Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Kapolda Papua Kunjungi Korban Kerusuhan Yalimo di RS. Bhayangkara Jayapura

PAPUA || Jejakindonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jln. Jeruk nipis kelurahan Wahno Distrik Kota baru (Abepura), Kota Jayapura.

Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan moril kepada korban kerusuhan dari Kabupaten Yalimo yang sedang menjalani perawatan medis, Sabtu (20/09).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., didampingi Irwasda Polda Papua KBP Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito S.I.K., M.K.P., Kabiddokes Polda Papua Kombes Pol dr. Bambang Pitoyo Nugroho, serta Karumkit Bhayangkara TK. II Jayapura AKBP dr. Rommy Sebastian, M.Kes., M.H., CPM., QHIA.

Kapolda Papua beserta rombongan meninjau langsung kondisi dua korban yang masih dirawat di RS Bhayangkara, yakni An. Arsyaka Daffa (9) yang dirawat di Ruang Maleo, serta An. Ativah Muthasaddiqah (8) yang masih dalam perawatan intensif di ruang ICU. Keduanya mengalami luka serius akibat insiden tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter.

Dalam kunjungan ini, Kapolda Papua juga menyerahkan bingkisan kepada korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.

“Kami hadir untuk memberikan semangat, doa, dan memastikan penanganan medis berjalan optimal. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujar Kapolda Papua.

Berdasarkan data dari RS Bhayangkara Jayapura, tercatat sebanyak delapan korban dari Yalimo yang terdampak insiden tersebut. Enam di antaranya menjalani rawat jalan, sementara dua korban masih dirawat inap hingga saat ini.

Kehadiran Kapolda Papua beserta jajaran diharapkan mampu memberikan penguatan moril, baik kepada korban maupun keluarga, sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak.

Libatkan Warga Sekitar, Wakapolri Sebut SPPG Polri di Gedawang Sebagai Bukti Kepedulian Polri Pada Masyarakat

SEMARANG ||jejak-indonesia.id - Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meninjau langsung progres pembangunan Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Polri yang berlokasi di Aspol Gedawang, Jalan Empu Sendok Raya, Banyumanik, Kota Semarang, Sabtu (20/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Wakapolri didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Wakapolda Brigjen Pol Latif Usman, para Pejabat Utama Polda Jateng, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi, serta jajaran PJU Polrestabes Semarang.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa SPPG Gedawang akan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah di sekitar lokasi.

“Setiap harinya, SPPG ini mampu memproduksi hingga 4.100 porsi makanan bergizi yang akan didistribusikan kepada 1.840 siswa SD, 1.675 siswa SMP, dan 585 siswa SMA/SMK di wilayah Gedawang dan sekitarnya. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, tetapi juga memperkuat upaya pemerintah dalam penanggulangan stunting secara nasional,” ungkapnya.

Kepala Proyek, Dwi Agung, SPPG Polri Gedawang menjelaskan bahwa dibangun di atas lahan seluas 1.535 m² dengan luas bangunan mencapai 611 m². Proses pembangunannya berlangsung cepat, hanya memakan waktu dua bulan sejak awal Agustus, dan ditargetkan rampung pada akhir September 2025. Dirinya menyebut pembangunannya selama ini telah berjalan sesuai dengan rencana dan diharapkan SPPG ini sudah mulai beroperasi pada awal Oktober mendatang.

“Progres pembangunan sudah hampir selesai, dan kami optimistis SPPG ini dapat segera berproduksi sesuai jadwal,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, SPPG Gedawang tidak hanya mengedepankan kuantitas, tetapi juga kualitas. Hal itu ditegaskan Annisa Shafa, ahli gizi di SPPG Gedawang.

“Sebagai ahli gizi, tugas kami memastikan menu yang disiapkan seimbang, bergizi, dan sesuai standar. Selain itu, kami juga mengawasi sanitasi dan kebersihan mulai dari proses produksi hingga makanan siap didistribusikan. Harapannya, SPPG ini memberi manfaat luas, tidak hanya untuk anak sekolah, tapi juga ibu hamil dan menyusui,” tuturnya.

Selain memberi manfaat kesehatan, SPPG juga membuka lapangan kerja baru. Sebanyak 54 tenaga kerja lokal dari Kelurahan Gedawang dilibatkan sebagai pegawai, mulai dari tenaga produksi, administrasi, hingga distribusi.

Salah satunya adalah Prinawati, warga Gedawang yang kini bertugas sebagai akuntan. Dirinya tertarik menjadi pegawai di SPPG Polri Gedawang usai mendapat informasi pekerjaan ini dari ketua RT dan kelurahan.

"Saya tertarik bergabung karena ingin ikut mendukung program pemerintah memenuhi gizi anak-anak sekolah. Semoga program ini berjalan lancar dan bisa membantu mengentaskan stunting, sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung program-program strategis yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan hadirnya SPPG Polri Gedawang, diharapkan kualitas gizi generasi muda meningkat, masalah stunting dapat ditekan, sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi warga sekitar.

“Keberadaan SPPG ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi Polri dengan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta mendukung program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi generasi mendatang,” tandasnya.

