Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: November 2025

Kakorlantas Polri Ajak FRN Counter Polri Tanam Kebaikan, Agus Flores: Pesan yang Menginspirasi

JAKARTA || jejakindonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, bersama jajaran pengurus DPP serta Ketua DPW PW FRN Jawa Barat, Marto dan Jabodetabek, Nuriman melakukan kunjungan silaturahmi ke Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho di Kantor Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (4/11/2025) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Agus Flores menyampaikan komitmen FRN Counter Polri untuk terus mendukung program dan kebijakan Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Irjen Pol Agus Suryonugroho.

“Kami dari FRN Counter Polri selalu mendukung penuh setiap langkah dan program Korlantas Polri yang dipimpin langsung oleh Bapak Irjen Pol Agus Suryonugroho. Kami hadir di sini sebagai bentuk dukungan moral sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers,” ujar Agus Flores.

Agus menuturkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Kakorlantas Polri.

“Irjen Agus sudah saya anggap sebagai kanda dan beliau pun menganggap saya sebagai adiknya. Hubungan ini bukan hanya formal, tetapi juga bersifat kekeluargaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran jajaran pengurus pusat dan daerah dalam kunjungan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan sosok Kakorlantas Polri kepada para anggota FRN.

“Kami membawa para ketua dan pengurus daerah agar lebih mengenal dan memahami visi besar Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kanda Agus Suryonugroho,” ujarnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi atas kunjungan FRN Counter Polri.

“Terima kasih kepada Ketua Umum FRN Counter Polri, Saudara Agus Flores, yang sudah saya anggap seperti adik sendiri. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kemitraan antara Polri dan rekan-rekan media,” kata Irjen Agus.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan hangat. Irjen Agus memberikan kesempatan kepada seluruh pengurus FRN untuk memperkenalkan diri satu per satu sebelum melanjutkan dengan sesi diskusi ringan.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus Suryonugroho juga membagikan filosofi kehidupan berjudul “Bagaimana Cara Menangkap Kupu-Kupu yang Sedang Terbang.”

Ia menjelaskan, filosofi ini mengandung pesan moral yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ingin menangkap kupu-kupu, jangan dikejar-kejar. Tanamlah bunga, maka kupu-kupu akan datang sendiri. Artinya, tanamkanlah kebaikan, maka kebaikan akan mendatangi kita. Tebarlah kebaikan lebih dahulu,” tutur Irjen Agus penuh makna.

Di sisi lain, Kakorlantas turut memaparkan program prioritas Korlantas Polri, salah satunya penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang kini telah mencapai 95 persen, sementara tilang manual hanya sekitar 5 persen.

Kebijakan ini merupakan bentuk transformasi menuju penegakan hukum lalu lintas yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen untuk memperkuat sinergi antara Korlantas Polri dan PW FRN Counter Polri dalam menyebarkan informasi positif, edukatif, dan membangun citra Polri yang humanis di tengah masyarakat.

Petani Banyuwangi Sukses Tanam Kedelai Garuda Merah Putih, Siap Dukung Swasembada Kedelai Nasional

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Petani Banyuwangi mulai mengembangkan kedelai varietas Garuda Merah Putih guna menyukseskan program Swasembada Kedelai dan Ketahanan Pangan Nasional. Dari Lahan Ketahanan Pangan Lanal Banyuwangi di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, satu hektare lahan kedelai terlihat siap panen dengan tanaman yang tumbuh subur.

Kedelai Garuda Merah Putih memiliki produktivitas tinggi dengan masa tanam yang lebih singkat. Kedelai ini memiliki produktivitas empat ton per hektarnya dengan masa tanam yang lebih singkat. Pada umumnya produktivitas kedelai lokal sebanyak 1,5-2 ton per hektar.

Kedelai varietas ini digalakkan penanamannya di berbagai daerah sebagai upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada kedelai impor.

Kedelai varietas Garuda Merah Putih tersebut mulai ditanam dan dikembangkan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Purwo Maju Sejahtera binaan Pangkalan TNI AL Banyuwangi di Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Ketua Gapoktanhut Purwo Maju Sejahtera, Sunyono mengatakan pada tahap awal telah ditanam kedelai di lahan seluas satu hektar.

