Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Polres Tuban Amankan dan Beri Pembinaan 38 Oknum Pesilat Konvoi di Jalan Raya

TUBAN || jejakindonesia.id - Kepolisian Resor Tuban Polda Jawa Timur mengamankan puluhan pemuda yang melakukan aksi konvoi di wilayah Kabupaten Tuban pada Minggu (21/09/2025).

Sebanyak 39 orang ini diamankan jajaran Satreskrim Polres Tuban Polda Jatim setelah Polisi mendapat laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya konvoi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Kapolres Tuban AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan dari 39 orang yang diamankan, 26 orang diantaranya masih dibawah umur.

"Kami amankan juga 18 unit sepeda motor dan 38 unit handphone" ucap AKP Dimas,Senin (22/8/25).

Menurut AKP Dimas dari puluhan orang yang diamankan mereka mengaku anggota dari perguruan silat Pagar Nusa yang berasal dari wilayah kabupaten Rembang, Bojonegoro, Nganjuk dan Lamongan.

"Mereka mengaku akan melakukan pertemuan darat di wilayah pantai Cemara kecamatan Jenu," terang AKP Dimas.

Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya senjata tajam maupun benda terlarang lainnya.

Namun untuk menghindari adanya potensi gesekan dengan kelompok perguruan silat lain maupun dengan masyarakat sejumlah atribut yang digunakan amankan Polisi.

"Karena konvoi menggunakan atribut tidak hanya bisa jadi pelaku tapi juga berpotensi jadi korban kejahatan," tutur Kasat Reskrim.

Untuk saat ini 39 orang yang diamankan akan di data dan dilakukan pembinaan selanjutnya akan dikembalikan kepada orangtuanya.

Menurut Kasat Reskrim hingga saat diamankan belum ada laporan kerusakan ditimbulkan yang diterima Polisi akibat aksi konvoi ini.

"Sementara ini hanya melakukan konvoi, namun banyak laporan dari masyarakat melalui call center 110" imbuhnya.

Seluruh kendaraan yang diamankan akan dilakukan penindakan berupa Tilang dan bilamana pemilik akan mengambil kendaraannya harus membawa kelengkapan surat-surat.

Dalam kesempatan itu AKP Dimas Robin mengimbau kepada seluruh anggota perguruan silat untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang memperlihatkan atribut-atribut komunitas tertentu karena rawan terjadinya gesekan.

"Banyak tindak pidana maupun gesekan terjadi akibat ketersinggungan antar komunitas perguruan silat," tutupnya.

Untuk menjaga situasi Kamtibmas di kabupaten Tuban agar tetap kondusif, Polres Tuban Polda Jatim secara rutin melaksanakan patroli skala besar gabungan dari seluruh fungsi.

Kirim 5 Atlet di Kejuaraan Tenis Meja Piala Panglima TNI Cup 2025 di Kalbar, Kapolda Kalteng Optimis Raih Hasil Terbaik

PALANGKA RAYA || jejakindonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengirimkan lima atlet terbaiknya dan satu pendamping, terdiri dari personel Polda dan jajaran untuk mengikuti Kejuaraan Tenis Meja Piala Panglima TNI Cup 2025, dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80 yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Tepatnya di Kodam XII Tanjung Pura, pada tanggal 20 hingga 29 September 2025.

Kejuaraan ini menjadi ajang bagi para atlet dari personel Polri, TNI, dan ASN, serta masyarakat umum untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam olahraga tenis meja.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya pada ajang ini menunjukkan bukti dalam memperkuat sinergitas TNI-Polri.

"Dengan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya, Polda Kalteng berharap dapat meraih prestasi membanggakan dan meningkatkan nama baik institusi kepolisian di tingkat nasional," ungkap Kabidhumas, saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2025).

Kombes Erlan menyebut, Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk berkompetisi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam olahraga tenis meja.

Polda Kalteng terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan bakat dan prestasi atlet-atletnya, baik di tingkat regional maupun nasional.

"Dengan demikian, diharapkan para atlet Polda Kalteng dapat terus mengharumkan nama institusi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," demikian Erlan.

