We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Oktober 2025

Bantu Masyarakat Dapatkan Beras Murah, Polda Kalteng Gelar Gerakan Pangan Murah di Pos Lantas Bundaran Besar

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) tanpa kenal lelah hadir untuk masyarakat dengan menyalurkan beras murah merk SPHP yang berkerjasama dengan Perum Bulog Kalteng.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut, dilaksanakan di depan Pos Lantas Bundaran Besar, Kota Palangka Raya. Rabu (15/10/2025).

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. menyatakan bahwa penyaluran beras murah ini digelar dalam rangka Cooling System peringatan setahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

"Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergi dan kolaborasi Polri dengan pemerintah dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera," jelas Kabidhumas.

Erlan menambahkan, untuk GPM kali ini pihaknya telah menyediakan beras SPHP kemasan 5 Kg dengan harga Rp.60 ribu yang akan dijual selama tiga hari kedepan, mulai hari Rabu hingga Jumat.

Untuk perbandingan harga beras SPHP yang dijual ini sangat murah dibandingkan dengan harga di pasar atau toko.

"Harapannya melalui kegiatan GPM tersebut, dapat membantu meringankan kebutuhan hidup masyarakat dalam hal terpenuhinya pasokan beras murah," tutupnya. (adji)

Tanpa Negosiasi! Sat Narkoba Polres Simalungun Tindak Tegas Pasangan Kekasih Bandar Sabu, Amankan 7,93 Gram

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Ketegasan tanpa kompromi kembali ditunjukkan Satuan Narkoba Polres Simalungun dalam memberantas peredaran narkotika. Sepasang kekasih yang menjalankan bisnis haram sabu-sabu berhasil dibekuk dengan barang bukti hampir 8 gram. Pesan tegas: tidak ada ampun, menangis pun percuma, tidak ada negosiasi untuk pelaku kejahatan narkoba.

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Henry Salamat Sirait, S.IP., S.H., M.H., saat dikonfirmasi pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, menegaskan komitmen Polri dalam melayani masyarakat dengan memberantas tuntas peredaran narkotika tanpa pandang bulu.

"Sat Narkoba Polres Simalungun kembali berhasil menangkap sepasang kekasih yang bukan suami istri, namun menjalin kasih berpacaran dan kompak menjalankan bisnis narkotika. Tegas saya sampaikan, tidak ada ampun, menangis pun percuma, dan tidak ada negosiasi. Kami akan tindak tegas siapapun pelakunya," ungkap AKP Henry dengan penuh ketegasan.

Operasi penindakan tindak pidana narkotika ini dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Oktober 2025, sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasi penangkapan berada di Desa Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Dua tersangka yang berhasil diamankan adalah Masdi Tarigan (45 tahun), laki-laki yang berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Desa Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, bersama kekasihnya Meysinta Halawa (30 tahun), perempuan yang juga berprofesi sebagai petani dan beralamat di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo.

Kasat Narkoba menjelaskan, operasi ini berawal dari informasi masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya. "Pada hari Selasa, 7 Oktober 2025, sekira pukul 08.00 WIB, personil Sat Narkoba Polres Simalungun menerima informasi dari masyarakat bahwa di Desa Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Kami langsung bergerak cepat merespon informasi tersebut," ujar AKP Henry menjelaskan awal mula operasi.

Ia melanjutkan, "Selanjutnya personil melakukan penyelidikan ke lokasi yang telah dimaksud. Sesampainya di lokasi tersebut, personil langsung melakukan penindakan dan penangkapan terhadap dua orang dewasa, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang mengaku bernama Masdi Tarigan dan Meysinta Halawa," ucap Kasat Narkoba menggambarkan kronologi penangkapan.

AKP Henry mengungkapkan, kedua pelaku tertangkap tangan sedang menjalankan modus operandi mereka. "Saat dilakukan penangkapan, para pelaku sedang berada di pinggir jalan sembari menunggu orang yang ingin membeli narkotika jenis sabu. Mereka adalah bandar atau pengusaha sabu yang sudah terbiasa beroperasi di wilayah tersebut. Tidak ada toleransi untuk kejahatan seperti ini," jelasnya dengan nada tegas.

Kasat Narkoba menambahkan detail hasil penggeledahan. "Personil Sat Narkoba kemudian melakukan penggeledahan terhadap pelaku Masdi Tarigan dan ditemukan barang bukti 12 buah plastik klip yang berisikan sabu. Pelaku langsung mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya. Tidak ada negosiasi dalam proses hukum ini," ungkap AKP Henry.

Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan barang bukti yang cukup besar. Barang bukti yang disita meliputi 11 paket plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu, 1 paket plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan brutto 7,93 gram, 3 ball plastik klip kosong, 3 plastik klip besar kosong, 1 unit timbangan elektrik, 1 buah alat hisap sabu terbuat dari plastik, 1 buah tempat kerupuk, uang tunai sebesar Rp185.000, 1 buah handphone merek Oppo berwarna hitam, dan 2 buah handphone merek Vivo berwarna biru.

"Menurut pengakuan pelaku Masdi Tarigan, narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari seseorang yang bernama Pak Lek, warga Tembung, Kota Medan. Kami tidak akan berhenti sampai di sini," ujar AKP Henry mengungkapkan hasil interogasi.

Kasat Narkoba menjelaskan upaya pengembangan kasus. "Personil Sat Narkoba sempat mencoba melakukan pemesanan untuk menangkap pemasok utama mereka, namun tidak ada jawaban dari yang bersangkutan. Tapi pengejaran akan terus dilakukan hingga jaringan ini terungkap tuntas," ucapnya.

Kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolres Simalungun untuk menjalani proses hukum. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada ampun bagi pelaku kejahatan narkotika. Menangis pun percuma, tidak ada negosiasi. Kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu. Ini adalah perang melawan narkoba dan kami akan menang," tegas AKP Henry.

Ia menutup pernyataan dengan ajakan kepada masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi. Mari bersama-sama kita lawan narkoba dengan tindakan nyata. Laporkan segera jika ada aktivitas mencurigakan di sekitar Anda," pungkas Kasat Narkoba Polres Simalungun dengan penuh semangat.

Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Kabupaten Tambrauw, Perkuat Sinergi dan Tanamkan Semangat “Rakyat Satu Hati Bangun Negeri

PAPUA || jejakindonesia.id – Guna memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada Senin (13/10/2025).
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama, memperkuat ketahanan wilayah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Pangdam hadir didampingi oleh Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru, dan rombongan disambut hangat oleh Bupati Tambrauw, Bapak Yeskiel Yesnath, S.E., M.Si., bersama jajaran Forkopimda, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat setempat.

Suasana penyambutan berlangsung penuh kehangatan dan sarat makna budaya. Tarian adat Papua yang ditampilkan dengan busana khas tradisional menjadi simbol penghormatan dan sukacita masyarakat Tambrauw atas kehadiran Pangdam dan rombongan. Nuansa kebersamaan dan semangat persatuan tampak kuat, mencerminkan kekayaan budaya serta kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, saat acara silaturahmi bersama para Forkopimda Kabupaten Tambrauw, Pangdam XVIII/Kasuari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat dan Pemerintah Daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tambrauw dan seluruh masyarakat karena kami sudah disambut dengan sangat hangat. Kehangatan ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Pangdam.

“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Tambrauw untuk selalu menjunjung tinggi rasa bangga dan cinta kepada tanah air. Terus tingkatkan kerja sama demi memajukan daerah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Pembangunan dan kemajuan daerah ini memerlukan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk melalui pembinaan teritorial dan peningkatan ketahanan wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Tambrauw, Bapak Yeskiel Yesnath, S.E., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan Pangdam beserta jajaran.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Pangdam beserta Ibu dan seluruh rombongan. Kehadiran Bapak di Tanah Tambrauw merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami,” ujarnya.

Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung percepatan pembangunan di daerah.

“Kunjungan ini mempererat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan di Kabupaten Tambrauw yang kita cintai. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan TNI, khususnya Kodam XVIII/Kasuari, yang selalu hadir membantu masyarakat baik di wilayah pesisir maupun pegunungan. Program TMMD menjadi bukti nyata kolaborasi TNI dalam membantu masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara,” tutupnya.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun Papua Barat Daya yang aman, maju, dan sejahtera.

(Pendam XVIII/Ksr)

Ratusan Siswa TK-SMP Ramaikan Festival Anak Sholeh Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Meningkatkan karakter Islami di kalangan pelajar muslim, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Anak Sholeh (FAS). Ratusan pelajar se-Banyuwangi mengikuti kegiatan dan lomba yang bernuansa Islam di festival yang digelar di lapangan Tennis Indoor GOR Tawang Alun, Rabu (15/10/2025).

