Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Polda Jatim Tegaskan Proses Hukum Kasus Robohnya Ponpes Setelah Proses Identifikasi Jenazah Selesai

SURABAYA || jejakindonesia.id - Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti proses penegakan hukum terkait peristiwa robohnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Insiden itu terjadi pada 29 September 2025.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan pihaknya akan mengambil langkah hukum sesuai prosedur.

“Perlu saya tegaskan kembali bahwa Polda Jawa Timur sejauh ini telah menyampaikan pernyataan resmi dari Bapak Kapolda bahwa proses hukum akan kami lakukan," jelas Kabid Humas, Rabu (8/10/2025).

"Tentu kita akan melakukan tindakan-tindakan di awal proses, mulai dari penyelidikan hingga nanti ditingkatkan ke tahap penyidikan,” lanjutnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa saat ini fokus utama Polda Jawa Timur bersama tim DVI adalah menyelesaikan proses identifikasi seluruh jenazah korban.

Proses ini memerlukan ketelitian agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan kemanusiaan.

“Proses identifikasi dari tim DVI masih terus dilakukan. Untuk keluarga korban yang sedang berduka, kami mohon agar kita semua berempati. Biarkan seluruh proses ini berjalan sebagaimana mestinya. Percayalah, kami akan melakukan proses ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Kabid Humas.

Berdasarkan laporan resmi dari Basarnas, kata Kabid Humas, proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian telah dinyatakan berakhir. Namun, tahap identifikasi oleh tim DVI masih berlangsung di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya.

“Artinya, di lokasi bencana sudah tidak ada lagi kegiatan pencarian. Namun proses identifikasi jenazah korban belum berakhir. Kami mohon rekan-rekan media dan masyarakat bersabar,” ujar Kabid Humas.

Dalam proses pembersihan dan penanganan pascakejadian, Polda Jawa Timur melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Reserse, Sabhara, Brimob, hingga tim teknis lain yang membantu mengangkat material bangunan di lokasi kejadian.

“Kami mohon waktu karena tim DVI masih bekerja. Setelah seluruh jenazah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, barulah kami akan melangkah ke tahap selanjutnya,” pungkas Kabid Humas.

Wapres Pimpin Tanam Jagung Serentak Kuartal IV Polri, Komitmen Dukung Swasembada Pangan

BANTEN || jejakindonesia.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin penanaman jagung serentak kuartal IV Polri dalam rangka mendukung swasembada pangan di Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025).

Dalam kegiatan ini, Wapres juga didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penanaman jagung merupakan komitmen Polri sejak awal mendukung program swasembada pangan.

"Polri terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan dukungan penuh dari berbagai Kementerian/Lembaga, Instansi Pemerintah, para stakeholder terkait serta seluruh elemen masyarakat," kata Sigit dalam sambutannya.

Menurut Sigit, dengan adanya kolaborasi tersebut, potensi lahan dari program ketahanan pangan Polri telah mencapai 1,19 juta hektar, yang terdiri atas 881.743 hektar lahan binaan Polri dan 313.941 hektar Lahan Baku Sawah.

"Dari total luasan tersebut, 554.105 hektar telah ditanami jagung yang terdiri dari 484.771 hektar lahan binaan Polri dan 69.334 hektar lahan baku sawah," ujar Sigit.

Pada lahan yang telah ditanam selama periode Januari sampai dengan September 2025, dihasilkan 2,83 juta ton jagung yang terdiri atas panen kuartal I sebesar 193.333 ton dari lahan seluas 16.656 hektar.

Panen Kuartal II meningkat signifikan dengan capaian 1,89 juta ton dari 343.363 hektar lahan, dan kuartal III sebesar 751.442 ton dari 166.512 hektar lahan.

"Tentunya, capaian ini turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi jagung nasional periode Januari sampai Agustus 2025, yang mencapai 11,42 juta ton. Produksi tersebut meningkat 1,39 juta ton, atau 13,95% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yaitu sebesar 10,03 juta ton," tutup Sigit.

Implementasi Asta Cita Presiden; Polresta Banyuwangi Tanam Jagung Serentak Kuartal IV 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Wujud dukungan itu ditunjukkan melalui kegiatan penanaman jagung serentak yang digelar di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, pada Rabu (8/10/2025) pagi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.,bersama Wakil Bupati Ir. H. Mujiono,M.Si, Stake Holder terkait, pejabat utama Polresta, Forkopimka Sobo, Dinas Pertanian, mahasiswa, serta kelompok tani Sumbersari. langsung ke area persawahan untuk memimpin kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman jagung hibrida di atas lahan seluas 43.125 hektare yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi. Untuk wilayah Kecamatan Banyuwangi sendiri, penanaman dilakukan di lahan seluas 2 hektare di Kelurahan Sobo.

