Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Polres Situbondo Perketat Pengamanan di Pelabuhan Jangkar Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Maulid Nabi

SITUBONDO || jejakindonesia.id – Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah pondok pesantren besar di Kabupaten Situbondo, Polres Situbondo Polda Jatim melakukan langkah antisipasi potensi lonjakan penumpang di Pelabuhan Jangkar.

Ribuan wali santri, alumni, dan masyarakat dari kepulauan Madura diprediksi akan datang menghadiri acara keagamaan tersebut.

Pondok pesantren yang menjadi tujuan utama jamaah di antaranya Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan Ponpes Walisongo Mimbaan Panji Situbondo.

Perayaan keagamaan tahunan itu selalu menyedot kehadiran masyarakat dari berbagai daerah, terutama dari wilayah kepulauan Madura.

Untuk mengantisipasi kerawanan, Satpolairud Polres Situbondo menurunkan personelnya dan bersinergi dengan instansi maritim seperti TNI AL, KSOP Kelas IV Panarukan, ASDP, serta Dishub Provinsi Jawa Timur.

Petugas tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga melakukan langkah preemtif dan preventif, di antaranya memberikan edukasi kepada penumpang dan awak kapal, pengecekan kapal, hingga pengawasan terhadap potensi pengangkutan barang ilegal.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K melalui Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H menegaskan pihaknya sudah memetakan potensi kerawanan di area pelabuhan.

“Kami menyiapkan personel dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses embarkasi maupun debarkasi berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya, Minggu (7/9/25).

AKP Gede menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi arus balik setelah perayaan Maulid usai.

“Kepulangan wali santri dan masyarakat ke kepulauan Madura juga menjadi perhatian kami. Selain pengamanan, kami sudah memberikan arahan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem agar pelayaran tetap aman,” tegasnya.

Kapolrestabes Surabaya Beri Penghargaan Kapolsek Wonokromo dan Toga Tomas atas Peran Aktif Jaga Kamtibmas

SURABAYA || jejakindonesia.id – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memberikan penghargaan kepada Kapolsek Wonokromo Kompol Hegy R, bersama tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) yang telah berperan besar menjaga keamanan Mapolsek Wonokromo saat terjadinya aksi kerusuhan beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Luthfi menekankan bahwa keberhasilan menjaga situasi kondusif tidak terlepas dari kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa atas bantuan toga dan tomas di wilayah hukum Polsek Wonokromo yang telah melaksanakan pengamanan saat itu,” tutur Kombes Pol Luthfi, pada Minggu (7/9).

Menurutnya, partisipasi aktif para tokoh masyarakat menjadi bukti nyata bahwa keamanan bukan hanya tugas Polisi semata, melainkan tanggung jawab bersama.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Luthfi juga menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Wonokromo dapat menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.

Ia menegaskan, masyarakat Surabaya terbukti mampu bersatu untuk menjaga ketertiban, bahkan di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

“Surabaya ini kota perjuangan dan kejadian kemarin membuktikan, masyarakat tidak hanya jadi penonton, tetapi ikut serta menjaga keamanan. Itu luar biasa,” ungkapnya.

Kombes Pol Luthfi sempat mengaitkan fenomena ini dengan sebuah peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1964, yang melahirkan sistem panggilan darurat.

Dari peristiwa tersebut, ia ingin menekankan bahwa kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah hal-hal buruk terjadi.

“Kalau di luar negeri ada kasus orang hanya menonton tanpa membantu, di Surabaya justru berbeda. Masyarakat turun tangan, menunjukkan kepedulian, dan inilah yang membuat situasi tetap aman,”tegas Kombes Luthfi.

Pemberian penghargaan ini bukan hanya simbol apresiasi, tetapi juga bentuk motivasi agar sinergi antara polisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terus terjaga.

