Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Meski Aceh Dilanda Padam Listrik, Safari Magrib Rabu Berkah Polres Bener Meriah & IAIN Takengon Tetap Khidmat

ACEH || jejakindonesia.id – Meski Aceh dilanda padam listrik pada Rabu malam (1/10/2025), semangat kebersamaan dan ibadah tidak surut. Polres Bener Meriah bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon tetap menggelar Safari Magrib bertajuk Rabu Berkah (Mubarokah) di Masjid Baitul Mustaqim, Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam.

Dalam suasana minim cahaya, kegiatan berlangsung penuh khidmat dengan kehadiran ratusan jemaah yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB ini dihadiri Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Rektor IAIN Takengon Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL., Kabag SDM Polres Bener Meriah AKP Yulizan, para pejabat utama Polres, Kapolsek Wih Pesam Iptu Zahrul, dosen IAIN Takengon, pengurus masjid, serta ratusan jemaah setempat.

Bedel Jamur Ujung, Teguh, yang juga menjabat sebagai Sekcam Wih Pesam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres dan Rektor IAIN Takengon. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus memberi pencerahan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag SDM Polres Bener Meriah memberikan himbauan kamtibmas, khususnya terkait bahaya narkoba yang menjadi kasus tertinggi di wilayah maupun secara nasional. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi dan membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Dr. Ramsah Ali, M.A., dari IAIN Takengon, menyampaikan tausiah tentang bahaya dekadensi moral dalam kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya pendidikan nilai, penguatan komunitas, serta penanaman karakter sejak dini sebagai solusi menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan Safari Magrib Rabu Berkah (Mubarokah) berakhir pada pukul 20.00 WIB dalam suasana penuh khidmat, aman, dan lancar.

259 Ribu Warga Telah Mendaftar Perlinsos, Mensos: Tidak Salah Kami Pilih Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Setelah ditetapkan sebagai daerah satu-satunya pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah pusat, Banyuwangi telah melakukan uji coba pendaftaran bansos sejak 18 September 2025. Selama dua pekan, warga yang mendaftar bansos melalui portal perlindungan sosial (Perlinsos) telah mencapai 259 ribu. Capaian ini mendapat apresiasi pemerintah pusat.

"Kami sudah melihat sendiri bagaimana progresnya. Sudah lancar, lebih dari target progres yang ditetapkan. Tidak salah kami pilih Banyuwangi sebagai pilot project. Selain karena insfrastruktur digitalisasinya sudah memadai, pemerintahannya terbiasa dengan sistem digital," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Banyuwangi bersama lintas Kementerian dan 20 lembaga negara, Kamis (2/10/2025).

Digitalisasi bansos merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, agar penyalurannya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Selain Mensos, hadir pula Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Luhut B Panjaitan, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wamen PANRB Purwadi Arianto, Wamen Bappenas Febrian A Ruddyard, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta perwakilan 20 lembaga negara lainnya.

Kedatangan rombongan tersebut ke Banyuwangi untuk mematangkan program bansos digital. Mereka juga sempat menilik proses pendaftaran program tersebut di Dusun Suko Sumbermanis, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul juga mengapresiasi upaya Pemkab Banyuwangi, yang turut menjadikan Aparatur Sipil Negara, Kepala OPD, Lurah, operator desa, Kepala Desa, hingga Dasawisma menjadi agen Perlinsos untuk memperluas jangkauan pendaftaran masyarakat yang membutuhkan.

Hasilnya warga Banyuwangi yang telah mendaftar program bansos digital sebanyak 259 ribu orang, baik yang mendaftar secara mandiri maupun melalui agen Perlinsos.

Selanjutnya pemerintah pusat akan mengolah data yang telah hasil pendaftaran. Hasil pengolahan data akan dijadikan pijakan dalam penyerahan bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun depan.

Hasil dari proses uji coba di Banyuwang ini, akan dievaluasi dan direplikasi ke seluruh wilayah di Indonesia.

