Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Satgas Yonif 131/Brajasakti Berikan Pelayanan Kesehatan Door to Door di Kampung Wembi

KEEROM || jejakindonesia.id – Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brajasakti terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di perbatasan. Kali ini, personel Pos Wembi yang dipimpin Serda Andika melaksanakan pelayanan kesehatan secara door to door di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Senin (22/9/2025).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan mudah tanpa harus menempuh jarak jauh ke Puskesmas. Dengan mendatangi rumah-rumah warga, Satgas membantu memberikan pemeriksaan kesehatan sekaligus obat-obatan sesuai kebutuhan.

Salah seorang warga, Gernus Tabuni (40), menyampaikan rasa terima kasihnya kepada personel Pos Wembi.
“Terima kasih banyak kepada bapak TNI yang selalu datang keliling kampung maupun melayani di pos. Kami jadi tidak perlu jauh-jauh berobat ke Puskesmas Pir 4,” ujarnya dengan penuh syukur.

Pelayanan kesehatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Satgas Yonif 131/Brajasakti yang tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

*Bersama Braja Sakti Membangun Negeri*

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

Panglima TNI Buka Secara Resmi “Panglima TNI Run 2025” di Monas

JAKARTA || jejakindonesia.id - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto membuka secara resmi ajang Panglima TNI Run 2025 yang digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, serta para Kepala Staf Angkatan.

Tercatat sebanyak 8.800 lebih peserta turut ambil bagian dalam ajang ini. Mereka terbagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya 5K Umum/Master yang diikuti 4.795 peserta, 10K TNI/Polri dengan 682 peserta, 10K Umum/Master dengan 2.762 peserta, serta kategori 5K Pelajar yang diikuti 656 peserta.

Dengan penuh antusias, para peserta dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga prajurit TNI dan Polri berlari bersama. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pun turut ambil bagian dalam lari ini, menyatu dengan ribuan peserta di lintasan. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah sportivitas dan gaya hidup sehat, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan dan kecintaan kepada Tanah Air.

Lapas Banyuwangi Berhasil Sulap Brandgang Jadi Lahan Produktif untuk Dukung Ketahanan Pangan

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Lapas Banyuwangi berhasil melakukan transformasi dengan menyulap brandgang (lahan sempit yang terletak di antara bangunan dan tembok pagar lapas) menjadi lahan pertanian yang hijau dan produktif.

Di atas lahan terbatas itu, dengan semangat dan kreativitas, Lapas Banyuwangi berhasil membudidayakan dua komoditas pertanian, yaitu kacang panjang dan tomat.

“Seluruh proses, mulai dari penanaman bibit, penyiraman, perawatan, hingga pemupukan, dilakukan secara langsung oleh warga binaan dengan bimbingan dan pendampingan ketat dari petugas Lapas,” ujar Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa.

Usaha keras itu akhirnya membuahkan hasil. Pada panen perdana kali ini, Lapas Banyuwangi berhasil memanen kacang panjang dan tomat masing-masing sebanyak 5 kilogram, Senin (22/9).

“Hasil panen ini dimanfaatkan untuk konsumsi internal guna mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa lahan sempit pun dapat memberikan kontribusi yang signifikan,” ungkap Wayan.

Menurutnya, lebih dari sekadar urusan ketahanan pangan, kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan bagi warga binaan. Melalui program pertanian ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan yang positif tetapi juga dilatih untuk memiliki keterampilan bertani yang aplikatif.

Harapannya, keterampilan yang didapat selama menjalani masa pembinaan ini dapat menjadi bekal berharga bagi para warga binaan setelah mereka menjalani masa bebas nanti.

“Dengan bekal ini, mereka diharapkan dapat lebih mudah berintegrasi kembali dengan masyarakat dan bahkan menciptakan peluang usaha mandiri di bidang pertanian, sehingga dapat mengurangi angka residivisme,” terangnya.

Wayan menegaskan bahwa inovasi pemanfaatan lahan ini akan terus dikembangkan dengan menambah varietas tanaman lainnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk dedikasi Lapas Banyuwangi yang tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mencetak warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Polisi Masuk Sekolah : Polresta Sidoarjo Gelorakan Anti Bullying

SIDOARJO - Beberapa kasus bullying yang masih ada di beberapa daerah, menjadi atensi khusus Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur. Melalui program Police Goes to School, Polresta Sidoarjo Polda Jatim terus menggelorakan anti bullying kepada para pelajar.

Seperti halnya dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Taman Polresta Sidoarjo,AKP Abdullah Madjid yang terus mensosialisasikan gerakan anti bullying di SDN Kramat Jegu 2, Sabtu (20/9/2025).

Kegiatan ini sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan maupun kekerasan di kalangan pelajar.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6 ini berlangsung di aula sekolah dan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, guru, serta siswa yang sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Dalam sambutannya, AKP Abdullah Madjid menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah dan menangani tindakan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Ia mengatakan Bullying bukan hanya sekadar bercanda atau saling mengejek, namun itu adalah bentuk kekerasan psikologis maupun fisik yang bisa berdampak jangka panjang terhadap korban.

