Aipda Sigit “Hellboy”: Hujatan Boleh Menghantam, Tapi Keamanan Rakyat Tidak Boleh Tumbang

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Di tengah derasnya kritik, hujatan, dan sorotan publik terhadap institusi kepolisian, Aipda Sigit Dwi Susanto atau yang lebih dikenal dengan sapaan “Hellboy”, tetap berdiri tegak menjalankan tugasnya sebagai Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Bagi Hellboy, pengabdian seorang polisi tidak pernah diukur dari banyaknya pujian, penghargaan, atau popularitas yang diterima. Pengabdian sejati diukur dari seberapa aman masyarakat dapat menjalani kehidupannya, seberapa banyak kejahatan dapat dicegah, dan seberapa kuat persatuan bangsa dapat dijaga.

Di balik setiap keberhasilan pengungkapan kasus, penangkapan pelaku kejahatan, hingga terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, terdapat anggota-anggota kepolisian yang bekerja tanpa mengenal waktu, menghadapi risiko, tekanan, bahkan ancaman terhadap keselamatan diri mereka sendiri.

“Hujatan silakan lempar ke kami, tapi biarkan rakyat tetap aman di belakang kami,” tegas Aipda Sigit Dwi Susanto, Sabtu (20/6/2026).

Kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Bagi Hellboy, itu adalah prinsip pengabdian yang harus dipegang setiap anggota Polri. Ketika masyarakat beristirahat dengan tenang, aparat keamanan tetap berjaga. Ketika masyarakat terlelap, polisi masih melakukan patroli, penyelidikan, dan pengejaran terhadap para pelaku kejahatan.

Sebagai personel yang bertugas di lingkungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Hellboy memahami bahwa tugas kepolisian tidak selalu mendapatkan apresiasi. Tidak jarang aparat menjadi sasaran kritik, cibiran, bahkan tuduhan yang berkembang di ruang publik. Namun menurutnya, seorang anggota Polri tidak boleh larut dalam pujian maupun terpancing oleh hujatan.

Yang terpenting adalah memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Menurut Hellboy, keamanan bukan semata-mata tanggung jawab polisi atau TNI. Keamanan adalah fondasi kehidupan berbangsa yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Karena itulah ia terus menggaungkan semangat “Sabuk Kamtibmas”, sebuah gagasan yang mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu menjaga keamanan dan memperkuat semangat bela negara.

“Menjaga keamanan dan bela negara bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Mulai dari pejabat, aparatur pemerintah, insan media, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, pemuda, hingga seluruh rakyat Indonesia harus menjadi bagian dari Sabuk Kamtibmas,” ujarnya.

Hellboy menegaskan, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang dari tindak kriminal konvensional. Penyebaran hoaks, ujaran provokatif, konflik sosial, hingga upaya memecah belah persatuan bangsa menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Di era digital, menurutnya, setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta aktif menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.

Ia juga menilai kritik terhadap institusi kepolisian merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Kritik harus dihormati sebagai bentuk kontrol sosial. Namun kritik yang disertai solusi dan semangat membangun akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sekadar cacian yang memecah belah.

“Polisi dan masyarakat sebenarnya berada di tujuan yang sama. Kita sama-sama ingin Indonesia aman, tertib, damai, dan berkeadilan. Karena itu mari saling mengingatkan, saling mengawasi, dan saling mendukung demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata Hellboy.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, Hellboy mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan persaudaraan di atas perbedaan, menjaga persatuan di atas kepentingan kelompok, serta menempatkan keamanan rakyat sebagai prioritas bersama.

Baginya, pengabdian tidak membutuhkan panggung kehormatan. Pengabdian tidak membutuhkan tepuk tangan. Sebab nilai pengabdian sejati terletak pada manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pada akhirnya, sejarah tidak mencatat berapa banyak pujian yang kita terima. Sejarah akan mencatat apa yang telah kita lakukan untuk rakyat, bangsa, dan negara. Karena pengabdian sejati adalah ketika masyarakat merasa aman, meski tidak pernah tahu siapa yang berjaga untuk mereka,” pungkas Aipda Sigit Dwi Susanto.

