Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: November 2025

Kapolri Singgung Wujudkan Generasi Emas Usai Tinjau SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar

JATENG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau SMP Kemala Bhayangkari di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Hal sebagaimana mengawal dan mendukung visi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Adanya SMP Kemala Bhayangkari ini untuk mewujudkan generasi emas sesuai visi Presiden Prabowo Subianto," kata Sigit, Jumat (7/11/2025).

Dalam kunjungannya, Sigit melakukan peninjauan aktivitas belajar di ruang kelas SMP Kemala Bhayangkari serta menyaksikan para murid menerima program MBG.

Pada kesempatan ini, dilakukan juga penyerahan paket alat tulis kepada para siswa berisi buku gambar, buku tilis, penggaris, bolpoint, pensil, penghapus, dan stabilo.

SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat surat rekomendari dari Dinas Pendidikan Kebudayaan tentang sekolah layak untuk kegiatan belajar mengajar di gedung baru tahun ajaran 2025/2026. Program unggulan sekolah ini yakni penguatan karakter kebhayangkaraan, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan murid.

Total ada 5 tenaga kependidikan dan 11 tenaga pendidik di SMP Kemala Bhayangkari ini. Tiap kelas nantinya terdiri dari 32 siswa. SMP Kemala Bhayangkari ini juga sudah mendapat berbagai sertifikat yakni Sertifikat Penghargaan Sekolah Sehat Stratifikasi Standar, Sertifikat Laik Operasi Instalasi Kelistrikan.

Sertifikat Sekolah Ramah Anak, Sertifikat Sekolah Unggul, Sertifikat Adiwiyata Teks, Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan, Sertifikat Pengelolaan UKS, Sertifikat Gerakan Pramuka, Sertifikat Kelayakan Air Tanah oleh PDAM, Sertifikat telah dilakukannya Sosialisasi dan Simulasi Bencana dari BPBD, Sertifikat Penghargaan Prestasi Siswa.

Sigit hadir didampingi Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Juliati Sigit Prabowo.

Banyuwangi Ukir Sejarah: Apresiasi Kadispar untuk Dukungan Masyarakat dan Rangkaian Festival Spektakuler Sepanjang Tahun!

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dr. A. Taufik Rohman, M.Si., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Banyuwangi atas dukungan yang diberikan dalam setiap festival yang telah diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten sepanjang tahun ini, dari Januari hingga Desember.

"Alhamdulillahirobbilalamin, rasa bangga ini tak terhingga. Semua ini berkat dukungan luar biasa dari masyarakat Banyuwangi," ujar Taufik dengan penuh haru.

Taufik juga menyoroti peningkatan aksesibilitas transportasi ke Banyuwangi yang semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung. "Kami berterima kasih atas peningkatan infrastruktur transportasi yang sangat membantu perkembangan pariwisata di Banyuwangi," tambahnya.

Kebanggaan juga diungkapkan atas kesuksesan berbagai event besar di Banyuwangi, termasuk Gandrung Sewu, Tour de Banyuwangi Ijen, dan berbagai rangkaian acara lainnya yang telah mengharumkan nama Banyuwangi. Ratusan penghargaan telah diraih, menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat.

"Kami sangat bangga dengan capaian ini. Banyuwangi telah membuktikan diri sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya dan inovasi," tambahnya.

Tidak lupa, Taufik menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas dukungan yang terus-menerus diberikan kepada Banyuwangi dalam berbagai inovasi dan program pengembangan.

"Dukungan dari pemerintah pusat sangat berarti bagi kami. Ini memotivasi kami untuk terus berkreasi dan memberikan yang terbaik," ujarnya.

Taufik berharap Banyuwangi dapat menjadi percontohan bagi daerah lain, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dalam penyelenggaraan event dan pengembangan pariwisata.

"Semoga apa yang telah kita capai ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan memajukan sektor pariwisata," pungkasnya.

RSUD Blambangan Mengukir Sejarah: “Janji Cinta” Ubah Kelor Jadi Emas Hijau Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan kembali menorehkan tinta emas dalam dunia kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi terbarunya, "Janji Cinta" (Jajanan Jeli Inovatif Kaya Kolagen Aktivator, Vitamin, Protein, Trace Mineral, dan Antioksidan), bukan sekadar nama, melainkan sebuah janji nyata untuk kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan.

Sebuah revolusi hijau dimulai dari Desa Tamansari, Kecamatan Licin, di mana RSUD Blambangan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membudidayakan pohon kelor secara massal. Sentuhan inovatif ini mengubah paradigma, mengangkat daun kelor dari tanaman biasa menjadi "superfood" bernilai tinggi yang bermanfaat bagi semua generasi.

Prestasi gemilang pun diraih! "Janji Cinta" berhasil menyabet gelar Top 6 Inovasi Teknologi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di ajang INOTEK Award. Penghargaan ini menjadi bukti nyata pengakuan atas visi RSUD Blambangan dalam menciptakan solusi kesehatan yang berakar pada kekayaan lokal.

Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Angraeni, dengan penuh semangat menjelaskan bahwa "Janji Cinta" adalah investasi jangka panjang dalam kemandirian masyarakat.

"Kami merangkul warga sejak awal, dari pembibitan hingga panen daun kelor. Hasil panen ini kemudian kami beli untuk diolah menjadi produk 'superfood' yang luar biasa," ungkapnya.

