Closing soon Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

Pantauan Terbaru Polres Nias: Akses Laut Beroperasi Kembali, Listrik Stabil, Jaringan Masih Gangguan

NIAS || jejakindonesia.id — Polres Nias terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan stabilitas situasi pascabencana yang terjadi di wilayah Kepulauan Nias. Berdasarkan hasil pengecekan dan komunikasi lintas sektor pada Rabu (26/11/2025) pagi, kondisi di lapangan menunjukkan perkembangan positif.

Cuaca sejak Selasa malam hingga Rabu pagi terpantau berawan dan tanpa curah hujan, sehingga aktivitas masyarakat mulai berangsur kembali normal. Kondisi ini juga membantu proses pemulihan layanan publik dan mobilitas warga.

Hasil pengecekan Polres Nias bersama pihak ULP Gunungsitoli menunjukkan bahwa hingga pagi ini tidak ada gangguan kelistrikan yang disebabkan bencana. Namun pihak ULP menyampaikan bahwa distribusi arus listrik dalam beberapa hari terakhir sempat terganggu akibat hujan serta angin kencang.

Meski begitu, pasokan bahan bakar mesin pembangkit (BBM) diperkirakan cukup untuk 10 hari ke depan, sehingga layanan kelistrikan dipastikan tetap aman.

Untuk akses laut, Polres Nias berkoordinasi dengan KSOP Pelabuhan Gunungsitoli yang melaporkan bahwa tiga armada kapal WJL dari Sibolga menuju Gunungsitoli telah kembali beroperasi sejak dini hari.

Adapun jadwal keberangkatan sebagai berikut:
KMP Wira Harmoni berangkat pukul 04.00 WIB
KMP Wira Victory berangkat pukul 05.10 WIB
KMP Wira Prime berangkat pukul 06.00 WIB

Kembalinya aktivitas penyeberangan ini menjadi indikator penting akan pulihnya mobilitas logistik dan kebutuhan masyarakat di Kepulauan Nias.

Aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU di Gunungsitoli dilaporkan mengalami antrian panjang. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakstabilan jaringan sistem pembayaran, sehingga transaksi membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

Polres Nias telah menempatkan personel di sejumlah titik SPBU untuk membantu pengaturan arus kendaraan agar situasi tetap tertib dan kondusif.

Sejak 25 November 2025 pukul 21.00 WIB, layanan jaringan komunikasi seluler di wilayah Nias dilaporkan terputus total. Sebagai langkah darurat, Kantor Syahbandar Pelabuhan Gunungsitoli telah mengoperasikan layanan internet Starlink milik mereka untuk membantu komunikasi strategis antarlembaga, termasuk kebutuhan koordinasi TNI–Polri.

Polres Nias juga memanfaatkan jaringan darurat tersebut untuk mempercepat penyampaian laporan situasi dan penanganan di lapangan.

Menanggapi perkembangan terkini di Kepulauan Nias, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa Polda Sumut berkomitmen penuh dalam memastikan stabilitas situasi serta kelancaran layanan publik di wilayah terdampak.

“Polda Sumut terus memonitor perkembangan situasi di Nias, mulai dari cuaca, arus listrik, layanan publik, hingga akses laut. Berbagai instansi sudah bergerak bersama, dan kondisi perlahan menunjukkan tren positif,” ujar Kombes Ferry.

Ia juga menyoroti upaya kepolisian yang tetap siaga dalam mengantisipasi kendala lapangan.

“Polres Nias sudah berkoordinasi dengan ULPTD, KSOP, Pertamina, dan instansi lainnya. Meski jaringan komunikasi masih terputus, Polri memanfaatkan jaringan darurat untuk memastikan laporan tetap tersampaikan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

Kombes Ferry menegaskan bahwa setiap perkembangan selanjutnya akan terus diperbarui sesuai hasil laporan resmi dari Polres Nias.

Polda Sumut Update Penanganan Bencana: 148 Kejadian di 12 Kab/Kota, 1.030 Personel Dikerahkan

MEDAN || jejakindonesia.id – Polda Sumatera Utara merilis update terbaru penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah pada 24 hingga 26 November 2025. Berdasarkan laporan hingga Rabu (26/11/2025) pukul 22.00 WIB, tercatat 148 kejadian bencana alam terdiri dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung. Bencana terjadi di sedikitnya 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Dari hasil rekapitulasi sementara, terdapat 175 korban dengan rincian 34 meninggal dunia, 77 luka ringan, 11 luka berat, serta 52 orang masih dalam pencarian. Sementara 1.168 warga tercatat mengungsi di berbagai lokasi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kondisi tanah labil dan debit air sungai meningkat di banyak titik. “Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi memicu bencana longsor dan banjir secara hampir bersamaan di berbagai wilayah. Situasi ini membuat seluruh jajaran harus bekerja cepat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga,” ujarnya.