(Redaksi)

Presiden RI dan Kepala Staf Angkatan Darat Hadir Untuk Rakyat Melalui Satgas Yonif 123/Rajawali Membangun Sumur Bor di Kampung Kiworo Distrik Kimaam

KIMAAM || Jejak-indonesia.id – Komitmen TNI dalam membantu masyarakat di wilayah perbatasan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Atas kepedulian Presiden Republik Indonesia dan Kepala Staf Angkatan Darat terhadap kesejahteraan masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali membangun sumur bor di Kampung Kiworo Distrik Kimaam.

Pembangunan sumur bor tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak guna memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mendukung aktivitas masyarakat.

Dansatgas Letkol Inf Anhar Agil Gunawan mengatakan bahwa selain menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan, Satgas Yonif 123/Rajawali juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

“Melalui pembuatan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor ini disambut dengan penuh syukur oleh masyarakat Kampung Kiworo Distrik Kimaam.
Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga di daerah perbatasan.

Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, Satgas Yonif 123/Rajawali terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123 Rajawali

Baru Dilantik, Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan Langsung Tancap Gas Ungkap Peredaran Narkoba, Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi Diamankan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Belum lama mengemban amanah sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, Kombespol Rachmat Kurniawan langsung menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah Banyuwangi. Sabtu (20/06/2026)

Tak menunggu waktu lama, mantan Kasat Reskrim Polres Banyuwangi tersebut turun langsung memimpin operasi pemberantasan narkoba di lapangan. Hasilnya, tim gabungan yang terdiri dari Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jawa Timur bersama Seksi Pemberantasan BNNK Banyuwangi berhasil menggagalkan dugaan peredaran narkotika dan mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar jaringan lokal.

Tersangka berinisial TMD (39), warga Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, berhasil diamankan petugas di sebuah lahan kosong yang berada di kawasan Jalan Letkol Gusti I Ngurah Rai, Gang Tembusan, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis malam (18/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat diamankan, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang diduga siap diedarkan.

Dari tangan tersangka, petugas menyita narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 50,30 gram yang dikemas dalam satu klip plastik. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti ekstasi dengan total berat bruto 44,88 gram yang terbagi dalam lima klip plastik.

Adapun rincian ekstasi yang diamankan yakni dengan berat 1,92 gram, 0,95 gram, 18,87 gram, 6,87 gram, dan 6,27 gram.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan cepat masyarakat yang merasa resah dengan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, kawasan itu diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika dengan modus “ranjau”, yakni pelaku meletakkan barang di titik tertentu untuk kemudian diambil oleh pemesan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, BNNK Banyuwangi bersama BNNP Jawa Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif di sekitar lokasi.

Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan bersama Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Timur turun langsung memimpin tim operasional untuk melakukan surveillance atau pengawasan melekat hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti.

“Merespons cepat informasi tersebut, Kepala BNNK Banyuwangi bersama Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim langsung memimpin Tim Opsnal melakukan pemantauan melekat (surveillance) di sekitar lokasi,” ujar Kombespol Rachmat Kurniawan.

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara petugas dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Dengan banyaknya barang bukti narkotika yang berhasil diamankan, kami telah menyelamatkan ratusan nyawa dari ancaman bahaya narkotika,” tegas Rachmat.

Keberhasilan ini menjadi langkah awal kepemimpinan Kombespol Rachmat Kurniawan di BNNK Banyuwangi dalam memperkuat pemberantasan narkotika. BNNK Banyuwangi menegaskan akan terus meningkatkan operasi di lapangan serta membuka ruang kerja sama dengan masyarakat untuk memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tugas aparat, namun membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar Banyuwangi semakin bersih dan terbebas dari ancaman barang haram tersebut.

Garry Oktavian dan Jajaran LIRA Banyuwangi: Terpilihnya Samsudin, S.H. Menjadi Energi Baru Perjuangan LIRA Nasional

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Terpilihnya Samsudin, S.H. sebagai Presiden LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Periode 2027–2032 disambut penuh optimisme oleh keluarga besar LIRA Kabupaten Banyuwangi. Di bawah komando Bupati LIRA Banyuwangi Garry Oktavian, seluruh jajaran pengurus dan anggota menyampaikan ucapan selamat dan sukses serta dukungan penuh atas amanah besar yang kini diemban oleh pemimpin baru LIRA tersebut.