"Kita semua, baik siswa, guru, maupun orang tua, harus bersatu melawan bullying,” ujar AKP Abdullah Madjid di hadapan para siswa.

Dalam sosialisasi tersebut, AKP Abdullah Madjid menjelaskan berbagai bentuk bullying yang umum terjadi di sekolah, mulai dari bullying verbal (ejekan, hinaan), fisik (pemukulan, dorongan), hingga bullying sosial (pengucilan, penyebaran gosip).

Ia juga menekankan bahwa dengan kemajuan teknologi, bullying kini bisa terjadi melalui rana dunia maya, yang sering kali lebih sulit dideteksi dan bisa berdampak lebih luas.

Melalui metode penyampaian yang interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta, AKP Abdullah Madjid mengajak para siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak menjadi pelaku, korban, maupun pembiar terhadap perundungan.

Ia juga memberikan tips tentang bagaimana cara menghadapi bullying, seperti melaporkan kepada guru, orang tua, atau pihak berwajib, serta pentingnya membangun keberanian untuk berkata “tidak” terhadap tindakan negatif.

Pihak sekolah, yang diwakili oleh Kepala Sekolah SDN Kramat Jegu 2, Siti Nurhayati, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

Kepala sekolah menilai sosialisasi ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang peduli, saling menghormati, dan memiliki empati terhadap sesama.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, karena pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui pelajaran di kelas," ungkap Siti Nurhayati.

Menurutnya kehadiran Polisi di tengah-tengah siswa memberi dampak positif dan memperkuat pesan moral tentang pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan yang aman.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana sejumlah siswa dengan antusias mengajukan pertanyaan terkait perundungan yang pernah mereka saksikan atau alami.

Suasana pun terasa akrab dan penuh semangat, menunjukkan bahwa topik yang dibahas sangat relevan dan menyentuh kehidupan sehari-hari para siswa.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi anti bullying ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran kolektif di kalangan pelajar SDN Kramat Jegu 2 untuk menolak segala bentuk kekerasan dan menciptakan budaya sekolah yang positif, inklusif, dan penuh rasa saling menghargai.

Polres Tuban Amankan dan Beri Pembinaan 39 Oknum Pesilat Konvoi di Jalan Raya

TUBAN || jejak-indonesia.id - Kepolisian Resor Tuban Polda Jawa Timur mengamankan puluhan pemuda yang melakukan aksi konvoi di wilayah Kabupaten Tuban pada Minggu (21/09/2025).

Sebanyak 39 orang ini diamankan jajaran Satreskrim Polres Tuban Polda Jatim setelah Polisi mendapat laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya konvoi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Kapolres Tuban AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan dari 39 orang yang diamankan, 26 orang diantaranya masih dibawah umur.

"Kami amankan juga 18 unit sepeda motor dan 38 unit handphone" ucap AKP Dimas,Senin (22/8/25).

Menurut AKP Dimas dari puluhan orang yang diamankan mereka mengaku anggota dari perguruan silat Pagar Nusa yang berasal dari wilayah kabupaten Rembang, Bojonegoro, Nganjuk dan Lamongan.

"Mereka mengaku akan melakukan pertemuan darat di wilayah pantai Cemara kecamatan Jenu," terang AKP Dimas.

Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya senjata tajam maupun benda terlarang lainnya.

Namun untuk menghindari adanya potensi gesekan dengan kelompok perguruan silat lain maupun dengan masyarakat sejumlah atribut yang digunakan amankan Polisi.

"Karena konvoi menggunakan atribut tidak hanya bisa jadi pelaku tapi juga berpotensi jadi korban kejahatan," tutur Kasat Reskrim.

Untuk saat ini 39 orang yang diamankan akan di data dan dilakukan pembinaan selanjutnya akan dikembalikan kepada orangtuanya.

Menurut Kasat Reskrim hingga saat diamankan belum ada laporan kerusakan ditimbulkan yang diterima Polisi akibat aksi konvoi ini.

"Sementara ini hanya melakukan konvoi, namun banyak laporan dari masyarakat melalui call center 110" imbuhnya.

Seluruh kendaraan yang diamankan akan dilakukan penindakan berupa Tilang dan bilamana pemilik akan mengambil kendaraannya harus membawa kelengkapan surat-surat.

Dalam kesempatan itu AKP Dimas Robin mengimbau kepada seluruh anggota perguruan silat untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang memperlihatkan atribut-atribut komunitas tertentu karena rawan terjadinya gesekan.

"Banyak tindak pidana maupun gesekan terjadi akibat ketersinggungan antar komunitas perguruan silat," tutupnya.

Untuk menjaga situasi Kamtibmas di kabupaten Tuban agar tetap kondusif, Polres Tuban Polda Jatim secara rutin melaksanakan patroli skala besar gabungan dari seluruh fungsi.

error: Content is protected !!