"Varietas ini cocok tumbuh di sini. Cabang-cabangnya juga lebih banyak dari kedelai biasa. Sehingga hasilnya lebih banyak," beber Suryono usai mengikuti panen raya kedelai ini yang terhubung secara virtual dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memimpin kegiatan panen serempak di Provinsi Lampung pada 29 November 2025 lalu.

"Untuk mendorong swasembada kedelai, Kementrian pertanian akan mendistribusikan benihnya dan seluruh peralatan serta pendampingan untuk mencapai target swasembada kedelai dalam satu tahun," kata Mentan Amran saat memberikan sambutan melalui virtual tersebut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso menjelaskan, penanaman kedelai varietas Garuda Merah Putih baru dilaksanakan di lahan satu hektar. Ke depannya akan dikembangkan hingga 60 hektar.

"Hasil panen Kedelai Garuda Merah Putih yang satu hektare ini akan kami jadikan benih dan benihnya akan kami distribusikan untuk ditanam kembali,” ujarnya.

Ia berharap hasil panen kedelai seluas satu hektare tersebut bisa mencapai 4 ton sesuai dengan kualitas panen kedelai Garuda Merah Putih.

"Hasil panen ini nanti akan kami jadikan benih untuk ditanam di lahan seluas 60 hektare di wilayah Perhutani selatan," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mujiono, menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya panen perdana tersebut. Wabup juga berterima kasih kepada para petani dan Pangkalan TNI AL Banyuwangi yang telah berkolaborasi untuk mengembangkan kedelai Varietas Garuda Merah Putih untuk mendukung program Swasembada Kedelai dan ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap hasil panen kedelai Garuda Merah Putih berjalan baik sehingga turut meningkatkan produktivitas pertanian kedelai secara maksimal di Banyuwangi,” harap Wabup.

Mujiono mengatakan saat ini luas panen kedelai Banyuwangi mulai bulan Januari - September 2025 seluas 2.475 Ha dengan produksi 5.012 ton. Jumlah ini mengalami peningkatan dari Januari – September 2024 dimana luas panen 1.407 Ha dengan produksi 2.848 ton.

"Kita optimis ke depan dengan penanaman Kedelai Varietas Garuda Merah Putih hasil panen kedelai Banyuwangi akan semakin baik dan petani kita semakin sejahtera," tandas Mujiono.

Festival Literasi Using, Bupati Ipuk: Upaya Nyata Melestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemkab Banyuwangi berkomitmen terus melestarikan bahasa daerah, termasuk Bahasa Using. Beragam cara dilakukan, salah satunya dilakukan dengan rutin menggelar Festival Literasi Using yang melibatkan pelajar SD hingga SMP setiap tahunnya.

Festival ini mendapat animo yang tinggi dari para siswa Banywuangi. Mereka rata-rata mengaku senang bisa mengikuti “lomba bahasa daerah” ini. Seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Syauqi Ghifari, pelajar SDN 1 Kalibaru Wetan. Ahmad mengikuti lomba puisi.

“Saya berlatih selama dua minggu bersama guru. Agak susah, tapi senang saja karena menambah kaya kemampuan bahasa saya. Anak sekarang tidak boleh hanya bisa Bahasa Inggris, tapi perlu juga belajar bahasa daerah, bahasa asli kita,” ujar Ghifari, pelajar kelas 5 tersebut.

“Di lingkungan saya memang banyak yang bahasa Jawa, saya senang juga bisa ikut belajar Bahasa Using, bahasa asli Banywuangi,” imbuhnya.

