Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Silaturahmi Ditresnarkoba, Humas dan Wartawan Makan Bersama

MEDAN || jejakindonesia.id - Kekompakan Wartawan, Bid Humas dan Ditnarkoba Polda Sumut terjalin dengan baik. Hal itu terlihat usai Konferensi pers Ditnarkoba puluhan wartawan Makan bersama di gedung Ditresnarkoba, (8/10/2025).

Dirresnarkoba Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan kesediaan para wartawan media cetak, elektronik dan online yang selalu menjalin silaturahmi dengan Polda Sumut. Makan bersama ini adalah momen kekompakan kita.

“ Kawan-kawan media yang bertugas di Polda Sumut ini bukan hanya hebat menulis. Tapi selalu menjaga silaturahmi. Terimakasih,"ujar Calvjin.

Calvijn menuturkan wartawan adalah mitra Strategis Polri.
Hubungan baik kita akan selalu terjaga,"Tandasnya.

Dalam suasana yang penuh keakraban itu, Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan juga berterimakasih kepada wartawan karena bisa kompak dan hadir.
Silaturahmi yang selama ini terjalin baik semoga terus berlangsung.
Kekompakan wartawan dan Polisi semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

"Ayo Kawan-kawan kita makan bersama. Silahkan Dinikmati Makanannya,"ujar Ferry.

Para wartawan yang hadir dalam acara tersebut mengaku senang dan merasa dihargai oleh pihak kepolisian.

“Terima kasih kepada Ditresnarkoba yang telah mengadakan acara makan bersama ini. Kami merasa bagian dari Polda Sumut,"ucap rekan media, Gibson.

Antisipasi Banjir, Pemkab Banyuwangi Normalisasi Dam Garit Alas Malang

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Antisipasi banjir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan normalisasi di Dam Garit, Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh.

Timbunan material setinggi sekitar tiga meter di dasar bendungan dikeruk menggunakan alat berat. Normalisasi ini telah dilakukan sejak 2 Oktober dan ditargetkan rampung dalam waktu sepuluh hari kerja.

Plt. Kadis PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby mengatakan, luapan air sungai karena intensitas hujan cukup tinggi yang terjadi pada Juni lalu di Alas Malang, menyebabkan penumpukan sedimentasi di kawasan bendungan.

Volume endapan material yang terbawa aliran sungai bahkan mencapai sekitar 8.268 meter kubik.

“Dari pengalaman sebelumnya, luapan air disebabkan karena tersumbatnya jembatan di kawasan bendungan. Makanya kita lakukan normalisasi, supaya sungai memiliki daya tampung yang cukup sebelum air masuk ke jembatan,” kata Riza, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, normalisasi dilakukan sebagai respon atas permintaan warga setempat. Terlebih sebentar lagi akan memasuki musim penghujan.

“Normalisasi ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan banjir, sesuai harapan warga,” sambungnya.

Selain itu, Riza menjelaskan bahwa Dam Garit berfungsi mengairi sekitar 475 hektare sawah yang tersebar di enam desa.

Karena itu, pembersihan dilakukan secara intensif agar aliran air yang mengalir ke petak sawah para petani kembali normal.

“Normalisasi ini sudah menjadi kegiatan rutin kami, tidak hanya di Dam Garit, tapi saluran lainnya yang membutuhkan penanganan berkala,” ucapnya.

Gugatan Praperadilan Penetapan Tersangka Penadah TBS Kelapa Sawit Hasil Pencurian di Wilayah Kotim Ditolak

Palangka Raya || jejak-indonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan oleh tersangka Baharudin sebagai pemohon, dalam perkara Nomor: 05/Pid.Pra/2025/PN Spt. dengan termohon Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Cq. Kasatreskrim Polres Kotim AKP Iyudi Hartanto.

Dalam putusan sidang praperadilan ini berlangsung, di Pengadilan Negeri (PN) Sampit, pada Selasa (7/10/2025) pukul 15.50 WIB.

Hasil putusan sidang yang mana dalam amar putusan, hakim telah mempertimbangkan jawaban Kuasa termohon sehingga memutuskan permohonan praperadilan Pemohon di tolak seluruhnya, sehingga proses penyidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Kotim, sudah sesuai dengan KUHAP dan putusan MK no. 21/PUU-/XII/2014, khususnya dalam hal penetapan tersangka telah diperoleh minimal dua alat bukti yang sah.

"Oleh sebab itu, Hakim menyatakan bahwa permohonan praperadilan dinyatakan di tolak karena termohon berhasil membantah dalil-dalil pemohon dengan jawaban yang di dukung bukti surat, sehingga menurut pertimbangan Hakim dinyatakan bahwa penetapan tersangka atas diri pemohon sudah sah secara hukum," ungkap Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. dalam keterangan resminya, Rabu (8/10/2025) siang.

Kabidhumas menyampaikan, gugatan praperadilan yang diajukan oleh pemohon yaitu terkait objek praperadilan tidak sahnya penetapan tersangka dalam dugaan tindak pidana pembelian ilegal atau penadah tandan buah segar kelapa sawit hasil pencurian di wilayah hukum Polres Kotim.

