We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

Posramil 0825-22/Licin Kawal Pengecekan Rutilahu Bersama Dinas PU CKPP Jatim di Banyuwangi

Licin || jejakindonesia.id – Posramil Licin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bersama Konsultan Dinas PU Cipta Karya dan Perumahan Permukiman (CKPP) Provinsi Jawa Timur serta staf teritorial Kodim 0825/Banyuwangi, jajaran Posramil Licin melaksanakan pengecekan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Kecamatan Licin, Jum'at (05/09/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danposramil Licin Peltu Eman Sukmana dengan dukungan penuh Babinsa di tiap desa sasaran. Peran mereka sangat vital, tidak hanya dalam mendampingi tim konsultan di lapangan, tetapi juga memastikan proses pengecekan berjalan lancar serta menjalin komunikasi yang hangat dengan warga penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, tim meninjau 7 rumah warga di empat desa. Pengecekan dimulai dari rumah Ibu Waginah di Desa Tamansari, berlanjut ke rumah Ibu Baiyah di Dusun Rembang, Desa Banjar, lalu menuju Dusun Karangsari, Desa Segobang, untuk melihat kondisi rumah Bapak Restu Singgih dan Bapak Mahsun. Rangkaian kegiatan diakhiri di Desa Kluncing, dengan meninjau tiga rumah: milik Bapak Masiyanto, Ibu Asmani, dan Bapak Buhari.

Danposramil Licin menegaskan bahwa keberadaan Posramil dan Babinsa adalah bentuk nyata pengabdian TNI di tengah masyarakat. “Babinsa selalu siap mendampingi warga binaannya, termasuk memastikan program Rutilahu ini benar-benar tepat sasaran. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ungkapnya.

Program Rutilahu sendiri merupakan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan jajaran TNI, yang bertujuan memberikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kehadiran Posramil Licin dalam setiap tahap pelaksanaan menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu siap mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Sejumlah warga yang rumahnya dikunjungi pun merasa terharu dengan perhatian yang diberikan. “Terima kasih kepada pemerintah dan juga bapak-bapak TNI dari Posramil. Semoga dengan bantuan ini rumah kami bisa lebih layak ditempati,” ujar salah satu penerima manfaat.

Dengan peran aktif Posramil Licin, diharapkan program Rutilahu dapat berjalan maksimal, sehingga semakin banyak masyarakat Kecamatan Licin yang merasakan manfaat nyata dari program pemerintah ini.

Polda Jatim Ungkap Fakta Kerusuhan di Surabaya Amankan 315 orang Tetapkan 33 Tersangka

SURABAYA || jejakindonesia.id - Dalam rangkaian aksi anarkis yang terjadi di Surabaya Jawa Timur beberapa waktu lalu, Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengamankan total 315 orang, terdiri atas 187 dewasa dan 128 anak di bawah umur.

Dari jumlah tersebut, 33 orang telah ditetapkan tersangka terdiri dari 27 orang ditahan dan 6 pelaku anak diserahkan kepada keluarga untuk pendampingan Bapas.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast yang didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menegaskan bahwa penindakkan hukum yang dilakukan oleh Polisi ini adalah massa perusuh yang anarkis.

Menurut Kombes Pol Abast, ada massa yang unjuk rasa secara damai, namun ada juga massa perusuh yang sengaja hadir untuk menimbulkan kekacauan dan mengganggu situasi, khususnya di Kota Surabaya.

“Kami tegaskan bahwa penanganan oleh Kepolisian saat ini adalah terkait dengan massa perusuh,jadi yang kami proses hukum ini adalah massa perusuh,” tegas Kombes Pol Jules Abast, Jum'at (5/9/2025).

Dikatakan oleh Kombes Pol Abast peran para tersangka bervariasi, mulai dari memprovokasi massa, membawa bom molotov, senjata tajam, menyerang aparat, hingga merusak 29 pos lantas di Surabaya.