Sebagai informasi, dalam kejuaraan kali ini ke lima atlet akan berlaga di empat kelas utama, yaitu Tunggal Putra dan Ganda Kombinasi TNI, Polri dan ASN, serta Tunggal Non PON dan Kombinasi Non PON. (adji)

400 Juta Uang Rakyat Raib: Ketika Meja Negara Disulap Jadi Meja Pesta

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - aroma korupsi kembali tercium menusuk. Ironisnya, kali ini bukan dari proyek besar berlapis beton, bukan pula dari pengadaan barang mewah, melainkan dari kegiatan makan-minum fiktif. Ya, anggaran yang sejatinya diperuntukkan untuk kebutuhan resmi aparatur, justru dijadikan bancakan segelintir oknum.

Saat itu, Kejaksaan Negeri Banyuwangi sudah menetapkan satu orang tersangka, NH, selaku pengguna anggaran di BKPP Banyuwangi tahun anggaran 2021. Dari hasil penyidikan, terbongkar bahwa anggaran ratusan juta rupiah cair untuk kegiatan yang tidak pernah ada. Celakanya, perintah pencairan itu dilakukan dengan penuh kesadaran meski mengetahui kegiatan dimaksud hanyalah "hidangan ilusi".

Publik tentu muak. Bagaimana tidak? Di tengah rakyat kecil berjuang membeli beras dan minyak goreng, ada pejabat yang dengan entengnya "menyantap" uang negara tanpa rasa malu. Rp400 juta rupiah raib, hanya untuk membiayai makan-minum fiktif yang tak pernah terhidang di meja rakyat.

Kasus ini ibarat wajah buram birokrasi: anggaran rakyat diperlakukan seperti pesta, sementara yang dihidangkan bukan nasi dan lauk, melainkan kebohongan dan kejahatan hukum. Bukankah ini pelecehan terhadap nilai integritas dan penghinaan terhadap rakyat yang membayar pajak?

Patut diapresiasi langkah Kejari Banyuwangi yang sigap menindaklanjuti kasus ini. Namun, penetapan satu orang tersangka belum cukup. Korupsi adalah kejahatan berjamaah, dan publik mendesak agar penyidik membongkar seluruh aktor yang ikut berpesta pora. Jangan sampai hanya "koki kecil" yang dikorbankan, sementara "chef besar" tetap bebas berkeliaran.

Di tengah kekecewaan publik ini, Gerakan Buruh Bersama Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) yang diketuai Mohammad Helmi Rosyadi, Rabu, 17 September 2025 sekitar pukul 14.00 WIB turut menyuarakan protes keras. Massa GEBRAK yang berusaha melakukan audiensi ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi justru tidak diterima dengan baik. Hal itu memicu kekecewaan yang kemudian berujung pada ancaman aksi lanjutan.

GEBRAK menegaskan, bila aspirasi rakyat terus diabaikan, mereka siap membuka posko pengawalan kasus korupsi tepat di depan Kantor Kejari Banyuwangi sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap praktik busuk yang merampok hak publik.

Kasus ini harus menjadi peringatan keras bahwa korupsi sekecil apapun adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Jika uang makan-minum saja tega diakali, bagaimana dengan proyek-proyek raksasa lainnya? Jangan-jangan, rakyat Banyuwangi hanya diberi sisa remah-remah, sementara anggarannya habis disantap tanpa rasa bersalah.

Penulis adalah;
Alumni Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan II Tahun 2006 di Universitas Jember (Unej)

Pengukuhan Pengurus Korpri Sub Unit Kodiklatad, Pussenkav, Secapaad, dan Disjarahad: Perkuat Profesionalisme ASN TNI AD

BANDUNG || jejak-indonesia.id – Ketua Dewan Pengurus Korpri (DPK) Unit TNI Angkatan Darat drg. Nora Tristyana, M.A.R.S. secara resmi mengukuhkan kepengurusan Korpri Sub Unit Kodiklatad, Pussenkav, Secapaad, dan Disjarahad dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Bandung, Jumat (19/9/2025).

Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Korpri sebagai wadah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan TNI AD. Dalam sambutannya, Ketua DPK Unit TNI AD menegaskan bahwa keberadaan pengurus Korpri di sub unit merupakan bagian integral dari pembinaan organisasi dan personel yang harus berjalan seiring dengan tugas pokok TNI AD.

“ASN TNI AD merupakan bagian penting dari sistem pertahanan negara. Melalui Korpri, mari kita wujudkan pengabdian terbaik dalam mendukung TNI AD untuk menjaga kedaulatan dan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar drg. Nora Tristyana.

Acara ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan bendera pataka Korpri kepada para Ketua Sub Unit yang baru dikukuhkan. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan sinergi antarunit dapat semakin kuat dalam melaksanakan program kerja, baik di bidang pembinaan kedinasan, sosial, maupun kesejahteraan anggota.

