Closing soon Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

LANAL Banyuwangi Gelar Doa Bersama & Santunan Anak Yatim, Wujud Kepedulian di Momen HUT TNI AL dan TNI ke-80

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi menggelar doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, dhuafa, serta santri. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Laut ke-80, yang jatuh pada 10 September 2025, sekaligus HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80, yang akan diperingati pada 5 Oktober 2025.

Acara berlangsung penuh khidmat di Yayasan Yatim Piatu Syamsul Huda, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jum'at (5/9/2025).

Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., hadir langsung bersama Ketua Cabang 6 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada RI, Ny. Dilla Puji Santoso, jajaran perwira staf, Babinpotmar, serta pengurus Jalasenastri. Mereka turut berbaur bersama pengurus yayasan, wali santri, dan 40 anak yatim piatu penerima santunan.

Santunan yang diserahkan Danlanal Banyuwangi merupakan amanah dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhamad Ali, yang secara simbolis diterima oleh perwakilan pengurus yayasan Syamsul Huda Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan.

Dalam sambutannya, Danlanal Banyuwangi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian TNI AL terhadap masyarakat, khususnya generasi muda yang membutuhkan dukungan.

“Semoga perhatian ini mampu memberikan semangat bagi anak-anak yatim piatu dan santri untuk terus belajar, berdoa, serta percaya diri dalam meraih masa depan yang cerah,” ujar Letkol Laut (P) Puji Santoso.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Yayasan Syamsul Huda, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan keluarga besar TNI AL.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Lanal Banyuwangi. Kehadiran TNI AL di tengah anak-anak kami memberikan kebahagiaan dan motivasi besar. InsyaAllah doa-doa anak yatim akan menjadi keberkahan bagi seluruh prajurit TNI AL,” ungkapnya.

Kegiatan sosial ini juga menjadi momentum refleksi spiritual bagi keluarga besar Lanal Banyuwangi, sejalan dengan semangat peringatan HUT TNI AL dan Tentara Nasional Indonesia yang ke-80. Melalui doa bersama, mereka berharap TNI AL semakin solid, profesional, dan selalu hadir di tengah rakyat. (*)

Sumber Resmi: PEN Lanal Banyuwangi

Beragam Ide Unik dan Kreatif di Jagoan Banyuwangi, Bupati Ipuk: Scale Up Usaha Anak Muda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Mendorong jiwa entrepreneur anak-anak mudanya, Pemkab Banyuwangi rutin menggelar program inkubasi, Jagoan Banyuwangi. Sekitar 100 anak muda Banyuwangi yang telah memiliki rintisan usaha berupaya mengembangkan bisnisnya di bawah bimbingan para mentor dan praktisi yang terlibat dalam Jagoan Banyuwangi.

Salah satu peserta Jagoan Banyuwangi adalah Wahyu Riyanto. Wahyu gigih ingin mengembangkan usahanya meski dengan keterbatasan fisik yang ia miliki. Dia memiliki usaha “Moriza Outdoor” yakni persewaan alat camping dan hiking yang sudah dijalaninya sejak 2018.

“Usaha ini saya jalani bersama kakak. Awalnya sejak 2013 sudah mulai menjual dan menyewakan secara online. Seiring dengan perkembangan Banyuwangi akhirnya banyak permintaan untuk buka toko, pada 2018 dijalankan juga offline di rumah,” kata Wahyu.

Dia mengungkapkan alasan ikut Jagoan Banyuwangi karena ingin memperkuat branding tokonya.

“Saya ikut Jagoan Banyuwangi karena ingin memperkuat branding usaha saya sekaligus pemasarannya. Bahkan, saya jadi terinspirasi membuat produk dengan merek sendiri. Tadi saya sampaikan saat pitching,” ujar Wahyu.

Jagoan Banyuwangi digelar mulai pertengahan bulan Agustus 2025 lalu. Diawali dengan sesi offline dimana para peserta mengikuti kelas dari para mentor dan praktisi usaha.

Lalu berlanjut mereka mengikuti sesi post programme dan pitching day yang berlangsung mulai 25 – 30 Agustus 2025 di Banyuwangi Creative Hub, Terminal Pariwisata Terpadu.

Pada sesi ini, peserta memaparkan ide pengembangan usahanya ke para mentor.