Kapolresta Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional, tetapi juga upaya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu kesejahteraan masyarakat. Program ketahanan pangan ini adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan di daerah,” ujar Kombes Pol Rama.

Melalui gerakan ini, Polresta Banyuwangi berharap produksi jagung nasional terus meningkat dan mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.

Patroli Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Gagalkan Pengiriman Ribuan Botol Arak di Jalur Banyuwangi–Jember

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Tim Patroli Perintis Presisi Polresta Banyuwangi kembali menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.

Pada saat melaksanakan patroli di Jalan Raya Banyuwangi–Jember, Kecamatan Kabat, tepatnya didepan RTH Kedayunan petugas berhasil menggagalkan pengiriman minuman keras jenis arak yang akan didistribusikan ke luar kota, Rabu pagi (08/10/2025).

Kendaraan yang diamankan berupa truk Colt Diesel berwarna merah dengan nomor polisi N-8653-UG. Truk tersebut dikemudikan oleh TAS (26), warga Dusun Krajan, Gedangan, Kabupaten Malang.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui truk tersebut membawa 36 karton arak, dengan setiap karton berisi 50 botol, sehingga total mencapai 1.800 botol minuman keras.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menjelaskan, penindakan ini berawal dari patroli Perintis Presisi Polresta Banyuwangi yang digelar pada jam rawan. Petugas mencurigai kendaraan yang melintas, kemudian melakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ribuan botol arak tanpa dokumen resmi. Sopir bersama barang bukti langsung diamankan,” ujarnya.

“Keberhasilan anggota di lapangan ini merupakan wujud nyata dari upaya Polresta Banyuwangi dalam menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif. Peredaran minuman keras ilegal seperti arak dapat menimbulkan gangguan ketertiban dan berpotensi memicu tindak kriminal,” ungkap Kombes Pol. Rama.

Untuk saat ini petugas mengamankan sopir beserta barang bukti dan membawa kendaraan ke Mapolresta Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Jelang Lengser, Jean Calvin Simanjuntak ‘Pamer’ Tangkapan, Parahnya Humas Poldasu Diskriminasi Wartawan

MEDAN || jejakindonesia.id — Entah apa sebab, Direktorat Reserse Narkoba Poldasu dibawah pimpinan Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak selalu saja memperlihatkan keberhasilan yang sudah - sudah. Meskipun telah beberapa kali di ekspose, Tapi entah mengapa Calvin Simanjuntak selalu saja memajangkan barang bukti narkiba jenis sabu dan obat - obatan terlarang hasil tangkapan yang lalu - lalu untuk terus dipublikasikan.

Aksi pamer tangkapan itu terlihat hari Selasa, 07/10/2025 kemarin di Markas Kepolisian daerah Sumateta Utara. Hari itu, Jabatan Jean Calvin Simanjuntak sebagai Direktur Reserse Narkoba Poldasu jelang lengser diserahterimakan kepada Kombes Pol Andy Arisandi sebelumnya menjabat sebagai penata kebijakkan Kapolri Madya Tigkat III Staf Ahli Kapolri.

"Ini pengganti saya, Beliau senior saya, Selamat berkarya," kata Jean Calvin Simanjuntak sore itu usai memamerkan tangkapan narkoba dan tersangka.

Namun parahnya, Pihak Humas Poldasu terkesan mendiskriminasi wartawan yang bertugas meliput di markas kepolisian daerah Sumatera Utara. Kasubbid Penmas, AKBP Siti Rohani Tampubolon malah heran dan terkesan alergi dengan ramainya wartawan yang datang ke markas Direktorat Reserse Narkoba Poldasu sore itu.

"Kenapa Kalian Datang, Kan Tidak diundang," demikian ucap Siti Rohani Tampubolon dengan sombongnya kepada beberapa wartawati dan wartawan yang datang di acara tersebut ditirukan salah seorang wartawati.

"Ya Bang, Aneh juga kami melihat Bu Siti itu. Kok kayak gitu dia," ucap beberapa orang Wartawan kepada awak media di Mapoldasu.

Usai memamerkan tangkapan yang lalu - lalu, Pihak Direktorat reserse narkoba Poldasu lalu makan dan minum bersama. (Tim)

error: Content is protected !!