Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Mutasi ASN Jangan Sekadar Suka atau Tidak Suka

PASURUAN || jejakindonesia.id - Mutasi pegawai negeri sipil (ASN) sejatinya merupakan instrumen penting dalam tata kelola pemerintahan. Dengan mutasi, diharapkan terjadi penyegaran, peningkatan kinerja, serta distribusi aparatur yang tepat guna sesuai kompetensi. Namun sayangnya, praktik di lapangan kerap jauh dari harapan ideal.

Belakangan, muncul fenomena penempatan ASN yang tidak sejalan dengan latar belakang maupun keahliannya. Contoh nyata, pegawai yang berasal dari Departemen Kesehatan justru dipindahkan ke dinas yang sama sekali tidak berkaitan dengan bidang kesehatan. Hal ini bukan saja menimbulkan inefisiensi birokrasi, tetapi juga mencederai semangat profesionalitas aparatur sipil negara.

KUDUS SURYA DHARMA, SH, pemerhati hukum pemerintahan, menilai bahwa kebijakan mutasi semacam ini lebih berkesan sebagai hasil pertimbangan “suka atau tidak suka” pimpinan, alih-alih berlandaskan objektivitas dan kebutuhan institusi. Kritik tersebut tentu beralasan, sebab birokrasi yang sehat seharusnya dibangun atas dasar kompetensi, integritas, dan kebutuhan organisasi, bukan kepentingan sesaat.

Redaksi berpandangan, pemerintah perlu meninjau ulang mekanisme mutasi ASN agar lebih transparan, akuntabel, dan berbasis pada kualifikasi jabatan. ASN adalah tulang punggung pelayanan publik. Jika mereka ditempatkan secara keliru, maka yang dirugikan bukan hanya individu pegawai, melainkan juga masyarakat luas yang berhak atas layanan profesional dan berkualitas.

Sudah saatnya mutasi ASN dijauhkan dari praktik politis dan kepentingan pribadi. Mutasi harus menjadi instrumen perbaikan birokrasi, bukan ajang menunjukkan kuasa.

(RED)

Polda Aceh Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Banda Aceh || jejak-indonesia.id — Polda Aceh menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Lapangan Mapolda Aceh, Rabu, 1 Oktober 2025. Upacara yang berlangsung khidmat itu dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, serta diikuti pejabat utama dan personel.

Upacara tersebut dimulai dengan hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan ideologi bangsa, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta ikrar setia mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut menegaskan kembali bahwa Pancasila merupakan titik temu seluruh keberagaman Indonesia, sekaligus fondasi kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober senantiasa menjadi pengingat atas peristiwa sejarah yang menguji keteguhan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara. Semangat ini harus terus diwariskan agar generasi muda memahami arti penting Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman.

Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkokoh komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Upacara ditutup dengan doa bersama, seraya berharap agar seluruh personel Polri dan masyarakat Aceh senantiasa diberikan kekuatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Zuli Zulkipli, S.H Kritik DPRD Kabupaten Bekasi: Jangan Kontradiktif Soal PAD

BEKASI || jejak-indonesia.id - Keputusan DPRD Kabupaten Bekasi yang mendesak pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun pada saat bersamaan menyetujui penurunan target PAD dalam Perubahan APBD 2025, menuai sorotan tajam.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ARJUNA, Zuli Zulkipli, S.H., menilai langkah DPRD tersebut tidak konsisten dan justru melemahkan fungsi pengawasan.

“DPRD Kabupaten Bekasi jangan jadi banci. Di satu sisi mendukung peningkatan PAD, tetapi di sisi lain mereka menerima PAD turun. Ini kontradiktif dan membingungkan publik,” tegas Zuli Zulkipli, S.H kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

Menurutnya, DPRD seharusnya tidak sekadar menjustifikasi keputusan pemerintah daerah maupun dinas penghasil PAD. Penurunan target PAD, kata dia, harus menjadi bahan investigasi mendalam, bukan justru dibiarkan.

“Kami menuntut DPRD sebagai lembaga pengawasan untuk tahu kenapa PAD menurun. Selidiki ada apa, bukan malah membenarkan dinas penghasil PAD. Kalau DPRD diam, ini bisa menimbulkan kecurigaan adanya ketidakberesan,” ujarnya.

Zuli Zulkipli, S.H menegaskan, ketegasan DPRD sangat menentukan arah kebijakan daerah. Jika lembaga legislatif tidak berperan maksimal, upaya masyarakat mendorong kemandirian fiskal Kabupaten Bekasi akan melemah.