Bagi LIRA Banyuwangi, terpilihnya Samsudin bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan sosial, pengawasan publik, dan perjuangan dalam mengawal kepentingan rakyat di seluruh Indonesia.

Garry Oktavian menilai, tantangan organisasi ke depan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki integritas, keberanian, serta komitmen kuat dalam menjaga marwah organisasi agar tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal transparansi, akuntabilitas, dan keadilan sosial.

“Kami keluarga besar LIRA Banyuwangi mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Samsudin, S.H. atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin LIRA secara nasional. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi dan kepentingan masyarakat luas,” ujar Garry Oktavian, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, LIRA selama ini dikenal sebagai organisasi yang konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan penyelenggara pemerintahan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang kuat dan visioner sangat dibutuhkan agar organisasi terus berkembang dan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Garry juga menegaskan bahwa jajaran LIRA Banyuwangi siap bersinergi dan mendukung berbagai program strategis yang akan dijalankan Presiden LIRA terpilih. Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat peran LIRA sebagai organisasi yang independen, kritis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Samsudin, LIRA semakin solid, semakin kuat, dan semakin dipercaya masyarakat. LIRA harus tetap menjadi suara rakyat, menjadi pengawal kebijakan publik, serta menjadi mitra konstruktif dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.

Terpilihnya Samsudin, S.H. diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh kader dan pengurus LIRA di berbagai daerah untuk terus bergerak, mengabdi, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa mengenal lelah.

Keluarga Besar LSM LIRA Kabupaten Banyuwangi mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Samsudin, S.H. atas terpilihnya sebagai Presiden LSM LIRA Periode 2027–2032. Semoga amanah, istiqamah dalam perjuangan, serta mampu membawa LIRA menjadi organisasi yang semakin kuat, berintegritas, dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli Dialogis, Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan Berlayar

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir serta meningkatkan kesadaran keselamatan pelayaran, anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan sambang masyarakat nelayan di kawasan Dermaga Pelabuhan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.28 WIB tersebut dipimpin oleh jajaran Satpolairud Polresta Banyuwangi di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi. Dalam pelaksanaannya, Aipda I Wayan Wedhana, selaku Kanit Polairud Unit Selatan, turun langsung menemui para nelayan yang sedang melakukan perawatan dan perbaikan kapal di area dermaga.

Dalam patroli dialogis tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan wilayah pelabuhan, tetapi juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat nelayan terkait pentingnya keselamatan saat melaut.

Petugas mengingatkan agar setiap nelayan selalu memperhatikan faktor keselamatan sebelum berangkat melaut. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah kewajiban menyediakan dan menggunakan alat keselamatan berlayar, terutama life jacket (jaket pelampung) yang harus tersedia di atas perahu maupun kapal sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut.

Selain itu, Satpolairud juga mengimbau para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca sedang buruk. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan aktivitas penangkapan ikan.

“Keselamatan adalah hal yang paling utama. Jika cuaca tidak mendukung, nelayan diharapkan menunda aktivitas melaut demi menghindari risiko kecelakaan di laut. Keluarga menunggu di rumah, sehingga keselamatan harus selalu diutamakan,” pesan petugas kepada para nelayan.

Kehadiran anggota Satpolairud di tengah masyarakat pesisir mendapat respons positif dari para nelayan. Selain memberikan rasa aman dan nyaman, kegiatan sambang tersebut juga menjadi sarana komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai informasi terkait keamanan perairan.

Dari hasil kegiatan patroli dialogis dan sambang masyarakat nelayan tersebut, tercipta situasi Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang aman dan kondusif di sekitar Dermaga Pelabuhan Muncar.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar. Kondisi cuaca pada saat pelaksanaan patroli terbilang cerah dengan air laut pasang, angin landai, dan gelombang laut relatif tenang sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan berjalan normal.

Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan patroli rutin dan pendekatan humanis kepada masyarakat nelayan guna mewujudkan keamanan perairan yang kondusif serta menekan potensi terjadinya kecelakaan laut di wilayah hukum Polresta Banyuwangi.