Kelor, memiliki keajaiban yang menyimpan segudang nutrisi yang mampu memperbaiki sel tubuh, mencegah stunting pada bayi, menjaga kesehatan lansia, serta meningkatkan kecantikan dan vitalitas di segala usia.

RSUD Blambangan tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga mendampingi masyarakat secara intensif. Tim pendamping dibentuk untuk memberikan pelatihan kepada para "Person in Charge" (PIC) di setiap wilayah, memastikan mereka memahami cara menanam, merawat, dan memanen kelor dengan benar.

"Kami bercita-cita menjadikan Desa Tamansari sebagai pusat kelor Banyuwangi, yang tidak hanya menyehatkan tetapi juga menyejahterakan," imbuh dr. Siti Asiyah Angraeni.

Sebanyak 300 bibit kelor telah diserahkan kepada warga untuk ditanam di lahan pertanian BUMDes Tamansari. Dengan pengelolaan yang cermat, hasil panen kelor akan dibeli oleh RSUD Blambangan atau diolah secara mandiri menjadi produk lokal unggulan. Potensi kelor Tamansari sangat besar, bahkan membuka peluang untuk menembus pasar ekspor.

Dedi, perwakilan BUMDes Tamansari, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. "Kami bangga menjadi mitra RSUD Blambangan dalam budidaya kelor ini. Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat untuk maju dan mandiri," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Tamansari dan Banyuwangi. "Semoga Tamansari bersama RSUD Blambangan menjadi pelopor gerakan sehat dan sejahtera, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain," pungkas Dedi dengan penuh harapan.

Semangat Juang Tak Pernah Pudar: Prajurit Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Karya Bhakti Bersihkan Makam Pahlawan Jelang Hari Pahlawan 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menyambut Hari Pahlawan Tahun 2025, Prajurit TNI dan ASN Kodim 0825/Banyuwangi menunjukkan dedikasi nyata terhadap nilai kepahlawanan melalui kegiatan karya bhakti pembersihan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria dan TMP 0032 Pantai Boom Marina Banyuwangi. Aksi ini menjadi wujud penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kemerdekaan Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, personel Kodim 0825/Banyuwangi bersinergi dengan Tagana dan berbagai stakeholder Banyuwangi untuk membersihkan area makam, menata lingkungan, serta memastikan keindahan dan kesucian tempat peristirahatan terakhir para pahlawan. Semangat gotong royong dan kebersamaan terpancar dari setiap sapuan tangan yang memungut daun gugur hingga menyapu jalan setapak di area makam yang sarat makna sejarah tersebut.

Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P. menegaskan bahwa karya bhakti ini bukan sekadar kegiatan rutin menjelang Hari Pahlawan, melainkan bentuk penghormatan mendalam atas jasa para pejuang.

“Kita ingin menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil pengorbanan luar biasa. Membersihkan makam para pahlawan adalah simbol rasa hormat dan wujud nyata menjaga warisan perjuangan bangsa,” tegasnya dengan penuh makna.

Lebih jauh, Letkol Tryadi juga mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk meneladani semangat para pahlawan dengan memperkokoh persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Nilai kepahlawanan bukan hanya soal mengangkat senjata, tetapi juga bagaimana kita berbuat nyata untuk bangsa melalui tindakan kecil yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini meneguhkan semangat bahwa perjuangan belum usai—selama masih ada pengabdian, semangat pahlawan akan tetap hidup di setiap langkah prajurit Kodim 0825/Banyuwangi.

Beri Contoh Teladan, Kalapas Banyuwangi Terjun Langsung Dalam Pembajakan Sawah di Lahan SAE

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menunjukkan kepemimpinan yang inspiratif dengan terjun langsung ke sawah untuk membajak lahan di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pakis, Jumat (7/11).

Aksi turun tangan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata pemberian contoh dan motivasi bagi Warga Binaan.

Wayan menyebut pembajakan sawah ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan lahan pertanian untuk ditanami berbagai komoditi. Inisiatif ini secara khusus digalakkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, yang menjadi fokus pemerintah.

Dengan semangat gotong royong, Kalapas Banyuwangi tak segan menyingsingkan lengan dan mengarahkan traktor untuk membajak sawah. Kehadiran dan aksi langsungnya di tengah lumpur ini bertujuan memberi contoh teladan sekaligus memotivasi Warga Binaan Asimilasi Pertanian.

“Kami berharap Warga Binaan apat mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh dan menimba ilmu pertanian sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu yang didapatkan Warga Binaan kelak dapat menjadi bekal berharga untuk memulai kehidupan baru yang produktif dan mandiri setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Keterlibatan personal Kalapas ini juga menjadi bukti nyata keseriusan Lapas Banyuwangi dalam mendukung program ketahanan pangan. Program ini merupakan bagian integral dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kami terus berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan dengan memberdayakan Warga Binaan, hal ini juga menjadi bagian dari program pembinaan,” ungkapnya.

Di lahan SAE Pakis yang tersedia seluas 2 hektar, rencananya akan ditanam berbagai komoditas unggulan. Beberapa jenis tanaman yang akan dibudidayakan antara lain padi, jagung, dan semangka.

error: Content is protected !!