Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Sejumlah Tokoh Nasional NTT Memberikan Dukungan Moral Dan Hukum Kepada Kompol Kosmas Kaju Gae

NTT ||  jejak-indonesia.id - Anggota DPR RI dari Dapil NTT I dan II yakni Melkias Markus Mekeng, Ahmad Yohand Juli Laiskodat, dan Rudi Kabunang; para advokat nasional asal NTT seperti Petrus Selestinus, Petrus Ballapationa, Honing Sani, serta Divisi Hukum Forum Pemuda NTT yang diketuai oleh Wilvridus Watu. Semua pihak sepakat bahwa langkah banding harus ditempuh agar putusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) tidak berkekuatan tetap, sembari tetap menghormati dan mengedepankan keadilan bagi korban almarhum Afan Kurniawan.

Dalam kesempatan itu, Gories Mere menyampaikan rekam jejak pengabdian Kompol Kosmas yang bergabung dengan Polri sejak 1996. Ia pernah bertugas di berbagai wilayah konflik seperti Timor Timur, Papua, Poso, Aceh, hingga misi perdamaian Garuda di Lebanon. Pada 2 Januari 2007.

"Saat bertugas di daerah konflik, Kompol Kosmas tertembak di bahu kanan oleh kelompok bersenjata dan nyaris harus diamputasi di RS Polri Kramat Jati, kemudian dirujuk, berkat perawatan intensif di RS Elisabeth Singapura, luka tersebut dapat diselamatkan, namun bekas tembakan masih membekas hingga kini sebagai simbol pengorbanan. Putusan PTDH terhadap putra terbaik NTT yang telah mengabdi lebih dari 30 thn ini menimbulkan keprihatinan luas. Pasca putusan sidang kode etik di Bareskrim Polri," ujar Gories Mere (6/9/2025).

Kompol Kosmas menyampaikan pernyataan terbuka berisi permohonan maaf, serta penghormatan kepada keluarga korban. Ia menegaskan hanya melaksanakan tugas sesuai perintah komando, tanpa ada niat untuk mencelakakan siapa pun. Kejadian itu di luar dugaan dan baru diketahui adanya korban setelah tersebar di media sosial," tegas Kompol Kosmas

Jika dilihat dari sisi faktual, kondisi kendaraan taktis Brimob memiliki keterbatasan jarak pandang ke bawah, ditambah kaca yang terkena gas air mata sehingga semakin sulit melihat. Peristiwa terjadi dalam suasana kericuhan, di mana massa justru menyerang kendaraan, bukan menolong korban yg terjatuh. Kompol Kosmas saat itu duduk di samping sopir, bukan pengemudi. Jika kendaraan kembali bergerak, hal itu dilakukan karena adanya tekanan situasi, bukan karena mengetahui ada korban di bawah ban.

Dari sisi hukum pidana, tidak ditemukan unsur dolus (kesengajaan) karena tidak ada niat atau kehendak batin untuk menghilangkan nyawa orang lain. Unsur culpa (kelalaian) pun sulit dibuktikan mengingat posisi Kompol Kosmas bukan pengemudi, serta situasi objektif yang tidak memungkinkan dirinya mengetahui adanya korban. Peristiwa ini lebih tepat dikategorikan dalam kerangka overmacht (keadaan memaksa), di mana kendaraan harus bergerak karena terdesak oleh serangan massa demi keselamatan anggota di dalamnya.

Oleh karena itu, penjatuhan sanksi PTDH terhadap Kompol Kosmas dapat dinilai tidak proporsional, baik dari kacamata hukum pidana maupun etik. Upaya banding menjadi jalan konstitusional yang harus ditempuh agar perkara ini diputus dengan lebih adil dan proporsional. Dukungan luas dari tokoh masyarakat, wakil rakyat, serta praktisi hukum menunjukkan bahwa kasus ini bukan sekadar menyangkut satu individu, tetapi juga menyangkut rasa keadilan publik. Kompol Kosmas adalah sosok pengabdian dari tanah NTT untuk NKRI, dan tragedi ini seharusnya menjadi refleksi bersama agar hukum ditegakkan dengan adil, proporsional, serta menjunjung tinggi kemanusiaan.

(Wilvridus Watu, S.H., M.H.)

Peduli Warga Perbatasan Papua, Satgas Yonif 131/Brajasakti Gelar Pengobatan di Kampung Ampas

PAPUA || jejak-indonesia.id – Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di perbatasan kembali ditunjukkan Satgas Yonif 131/Brajasakti. Melalui Pos Ampas yang dipimpin Srd Loli, personel satgas melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom.