(Redaksi)

PT Cahaya Pers Group Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapten CPM Saifur Rokhim

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Keluarga besar PT Cahaya Pers Group melalui jaringan media online Jejak-Indonesia.id, Indonesia.News, dan Pedot.Pro menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kapten CPM Saifur Rokhim, Dansubdenpom V/3-3 Banyuwangi, Sabtu (20/6/2026).

Ucapan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian Kapten CPM Saifur Rokhim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya menjaga disiplin, ketertiban, serta penegakan hukum di lingkungan TNI, khususnya di wilayah Banyuwangi.

Owner dan Pimpinan Umum PT Cahaya Pers Group, Selamet Solichin, yang akrab disapa Mbah Semar, menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Kapten CPM Saifur Rokhim di hari istimewanya.

“Kami keluarga besar PT Cahaya Pers Group mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kapten CPM Saifur Rokhim. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, umur panjang, kemudahan dalam setiap langkah, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Mbah Semar.

Menurutnya, bertambahnya usia bukan sekadar penambahan angka, melainkan momentum untuk semakin memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, serta dedikasi dalam menjalankan amanah dan melayani masyarakat.

Mbah Semar juga berharap Kapten CPM Saifur Rokhim senantiasa diberikan kekuatan, kesuksesan, dan keberkahan dalam mengemban tugas sebagai Dansubdenpom V/3-3 Banyuwangi, sekaligus menjadi sosok inspiratif bagi anggota dan masyarakat luas.

“Semoga di usia yang baru ini semakin diberkahi, diberikan kemudahan dalam setiap langkah, serta terus menjadi teladan dalam pengabdian dan kepemimpinan. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” tambahnya.

Ucapan tersebut juga menjadi wujud sinergitas dan hubungan baik antara insan pers dengan aparat penegak hukum serta seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kondusivitas wilayah.

Di momen bahagia tersebut, keluarga besar PT Cahaya Pers Group kembali menyampaikan doa terbaik agar Kapten CPM Saifur Rokhim senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Selamat Ulang Tahun Kapten CPM Saifur Rokhim. Semoga senantiasa sehat, sukses, panjang umur, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. (Redaksi).

Sejumlah Pembalap Mulai Berlatih Jelang Banyuwangi BMX Supercross 2026

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ratusan pembalap BMX dari luar daerah bahkan luar negeri bakal megikuti balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang akan digelar pada 27-28 Juni di lintasan Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi. Saat ini, sejumlah pembalap tampak berlatih di sirkuit Muncar yang merupakan salah satu trek terpanjang di dunia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani mengungkapkan, selain pembalap nasional sejumlah negara yang terjadwal akan terlibat di antaranya Singapura, Philippina dan Thailand.

“Pendaftaran sudah dimulai sejak Mei lalu dan sampai besok 20 Juni nanti. Pendaftaran bisa melalui website banyuwangisport.com,” jelas Yani, Jumat (19/6/2026).

Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh Dispora di lapangan untuk memastikan peserta terfasilitasi dengan baik. Saat ini perbaikan dan pembersihan area sirkuit tengah dilakukan agar sesuai dengan regulasi Union Cycliste Internationale (UCI) mengingat balap sepeda BMX itu masuk dalam kalender UCI Class 1.

“Aspek teknis nya menyiapkan agar pelaksanaan lancar aman, seperti menyiapkan prosedur medis apabila ada kejadian yang tidak diinginkan/cedera, kemudian keamanan di area paddock dan start hill, mengatur mekanisme proses start, agar berjalan cepat dan benar,” tegasnya.

“Kami juga tengah melakukan pemetaan lokasi untuk peralatan lomba dan property lomba. Melakukan koordinasi dengan stakeholder atau skpd terkait, khususnya masalah medis, keamanan, rekayasa parkir, atraksi dan lainnya,” tambah Yani.

Yani mengatakan bahwa sejumlah pemain sudah hadir dan berlatih di Banyuwangi. Pihaknya menyediakan fasilitas memadai dengan retribusi yang sangat terjangkau bagi peserta. Bagi pengguna sirkuit untuk berlatih akan dikenakan retribusi sebesar Rp. 5.000/orang bagi pembalap lokal banyuwangi, Rp. 10.000/orang bagi pembalap dari luar Banyuwangi dan Rp. 2.500.000 bagi pembalap international yang dihitung per tim per hari.