Seperti yang dilakoni oleh Eka Fahmi, peserta dari Jagoan Tani pemilik usaha penjualan bibit buah eksotis “Saben Wetan”. Salah satunya bibit buah naga Palora Equador. Eka mengaku usaha penjualan bibit buah eksotis ini dilakukan karena masih belum banyak yang mengembangkan di Banyuwangi.

“Buah naga Palora Equador rasanya lebih manis dibandingkan buah naga lainnya. Harga buahnya juga tinggi kisaran Rp. 200 -300 ribu/kilogram. Makanya kami ingin mengenalkan lebih luas lagi tanaman ini di Banyuwangi,” kata Eka.

Lewat program ini, dia mengaku mendapatkan mitra untuk memasarkannya.

“Selain dapat ilmu disini saya juga langsung pecah telur dan dapat mitra berkolaborasi,” ungkapnya bangga.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Pemkab menghadirkan Jagoan Banyuwangi sebagai ruang tumbuh bagi para pemuda daerah untuk mengembangkan ide dan usahanya.

“Semua bidang kami fasilitasi dengan mentor yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.,” kata Bupati Ipuk.

Jagoan Banyuwangi terbagi atas tiga bidang. Yakni Jagoan Tani yang fokus pada usaha pertanian, Jagoan Digital pada pengembangan skill terkait TIK, serta Jagoan Bisnis yang menjangkau bisnis lainnya seperti kuliner, fashion, kriya dan jasa.

Ipuk berharap dengan mengikuti program Jagoan Banyuwangi, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, namun juga membangun relasi dan berkolaborasi.

“Harapan kami lewat program ini para pemuda Banyuwangi akan mampu melakukan scale up usahanya. Dan setelah berkembang bisa mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang akan menopang perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)

Rutin Jemput Bola ke Kampung Nelayan, Pemkab Banyuwangi Fasilitasi e-Pas Kapal Kecil Gratis

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Pemkab Banyuwangi terus melakukan jemput bola langsung ke pusat kampung-kampung nelayan memfasilitasi para nelayan mengurus pas kecil berbasis elektronik (e-Pas Kecil) gratis.

E-pas Kecil adalah tanda daftar kapal/ keabsahan kapal berbasis elektronik yang harus dimiliki oleh setiap pemilik kapal 1 - 6 gross ton (GT).

Fasilitasi pengurusan e-pas kecil ini rutin dilakukan pemkab. Bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi, tim mendatangi kampung-kampung nelayan untuk memudahkan pengurusan.

Salah satunya di kampung nelayan kawasan Pantai Blimbingsari, Desa/Kecamatan Blimbingsari, pada Kamis (4/9/2025).

Sebanyak 50 nelayan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) 17 Nelayan 1 dan KUB 17 Nelayan 2 Blimbingsari mendapat pelayanan administrasi kapal ini. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono hadir langsung memantau pelaksanaannya.

“Jemput bola layanan e-Pas Kecil ini rutin kami lakukan. Tiap tahun ada ratusan kapal nelayan yang kita fasilitasi terbitkan e-pas nya. Dan ini akan terus kami gulirkan,” kata Wabup Mujiono.

E-Pas Kecil untuk menjamin legalitas kapal nelayan sehingga aktivitas pelayaran memiliki status hukum yang jelas. Fungsinya sama seperti STNK kendaraan, memiliki masa berlaku hingga 5 tahun. Selain untuk menunjang keselamatan pelayaran, juga berguna untuk mendata dan memverifikasi ulang kapal-kapal yang ada di seluruh Banyuwangi.

“Saya imbau bagi nelayan yang belum memiliki dokumen tersebut, agar segera ke Dinas Perhubungan atau Dinas Perikanan Banyuwangi untuk diproses e-Pas kecil,” ujar Mujiono.

e-Pas Kecil juga bermanfaat untuk memudahkan para nelayan mendapatkan BBM bersubsidi, serta menjamin keamanan pelayaran.

Pemkab Banyuwangi juga membagikan bantuan life jacket kepada para nelayan.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja menyebutkan kini sudah ada sekitar 600-700 nelayan yang memiliki e-Pas Kecil.

“Pemkab akan terus memberikan layanan ini. Kami akan bergilir datang ke kampung-kampung nelayan,” ujar Komang.

Sementara itu, Ahli Ukur Kapal Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Tanjungwangi, Sugeng Riyadi mengatakan, sebelum adanya e-Pas Kecil, nelayan hanya memegang dokumen berupa selembar kertas yang berisi bukti kepemilikan kapal dan spesifikasinya.

