Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Polres Probolinggo Siagakan Personel Pengamanan di Gunung Bromo pada Libur Panjang Maulid Nabi

PROBOLINGGO || jejakindonesia.id - Libur panjang memperingati Maulid Nabi banyak dimanfaatkan wisatawan untuk liburan ke Gunung Bromo yang berdampak pada peningkatkan wisatawan di obyek wisata alam tersebut.

Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Polres Probolinggo Polda Jatim menyiagakan personel gabungan Polsek Sukapura dan Polres Probolinggo dengan dibantu pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak Jum'at (5/9/2025) dini hari.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala mengatakan penyiagaan anggota di pintu masuk cemoro lawang untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas saat libur panjang Maulid Nabi 2025.

"Kami melaksanakan pengamanan di pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memastikan bahwa situasi Gunung Bromo, saat kunjungan wisawatan selama libur panjang ini dalam kondisi kondusif," ujar AKP Ardhi Bita,Minggu (7/9/25).

Dalam pengamanan di kawasan wisata Gunung Bromo, sejumlah personel juga melaksanakan patroli dialogis.

"Untuk menyampaikan himbauan Kamtibmas baik kepada wisatawan maupun para driver guide," ujar AKP Ardhi Bita.

Setiap akhir pekan dan libur panjang, petugas kepolisian dari Polres Probolinggo Polda Jatim selalu sedia untuk mengamankan wisata Gunung Bromo.

"Ini wujud kehadiran Polisi di tengah masyarakat untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan," pungkasnya.

Kapolri Ultimatum Kasus Batu Hitam di Sulteng: Bongkar Aktor Besar, Jangan Ada yang Kebal Hukum

JAKARTA | | jejakindonesia.id- penyelundupan batu hitam di Sulawesi Tengah kian memanas. Publik menanti kepastian hukum, sementara aroma keterlibatan “aktor besar” mulai tercium.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mengeluarkan ultimatum keras: seluruh jaringan penyelundupan harus dibongkar, tak peduli siapa yang terlibat.

Dalam pernyataannya, Kapolri menegaskan, jika ada oknum internal Polri yang ikut bermain dalam pusaran kasus ini, tidak ada kata kompromi.

“Saya minta kasus ini diusut tuntas. Siapa pun aktornya, ungkap dan tindak tegas. Jika terbukti ada keterlibatan anggota Polri, langsung kita pecat!” tegas Kapolri.

Sikap tegas Kapolri mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW. FRN) Counter Polri, Agus Flores. Ia menyebut, publik sudah terlalu lama “digiring dalam kabut informasi” soal kasus batu hitam ini.

“Kami di PW. FRN akan mengawal penuh kasus ini. Jangan sampai ada aktor besar yang berlindung di balik jabatan, kekuasaan, atau seragam. Jika ini dibiarkan, hukum akan kehilangan wibawa!” tegas Agus Flores.

PW. FRN, yang dikenal memiliki jaringan wartawan luas dan solid, memastikan akan membuka setiap simpul informasi di balik praktik distribusi batu hitam ilegal. Menurut Agus, jangan sampai kasus ini berhenti di level operator lapangan, sementara dalang sesungguhnya tak tersentuh hukum. Aroma Mafia Batu Hitam: Ada Rantai Besar di Baliknya

Berdasarkan informasi yang berkembang, dugaan keterlibatan jaringan kuat dalam distribusi batu hitam di Sulteng semakin menguat. Ada indikasi permainan modal besar, keterlibatan pihak berpengaruh, hingga dugaan backing dari oknum-oknum “tak tersentuh”.

PW. FRN menilai, keberanian Kapolri mengungkap aktor besar akan menjadi ujian integritas penegakan hukum di era kepemimpinannya.

“Jika Kapolri berhasil menindak tegas kasus ini, ini akan menjadi catatan sejarah penegakan hukum di negeri ini,” tambah Agus Flores. Publik Menunggu, PW. FRN Mengawal

Kasus batu hitam Sulteng bukan hanya soal kerugian negara, tetapi juga soal keadilan dan integritas institusi. Masyarakat menanti siapa aktor besar di balik layar. PW. FRN memastikan, tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum, sekalipun melibatkan “orang dalam”.

Dengan ultimatum Kapolri, semua mata kini tertuju pada langkah Polri berikutnya. Apakah kasus ini akan menjadi preseden penegakan hukum tanpa pandang bulu, atau justru berakhir sebagai “peti mati informasi”

Jalin Hubungan Kuat TNI dan Masyarakat, Satgas Yonif 123/Rajawali Silahturahmi dengan Tokoh Adat

MAPPI || jejakindonesia.id  - Untuk pertama kalinya, Satgas Yonif 123/Rajawali melaksanakan silahturahmi dengan para tokoh adat di Kampung Obaa, Kabupaten Mappi, Minggu (07/09/2025).
Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dan membangun kerja sama antara TNI dan masyarakat.