“Kalau tim luar negeri lebih mahal karena peserta meminta satu paket lengkap bersama tenaga medis juga yang disiapkan mengawal saat latihan berlangsung,” ungkap Yani.

Pada BMX Supercross 2026 ini, terdapat kategori yang sebelumnya tidak ada, yakni kategori men & women under 23 (U23) yang belum pernah dilaksanakan di Banyuwangi BMX Supercross sebelumnya.

Sementara Hilmi, salah satu pembalap dari Medan Sumatra Utara mengaku telah tinggal di Banyuwangi selama sepekan. Ia berharap bisa memenangkan perlombaan akan diikuti atlet berbagai negara dan menjadi ajang persaingan balap sepeda internasional tersebut.

“Saya dengan 4 orang datang Minggu malam dan langsung latihan hari Senin kemarin,” terang Hilmi. (*)

Digelar 27-28 Juni, Pembalap dari Berbagai Negara Siap Ikuti Banyuwangi BMX Supercross

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Banyuwangi BMX Supercross, satu-satunya balap BMX di Indonesia yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Dunia, kembali digelar 27-28 Juni mendatang.

Sebanyak 294 pembalap dari berbagai negara (Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina) akan beradu cepat di Sirkuit Muncar, Banyuwangi yang merupakan salah satu trek terpanjang di dunia. Trek Sirkuit Muncar memiliki panjang 465 meter dengan obstacle 4 height jump serta 2 start gate setinggi 5 dan 8 meter.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan BMX Supercross merupakan bagian dari upaya Banyuwangi mengembangkan sport tourism sekaligus meningkatkan prestasi olahraga balap sepeda.

“Alhamdulillah BMX Supercross kembali kami gelar. Ini adalah komitmen kami selain mengembangkan sport tourism, juga mendorong peningkatan kompetensi atlet BMX di tanah air,” kata Ipuk, Jumat (19/6/2026).

“Rider Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke negara lain untuk mendapatkan poin internasional,” imbuhnya.

Ipuk berharap kejuaraan ini menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkenalkan Banyuwangi kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah maupun negara.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan sejumlah pembalap dijadwalkan mulai tiba di Banyuwangi pada 22 Juni untuk menjalani latihan.

“Mulai Senin, 22 Juni sebagian atlet dijadwalkan akan datang dan berlatih secara mandiri untuk beradaptasi dengan karakter lintasan,” terang Yani.

Secara teknis sebelum laga dimulai, pada 25 Juni sirkuit akan ditutup sementara untuk persiapan teknis dan pemasangan berbagai perlengkapan pendukung pertandingan.

Selanjutnya pada 26 Juni akan digelar sesi latihan resmi yang dipantau langsung oleh VCP atau Venue Commissaire Panel dari Australia sebagai perwakilan UCI.

“Semua tahapan persiapan kami lakukan sesuai standar UCI agar pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar dan memenuhi ketentuan internasional,” ujarnya.

Rangkaian lomba akan berlangsung selama dua hari pada 27-28 Juni. Para pembalap akan bersaing di 25 kategori untuk memperebutkan poin.

Kategori yang dipertandingkan meliputi Boys 5-6, Boys 7-8, Boys 9-10, Boys 11-12, Boys 13-14, Boys 15-16, Girls 5-6, Girls 7-8, Girls 9-10, Girls 11-12, Girls 13-14, Girls 15-16, Men 17-29, Men 30-35, Men 36-40, Men 41 Up, Men Under 23, Women Under 23, Men Junior, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite. (*)

Satu Panel Bersama Luhut di Indonesia Summit 2026, Bupati Ipuk Bicara Digitalisasi Pemerintah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjadi salah satu panelis dalam forum tahunan Indonesia Summit 2026 di The Tribarata Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Dalam acara yang dibuka Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Ipuk berbicara tentang digitalisasi pemerintahan bersama dengan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan.

Sesi yang mengambil tema “Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology For Inclusive Growth” itu, Ipuk memaparkan tentang kesuksesan pilot project Perlinsos (Perlindungan Sosial) Digital yang dicanangkan pemerintah pusat di Kabupaten Banyuwangi.