"Kami uji coba di sana (Desa Gombengsari), orang daftar sebentar langsung bisa masuk. Dua menit prosesnya selesai," kata Gus Ipul.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. "Kami berkomitmen untuk menyukseskan setiap program prioritas pemerintah pusat, termasuk pelaksanaan bansos digital," kata Ipuk.

Ipuk menyebut apabila program bansos digital ini berhasil, masyarakat akan sangat diuntungkan.

"Karena bansos ini akan lebih tepat sasaran dan ankutabilitasnya juga terjaga," ucapnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan Banyuwangi adalah pilihan tepat untuk piloting perlinsos digitalisasi karena komitmen tinggi dari pemimpinnya.

"Dan karena ini bisa dipastikan Insyaallah berhasil maka bisa menginspirasi daerah lain. Kami berharap Ibu Bupati berbagi pengalaman ke daerah, nanti kami undang ke Kemendagri. Berbagi pengalaman dan tantangannya," kata Bima Arya.

Wamen PANRB Purwadi Arianto menambahkan, Kementrian PAN-RB berusaha mengkolaborasikan peran masing-masing kementerian, lembaga, dan daerah dalam rangka satu data untuk aplikasi transformasi digital, khususnya agar bantuan tepat sasaran.

Dengan program ini, para penerima bansos dapat dipertanggungjawabkan dengan metode-metode digital dan ilmiah.

Selanjutnya data-data tersebut dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional DTSEN).

"Program ini adalah sangat penting karena dalam rangka kami memodernisasi pemutahiran dan juga pengelolaan DTSEN," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Polres Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rembang

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polres Pasuruan Polda Jatim menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Dusun Krajan, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Selasa (30/9/2025).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap warga yang terdampak musibah.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kasat Samapta Polres Pasuruan AKP Rudi Santosa bersama Kapolsek Rembang AKP Mulyono kepada korban, Hari Cahyono (30), warga setempat yang rumahnya dilalap api sehari sebelumnya dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp 25 juta.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga ikut serta membantu masyarakat yang terkena bencana.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami saudara kita di Rembang. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban dan keluarga," kata AKBP Dani.

Ia menegaskan Polres Pasuruan berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun ketika ada bencana.

Sementara itu, korban kebakaran, Hari Cahyono, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Polres Pasuruan.

“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang sudah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk bisa bangkit kembali setelah rumah habis terbakar,” ungkapnya.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB itu diduga dipicu konsleting listrik dari atap ruang tamu.

Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Pasuruan tiba di lokasi dibantu warga sekitar.

Polda Papua Amankan Warga Negara PNG Kepemilikan 21 Kg Ganja

JAYAPURA || jejakindonesia.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua menggelar press release terkait pengungkapan kasus peredaran narkotika lintas negara dengan tersangka seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Papua New Guinea (PNG) yang ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis ganja seberat 21.313,82 gram, Rabu (01/10/25).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ditresnarkoba Polda Papua Lama dipimpin oleh Ps. Kasubbid 3 Ditresnarkoba Polda Papua, AKP Agus Kuswanto, S.H., M.H., serta dihadiri oleh personel media dan jajaran kepolisian.

Dalam pemaparannya, AKP Agus Kuswanto menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai maraknya peredaran ganja di seputaran Distrik Jayapura Selatan.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit III Ditresnarkoba melakukan penyelidikan dan pada Senin pagi sekitar pukul 08.40 WIT, tim melihat dua orang pengendara sepeda motor yang mencurigakan di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan. Saat hendak diamankan, salah satu pelaku melarikan diri, sementara seorang lainnya berhasil ditangkap dengan identitas M.A., WNA asal PNG. Dari tangan pelaku ditemukan satu tas berisi ganja seberat 5 kilogram yang rencananya akan ditukar dengan sepeda motor,” ujar AKP Agus.