Dansatgas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan S.H., M.Han., bersama perwira dan personel satgas mengunjungi rumah dewan adat, berdialog dengan ketua adat, tujuh kepala suku, serta tokoh masyarakat. Mereka membahas aspirasi dan kebutuhan warga setempat.

Para tokoh adat menyambut baik kegiatan ini dan berharap kehadiran TNI dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Dansatgas menegaskan bahwa silahturahmi ini akan menjadi dasar penguatan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, Satgas Yonif 123/Rajawali berkomitmen meningkatkan kepercayaan masyarakat serta menyesuaikan kegiatan satgas sesuai kebutuhan warga.

(Yonif 123)

Satgas Yonif 700/WYC Tebar Kasih di Gereja Stalsi Sisilia Wuloni Dengan Cinta dab Alkitab

ILAGA, PUNCAK || jejakindonesia.id – Di tengah hamparan pegunungan yang menjulang dan udara sejuk Bumi Cenderawasih, sebuah cahaya kemanusiaan dan spiritual kembali dinyalakan oleh para prajurit penjaga perbatasan. Satgas Yonif 700/Wyc, melalui Pos Wuloni yang terpencil, tak hanya hadir dengan senjata untuk mengamankan, tetapi juga dengan hati yang tulus untuk membangun.

Pada sebuah Minggu (7 September 2025) yang penuh berkah, mereka menggelar operasi terbaru mereka: Operasi Kasih. Bukan operasi tempur, melainkan Binter Terbatas (Bimbingan Teritorial) yang menyentuh langsung jiwa dan raga warga Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh sang senior yang tangguh, Sertu Tono, ini dimulai dengan Ibadah bersama yang khidmat. Suara lantunan pujian dan doa dari para prajurit dan warga menyatu, menggetarkan langit Ilaga, membuktikan bahwa perbedaan seragam bukanlah penghalang untuk bersujud pada Sang Pencipta.

Momen paling heroik dan mengharukan terjadi ketika Pratu Alpein, seorang prajurit muda dengan semangat membara, maju dengan penuh hormat menyerahkan Alkitab kepada Jemaat Gereja Katolik Stasi Sisilia Wuloni. Bukan sekadar buku, pemberian ini adalah simbol cahaya, harapan, dan pedoman hidup yang diantarkan langsung oleh para pelindung bangsa kepada saudara-saudaranya di ujung Timur Indonesia. Sorak syukur dan senyum tulus warga menjadi bukti bahwa misi kasih ini tepat menyentuh relung hati yang paling dalam.

Komandan Pos (Danpos) Wuloni, Lettu Inf I Made Mertiana, sang pemimpin garda terdepan, dengan mata berbinar penuh keyakinan memberikan pernyataannya.

“Kegiatan Minggu Kasih ini adalah wujud nyata dari tugas kami yang sesungguhnya. Kami bukan hanya mengamankan, tetapi lebih dari itu, kami hadir untuk membangun, membimbing, dan berbagi kasih dengan seluruh rakyat Papua, yang adalah saudara kami sendiri. Pemberian Alkitab ini adalah penguatan rohani, karena kami yakin, pondasi bangsa yang kuat dimulai dari iman yang kuat dan hati yang tenteram. Ini adalah senjata terhebat kami melawan segala bentuk keterbelakangan dan kegelapan. Kehadiran TNI di sini adalah untuk menjadi terang, sama seperti terang yang dibawa oleh firman-firman dalam Alkitab tersebut.**

Aksi heroik Satgas Yonif 700/Wyc ini sekali lagi membuktikan bahwa tugas TNI adalah tugas mulia yang holistik. Mereka adalah pelindung, pengayom, dan sahabat sejati bagi rakyat. Di medan yang penuh tantangan, mereka tak hanya membawa misi kemanan, tetapi juga misi kasih, membawa Wuloni menuju cahaya yang lebih terang.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Sat Narkoba Polres Simalungun Dukung Program Presiden Prabowo: Bongkar Jaringan Narkoba Asal Medan, Sita Total Sabu 20,38 Gram

SIMALUNGUN ||jejakindonesia.id - Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program pemberantasan narkoba Presiden Prabowo Subianto, Satuan Narkoba Polres Simalungun berhasil membongkar jaringan narkoba internasional asal Kota Medan dengan total penyitaan sabu sebanyak 20,38 gram dan ganja 3,17 gram. Keberhasilan operasi yang melibatkan penangkapan enam pelaku dalam periode berbeda ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung visi pemerintah untuk menciptakan Indonesia yang bebas dari ancaman narkoba.