Festival Literasi Using yang berlangsung pada 1 November 2025 lalu ini diikuti 400 pelajar tingkat SD-SMP se-Banyuwangi. Kegiatan yang memasuki tahun ke-5 pelaksanaan ini melombakan tujuh kategori. Yakni Nulis Aksara (Menulis Kalimat Using), Tulis Cerpen, Moco Geguritan (Baca Puisi), Nembang (Menyanyi), Ngewer (Stand Up Comedy) dan Ndongeng (bercerita). Khusus untuk kategori SD, lomba ditambah satu kategori yakni Memengan Sandiworo (Bermain Sandiwara).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Bahasa Using merupakan bagian dari kekayaan budaya Suku Using selain seni dan tradisinya yang perlu terus dilestarikan. Terutama ditengah tantangan dominasi bahasa nasional dan bahasa asing yang mulai dominan dalam keseharian anak-anak.

“Karenanya upaya pelestarian bahasa sejak dini dengan melibatkan pelajar menjadi sangat penting untuk membangkitkan kembali kebiasaan dan kebanggaan terhadap bahasa lokal,” kata Bupati Ipuk.

“Festival Literasi Using menjadi wujud nyata komitmen melestarikan bahasa daerah melalui jalur pendidikan,”imbuhnya.

Ipuk pun menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya pada semua pihak yang telah terlibat dalam fesival. Mulai dari para guru dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak.

“Ini adalah ikhtiar kita bersama. Lewat festival Literasi Using kita tidak hanya melestarikan budaya tapi dengan membangun literasi, kita juga memupuk masa depan anak-anak yang lebih berkualitas dan cemerlang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Banyuwangi telah dua kali menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkat konsistensinya dalam upaya pelestarian bahasa Using. Penghargaan itu diterima dalam Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FBIN) pada tahun 2024 dan 2025.

Salah satu pemenang lomba Juara Satu kategori Mendongeng tingkat SMP adalah Graceylla Alleynadyne Claudya Pesik, siswi kelas 8 SMPN 5 Banyuwangi. Ia membawakan dongeng dengan judul “Arak-arakan Kembang Ndog” atau “Pawai Bunga Telur” yang menceritakan tradisi perayaan Maulid Nabi Suku Using.

“Syukur bisa menang. Keren juga menang lomba Bahasa Using,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Suratno menambahkan para juara Festival Literasi Using nantinya akan dikirim untuk mengikuti lomba di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Sejak tahun 2023, perwakilan dari Banyuwangi selalu menang dan mewakili Propinsi Jawa Timur di tingkat nasional,” ungkapnya.

Wujudkan Pesantren Aman, Bupati Ipuk: Pemkab Siap Dampingi Pesantren Urus PBG dan SLF

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tindak lanjut dari pencanangan Pesantren Aman oleh Pemkab Banyuwangi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (PU CKPP) Banyuwangi siap memfasilitasi pengelola pondok pesantren dalam kepengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mencanangkan Pesantren Aman di Pendopo Sabha Swagata Blambangan saat kick off Hari Santri Nasional pada 20 Oktober 2025 lalu.

“Pemkab telah menggelar sosialisasi tentang regulasi dan prosedur pembangunan serta penggunaan bangunan yang sesuai standar. Karena kami, pemerintah ikut berkewajiban memastikan lingkungan belajar santri aman dan layak. Salah satunya dengan menjamin fasilitas infrastruktur baik gedung belajar maupun asrama yang aman dan sesuai standar,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (3/11/2025).

Kegiatan sosialisasi tersebut telah dilaksanakan pada 20 Oktober 2025 lalu dan diikuti 70 pengurus pondok pesantren se Banyuwangi. Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi dan Pembangunan Choiril Ustadi ini juga dihadiri perwakilan Nahdatul Ulama, perwakilan Muhammadiyah, dan para Camat se Banyuwangi.

Dikatakan Ipuk, pemerintah perlu untuk memberikan pendampingan guna memastikan setiap bangunan di wilayah, termasuk pondok pesantren, dibangun dan digunakan secara aman.

“Pemkab siap memfasilitasi pengurusan PBG dan SLF. Dinas terkait akan siap membantu pengurusannya. Silakan berkonsultasi dengan Dinas Dinas PU,” kata Ipuk.

Plt Kepala Dinas PU CKPP, Suyanto Waspo Tondo, menjelaskan PBG adalah dokumen yang harus ada sebelum pembangunan gedung dimulai. Sedangkan SLF menyatakan bahwa gedung yang sudah selesai dibangun telah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan.