Pengembangan kemudian dilakukan ke tempat kos rekan pelaku berinisial J. yang berhasil melarikan diri. Di lokasi tersebut, petugas menemukan puluhan kilogram ganja yang tersimpan dalam beberapa tas dan karung, termasuk ratusan plastik bening ukuran 1 kilogram yang diduga kuat digunakan untuk mengemas ganja. Total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 21,3 kilogram ganja kering yang tersimpan dalam tas, karung, serta kemasan plastik.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka bersama sebelas orang lainnya masuk ke Jayapura menggunakan speed boat dari PNG dan bersandar di Pelabuhan Pasar Inpres Dok IX. Sebagian barang bukti ganja kemudian dibawa menggunakan sepeda motor ke tempat kos untuk diedarkan. Saat dilakukan pengembangan ke rumah salah satu rekan tersangka di Pasar Inpres, tiga orang diduga jaringan pelaku berhasil melarikan diri ke tengah laut menggunakan speed boat.

Tersangka M.A., laki-laki berusia 23 tahun asal Wewak, Papua New Guinea, saat ini telah diamankan bersama barang bukti di Mapolda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

AKP Agus Kuswanto menegaskan bahwa Polda Papua akan terus memperketat pengawasan jalur laut maupun darat yang rawan dimanfaatkan sindikat narkotika lintas negara.

“Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa jalur perbatasan Papua kerap digunakan sebagai pintu masuk narkotika. Kami akan terus meningkatkan patroli, pengawasan, dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memutus peredaran narkotika di tanah Papua,” tegasnya.

Polda Papua Terima Kunjungan Kerja Kompolnas, Bahas Kesiapan Personel dan Sarpras

JAYAPURA || jejakindonesia.id – Polda Papua menerima kunjungan kerja Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam rangka pengumpulan data (Puldata) terkait sumber daya manusia (SDM), sarana-prasarana (Sarpras), dan anggaran di wilayah hukum Polda Papua. Kegiatan berlangsung di Aula Rupatama Polda Papua, pada Rabu (01/10/25).

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi dan komunikasi terbuka dalam forum ini. Menurutnya, diskusi interaktif dengan Kompolnas diharapkan mampu memberikan masukan berharga untuk mendukung optimalisasi kinerja Polda Papua.

“Diskusi interaksi secara aktif sangat diharapkan, terutama berkaitan dengan tiga persoalan utama yaitu anggaran, personel, dan logistik, karena ini merupakan tulang punggung pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Kapolda Papua.

Ketua Tim Kompolnas, Mochammad Choirul Anam, S.H., menegaskan bahwa kondisi Papua memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain. Ia menyoroti perlunya sarana-prasarana yang sesuai dengan tantangan geografis serta dinamika keamanan yang lebih kompleks.

“Ekosistem keamanan di Papua memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya, akses komunikasi di daerah pegunungan yang masih berat. Hal-hal semacam ini harus menjadi perhatian agar kebutuhan sarana dan logistik di Papua betul-betul sesuai dengan realitas lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., turut memberikan penjelasan terkait dinamika pemisahan Polda Papua dengan Polda Papua Tengah yang masih dalam proses. Ia menyebutkan bahwa sudah ada 18 satker dengan kode tersendiri, meski masih terdapat beberapa kendala teknis dalam peralihan tersebut.

Kegiatan kunjungan kerja ini juga dihadiri Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos., S.I.K., M.H., serta para Pejabat Utama Polda Papua. Dari Kompolnas hadir Ketua Tim Mochammad Choirul Anam bersama tim pendamping.

Secara umum, kunjungan kerja ini berjalan lancar dengan diskusi konstruktif yang diharapkan dapat memperkuat kinerja kepolisian di Papua, khususnya dalam penataan SDM, penguatan sarana-prasarana, dan pengelolaan anggaran agar lebih efektif serta sesuai kebutuhan lapangan.

error: Content is protected !!