“Seluruh rangkaian peristiwa ini adalah tindak pidana murni. Mereka bukan bagian dari massa aksi damai, melainkan perusuh yang melakukan vandalisme dengan dalih unjuk rasa,” tegas Kombes Pol Abast.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa massa perusuh menggunakan grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi.

Mereka berkumpul di sebuah warung kopi dengan jumlah mencapai 70 orang, terdiri atas warga Surabaya dan luar kota.

“Kami temukan adanya ajakan melalui WhatsApp. Massa ini bukan demonstran, tetapi perusuh yang berniat menimbulkan kekacauan," jelas Kombes Pol Abast.

Bahkan lanjut Kabid Humas Polda Jatim itu, massa perusuh itu sudah mempersiapkan sarana untuk melakukan kerusuhan dengan membawa molotov, sajam, hingga melakukan penyerangan ke objek vital.

Meski sempat terjadi eskalasi, Polda Jatim memastikan bahwa kondisi keamanan di Jawa Timur saat ini terkendali.

Kombes Pol Jules Abast mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi maupun memprovokasi melalui informasi menyesatkan di media sosial.

“Kami mohon dukungan seluruh masyarakat, mari kita jaga Jawa Timur tetap aman," ujar Kombes Abast.

Ia mengatakan, dalam mewujudkan Kamtibmas, Polisi perlu sinergi dan dukungan dari semua pihak.

"Kami akan terus menindak tegas setiap aksi anarkis, namun tetap profesional dan humanis,” pungkasnya. (*)

Polda Jatim Tetapkan 9 Tersangka Pembakar Gedung Negara Grahadi 8 Diantaranya ABH

SURABAYA || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) secara tegas mengungkap dan menindak pelaku aksi anarkis yang terjadi pada 29–31 Agustus 2025 di Kota Surabaya.

Rangkaian peristiwa yang diawali dengan unjuk rasa damai berujung pada aksi perusakan, pembakaran, penjarahan, hingga penganiayaan aparat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa Polisi telah membedakan antara massa demonstran dengan massa perusuh.

“Kami tegaskan bahwa penanganan oleh Kepolisian saat ini adalah terkait dengan massa perusuh," tegas Kombes Pol Abast,Jum'at (5/9/2025).

Kabid Humas Polda Jatim itu menekankan, ada unjuk rasa yang dilakukan secara damai, namun ada juga massa perusuh yang sengaja hadir untuk menimbulkan kekacauan dan mengganggu situasi, khususnya di Kota Surabaya.

"Jadi yang kami proses hukum ini adalah massa perusuh,” tegas Kombes Pol Jules Abast.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim telah berhasil menangkap 9 tersangka dalam kasus pembakaran Gedung Negara Grahadi.

Satu di antaranya adalah tersangka dewasa berinisial AEP (20), warga asal Maluku Tengah yang berdomisili di Sidoarjo, sedangkan 8 lainnya masih berstatus anak di bawah umur atau Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Tersangka AEP berperan membuat Lima bom molotov dari botol bir bersama Empat pelaku ABH, sekaligus menjadi eksekutor pelemparan ke arah Gedung Grahadi.

Sementara para ABH memiliki peran beragam, mulai dari mengajak demonstrasi melalui grup WhatsApp, mempersiapkan bahan bakar, membuat molotov, melempar batu, hingga menjarah material besi di Grahadi.

Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian para pelaku, botol bir bekas molotov, satu unit sepeda motor, dan tiga handphone.

Para tersangka dijerat Pasal 187 KUHP subsider Pasal 187 ter KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kesembilan tersangka tersebut merupakan pelaku pelemparan bom molotov ke arah Gedung Negara Grahadi Surabaya, hingga mengakibatkan kebakaran.

"Ini murni tindak pidana, bukan bagian dari penyampaian aspirasi,” tegas Kombes Pol Abast.

Selain pembakaran, Polisi juga mengungkap kasus penjarahan di Gedung Grahadi.