Kini, dengan sistem berbasis elektronik, nelayan memiliki kartu e-pas dan proses penerbitannya lebih praktis. Nelayan cukup melengkapi berkas identitas dan bukti kepemilikan kapal. Setelah diverifikasi, petugas menerbitkan surat tugas untuk melakukan pengecekan fisik sekaligus pengukuran kapal.

“Jika berkas permohonan lengkap, kami kemudian melakukan pengukuran kapal, setelah kita tahu ukuran dimensi pokoknya, kita kemudian proses penerbitan e-Pas Kecil,” terangnya. (*)

Pembinaan dan Pelayanan Dasar Bagi Warga Binaan di Lapas Banyuwangi Tuai Pujian dari Sesitjen Kemenimipas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kali ini, pujian datang dari Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenimipas, Ika Yusanti, yang menyoroti keberagaman program pembinaan dan kualitas pelayanan dasar bagi Warga Binaan.

Kunjungan peninjauan dilakukan oleh Ika Yusanti di sela-sela pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Lapas Banyuwangi, Kamis (4/5). Dalam kunjungannya, Ika tidak hanya mengevaluasi aspek administrasi tetapi juga turun langsung melihat secara detail berbagai aktivitas yang menjadi penunjang proses pembinaan bagi warga binaan.

Ia secara khusus meninjau berbagai pembinaan keterampilan, tidak terkecuali pembinaan membatik dan penulisan kaligrafi. Pada setiap lokasi, Ika menyempatkan diri berinteraksi dengan para warga binaan untuk menyaksikan dan mengapresiasi hasil karya yang telah mereka buat. Tak ketinggalan, ia juga meninjau langsung pelayanan dasar yang menjadi hak warga binaan dengan mengunjungi dapur sehat Lapas Banyuwangi untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan dengan baik.

“Beragamnya kegiatan pembinaan yang ada di Lapas Banyuwangi sangat patut diacungi jempol. Program seperti membatik dan kaligrafi bukan hanya mengisi waktu, tetapi lebih dari itu, memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi warga binaan. Ini sangat mendukung proses reintegrasi sosial mereka pasca menjalani masa pidana,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pelayanan dasar di dapur, Ika juga memberikan apresiasi positif. Ia menilai proses pengolahan bahan makanan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Saya perhatikan kebersihan di area dapur sangat terjaga dan nilai gizi dari makanan yang disajikan untuk warga binaan juga diperhatikan dengan baik. Pemenuhan makanan sebagai kebutuhan dasar yang layak adalah hal fundamental yang harus dipenuhi,” tambahnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, melalui pernyataannya, menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Terima kasih atas apresiasi dan masukannya. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan baik dari segi pembinaan kemandirian maupun pemenuhan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh Warga Binaan di Lapas Banyuwangi,” tegasnya.

Kunjungan dan apresiasi ini semakin mengukuhkan posisi Lapas Banyuwangi sebagai salah satu Lembaga Pemasyarakatan yang aktif dan progresif dalam melaksanakan tugas-tugas pembinaan, tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban tetapi juga untuk mempersiapkan warga binaan menjadi individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.

Ciptakan Harkamtibmas; Polresta Banyuwangi Gelar Patroli Skala Besar, Sisir Lokasi Strategis

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menggelar apel dan patroli gabungan skala besar pada Jumat malam (5/9/2025)

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Kompol Toni Irawan, S.H., M.H. dengan melibatkan puluhan personel gabungan.

Apel dipusatkan di halaman Mako Polresta Banyuwangi sebelum pasukan bergerak menyusuri sejumlah titik strategis. Rombongan patroli terdiri atas puluhan personel gabungan yang melibatkan unsur Polri, TNI, Satpol PP, serta organisasi masyarakat senkom

“Patroli ini untuk memelihara Keamanan dan ketertiban (Harkamtibmas) tetap kondusif sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan,” kata Kompol Toni.

Dalam pelaksanaan patroli, aparat melakukan pengecekan pada titik-titik yang dinilai rawan serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga ketertiban.

Secara umum, wilayah hukum Polresta Banyuwangi berada dalam kondisi tertib dan terkendali.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa patroli skala besar akan terus dilakukan sebagai langkah preventif.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, sekaligus mengajak warga berpartisipasi aktif menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Dengan sinergi aparat dan dukungan warga, Banyuwangi diharapkan terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan kondusif.

error: Content is protected !!