Sementara itu, Direktur Umum (Dirum) Kodiklatad Kolonel Arm Saiful Rizal, S.Sos. menyampaikan bahwa Korpri adalah wadah untuk pengembangan diri, peningkatan kualitas, sekaligus pengabdian yang tulus.

“Dengan semangat ini, kita yakin Korpri Sub Unit di lingkungan TNI AD akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.

Merespon harapan-harapan tersebut, Ketua dan pengurus Korpri Sub Unit Kodiklatad, Pussenkav, Secapaad, serta Disjarahad menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah, sekaligus menjadikan organisasi sebagai wadah aspirasi, pemersatu, dan penguat solidaritas ASN di lingkungan TNI AD. *

Sumber: Dispenad

Berbagai Bisnis Kreatif Para Juara Jagoan Banyuwangi yang Angkat Potensi Lokal

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku sangat mengapresiasi betmacam karya kreatif anak-anak muda Banyuwangi peserta Jagoan Banyuwangi 2025. Dan menariknya, tak sedikit dari mereka yang membuat produk inovatif untuk meningkatkan potensi Banyuwangi.

Jagoan Banyuwangi adalah program inkubasi yang rutin digelar pemkab sejak 2018 untuk mendorong jiwa entrepreneur anak-anak mudanya. Sekitar 100 anak muda Banyuwangi yang telah memiliki rintisan usaha berupaya mengembangkan bisnisnya di bawah bimbingan para mentor dan praktisi.

"Saya bangga tiap tahun karya-karya anak muda di program Jagoan Banyuwangi kian kompetitif dan inovatif. Terpenting lagi memberikan manfaat pada dampak positif," kata Bupati Ipuk, Minggu (21/9/2025).

Seperti bisnis yang digeluti Eka Fahmi, yang menjual bibit buah tanaman langka. Dia sempat menunjukkan umbi Yakon.

“Yakon ini punya manfaat besar. Daunnya bisa dibuat teh dan membantu memperbaiki insulin. Daun ini sangat baik untuk penderita diabetes. Harga ubinya juga tinggi kisaran Rp. 200 hingga 300 ribu/kilogram. Ini peluang pasar yang bagus,” kata Eka yang bisnisnya diberi brand Saben Wetan.

Karya lainnya milik Wahyu Fatimatul yang berhasil menjadi salah satu pemenang Jagoan Bisnis, yang membuat tas cerdas untuk anak-anak sekolah.

Tas buatannya tersebut memiliki desain ergonomis dan dilengkapi berbagai perlengkapan pendukung. Di antaranya jas hujan, tas bekal, sensor lacak (GPS), playmate, dan lego.

Ide ini muncul saat mengetahui salah satu keponakannya yang duduk di bangku SD mengalami skoliosis (kelainan pada tulang belakang), karena sering membawa tas terlalu berat.

“Selain sensor berat, nanti juga kita lengkapi dengan troli, sehingga saat bebannya berlebih, bisa ditarik agar tidak membebani tulang belakang,” urainya.

Ada juga yang membuat aplikasi smart precision farming berbasis internet of Things & Flutter, Sitanam, yang dibangun oleh Alvian Nur Firdaus. Aplikasi ini membantu para petani untuk melakukan pertanian presisi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Cukup satu aplikasi, tapi banyak fungsi. Ini bisa mengetahui banyaknya air hingga menentukan jenis dan kebutuhan pupuk. Sehingga petani bisa memberikan treatment yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tanaman,” urai Alvian.

Ada pula peserta yang jeli melihat peluang usaha baru yakni budidaya kelapa varietas Genjah Entok, yang dikembangkan Afan Kodir.

Begitu pun yang dilakukan Arum, pembuat kue kering glutten free. Dia terinspirasi bagaimana membuat camilan tapi sehat dan memanfaatkan pangan lokal. Dia lalu bereksperimen membuat kue berbahan tepung singkong.

"Inshaallah ini kue "sehat". Pesanan banyak dari luar kota, bahkan luar pulau," kata Arum dengan brand "Lumbung Cookies".

Ipuk menambahkan melalui program ini diharapkan anak-anak muda Banyuwangi mampu scale-up usahanya.

"Saya harap para Jagoan Banyuwangi saling berjejaring, menjalin network. Kami akan selalu mendukung dan memberi ruang kepada mereka khususnya untuk pemasaran produknya," kata Ipuk.

error: Content is protected !!