Dua pelaku berinisial MRM (19) dan NR (17) ditangkap setelah mencuri rantai besi sepanjang tiga meter dari pagar Grahadi.

Keduanya berhasil diamankan di kawasan Wonokromo oleh petugas bersama warga.

Di lokasi berbeda, Polisi juga menangkap MT (19), warga Sampang, Madura, yang melakukan pencurian dengan pemberatan di Polsek Tegalsari.

Pelaku memanfaatkan situasi kerusuhan saat Polsek Tegalsari terbakar, lalu menjarah kursi lipat, jam dinding, dan lemari es yang sudah dijual.

“Untuk kasus penjarahan, pasal yang dikenakan adalah Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” jelas Kombes Pol Jules Abast.

Kasus lainnya adalah dugaan penganiayaan terhadap dua anggota Polda Jatim.

Tersangka EKA (18), warga Tambak Asri, Surabaya, dengan sengaja menabrakkan sepeda motornya ke arah Briptu JWP dan Briptu RVB yang sedang bertugas di kawasan Pos Polisi Taman Bungkul.

Dari tangan tersangka, diamankan motor yang digunakan dan satu unit handphone.

"Tersangka kami jerat Pasal 351 KUHP dan Pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara,” pungkas Kombes Abast.

Java Paragon Surabaya Perkenalkan Apartemen Baru dan Dukung Penuh HUT Ke-6 KJJT

SURABAYA || jejakindonesia.id – Java Paragon Hotel & Residences Surabaya secara resmi meluncurkan unit apartemen terbaru yang mengusung desain modern dan estetika kontemporer. Konsep hunian ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal layaknya rumah pribadi, dengan tetap mengedepankan layanan dan fasilitas hotel berbintang.

“Kami menghadirkan opsi akomodasi yang lebih privat bagi tamu yang datang bersama keluarga maupun untuk keperluan bisnis jangka panjang. Unit apartemen kami menawarkan keseimbangan ideal antara kenyamanan domestik dan layanan hotel premium,” ujar Erly Rizka, General Manager Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, (05/09/2025).

Tersedia dua tipe unit, yaitu 2 Bedroom dan 3 Bedroom, dengan total 62 unit apartemen. Setiap unit dilengkapi dengan kamar tidur yang nyaman, bathtub, ruang tamu luas dengan televisi 42 inci, dapur lengkap dengan peralatan memasak, lemari es, air mineral, dan fasilitas gas. Seluruh unit menyuguhkan pemandangan kota Surabaya yang memukau, menjadikan pengalaman menginap semakin istimewa. Tarif sewa dimulai dari Rp1.488.000 per malam.

Selain fasilitas apartemen, Java Paragon juga menyediakan berbagai sarana penunjang seperti kolam renang, sauna, pusat kebugaran, lapangan tenis dan basket, serta pilihan restoran yang beragam:

- The Café: Restoran all-day dining dengan nuansa vintage dan modern klasik, menyajikan hidangan lokal dan internasional.
- The Cakery: Menawarkan aneka roti, cake, salad, teh, dan kopi dalam suasana yang nyaman dan estetis. Buka pukul 09.00–21.00 WIB.
- The Avenue Lounge Bar: Mengusung konsep resto, bar, dan lounge bergaya European Industrial, dengan menu andalan seperti pizza tradisional dari tungku kayu bakar, steak, pasta, dan hidangan khas Indonesia. Buka pukul 11.00–23.00 WIB.
- Citilites Sky Club & Bistro: Terletak di lantai 21, menyajikan panorama malam kota Surabaya serta hidangan istimewa dari chef berpengalaman.

Sebagai bentuk komitmen terhadap dunia jurnalistik dan solidaritas komunitas, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Hari Ulang Tahun Ke-6 Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 6 September 2025.