Kegiatan ini disambut antusias masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pengobatan sederhana maupun pemeriksaan kesehatan. Kehadiran Satgas menjadi harapan sekaligus solusi bagi warga yang terkadang sulit menjangkau fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan.

Salah satu warga, mama Netah (45), mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah menerima pelayanan kesehatan dari personel Satgas. “Terima kasih banyak bapak TNI sudah bantu kami berobat. Ini sangat membantu sekali untuk kami di kampung,” ucapnya dengan penuh syukur.

Pelayanan kesehatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat medis, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat perbatasan. Kehadiran Satgas Yonif 131/Brajasakti semakin meneguhkan komitmen untuk terus berada di tengah rakyat, membawa kebaikan, dan menjaga kesehatan warga di perbatasan Papua.

*Bersama Braja Sakti Membangun Negeri*

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

Produktivitas Bagikan Bibit Satgas Yonif 521/DY di Distrik Kurima

PAPUA || jejakindonesia.id - Produktivitas pembagian bibit di Papua fokus pada peningkatan ketahanan pangan dan lingkungan melalui berbagai program pemerintah dan swasta, seperti pemberian bibit keladi, padi, sayuranuntuk petani, serta bibit buah-buahan dan kehutanan untuk penghijauan. Pembagian bibit berkualitas, edukasi, dan akses pasar bagi petani, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat di Distrik Kurima Kab. Yahukimo, Papua Pegunungan. (07/09/2025).

Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditundi Distrik Kurima Kab. Yahukimo, Papua Pegunungan.(07/09/2025)*jukkan oleh Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima. Kali ini, personel Pos Kurima melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah warga sekaligus berbagi bibit tanaman sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan masyarakat di sekitar pos.

Danpos Kurima, Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil hutan, tetapi juga bisa mengelola pekarangan rumah dengan menanam sayuran sendiri. Dengan cara ini, kebutuhan pangan dapat tercukupi, sekaligus menguatkan ketahanan pangan di wilayah ini,” ungkapnya.

Masyarakat yang menerima bibit tampak antusias. Salah satu tokoh warga Ibu Mega (48th) mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam.

“Kami senang sekali, bapak-bapak TNI tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga pikirkan kebutuhan hidup kami. Bibit ini akan kami tanam dan rawat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya penuh semangat.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY,
Melalui kegiatan Pembinaan Teritorial
TNI Satgas Yonif 521/DY Membagikan bibit tanaman pertanian seperti sayuran, buah, dan jagung kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua sebagai bagian dari program pembinaan teritorial untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.

Membangun hubungan yang baik antara TNI dan rakyat melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Sebagai Aplikasi 8( Delapan) Wajib TNI Menjadi contoh dan melopori usaha - usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat.

Petani di Papua masih menghadapi tantangan dalam hal akses terhadap input yang baik dan informasi budidaya yang tepat dan Kesulitan dalam mendapatkan akses pasar juga menjadi kendala bagi petani sehingga nantinya dapat mendukung terwujudnya kemandirian pangan masyarakat di pedalaman Papua.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Ajak Warga Jogo Malang Kapolresta Malang Kota Imbau Waspadai Provokasi

MALANG || jejakindonesia.id – Untuk mengembalikan kondusifitas Kota Malang pascakerusuhan, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono ajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki organisasi agar mewaspadai Oknum yang mencoba memprovokasi anggotanya.

Hal itu disampaikan Kombes Pol Nanang usai apel kamtibmas dengan perwakilan organisasi keagamaan, kemasyarakatan, kepemudaan, komunitas, hingga Linmas pada hari Kamis (04/09) yang lalu.

Kombes Pol Nanang mengatakan, menjaga kamtibmas adalah tugas seluruh warga yang tinggal diwilayah Kota Malang.

Hal itu termasuk elemen masyarakat yang memiliki organisasi yang kurang sehat, maka perlu adanya soliditas untuk saling mengingatkan.

“Mari kita lebih peka dan teliti serta waspada dari segala bentuk provokasi yang masuk melalui organisasi, baik Ormas maupun LSM,”ungkap Kombes Nanang saat menemui Perwakilan Banser, Kokam dan Pemuda Adat.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Malang Kota juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi aktif dengan berbagai unsur masyarakat.

“Tolak semua ajakan negatif, cegah provokasi sejak dini dan segera laporkan jika ada oknum yang memanfaatkan organisasi untuk berbuat onar, merusak bahkan anarkis” tegas Kombes Nanang.

Saat di lokasi, ajakan Kombes Pol Nanang mendapat dukungan penuh, terlihat dari ekspresi para anggota Banser, Kokam, Pemuda Batak, Minang, Madura, Aremania yang siap bersatu menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing.

