Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Satgas Yonif 131/Brajasakti dan Warga Suskun Bersatu Bangun Masjid di Perbatasan Papua

PAPUA || jejakindonesia.id - Suasana kebersamaan terasa hangat di Kampung Suskun, Distrik Arso Timur, saat Satgas Yonif 131/Brajasakti bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pembangunan Masjid Nur-Rahman.

Kegiatan yang dipimpin Serda Arya ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan masjid, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI dengan warga setempat.

Bapak Rustamaji (45), salah satu warga Kampung Suskun, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Satgas. “Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang mau turun langsung membantu. Kehadiran mereka bukan hanya meringankan pekerjaan, tapi juga membuat kami semakin dekat seperti keluarga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 131 berharap kebersamaan yang terjalin dapat terus menjadi semangat persaudaraan dalam membangun wilayah perbatasan.

*Bersama Braja Sakti Membangun Negeri*

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

*Di duga dibawa kabur pacar. Siswi SMK PGRI 1 GIRI hilang

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kejadian anak di bawah umur kembali terjadi di banyuwangi, kali ini menimpa dara belia usia 16th berinisial FA yang masih duduk di bangku SMK PGRI 1 GIRI. Rabu 20/08/25

Tragedi hilangnya dara belia FA usia 16th terjadi sejak hari minggu tanggal 17 Agustus 2025, FA tinggal bersama keluarga di lingkungan kelurahan kepatihan. Hingga malam ini hari rabu 20 Agustus 2025 FA tidak kunjung pulang kerumah.

Kejadian hilangnya FA membuat pihak keluarga terguncang sehingga berlanjut dengan laporan di polresta banyuwangi dengan nomor LP : STTLPM/225/VIII/2025/SPKT. Dalam pasal 332 ayat (1) ke-1, diancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

di duga dara belia FA berusia 16th dibawa seorang pria berinisial AS warga gombengsari kalipuro yang kesehariannya sebagai sopir logistik.

Halimah ibunda dari FA saat di jumpai awak media menyampaikan kejadian ini sangat membuat keluarga terpukul, terlebih lagi FA masih di bawah umur. Ungkap Halimah

"Saya sangat terpukul mz, anak perempuan saya mulai hari minggu tgl 17 Agustus 2025 hingga malam ini tidak pulang kerumah, Teman-teman dari anak saya ngomong bahwa anak saya mau ke rumah pacarny yaitu AS di lerek gombengsari, selain itu pernah mz ke bali anak saya di bawa dan tidak pamit ke saya"

Saya berharap bantuan dari bapak kapolresta banyuwangi bapak rama samtama putra memohon bantuan agar anak perempuan saya kembali pulang. Imbuh ibunda FA.

Reporter :

Hasil Tes DNA RK dan LM Resmi Diumumkan, Bareskrim Polri Pastikan Tidak Ada Kecocokan DNA

JAKARTA || jejakindonesia.id — Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggelar doorstop di Lobby Awaloedin Djamin, Gedung Bareskrim Polri, Rabu (20/8/2025) pukul 14.30 WIB. Kegiatan ini membahas hasil pemeriksaan DNA terkait perkara dugaan tindak pidana manipulasi dokumen dan informasi elektronik yang melibatkan pelapor berinisial RK dan saksi LM.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti dan Kasubdit I Direktorat Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rizki Agung Prakoso.

Brigjen Pol Sumy Hastry menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan DNA terhadap tiga sampel, yaitu RK, LM, dan SA (anak dari LM), Proses pengambilan sampel dilakukan pada 7 Agustus 2025 oleh tim Laboratorium DNA Rolab Dokes Pusdokkes Polri. Pemeriksaan dilaksanakan melalui sejumlah tahapan ilmiah, mulai dari eksaminasi barang bukti, ekstraksi DNA, kuantifikasi, amplifikasi, DNA typing, hingga analisis profil DNA.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa separuh profil DNA SA cocok dengan profil DNA LM, namun tidak ditemukan kecocokan dengan profil DNA RK.

“Secara ilmiah dapat kami simpulkan, SA adalah anak biologis dari LM dan bukan anak biologis dari RK,” jelas Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti.

Sementara itu, Kombes Pol Rizki Agung Prakoso menyampaikan bahwa hasil tes DNA ini menjadi bukti penting dalam penanganan perkara dugaan tindak pidana manipulasi informasi elektronik dan dugaan pencemaran nama baik yang sedang ditangani penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri.

“Kami menerima hasil pemeriksaan DNA pada hari ini dan hasilnya menyatakan tidak ada kecocokan DNA antara saudara RK dengan anak saudari LM. Temuan ini menjadi bukti ilmiah yang sangat penting dalam proses penyidikan,” tegas Kombes Pol Rizki Agung Prakoso.