"Harapan kami ke depan Surabaya semakin kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama,"pungkas Kombes Lutfhi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Wonokromo, Surabaya melindungi fasilitas umum yang ada di wilayahnya ketika akan dirusak oleh beberapa orang tidak dikenal, Minggu (30/8/2025) dini hari.

Kapolsek Wonokromo Kompol Hegy Renanta mengatakan, masyarakat telah spontanitas secara heroik membantu Polsek Wonokromo dalam upaya menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Surabaya.

"Warga Wonokromo telah membantu menjaga Mapolsek Wonokromo sejak Kamis 28 Agustus 2025 hingga saat ini," kata Kompol Hegy.

Ia mengatakan Kantor Polsek Wonokromo Surabaya tercatat Enam kali akan diserang perusuh pada kerusuhan Agustus 2025 kemarin.

Namun, berkat bantuan warga Wonokromo, Mapolsek Wonokromo berhasil diselamatkan dan tidak ada kerusakan sama sekali.

Hadiri Doa Bersama dan Peringatan Maulid Nabi, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Untuk Memajukan Indonesia

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika yang ada. Hal itu disampaikan dalam sambutan saat menghadiri acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya.

Doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh 6.316 undangan. Dalam acara tersebut turut hadir, jajaran PJU Mabes Polri, PJU TNI, PJU Polda, tokoh agama dan masyarakat, komunitas ojek online, Kokam Muhammadiyah, Senkom, Banser NU, buruh, Laskar Merah Putih, hingga Forkopimda DKI Jakarta.

Acara ini diisi dengan ceramah oleh Ustadz Adi Hidayat, L.c., M.A., Ph.D dan Dr. (H.C) K.H. Zulfa Mustofa yang sekaligus menutup ceramahnya dengan doa bersama.

Tak hanya itu, Jenderal Sigit pun memberikan santunan kepada 400 anak yatim, yang diwakili oleh 8 orang anak yatim dalam penyerahann secara simbolis.

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menjelaskan bahwa bangsa Indonesia pernah ada di masa penjajahan, di mana masyarakatnya dipecah belah. Namun, dengan semangat perjuangan, kemerdekaan bisa diraih dan bangsa ini menjadi satu kesatuan.

"Tentunya kita semua menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Oleh karena itu, tentunya menjadi tugas kita bersama untuk menjaga agar Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bangsa, adat istiadat, ini menjadi satu kekuatan yang terus bersatu untuk bersama-sama menjaga dan terus merawat negara kesatuan kita yang tercinta, Republik Indonesia," ujar Kapolri, Minggu (7/9/25).

Menurut Kapolri, merawat kemerdekaan yang sudah diraih adalah tugas bersama. Dengan begitu, Indonesia benar-benar menjadi negara merdeka, berdaulat, dan negara yang rakyatnya bisa sejahtera.

"Dan ini tentunya adalah tugas kita bersama. Dan kunci dari semua itu adalah manakala kita bisa menyatukan semua kekuatan, keberagaman yang ada, seluruhnya bersatu untuk membangun Indonesia yang kita cintai," ungkap Kapolri.

Jenderal Sigit tak memungkiri bahwa saat ini adalah masa-masa krusial bangsa Indonesia di mana akan ada bonus demografi. Jika ini dimanfaatkan, maka Indonesia akan semakin dekat untuk menjadi negara maju.

"Karena kita lengah, kita disusupi, kita dipecah, akhirnya kita gagal menjadi negara maju. Tentunya itu adalah pilihan kita bersama," jelas Kapolri.

Lebih lanjut Jenderal Sigit menyampaikan, dalam proses menjadi negara maju ini, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi. Meskipun keberagaman yang dimiliki Indonesia sangat banyak, namun persatuan dan kesatuan adalah yang utama.

Disampaikan Kapolri, Polri akan selalu berkomitmen di garda terdepan menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusifitas di masyarakat. Sebab, dengan persatuan dan kesatuan, pembangunan di Indonesia bisa dilaksanakan.