“Kalau benar ingin Bekasi mandiri secara keuangan, DPRD harus berdiri di depan memastikan potensi PAD tergali maksimal. Jangan hanya lantang di forum paripurna, tapi di lapangan malah kompromi,” tambahnya.

Sebagai pengamat kebijakan publik, Zuli Zulkipli, S.H menilai DPRD masih memiliki kesempatan memperbaiki sikap. Ia mendorong adanya transparansi, evaluasi menyeluruh, dan audit terbuka terhadap dinas-dinas penghasil PAD.

“Publik butuh bukti nyata, bukan sekadar wacana. DPRD jangan bermain dua kaki, karena rakyat bisa menilai siapa yang benar-benar berpihak pada kepentingan daerah,” pungkasnya.

Penulis: Haris Pranatha

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

PEKANBARU || jejak-indonesia.id - Kapolda riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi' meluncurkan satuan pelayanan pemenuhan gizi ( SPPG ) Yayasan Kemala Bhayangkara di Mako Brimob Polda Riau, Rabu (1/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gadai, serta Ketua Pelaksana Yayasan Kemala Bhayangkara Cabang Satuan Brimob Polda Riau, Ibu Eka Puja Wibawa, dan para PJU Polda Riau.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, serta perwakilan dari sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat seperti TK Kemala Bhayangkara dan SD Negeri di Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program ini yang menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi anak-anak di daerah.

“SPPG ini merupakan terobosan pemerintah dan yayasan dalam menyediakan makan bergizi gratis, sebagai investasi masa depan untuk mencetak generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media dalam mendukung suksesnya program ini.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun karakter anak-anak agar mereka dapat berpikir kritis, mengeluarkan gagasan dengan etika, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan,” tambahnya.

SPPG ini sudah berjalan di beberapa titik strategis, seperti di Kecamatan Payung Sekaki, Pelalawan, dan kini di Brimob, dengan rencana pengoperasian berikutnya di Kabupaten Siak.

Program ini menjadi harapan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui asupan gizi yang cukup dan berkualitas.

Program ini sejalan dengan visi Presiden RI dalam menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas, sehat, dan mampu bersaing di kancah internasional.

"Dengan pemenuhan gizi yang optimal, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal, membawa bangsa ini menuju peradaban intelektual yang lebih maju", tegas Irjen Herry.

Sementara itu Presiden Akal Sehat Rocky Gerung memaparkan Polda Riau telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memastikan keamanan gizi bagi anak-anak sekolah.

"Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal pendanaan, melainkan soal etika dan perhatian terhadap detail", ujar nya.

Seperti yang diajarkan oleh Ibu Ketua Bhayangkari, Ibu Tina, bahwa racun bukan berasal dari bumi, melainkan dari kesalahan dalam pengelolaan dapur.

"Maka, kepastian gizi adalah hasil dari sikap etis mereka yang terlibat dalam pengelolaan program ini",tambahnya.

Terima kasih kepada Bapak Kapolda yang telah mengajak saya melihat langsung bagaimana efektivitas itu lahir dari rutinitas yang konsisten dan bertanggung jawab.

"Setiap jejak bahan pangan diuji secara klinis dan dikelola secara etis. Ini adalah pelajaran penting bagi kita semua."tutup Rocky Gerung.

Libatkan 256 Personel Gabungan, Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV

POSO || jejak-indonesia.id - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah terus berlanjut. Polda Sulawesi Tengah kembali memperpanjang pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Madago Raya 2025 Tahap IV.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJKO) melalui Kaops Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar mengatakan Operasi ini berlangsung selama 92 hari kedepan, terhitung mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.

Operasi Madago Raya Tahap IV masih melibatkan personel TNI Polri serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan program Deradikalisasi di wilayah hukum Sulawesi Tengah.

"Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam operasi madago raya tahap IV dengan rincian 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri," kata Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Rabu (1/10/2025).

Operasi ini, lanjut Kombes Heni menjelaskan akan difokuskan pada upaya Deradikalisasi dan kontra radikalisasi untuk memelihara keamanan yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, serta didukung langkah kepolisian lainnya.

"Upaya Deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini untuk mewujudkan situasi yang aman, damai dan kondusif di tiga wilayah operasi yaitu Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Tojo Una-una," jelasnya.

Kaops Madago Raya, Kombes Heni Agus Sunandar juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan para tokoh untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.

“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi ini,” pungkasnya.

error: Content is protected !!