Program Perlinsos Digital tersebut, ungkap Ipuk, mampu memberikan data akurat tentang kondisi dari penerima bantuan sosial secara realtime. “Para penerima bansos secara digital telah diketahui kondisinya melalui data yang terintegrasi. Sehingga tidak ada lagi salah sasaran penerima bantuan, fiktif dan lain sebagainya,” ungkap Ipuk.

Keberhasilan penerapan Parlinsos Digital itu, imbuh Ipuk, bukan tanpa tantangan. Akses internet yang belum merata menjadi kendala untuk penerapan digitalisasi layanan publik. Akan tetapi, dengan komitmen dan kebersamaan yang kuat, kendala tersebut dapat tertangani.

“Di Banyuwangi tidak sedikit titik-titik blank spot dari internet, seperti di kawasan perkebunan atau di pegunungan. Tapi, dengan kerja keras semua tim, kendala itu bisa disiasati. Kuncinya komitmen dan gotong royong,” ungkap Ipuk dalam sesi diskusi yang dipandu oleh jurnalis senior, Uni Lubis, itu.

Keberhasilan Banyuwangi dalam menjalankan program pilot project Parlinsos Digital itu, mendapat apresiasi dari Luhut Binsar Panjaitan. Upaya transformasi digital dalam pelayanan pemerintahan itu, sebagai upaya untuk menutup celah terjadinya kesalahan hingga potensi korupsi.

Saat ini, terang Luhut, pemerintah dengan memanfaatkan artificial intelegent (IA) sedang mengintegrasikan serta mengharmonisasikan data lintas kementerian/ lembaga. Tak terkecuali aparatur penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisiaan hingga KPK.

“Ke depan akan semakin transparan. Semua mata bisa melihatnya. Jadi, nanti, KPK tidak perlu lagi melakukan operasi tangkap tangan karena sudah diketahui sejak awal jika terjadi upaya-upaya koruptif,” tegasnya.

Indonesia Summit 2026 ini diselenggarakan selama dua hari. Menghadirkan para pembicara nasional. Mulai dari menteri, pejabat tinggi, hingga para pesohor. Ada pula sejumlah kepala daerah. Di antaranya adalah Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (*)

Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu Menteri Sosial (Mensos) Saifulah Yusuf, di Kantor Kemensos, Kamis (18/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ipuk memaparkan perkembangan Sekolah Rakyat dan program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digulirkan di Banyuwangi.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai lebih dari 75 persen.

Di Banyuwangi, sekolah rakyat sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar,” kata Ipuk pada Mensos.

Sekolah yang tengah dibangun ini berdiri di atas lahan 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi. Sekolah rakyat di Banyuwangi dibangun dengan konsep sekolah modern berstandar internasional.

Kawasan pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, SMA masing-masing dua lantai, asrama putra-putri tiap jenjang, serta rusun guru. Kemudian ada gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur. Lengkap dengan kantin SD, kantin SMP, kantin SMA, dan guest house.

Tersedia lapangan lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, Green House, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, parkir mobil, parkir motor, gerbang dan signage.

Sekolah Rakyat yang baru juga bersebalah dengan sirkuit BMX yang berstandart internasional. Ipuk juga menawarkan kepada Mensos, agar nantinya siswa Sekolah Rakyat diberi ekstrakurikuler BMX.

“Anak-anak nanti bisa diberi ekstrakurikuler BMX karena dekat dengan Sirkuit Muncar, agar bisa mncetak atlet muda berbakat,” kata Ipuk.

Mensos mengapresiasi perkembangan Sekolah Rakyat Banyuwangi. “Rencana saya akan Open House dengan wali murid siswa baru di Banyuwangi,” kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Selain Sekolah Rakyat, Ipuk juga menjabarkan progres penerapan program digitalisasi Perlinsos. Banyuwangi merupakan daerah pertama yang ditunjuk sebagai piloting program prioritas distribusi tersebut.

Keberhasilannya di Banyuwangi membawa program ini diraplikasikan ke daeah-daerah lain di Indonesia. Program ini tengah diperluas penerapannya oleh pemerintah pusat ke 42 daerah. (*)