Dalam upaya penanganan, Polda Sumut mengerahkan 1.030 personel gabungan dari Satwil, Ditsamapta, Sat Brimob, Bid TIK, dan Biddokkes.

Personel disebar ke seluruh titik bencana untuk melakukan:
- TPTKP dan pendataan lokasi bencana,
- Evakuasi warga terdampak,
- Pencarian korban hilang bersama BPBD dan tim SAR gabungan,
- Pengamanan dan pengaturan lalu lintas di jalur yang tertutup material longsor,
- Pendirian posko darurat dan penyaluran bantuan.

Selain kepolisian, penanganan dilakukan melalui sinergi dengan BPBD, TNI, Pemda, Basarnas, Dinas Sosial, relawan, serta unsur masyarakat.

“Polda Sumut tidak bekerja sendiri. Seluruh stakeholder, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan lembaga terkait terus bergerak bersama masyarakat untuk mempercepat penanganan. Kolaborasi ini menjadi kunci percepatan penyelamatan,” ungkap Kombes Ferry.

Bencana dengan dampak terbesar tercatat di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, dan Mandailing Natal. Beberapa wilayah mengalami longsor hingga puluhan titik serta banjir yang merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Di Taput, Brimob Polda Sumut menurunkan tim khusus untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor serta mengevakuasi warga yang terisolasi. Sementara di Sibolga, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap puluhan warga yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang.

“Kami terus mempercepat pencarian warga yang belum ditemukan. Tim bergerak siang dan malam karena pada beberapa titik kondisi medan cukup berat akibat akses jalan terputus,” kata Kombes Ferry.

Polda Sumut juga telah menyiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak di wilayah Taput, Tapteng, dan Sibolga yang dijadwalkan diberangkatkan pada Kamis, 27 November 2025. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, logistik kebutuhan dasar, obat-obatan hingga perlengkapan evakuasi.

Selain itu, Polda Sumut bersama Pemda dan TNI telah membangun posko darurat, pos pengungsian sementara, serta posko layanan kesehatan untuk mempercepat pemulihan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa data yang dirilis merupakan update sementara, sebab beberapa wilayah masih belum dapat menyampaikan laporan lengkap karena kondisi hujan deras yang merata di banyak titik serta akses lapangan yang terhambat.

“Data ini bersifat sementara. Beberapa wilayah seperti Medan, Deli Serdang, dan sejumlah daerah lainnya belum dapat melaporkan kondisi secara menyeluruh karena hujan tidak berhenti dan beberapa akses masih terputus. Polda Sumut akan terus memperbarui data secara berkala,” jelasnya.

Mengantisipasi bencana susulan, Polda Sumut mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran sungai.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Bila situasi mengancam keselamatan, segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman atau menuju posko darurat terdekat,” tutup Kombes Ferry.

Banjir Lumpuhkan Arteri Binjai-Medan, Polda Sumut Hadir Berikan Solusi Lewat Pengawalan di Tol

MEDAN || jejakindonesia.id - Polda Sumatera Utara melalui Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumut melaksanakan pengawalan kendaraan roda dua (R2) di ruas Jalan Tol Semayang menuju Tol Helvetia, Kamis (27/11/2025) pagi. Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya banjir di jalur arteri Binjai–Medan yang membuat akses masyarakat terganggu.

Kegiatan pengawalan dimulai pukul 08.00 WIB setelah adanya koordinasi intens antara Sat PJR dan pihak pengelola tol. Masyarakat pengguna R2 dari Binjai yang hendak menuju Kota Medan tidak dapat melintas melalui jalur arteri, sehingga meminta bantuan untuk diarahkan melalui jalur tol demi menjaga kelancaran arus mobilitas.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa langkah pengawalan ini merupakan bentuk pelayanan cepat dan responsif Polri dalam membantu masyarakat di tengah kondisi bencana.

"Polda Sumut melalui Sat PJR segera bertindak melakukan pengawalan R2 di dalam ruas tol Semayang menuju Helvetia setelah menerima laporan bahwa jalur arteri tergenang banjir. Ini merupakan langkah darurat demi keselamatan masyarakat dan memastikan aktivitas warga tetap berjalan," ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Beliau menegaskan bahwa seluruh prosedur dilakukan dengan koordinasi ketat bersama pihak pengelola tol untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

"Situasi ini adalah kondisi khusus. Kami memastikan seluruh pengawalan berjalan aman, tertib, dan terarah, serta tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Polri hadir memberikan solusi ketika masyarakat mengalami kendala di lapangan," tambahnya.