“Kedua dokumen ini saling melengkapi dan penting untuk legalitas serta keamanan suatu bangunan,” jelas Yayan, panggilan akrab Suyanto.

Dinas PU CKPP Banyuwangi, lanjut Yayan, membuka ruang konsultasi bagi pondok pesantren yang ingin memeriksa kelayakan bangunan maupun mengurus PBG dan SLF-nya. Pemkab akan memfasilitasi dan mendampingi dalam pengurusan PBG dan SLF pondok pesantren.

“Masyarakat dan pengelola ponpes bisa datang langsung ke Dinas PU atau Mall Pelayanan Publik untuk berkonsultasi lebih lanjut. Kami siap memberikan pendampingan setiap saat. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama agar santri bisa belajar dengan aman dan orang tua pun tenang,” ungkapnya

Bersama Lembaga Amerika Serikat, Banyuwangi Latih Guru SLB Fisioterapi Anak Berkebutuhan Khusus

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemkab Banyuwangi bersama Perkins International, organisasi dunia yang berpusat di Boston, Amerika Serikat, terus memperkuat pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kali ini, Perkins akan menggelar training fisioterapi bagi para guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan hambatan fisik.

“Banyuwangi ini spesial karena masyarakat dan pemimpinnya sama-sama punya pola pikir yang inklusif. Komunitas di sini juga sangat kuat. Lintas sektor bisa bekerja secara terintegrasi dan terkoordinasi sehingga anak-anak disabilitas dapat terlayani dengan baik,” ujar Direktur Program Perkins wilayah Asia Pasifik, Ami Tango Limketkai, saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin (2/112025).

Ami hadir bersama Tim Perkins lainnya, yakni Program Manager Perkins Paige Klotzman, Educational Specialist Chenmin Perera, dan sejumlah Education Specialist wilayah Asia Pacific.

Perkins International selama ini konsisten menyokong program-program inklusivitas di Banyuwangi. Di antaranya, melalui berbagai pelatihan bagi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua penyandang disabilitas.

Ami menyampaikan, keputusan mendukung program pendidikan anak-anak disabilitas di Banyuwangi karena melihat komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

Training fisioterapi akan dilaksanakan pada 17 November mendatang. Kegiatan ini dibuka untuk para guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan hambatan fisik.

“Kami hadirkan langsung doktor fisioterapi dari India untuk mengajarkan bagaimana maintenance ke anak-anak dengan hambatan fisik agar mereka bisa mencapai potensi yang maksimal,” urainya.

Training Fisioterapi ini mengajarkan kepada guru dan para orang tua bagaimana melakukan fisioterapi dasar kepada siswa maupun anak dengan hambatan fisik.

“Jika orang tua memiliki kemampuan ini, setidaknya mereka bisa memberikan treatment dasar kepada anak mereka agar kondisinya tidak semakin memburuk. Anak dengan hambatan fisik biasanya mengalami kekakuan otot jika tidak dilakukan terapi secara rutin. Ini akan mempengaruhi kemampuan geraknya,” ujarnya.

Selama ini, Pemkab bersama Perkins International telah menggelar program peningkatan kapasitas guru Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui program Sekolah Model.

Sekitar 170 guru SLB di Banyuwangi diberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan langsung bagaimana menghadapi siswa dengan beragam disabilitas (ketunaan). Mereka mendapatkan beragam materi, mulai strategi mengajar, manajemen kelas, training penanganan anak autis, bahasa isyarat, fisioterapi, dan banyak lainnya.

Bupati Ipuk sangat mengapresiasi program tersebut. Ipuk berterima kasih Perkins telah mendukung pemkab dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

“Kami berharap dengan berbagai pendampingan ini, kapasitas guru-guru SLB maupun sekolah umum di Banyuwangi semakin baik. Sehingga bisa memberikan layanan yang berkualitas kepada siswa disabilitas agar mereka semakin bersemangat dalam belajar dan bisa berprestasi maksimal,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, program ini melengkapi berbagai program pro disabilitas lain yang sudah digeber Pemkab.

error: Content is protected !!