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Henry Salamat Sirait, S.IP., S.H., M.H., saat dikonfirmasi pada Minggu (7/9/2025) sekira pukul 12.20 WIB, menegaskan bahwa operasi ini merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden Prabowo dalam memberantas narkoba. "Kami di Sat Narkoba Polres Simalungun berkomitmen penuh mendukung program Presiden Prabowo dalam pemberantasan narkoba. Pembongkaran jaringan asal Medan dengan total sita sabu 20,38 gram ini adalah bukti nyata dedikasi kami," ujar AKP Henry dengan penuh keyakinan.

Program pemberantasan narkoba yang digagas Presiden Prabowo mendapat respons positif dari jajaran Polri di daerah, termasuk Polres Simalungun. AKP Henry menjelaskan bahwa visi presiden untuk menciptakan generasi muda yang bebas dari narkoba menjadi motivasi utama dalam setiap operasi yang dilakukan.

"Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya. Kami di tingkat daerah siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi tersebut," ungkap AKP Henry menjelaskan sinkronisasi program pusat dengan implementasi di lapangan.

Operasi pembongkaran jaringan ini bermula dari informasi masyarakat tentang aktivitas transaksi narkoba di Gang Kantar Kelurahan Sinaksak, Jalan H. Ulakama Sinaga, Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Partisipasi aktif masyarakat ini sejalan dengan program presiden yang mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan dalam pemberantasan narkoba.

"Dukungan masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan sangat sejalan dengan semangat gotong royong yang diusung Presiden Prabowo. Tanpa partisipasi masyarakat, sulit bagi kami mengungkap jaringan yang beroperasi sangat tertutup," jelas AKP Henry mengapresiasi sinergitas masyarakat dan aparat.

Penangkapan pertama dilakukan pada Jumat (22/8/2025) sekira pukul 22.00 WIB terhadap Walman Sugianto Siahaan (43 tahun), seorang wiraswasta asal Pematang Siantar. Dari penangkapan ini, petugas mengamankan 2,40 gram sabu beserta barang bukti pendukung lainnya.

"Penangkapan Walman menjadi breakthrough dalam mengungkap jaringan yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa pendekatan sistematis yang diarahkan pemerintah pusat memberikan hasil yang signifikan," ucap AKP Henry menjelaskan efektivitas strategi yang diterapkan.

Pengembangan kasus mengarah pada dalang utama bernama Riko Sihotang alias "Pak YO" yang beroperasi dari Kota Medan. Pada Minggu (24/8/2025) sekira pukul 20.00 WIB, bandar utama ini berhasil diamankan bersama Hasrat Eric Manurung saat datang ke Simalungun untuk mendistribusikan narkoba.

"Pak YO memiliki jaringan distribusi lintas provinsi yang sangat mengancam program pemerintah dalam menciptakan generasi bebas narkoba. Penangkapannya merupakan pukulan berat bagi jaringan narkoba di wilayah ini," ungkap AKP Henry menekankan dampak strategis penangkapan.

Dari Pak YO, petugas mengamankan 17,98 gram sabu dalam lima paket, lengkap dengan peralatan konsumsi dan dua unit handphone. Sementara dari Hasrat Eric Manurung diamankan 3,17 gram ganja. Total barang bukti sabu dari kedua penangkapan mencapai 20,38 gram.

"Jumlah 20,38 gram sabu yang berhasil kami sita menunjukkan skala distribusi yang sangat membahayakan program pemerintah dalam melindungi generasi muda. Setiap gram narkoba yang berhasil disita adalah kontribusi nyata untuk masa depan bangsa," jelas AKP Henry menghubungkan capaian dengan visi nasional.

AKP Henry mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari serangkaian penangkapan yang telah mengamankan enam pelaku, termasuk mantan PNS Panggabean, Sukur, Marudut Siboro, dan Pak Anggara. "Penangkapan bertahap ini menunjukkan konsistensi kami dalam mendukung program presiden, tidak peduli latar belakang pelaku," ucap AKP Henry.

Jaringan yang dibongkar menunjukkan modus operasi yang sangat terorganisir, dengan Pak YO sebagai koordinator utama yang melakukan perjalanan rutin dari Medan untuk mendistribusikan narkoba. "Setiap kali satu anggota ditangkap, dia merekrut pengganti baru. Pola inilah yang ingin kita putus untuk mendukung program pemerintah," jelas AKP Henry.

Dalam pengakuannya, Pak YO menyatakan mendapat pasokan dari Rudi Hartono di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan. Tim masih melakukan pengembangan untuk menangkap sumber utama ini sebagai bagian dari komitmen mengungkap jaringan sampai akar-akarnya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh tersangka akan menjalani proses hukum yang adil dan transparan, sejalan dengan prinsip penegakan hukum yang ditekankan pemerintahan Presiden Prabowo.

"Sat Narkoba Polres Simalungun akan terus mendukung program Presiden Prabowo dalam memberantas narkoba sampai tuntas. Setiap operasi yang kami lakukan adalah kontribusi nyata untuk Indonesia yang bersih dari narkoba," tutup AKP Henry, menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung visi kepemimpinan nasional.

error: Content is protected !!