Tak kurang dari 500 siswa jenjang TK, SD dan SMP ikut berkompetisi dalam berbagai lomba seperti musabaqah tilawatil quran (MTQ), lomba kaligrafi, pidato daí cilik, serta musabaqah hifdzil quran (MHQ). Kesenian Islami juga ditampilkan dalam festival tersebut.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan Festival Anak Sholeh merupakan ikhtiar daerah untuk mendorong terciptanya generasi muda yang memiliki karakter dan kepribadian baik. Mereka diajak mengikuti berbagai kegiatan dan lomba yang sarat dengan nilai-nilai keislaman.

“Lewat ajang ini, kita berharap para pelajar di Banyuwangi bisa memiliki karakter yang agamis, dan berakhlak baik. Serta tumbuh menjadi generasi Quráni yang cerdas secara intelektual dan berdaya saing global,” kata Mujiono saat membuka acara tersebut.

Bagi Mujono, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari peningkatan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan moral spiritual, serta akhlak masyarakatnya.

“Generasi muda yang sholeh menjadi fondasi moral utama untuk melanjutkan pembangunan. Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para guru, ulama, dan seluruh pihak yang telah membimbing anak-anak Banyuwangi menjadi generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menjelaskan Festival Anak Sholeh menjadi wadah untuk menguji hasil pendidikan agama Islam di masing-masing satuan pendidikan.

“Dengan lomba-lomba yang diikuti, kita bisa melihat sejauh mana pembelajaran yang diterima oleh para siswa,” ujarnya.

Festival Anak Sholeh dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan lomba. Mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran, Musabaqah Hifdzil Quran, kaligrafi, hingga pidato daí cilik. Kegiatan ini diikuti 500 lebih pelajar, mulai tingkat TK, SD hingga SMP Negeri maupun Swasta se-Banyuwangi.

“Ini tidak hanya menjadi ruang kreasi bagi anak-anak, tapi juga instrument untuk menjaring talenta-talenta muda di bidang tersebut. Misalnya, kaligrafi, MTQ, dan MHQ,” kata dia

Lantik 34 Pejabat, Bupati Ipuk Minta Perkuat Kolaborasi di Tengah Pengurangan Transfer Pusat

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 34 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas, di lingkungan Pemkab Banyuwangi, di GOR Tawangalun Banyuwangi, Rabu (15/10/2025). Dalam pelantikan itu Ipuk berpesan untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi di tengah pengurangan dana transfer pusat ke daerah (TKD).

Pada 2026 dana transfer pusat ke Banyuwangi turun hampir 20 persen, yakni sekitar Rp 665 miliar.

"Ini adalah tantangan besar buat kita semua. Bagaimana dengan berkurangnya transfer pusat ke daerah tidak mengurangi pelayanan dasar. Layanan publik dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan tidak boleh terganggu harus tetap berjalan dengan baik," kata Ipuk.

Karena itu di tengah tantangan tersebut, menurut Ipuk kuncinya adalah kolaborasi dan inovasi. "Bagaimana di tengah berkurangnya transfer pusat, kita semua harus lincah menemukan solusi yang bisa mempercepat kerja kita tanpa harus menambah biaya," tambah Ipuk.

Dalam pelantikan itu, Bupati Ipuk melantik sejumlah pejabat di antara pejabat yang dilantik adalah Amir Hidayat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, serta dr Siti Asiyah Anggraeni sebagai Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang sekaligus Plt Direkrut RSUD Blambangan, serta sejumlah camat dan lurah.

Ipuk mengatakan rotasi jabatan ini dilakukan untuk penyegaran agar mencapai kinerja yang terbaik.

"Mudah-mudahan kinerjanya semakin lebih baik dan capaian kinerjanya semakin lebih meningkat lagi,” harap Ipuk.

Dia mengingatkan setiap posisi yang diterima merupakan hasil dari proses panjang, evaluasi, dan penilaian terhadap kinerja, bukan karena kedekatan pribadi.

"Jabatan ini bukan atas bantuan dari seseorang, tapi karena kinerja masing-masing. Bukan karena kedekatan dengan bupati. Saya pastikan bahwa penunjukan ibu bapak semua bebas dari uang atau dana yang diperuntukkan untuk saya," tutup Ipuk.

error: Content is protected !!