Polres Pasuruan dan PMII Salurkan 6.000 Liter Air Bersih ke Desa Karangjati Lumbang*

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polres Pasuruan Polda Jawa Timur bersama organisasi mahasiswa PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 6.000 liter untuk warga Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan yang terdampak kekeringan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan melalui Kasat Intelkam Polres Pasuruan, AKP Lubis Ibroril Chosam, S.A.P, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polisi bersama mahasiswa terhadap masyarakat.

"Bantuan ini untuk warga yang terdampak krisis air bersih sebagai wujud kepedulian Polisi dan rekan - rekan Mahasiswa kepada masyarakat," kata AKP Lubis, Minggu (21/9).

Selain itu menurut AKP Lubis, penyaluran bantuan air bersih tersebut adalah wujud sinergi antara kepolisian dengan mahasiswa untuk hadir dan membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan sehari-hari, khususnya kekeringan.

Diberitakan sebelumnya, dampak kemarau kali ini sejumlah desa terdampak kekeringan hingga menyebabkan krisis air bersih diantaranya di Desa Karangjati Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan.

Melihat hal tersebut, Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan memerintahkan anggotanya untuk droping air bersih di lokasi terdampak kekeringan.

Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Kabag SDM Polres Pasuruan AKP Sonie Febianto, Kasat Samapta AKP Rudi Santoso, Kasat Binmas IPTU Sunarti, Kapolsek Lumbang IPTU Sumbut P., serta jajaran pengurus PC PMII Pasuruan.

Cegah Kenakalan Remaja Polres Madiun Tekankan Pola Asuh dan Keteladanan Orang Tua yang Positif

MADIUN || jejakindonesia.id — Upaya mencegah kenakalan remaja, Polres Madiun Polda Jatim gencar melakukan sosialisasi baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Kapolsek Geger, Polres Madiun, AKP Hafiz Prasetia Akbar kali ini di Balai Desa Purworejo.

AKP Hafiz bekerjasama dengan aparat desa setempat mengumpulkan para orang tua dan remaja untuk diberikan wawasan agar para remaja di desa tersebut tidak terjerumus dalam kenakalan remaja.

Kapolsek Geger Polres Madiun mengatakan perilaku remaja kerap disalah artikan sebagai kenakalan, padahal secara ilmiah otak mereka masih dalam tahap perkembangan.

“Pada masa remaja, bagian otak yang mengejar sensasi dan pujian lebih cepat “menyala” sementara pusat kontrol diri masih berkembang, karena itu rangsangan emosional yang positif dan struktur di rumah sangat menentukan,” kata AKP Hafiz, Sabtu (20/9)

Ia mengajak pemuda untuk membangun kebiasaan baik di lingkungan yang positif, dan mengajak orang tua menghadirkan aturan yang jelas tanpa kekerasan, serta hadir dalam kehidupan anak sebagai teladan.

"Jika orang tua seharian memegang ponsel, jangan berharap anak gemar membaca, jika orang tua terbiasa menonton TV sampai larut, jangan berharap anak menyukai matematika", ujar Kapolsek Geger.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah desa, PKK, tokoh agama, pelatih silat, guru dan komunitas pemuda perlu menjadi figur panutan yang konsisten dan peduli dalam kehidupan anak.

“Bimbingan orangtua, keluarga dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap pola berpikir dan tumbuh kembang anak untuk menjadi lebih baik dan positif”, pungkasnya.

60 Napi High Risk Pangkal Pinang di pindah ke Nusakambangan

CILACAP || jejakindonesia.id - Nusakambangan kembali menerima 60 warga binaan binaan high risk. Kali ini berasal dari Lapas pangkal Pinang, Bangka Belitung. “Pemindahan ini dilakukan untuk kebetuhan pembinaan dan pengamanan, antara lain membersihkan Lapas dari peredaran narkoba, seperti yang diingatkan selalu oleh mneteri Imigrasi dan pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan , sekaligus memberikan pembinaan dan pengamanan yan tepat bagi warga binaan highrisk,” kata Herman Sawiran, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung, Jum’at (19/9)

60 warga binaan H
igh Risk Lapas Pangjkal Pinang tiba di Nusakambangan pada pukul 13.57 WIB. Mereka selanjutnya ditempatkan di Lapas Super Maximum Karang Anyar, Lapas Maximum Ngaseman dan Lapas Maximum Besi di Nusakambangan. Pelaksanaan pemindahan dilaksanakan dengan pengawalan kolaborasi deari petugas Direktorat Pengamanan Intelejen dan Direktorat Kepatuhan Internal, Kantor Wilayah Ditjenpas Bangka Belitung dan brimob Polda Bangka
“Proses pemindahan berjalan lancar dan sekali lagi kami berharap pemindahan ini akan berdampak positif bagi warga binaan yang dipindahkan, serta bagi Lapas Bangka Belitung agar menjadi unit pembinaan yang bersih dari pelanggaran keamanan dan ketertiban, termasuk di dalamnya bersih dari narkoba,” pungkas Herman.

error: Content is protected !!