"Dengan situasi kamtibmas yang kondusif, maka pertumbuhan ekonomi bisa dilaksanakan. Pemerintah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tentunya ini menjadi cita-cita kita bersama untuk bersama-sama membawa negeri ini, membawa rakyat ini, membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik, bangsa yang unggul, dan bangsa yang besar," tutur Kapolri.

Kapolri Hadiri Doa Bersama dan Peringatan Maulid Nabi di Polda Metro Jaya

JAKARTA || jejakindonesia.id  - Polda Metro Jaya menggelar doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Kapolri Jenderal Listro Sigit Prabowo turut hadir dalam doa bersama dan maulid.

Dalam acara ini, turut hadir Wamen P2MI sekaligus Ketum PP Pemuda Muhamadiyah Zulfikar Ahmad Tawalla.

Kapolri tampak didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Irwasum Komjen Wahyu Widada, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Kabaintelkam Komjen Akhmad Wiyagus, hingga Kabaharkam Irjen Karyoto. Selanjutnya, turut hadir pula Dankor Brimob Komjen Imam Widodo, Astamaops Kapolri Irjen Fadil Imran, Kadivhumas Polri Irjen Sandi Nugroho, hingga Kaploda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

Selain itu, tampak hadir pula Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Ustaz Adi Hidayat, Ketua Majelis Ta'lim Al Habib Salim Shahaluddin Jindan, Presiden KSPI Said Iqbal, hingga Presiden KSPSI Andi Gani Ninawea serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jakarta lainnya.

Jajaran kapolres wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga pejabat utama Polda Metro Jaya menyalami dan menyambut Jenderal Sigit. Dalam acara ini juga turut dihadiri ribuan ojek online (ojol), buruh, linmas, dan elemen masyarakat. Tampak mereka secra khidmat mengikut jalannya acara.

Hadiri Deklarasi Damai Pemuda Lintas Iman, Kapolda Kalteng Ajak Hindari Perpecahan dan Perkuat Persaudaraan

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, menghadiri secara langsung Deklarasi Damai Huma Betang Organisasi Kepemudaan (OKP) Lintas Iman Kalteng yang digelar di Betang Hapakat, Jl. RTA. Milono Km.5, Kota Palangka Raya, Minggu (7/9/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, dan unsur Forkopimda, serta diikuti sejumlah OKP lintas iman, di antaranya GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, Pemuda Katolik, dan Paradah.

Dalam kesempatannya, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa deklarasi ini sangat penting untuk menunjukan komitmen menjaga persatuan, persaudaraan, serta kedamaian di Kalteng khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

"Sebagaimana filosofi dalam deklarasi kali ini, yaitu Huma Betang. Dimana semangat persatuan dan perdamaian menjadi tonggak kebersamaan, tolerasi, gotong royong dan keberagaman," kata Kapolda.

Irjen Iwan juga mengapresiasi atas digelarnya kegiatan ini sebagai inisiatif bersama OKP lintas iman yang bertujuan memperkuat semangat persatuan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta mengokohkan falsafah Huma Betang sebagai pilar kedamaian di Bumi Tambun Bungai.

"Tujuan deklarasi ini untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan, meneguhkan komitmen pemuda lintas iman dalam mendukung kerukunan, membangun komunikasi harmonis dengan pihak kepolisian dan lembaga adat," imbuhnya.

Diakhir kesempatan, Kapolda Kalteng mengajak generasi muda, para tokoh, dan masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan, serta memperkuat persaudaraan dan kerukunan lintas iman dengan saling menghormati dan menghargai.

Kawal generasi muda dari pengaruh negatif sekaligus bangkitkan semangat Huma Betang disetiap aspek kehidupan.

"Semoga dengan digelarnya Deklarasi ini dapat menjadi tonggak dalam membangun Kalteng yang aman, damai dan sejahtera," tutupnya.

 

(adji)

error: Content is protected !!