Kombes Pol Ferry Walintukan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah tertib mengikuti arahan petugas serta kepada seluruh pihak terkait yang turut mendukung kelancaran pengamanan dan pengawalan.

Polda Sumut menegaskan bahwa upaya pelayanan seperti ini akan terus dilakukan secara sigap apabila terjadi gangguan akses akibat cuaca ekstrem maupun kondisi darurat lainnya.

Penanganan Cepat Bencana Taput: 9 Warga Ditemukan Meninggal, 31 Masih Dicari, 134 Mengungsi

Tapanuli Utara || jejakindonesia.id – Penanganan bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan perkembangan positif seiring penguatan personel dan percepatan koordinasi di lapangan. Berdasarkan laporan terbaru Polres Tapanuli Utara, hingga Kamis siang telah tercatat 54 kejadian bencana, terdiri dari 40 longsor, 12 banjir, serta 2 kejadian pohon tumbang akibat curah hujan tinggi sejak Senin (24/11).

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., menjelaskan bahwa hingga saat ini 9 warga ditemukan meninggal dunia, 1 orang mengalami luka-luka, dan 31 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, sebanyak 134 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman karena rumah mereka terdampak longsor maupun banjir.

“Sebanyak 93 personel telah kami kerahkan untuk melakukan pencarian, evakuasi, hingga pendistribusian bantuan. Situasi di lapangan cukup menantang, namun seluruh tim bekerja maksimal dan solid bersama Basarnas, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan. Fokus kami adalah keselamatan warga,” ujar AKBP Ernis Sitinjak.

Tim gabungan masih mempercepat pencarian di beberapa titik prioritas, terutama di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan yang terdampak paling parah. Pengamanan jalur, pembukaan akses tertutup material longsor, serta pendataan kebutuhan pengungsi terus dilakukan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa Polda Sumatera Utara terus memperkuat langkah penanganan bencana dengan mengerahkan personel tambahan dan memastikan koordinasi antarlembaga berjalan optimal.

“Polda Sumut memberikan perhatian serius dalam penanganan bencana ini. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh personel dan elemen masyarakat yang terlibat langsung di lapangan. Upaya pencarian korban, evakuasi, dan penyaluran bantuan terus dipercepat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi ekstrem,” ujarnya.

Hingga kini, seluruh unsur penanganan bencana tetap siaga penuh. Pemerintah daerah bersama Polri dan stakeholder terkait juga mulai menyiapkan langkah pemulihan awal bagi masyarakat yang terdampak.

Polda Sumut dan Kemala Bhayangkari Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Tapsel, Tapteng, dan Sibolga

MEDAN || jejakindonesia.id — Polda Sumatera Utara bersama Yayasan Kemala Bhayangkari Sumut melepas secara resmi bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di tiga wilayah, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Kota Sibolga. Kegiatan berlangsung di Mapolda Sumut pada pukul 11.30 WIB dengan penuh nuansa kepedulian dan solidaritas.

Pengiriman bantuan difokuskan ke tiga titik lokasi terdampak, masing-masing di wilayah Polres Sibolga, Polres Tapsel, dan Polres Tapteng. Sebagai wujud respons cepat, setiap Polres diberangkatkan dua truk logistik, sehingga total enam truk yang diberangkatkan Polda Sumut yang berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan untuk para pengungsi.

Adapun bantuan yang dikirim, masing masing truk berisikan :
- Kasur lipat: 50 bungkus
- Pampers: 150 bungkus
- Susu anak: 150 kotak
- Selimut: 150 pcs
- Sarung: 150 pcs
- Beras: 500 pcs
- Air mineral: 150 pcs
- Indomie: 150 kotak
- Roti kering: 150 bungkus
- Handuk: 50 pcs
- Softex: 150 pcs

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung pelepasan bantuan tersebut, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri untuk membantu masyarakat di masa sulit.

“Kami dari Polda Sumatera Utara bersama Yayasan Kemala Bhayangkari hadir untuk memastikan saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana mendapatkan bantuan cepat, tepat, dan bermanfaat. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar kebutuhan dasar masyarakat di Tapsel, Tapteng, dan Sibolga dapat segera terpenuhi,” ujar Kapolda.

Jenderal bintang dua tersebut juga menekankan bahwa pengiriman bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan seluruh stakeholder agar penanganan bencana berjalan efektif. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak,” tambahnya.

Polda Sumut memastikan bahwa proses distribusi akan diawasi secara melekat oleh personel di lapangan, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan tanpa hambatan.

Dengan kegiatan ini, Polda Sumut kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perlindungan dan bantuan sosial saat terjadi bencana alam.

error: Content is protected !!