Pihak manajemen telah menyiapkan fasilitas khusus bagi para jurnalis yang hadir, termasuk akomodasi terbaik serta sajian kuliner unggulan dari restoran pilihan hotel. “Dukungan ini merupakan wujud apresiasi atas kontribusi para jurnalis dalam membangun kesadaran publik dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Jawa Timur,” ujar Erly.

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur, Ade S. Maulana, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pihak manajemen Java Paragon. “Kami mengapresiasi sepenuhnya dukungan dari Java Paragon Hotel kepada rekan-rekan jurnalis yang akan hadir dalam perayaan HUT KJJT. Sinergi ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya (05/09/2025).

Acara HUT KJJT Ke-6 akan dihadiri oleh kurang lebih 100 undangan, termasuk sejumlah wartawan senior. Panitia juga telah menyiapkan berbagai door prize menarik, mulai dari voucher hotel, uang tunai, hingga hadiah kejutan lainnya yang akan dibagikan pada puncak acara.

“Kami menantikan kehadiran seluruh rekan jurnalis di Java Paragon Surabaya. Inilah momentum tahunan untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, dan memperkuat solidaritas dalam keluarga besar Komunitas Jurnalis Jawa Timur,” tutup Ade.

Sumber Resmi : Divisi Humas KJJT

Kapuspen TNI Beberkan Fakta-Fakta Terkait Tuduhan TNI Jadi Provokator Unjuk Rasa

Jejakindonesia.id - Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memberikan klarifikasi sekaligus konferensi pers di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025). Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya sejumlah berita dan konten hoax yang menuding prajurit TNI sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa.

Berita framing menyesatkan yang menyebut personel Bais TNI ditangkap saat aksi unjuk rasa di Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025, menjadi salah satu isu hoax yang sengaja digoreng untuk menyudutkan institusi TNI. Isu ini dengan cepat menyebar di berbagai kanal media sosial dan memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

Selain itu, turut beredar video viral Pratu Handika Novaldo, prajurit TNI yang diamankan Brimob Polda Sumsel saat kerusuhan di DPRD Sumsel (31/8/2025), kabar bohong pria di Sumut yang mengaku sebagai anggota TNI dan dituding provokator demo, pemberitaan palsu di Ternate mengenai pemuda yang ditangkap dengan tuduhan sebagai prajurit TNI penghasut kerusuhan, hingga video seorang pria yang mengaku diperintah anak anggota TNI untuk menyerang Markas Brimob Cikeas.

Menanggapi berbagai isu itu, Kapuspen TNI dengan tegas menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut hanyalah kabar bohong yang digiring dengan narasi menyesatkan, sehingga perlu diluruskan kepada publik. “Karena berkaitan dengan beredarnya foto, video maupun konten-konten yang bernarasi negatif, kemudian framing-framing yang menyesatkan, yang sebenarnya sudah saya sampaikan 5 hari yang lalu, bahwa itu hoax, tidak benar,” tegasnya.

Kapuspen TNI juga menekankan bahwa TNI sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk meredam potensi dampak buruk dari hoax tersebut. Menurutnya, isu semacam ini sengaja digiring untuk memecah belah soliditas aparat maupun relasi dengan masyarakat.

“Sejak bergulirnya kejadian-kejadian ini, TNI intens melakukan koordinasi terkait dengan permasalahan ini. Ini penting karena seperti saya sampaikan tadi bahwa potensi untuk membentur-benturkan antara TNI-Polri kemudian aparat dengan masyarakat itu begitu besar, dan itu otomatis akan memecah-belah persatuan-kesatuan bangsa,” ungkap Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.

Menutup keterangannya, Kapuspen TNI memastikan hubungan TNI-Polri tetap solid dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional. “Jadi, saya perlu sampaikan di sini bahwa sampai dengan saat ini, TNI-Polri itu solid dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, serta akan terus bersinergi untuk menciptakan rasa aman tertib dan kondusif,” pungkasnya.

#tniprima
#rnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

error: Content is protected !!