"Sebagaimana dimaksud, bahwa dalam gugatan praperadilan ini, termohon diwakili Bidang Hukum Polda Kalteng sebagai kuasa hukum termohon, terdiri dari Kompol A. Mustofa N. S.H., M.AB. Iptu Agus S. Ipda Nopiana P. ,serta ketiga personel Bidkum lainnya," terangnya.

"Sementara dari pihak pemohon dihadiri oleh Penasehat Hukum Ida Rosiana Elisya," sambung Erlan.

Sementara itu, Kabidkum Polda Kalteng Kombes Pol Rony Yulianto, S.H,.S.IK,. menegaskan bahwa permohonan praperadilan yang di ajukan oleh pemohon ditolak seluruhnya atas pertimbangan Hakim tunggal berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang diperoleh dalam persidangan.

"Dengan sudah di tolaknya permohonan praperadilan tersebut oleh Hakim, merupakan bukti bahwa anggota telah bertindak secara profesional dan sesuai prosedural," tegas Kabidkum.

Kapolda Metro Jaya Laksanakan Kunjungan Silaturahmi ke Kantor PWNU DKI Jakarta

JAKARTA || jejak-indonesia.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (7/10/2025) sore.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antara Polri dan para alim ulama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan masyarakat di Ibu Kota.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dirintelkam Kombes Pol Miko Indrayana, Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Harri Muharram Firmansyah, serta Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa sinergi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) khususnya Nahdlatul Ulama (NU) adalah sebuah kewajiban.

"Sinergi dengan Ormas harus tetap terjalin. Polda Metro Jaya punya agenda besar untuk Jaga Jakarta, dan dalam agenda itu peran serta masyarakat melalui organisasi yang telah mapan seperti NU, sangatlah penting," ujarnya.

Sementara itu, Kiai Samsul berharap langkah ini dapat mempermudah penanganan dan berbagai persoalan di akar rumput sehingga dapat menciptakan keamanan yang lebih partisipatif.

"Kami mengapresiasi langkah baik ini. Untuk memperkuat pondasi di lapangan, kami menyarankan agar Polda Metro Jaya dapat memerintahkan jajarannya di tingkat Polres dan Polsek untuk juga berkoordinasi secara intens dengan pengurus NU di tingkat kota dan kecamatan," tutur Kiai Samsul.

"Saya berharap, kolaborasi antara Polda Metro Jaya dan PWNU DKI Jakarta dapat menjadi pondasi yang kokoh untuk menciptakan Jakarta yang aman, tertib dan damai," tambah kiai Samsul

Polda Sulteng Libatkan Kelompok Tani Tanam Jagung Kuartal IV di lahan 1.864,50 hektare

PALU || jejak-indonesia.id – Langkah nyata Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Operasional Gudang Penyimpanan Jagung Slog Polri, Rabu (8/10/2025).

Penanaman jagung kuartal IV secara nasional dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, didampingi Menko Pangan Dr. Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariadi.

Turut hadir Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, dan Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.

Di lokasi Sulawesi Tengah, Kapolda Irjen Pol Dr. Agus Nugroho hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra, Irwasda, serta Pejabat Utama Polda Sulteng. Sementara para Kapolres mengikuti kegiatan secara serentak di lokasi penanaman masing-masing bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus wujud nyata komitmen Polri mendukung kesejahteraan petani melalui optimalisasi lahan pertanian di berbagai daerah.

Pada pelaksanaan kuartal IV tahun ini, lanjut Irjen Agus Nugroho menyebut Polda Sulteng menargetkan lahan seluas 1.864,50 hektare dengan produktivitas rata-rata 4 ton per hektare, sehingga hasil panen diperkirakan mencapai 7.458 ton dalam waktu sekitar 90 hari ke depan. Seluruh kegiatan penanaman dilakukan serentak oleh jajaran Polres dan TNI di berbagai titik lahan pertanian.

Sebelumnya, pada kuartal I hingga III tahun 2025, Polda Sulteng bersama jajaran telah menggarap lahan seluas 1.960,81 hektare dengan total hasil panen 7.698,08 ton.

"Jika digabungkan dengan kuartal IV, maka total keseluruhan lahan yang telah ditanami jagung mencapai 3.825,31 hektare di wilayah Sulawesi Tengah," jelas Kapolda Sulteng.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sulteng menggandeng 1.120 kelompok tani dengan total anggota 16.464 orang. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat petani menjadi kekuatan utama dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

Kapolda Sulteng menambahkan, untuk memperlancar proses penanaman, Polda Sulteng juga menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang terdiri dari 1 tractor, 125 hand tractor, 93 alat tanam jagung, serta 24 unit perontok jagung. Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses olah lahan hingga panen.

Kapolda Sulteng menegaskan bahwa Polri akan berkomitmen untuk senantiasa berperan aktif dalam membina, mengawasi dan menyukseskan program Asta Cita Ketahanan Pangan.

“Kami percaya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani akan membawa dampak besar dalam memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

error: Content is protected !!