Rizki menambahkan, penyidik telah memeriksa 12 orang saksi termasuk LM, serta 3 orang ahli di bidang bahasa, ITE, dan hukum pidana. Selain itu, sejumlah barang bukti elektronik juga telah diamankan, termasuk dokumen, sampel suara, serta data digital.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil tes DNA ini akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

“Penyidik akan melanjutkan proses penyidikan dengan mempertimbangkan hasil DNA ini sebagai bukti ilmiah. Kami pastikan seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum,” pungkasnya.

Dengan diumumkannya hasil tes DNA ini, Bareskrim Polri berharap publik dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini.

Mencetak Polisi Humanis Bermental Sehat, 247 Siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim Terima Pembekalan Psikologi

MOJOKERTO || jejakidonesia.id – Sebanyak 247 wajah tegap calon anggota Korps Bhayangkara tampak khidmat memenuhi Gedung Dharma Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur. Dalam balutan seragam pendidikan dan pembentukan Bintara, para siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 itu mengikuti sesi krusial yang akan menjadi bekal utama mereka di medan pengabdian.

Sesi itu adalah pembekalan kesehatan mental dan bimbingan konseling. Kegiatan yang diselenggarakan itu merupakan sinergi antara SPN Polda Jatim dengan Tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jatim.

Tujuannya yakni mencetak insan Polri yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang dan berketahanan secara mental maupun spiritual.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., yang kehadirannya diwakilkan oleh Kepala Korps Siswa (Kakorsis) SPN Polda Jatim, AKBP Agung Setyono, S.S., M.H.

"Kegiatan saat ini adalah pembekalan kesehatan mental dan bimbingan konseling bagi para siswa," kata AKBP Agung, Rabu (20/8/25).

Turut hadir sebagai pemateri utama, tim dari Bagian Psikologi yang dipimpin oleh Penata R. Suryo Narmodo, M.Psi.,mewakili Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jatim, AKBP Dr. Mochammad Mujib Ridwan, M.Psi.

Kakorsis SPN Polda Jatim, AKBP Agung Setyono, S.S., M.H., menekankan bahwa tantangan tugas kepolisian di era modern semakin kompleks.

Menurutnya, kekuatan seorang anggota Polri tidak hanya diukur dari kemampuan fisik dan penguasaan tekhnis saja, tetapi juga dari kemampuannya mengelola stres, tekanan, dan menjaga kejernihan pikiran dan hati saat bertugas.

"Siswa saat ini sedang ditempa untuk menjadi tulang punggung keamanan negara,yang harus punya bekal utama dalam melayani masyarakat nanti setelah resmi menjadi anggota Polri," terang AKBP Agung.

Ia juga megaskan, menjadi anggota Polri bukanlah semata-mata kewenangan yang melekat pada seragam, melainkan kemampuan untuk hadir sebagai penolong dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.

AKBP Agung mengungkapkan bahwa publik menaruh harapan besar di pundak setiap anggota Polri.

Tekanan dari lingkungan kerja, ekspektasi masyarakat, hingga risiko tugas yang tinggi adalah realitas yang akan dihadapi. Oleh karena itu, pembekalan ini menjadi fondasi vital.

AKBP Agung berharap, melalui kegiatan ini, siswa calon Bintara Polri mampu menyerap ilmu untuk mengenali diri sendiri, mengelola emosi, dan membangun resiliensi.

"Mental yang sehat akan melahirkan Polisi yang humanis, profesional, dan dicintai masyarakat," pungkasnya.

Hadiri Groundbreaking di Sidoarjo, Kapolri Sebut Polri Sudah Miliki 458 SPPG

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan Groundbreaking 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jawa Timur. Hal itu bakal memberikan manfaat terhadap 3.405 orang.

Selain itu, Sigit juga meresmikan operasional SPPG Polresta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Nantinya, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu akan menyerap 50 tenaga kerja.

"Pada hari ini kita telah meresmikan SPPG Polresta Sidoarjo yang akan memberikan manfaat kepada 3.405 orang dan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang," kata Sigit.

Sigit menyebut, sampai dengan saat ini, Polri telah memiliki 458 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai kurang lebih 1,59 juta orang. Serta menyerap tenaga kerja sekitar 22.850 orang.

"Dari SPPG tersebut, terdapat sebanyak 49 SPPG telah beroperasional, 20 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional, 366 SPPG dalam tahap pembangunan, 13 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking dan 10 SPPG lainnya akan dilakukan groundbreaking di Kalsel," ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polresta Sidoarjo, sebagai wujud dukungan Polri terhadap Perum Bulog untuk menyukseskan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sigit memaparkan, sejak tanggal 6 Agustus 2025 sampai dengan 19 Agustus 2025, Polri telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah pada 15.419 titik lokasi di 36 Polda jajaran dan 1 Satker Mabes Polri. Jumlah beras SPHP yang berhasil disalurkan mencapai 21.391 ton beras.

"Di wilayah Polda Jawa Timur, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan pada 2.994 titik dengan total penyaluran beras SPHP sebanyak 3.438 ton," tutup Sigit.

error: Content is protected !!