Seluruh organisasi dan komunitas berkomitmen menjaga kondusivitas dengan pendekatan musyawarah, bukan dengan tindakan provokatif atau anarkis.

"Sinergitas dan kolaboratif warga Kota Malang adalah benteng penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas di Kota Malang," tambah Kombes Pol Nanang.

Dengan kolaborasi yang solid dari lintas elemen, lanjut Kombes Nanang maka Kota Malang bisa tetap terjaga sebagai kota Pendidikan yang aman, damai dan penuh semangat kebersamaan.

“Sinergi ini harus dijaga, bukan hanya di pusat kota, tetapi sampai ke tingkat lingkungan terkecil. Jika semua solid, maka Malang akan selalu kondusif,” tutup Kombes Pol Nanang. (*)

Teladani Akhlak Rasulullah, SPN Polda Jatim Gelar Peringatan Maulid Nabi

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Suasana khidmat dan penuh nuansa religius menyelimuti Masjid Al Muttaqin di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur,Sabtu (6/9/25).

Segenap jajaran Pejabat Utama, Personel, Bhayangkari, serta para Siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri T.A. 2025 berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.

​Kegiatan yang sarat makna ini diawali dengan lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Suasana semakin syahdu saat grup hadrah banjari yang terdiri dari para siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025 tampil membawakan sholawat.

Gema pujian kepada Rasulullah SAW yang mereka lantunkan dengan penuh semangat berhasil menghangatkan suasana dan menjadi cerminan sisi religius para calon Bhayangkara negara.

​Hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H., yang mewakili Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K.

​Dalam sambutannya, AKBP Dody Indra Eka Putra menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momentum krusial untuk introspeksi dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

​"Pagi ini kita berkumpul bukan hanya untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW, tetapi untuk menyerap kembali esensi dari ajaran dan akhlak mulia beliau," ungkap AKBP Dody.

Ia mengatakan kegiatan yang mengambil tema 'Dengan meneladani akhlak Rasullullah SAW, Wujudkan Polri Presisi guna mendukung Asta Cita', ini memiliki makna yang sangat mendalam.

​Menurutnya, Empat sifat utama Rasulullah yaitu Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathonah (cerdas) adalah pilar karakter yang relevan dan wajib dimiliki oleh setiap insan Bhayangkara.

​"Sifat Siddiq mengajarkan kita untuk selalu berkata dan bertindak benar dalam setiap tugas," tutur AKBP Dody.

Amanah menurut AKBP Dody adalah ruh dari profesi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Sementara sifat Tabligh mengingatkan umat untuk menyampaikan informasi secara transparan dan tidak menutup-nutupi kebenaran.

"Dan Fathonah menuntut kita untuk cerdas dalam bertindak, mampu memetakan situasi, dan mengambil keputusan yang presisi," tegasnya.

​AKBP Dody menekankan, implementasi akhlak tersebut adalah kunci untuk mewujudkan institusi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Masih Menurut AKBP Dody, Polisi yang berakhlak mulia akan mampu menjalankan tugasnya dengan lebih profesional dan humanis, yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya program pembangunan nasional, Asta Cita, demi kemajuan Indonesia.

​Ia menghimbau kepada para siswa Diktuk Bintara untuk menanamkan akhlak Rasulullah dalam sanubari dan menjadikanNya sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik.

"Dengan demikian, kelak kalian akan menjadi Polisi yang dicintai rakyat dan disegani karena integritasnya," tutupnya.

​Sebagai puncak acara, tausiah atau ceramah agama disampaikan oleh K.H. Masykur Fadli Al Khafid.

K.H. Masykur Fadli menjelaskan bahwa merayakan maulid adalah wujud ekspresi cinta dan syukur umat manusia atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil 'alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta.

​Ia menambahkan, kegiatan seperti ini memiliki kemuliaan yang luar biasa.

Di dalamnya, nama Rasulullah SAW disebut, sholawat dilantumkan, dan sirah (perjalanan hidup) Nabi dikisahkan kembali.

Menurutnya, ini adalah cara efektif untuk menyuburkan kembali rasa cinta (mahabbah) kepada sang Nabi.

​"Memperingati maulid adalah upaya kita untuk 'mengisi ulang' baterai spiritual kita. Di tengah kesibukan duniawi dan beratnya amanah tugas, kita berhenti sejenak untuk mengingat kembali pedoman hidup kita yang paling sempurna," tuturnya.

​Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Masykur Fadli, memohon keberkahan bagi institusi Polri dan bangsa Indonesia.

error: Content is protected !!