titik pengungsian dan posko kesehatan,” tegas Danrem.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Korem 083/Baladhika Jaya bersama jajaran Kodim 0821 Lumajang terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan relawan dalam mempercepat penanganan darurat, khususnya di sektor kesehatan dan evakuasi.

“Sinergi semua unsur sangat penting. Kami berkomitmen untuk hadir dan memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kenyamanan saudara-saudara kita yang berada di pengungsian,” lanjutnya.

Bantuan obat-obatan dari Kementerian Pertahanan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam memastikan penanganan bencana dilakukan cepat, tepat, dan humanis. Dengan dukungan tersebut, penanganan kesehatan di kawasan terdampak erupsi Semeru dipastikan semakin optimal.(Pendim0821)

BNN RI Operasi Gabungan Di Berlan Jakarta Timur: Amankan 24 Orang, Salah satunya Seorang Bandar

JAKARTA || jejakindonesia.id - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melakukan operasi gabungan bersama POM TNI AD, Bareskrim, dan Polda Metro Jaya, menggerebek sarang narkoba Berlan, Jalan Kesatrian, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/11). Ada kurang lebih 250 personel turun untuk melakukan penindakan para pelaku peredaran, termasuk bandar yang diamankan.

Dari operasi gabungan ini, tim mengamankan sebanyak 24 orang yaitu dengan inisial R,D,I,F,NR,EP,N,A,FF,S,AS,DD,C,B,IS,Z,US,J,SM,ZC,AB,MF,EA dan JO. BNN berhasil mengungkap seorang bandar berinisial F, dan mengantongi DPO empat bandar, N, T, P, S.

Tim operasi gabungan telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi yaitu total 124,39 gram ganja, 62,77 gram sabu. Selain itu, ada barang yang disita seperti mesin penghitung uang, 2 buah brankas, 3 unit timbangan digital, uang senilai Rp8.230.000, perhiasan, handphone 31 unit, CCTV 13 unit, 3 buah senapan angin, dan 13 buah senjata tajam.

Dalam aksi nyata ini, BNN RI menegaskan bahwa operasi serupa akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen nasional memerangi narkotika hingga ke titik-titik rawan di pemukiman padat untuk dipulihkan.

"Menindaklanjuti dari Asta Cita ketujuh Bapak Presiden. Terkait pemberantasan narkoba. Badan Narkotika Nasional, TNI, maupun Mabes Polri tidak akan henti-henti melakukan pengejaran dan pemberantasan sindikat narkoba yang ada di republik Indonesia ini, sampai kapanpun kami akan mengejar,"ujar Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Aldrin Hutabarat.

Karena itu, BNN mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungannya lewat Call Center BNN:184, atau 081221675675. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba demi wujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)

Respon Aduan Warga, Polres Toraja Utara Datangi Lokasi Diduga Arena Sabung Ayam

Toraja Utara || jejakindonesia.id - Polisi mengecek dengan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat dilaksanakannya aktifitas perjudian jenis sabung ayam di Tongkonan Tangga Langi’, Karambe, Kelurahan Buntu Barana, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Rabu (26/11/2025).

Lokasi ini sebelumnya diadukan oleh seorang warga menjadi lokasi judi sabung ayam terselubung yang dipindahkan lantaran lokasi sebelumnya telah tercium oleh pihak Kepolisian.

Pengecekan dilakukan oleh Tim Resmob Polres Toraja Utara dipimpin langsung Kasat Reskrim IPTU Ruxon, SH, dengan melibatkan Unit Paminal Sipropam Polres Toraja Utara.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto A.W, S.I.K., S.H., M.Si, melalui Kasat Reskrim IPTU Ruxon, SH, mengatakan bahwa apa yang pihaknya lakukan merupakan tindak lanjut atas laporan dari warga melalui salah satu media akan adanya dugaan rencana aktifitas perjudian sabung ayam di lokasi itu.

“Jadi setelah laporan diterima, Petugas Gabungan langsung turun ke lokasi. Namun dari hasil peninjauan di TKP, nampak tidak ditemukannya adanya indikasi aktivitas warga dalam melakukan praktek judi sabung ayam,” jelasnya.

Ditegaskan Iptu Ruxon, respon cepat dilakukan agar Masyarakat merasa terayomi dan isu tak melebar ke mana-mana. Kami tindaklanjuti secara terbuka dan profesional dengan melakukan koorinasi bersama Pemerintah setempat.

Kendati tidak ditemukan adanya indikasi bakal digelarnya sabung ayam, Petugas gabungan tetap menegaskan dan mengimbau kepada Masyarakat setempat untuk tidak memfasilitasi pelaksanaan aktivitas perjudian dalam bentuk apapun, ungkap Kasat Reskrim.

Pihaknya sendiri akan terus melakukan penindakan akan aktivitas perjudian terkhusus sabung ayam yang kerap dijadikan sebagai alasan adat atau tradisi di Toraja Utara, tutupnya.

(Redaksi tim)

Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Barat Bidang Hubungan Masyarakat, Dikumandangkan Lagu Indonesia Raya

JABAR || jejakindonesia.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara konsisten melaksanakan sebuah tradisi harian yang khidmat dan memperkuat disiplin serta identitas kebangsaan anggotanya. Setiap hari, tepat pukul 10.00 WIB, aktivitas di seluruh satuan kerja Polda Jabar akan terhenti sejenak. Pada jam tersebut, melalui pengeras suara dikumandangkanlah lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang disusul dengan pembacaan ulang Tribrata dan Catur Prasetya. Ritual singkat ini menjadi momen refleksi kolektif yang wajib diikuti oleh seluruh anggota sebagai penegasan jiwa korsa.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Saat lagu kebangsaan mulai mengalun, seluruh personel Polri, dari pimpinan hingga staf, tanpa terkecuali, diwajibkan untuk segera mengambil sikap sempurna di tempat mereka berada.

Mereka harus berdiri tegak dan melakukan hormat sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada lambang negara dan kedaulatan bangsa. Tindakan ini merupakan penanaman nilai-nilai patriotisme secara masif dan harian, sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diamanatkan tugas mulia.

"Setelah alunan Indonesia Raya berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Tribrata, yang merupakan pedoman hidup Polri, dan Catur Prasetya, yang memuat empat komitmen utama dalam pelaksanaan tugas. Seluruh anggota mendengarkan dan meresapi setiap butir dari pedoman etik tersebut. Tradisi harian ini berfungsi sebagai pengingat mendasar akan sumpah jabatan, etika profesi, serta tanggung jawab besar mereka sebagai penegak hukum yang harus melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat dengan profesionalisme." ungkapnya, Selasa (26/11/2025)

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa disiplin harian ini adalah manifestasi dari penekanan pimpinan terhadap karakter anggota yang profesional dan bermoral.

"Setiap butir yang didengar, baik lagu kebangsaan, Tribrata, maupun Catur Prasetya, adalah nutrisi spiritual bagi jiwa Korps Bhayangkara. Ini memastikan setiap anggota memulai atau melanjutkan tugasnya dengan kesadaran penuh bahwa Negara bangga sama Polda Jabar dan bahwa mereka membawa nama baik institusi," jelasnya.

Dengan berdirinya seluruh anggota setiap pukul 10.00 WIB untuk menghormati lagu kebangsaan dan mendengarkan pedoman etika, Polda Jabar mengirimkan pesan yang jelas mengenai komitmennya terhadap disiplin, nasionalisme, dan etika kepolisian. Tradisi ini diharapkan dapat menciptakan budaya kerja yang menjunjung tinggi kehormatan institusi dan memberikan dorongan moral yang kuat kepada seluruh personel untuk konsisten dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, menjadikannya teladan bagi kepolisian daerah lainnya di Indonesia.

Bandung, 26 November 2025

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

error: Content is protected !!