Program Jagoan Digital, Bawa Anak Banyuwangi Juara Dunia CanSat Competition (Kompetisi Teknologi Satrlit Mini) di Amerika Serikat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Program inkubasi talenta muda di bidang Start Up yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, kembali melahirkan talenta muda berprestasi di kancah internasional. Anak Banyuwangi alumni Jagoan Digital 2023-2024, Adam Kandias (21), berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat.

CanSat Competition 2026 diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dan
didukung oleh NASA di Virginia, AS pada 7 Juni 2026.
Ini merupakan bergengsi internasional di bidang teknologi kedirgantaraan yang menantang para pesertanya untuk merancang, membangun, dan meluncurkan satelit mini.

Adam Kandias dan tim menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil lolos dan berkompetisi pada ajang tersebut bersama 67 tim dari 21 negara.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga atas prestasi yang diraih Adam Kandias. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Banyuwangi untuk terus mengembangkan kemampuannya.

Selama ini Jagoan Digital telah melahirkan ratusan talenta start up. Sejumlah alumni Jagoan Digital berhasil diterima bekerja di start up besar nasional. Seperti Blibli dan Traveloka. Beberapa alumni juga meraih prestasi di tingkat nasional. Seperti Top 3 Artifical Intelligence Huawei dan Top 10 Wirausaha Kemenpora. Ada pula yang berhasil meraih beasiswa LPDP Columbia University.

“Kami semua sangat bangga tentunya dengan talenta berbakat seperti Adam Kandias. Ini bisa menjadi inspirasi anak muda lain untuk berprestasi di berbagai sektor,” kata Ipuk, Kamis (18/6/2026).

Adam Khadias yang merupakan mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) itu menjadi bagian dari tim riset Bamantara EEPISAT yang sukses menembus tiga besar dunia pada kompetisi teknologi satelit mini bergengsi, yang digelar 8 Juni 2026 tersebut.

Pria yang akrab disapa Dias itu mengungkapkan yang membawanya hingga ke panggung internasional berawal dari keikutsertaannya dalam program Jagoan Digital Banyuwangi saat masih bersekolah di SMKN 1 Banyuwangi.

“Kalau berbicara mengenai perjalanan saya mungkin cukup panjang hingga ke sini, namun salah satu titik awal perjalanan adalah saat mengikuti program Jagoan Digital yang digagas Pemkab Banyuwangi,” kata pria asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini.

Program Jagoan Digital merupakan salah satu dari tiga program inkubasi generasi muda dalam ekosistem Jagoan Banyuwangi yang digagas Bupati Ipuk. Program tersebut dirancang untuk membekali anak muda dengan keterampilan teknologi dan kewirausahaan digital guna membangun startup berbasis inovasi.

Dias tercatat sebagai peserta Jagoan Digital angkatan 2023-2024 dengan startup bernama “Tambalin”. Dari program tersebut, ia terpilih mengikuti Banyuwangi Business Academy (BBA) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Banyuwangi.

“Program ini memberikan pengalaman terkait bagaimana suatu ide dan inovasi diinisialisasi hingga direalisasikan, serta bagaimana menyampaikan gagasan tersebut di depan publik dengan baik,” ujarnya.

Menurut Dias, pengalaman selama mengikuti Jagoan Digital membuka wawasan baru yang tidak diperolehnya di bangku sekolah. Ia belajar tentang pengembangan perangkat lunak, pemecahan masalah berbasis teknologi, Artificial Intelligence (AI) for engineer, hingga kemampuan public speaking.

“Melalui Jagoan Digital, saya mendapat pengalaman belajar yang tidak saya temukan di sekolah, terutama mengenai pola pikir untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mencoba hal baru,” ungkapnya.

Bekal tersebut kemudian mendorong Dias melanjutkan pendidikan di PENS. Selama kuliah, ia aktif dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi, termasuk bergabung dengan tim Bamantara EEPISAT yang fokus mengembangkan sistem satelit mini dan teknologi kedirgantaraan.

Pada CanSat Competition 2026, tim Bamantara EEPISAT menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos hingga tahap final. Kompetisi yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dan didukung NASA itu diikuti 67 tim dari 21 negara.

Selama hampir satu tahun, peserta harus melalui berbagai tahapan mulai dari penyusunan desain, penulisan paper teknis, presentasi desain, pengujian sistem, hingga final kompetisi di Virginia, Amerika Serikat.

Dalam tim tersebut, Dias berperan mengembangkan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta melakukan riset antena untuk mendukung misi satelit mini yang dikembangkan tim.

“Alhamdulillah seluruh proses tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara 3 Dunia. Saya bersyukur karena perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi, termasuk melalui program Jagoan Digital Banyuwangi, dapat mengantarkan saya hingga mewakili Indonesia di kompetisi internasional dan membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” tuturnya. (*)

Razia Dini Hari di Tambora, Polres Metro Jakbar Temukan Dua Orang Bawa Tembakau Sintetis

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Polres Metro Jakarta Barat menggelar kegiatan Razia Kejahatan Jalanan (Curas, Curat dan Curanmor) serta Patroli Mobile pada Jumat dini hari (19/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kasubag Binkar Polres Metro Jakarta Barat Kompol Anggoro Winardi, S.H., M.H. selaku Pamenwas dan IPTU Wahyu, S.H. selaku Paping tersebut menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Barat.

Kasubag Binkar Polres Metro Jakarta Barat Kompol Anggoro Winardi mengatakan, Selain melaksanakan patroli skala sedang di sejumlah ruas jalan utama, petugas juga menggelar razia stasioner di kawasan Jalan Tubagus Angke, depan Pompa Wijaya Kusuma, Tambora, Jakarta Barat. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara dan orang-orang yang dicurigai guna mengantisipasi tindak kejahatan jalanan serta penyalahgunaan narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua orang yang kedapatan membawa tembakau sintetis.

” Keduanya kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” Ujar Anggoro Winardi saat dikonfirmasi, Jumat, 19/6/2026

Kegiatan patroli dan razia ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Metro Jakarta Barat dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus menekan potensi kejahatan jalanan maupun peredaran narkotika di wilayah hukum Jakarta Barat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Tiga Remaja Ditangkap, 2 ditetapkan sebagai Tersangka, Polsek Grogol Petamburan Ungkap Kasus Pembacokan Pelajar di Depan Terminal Grogol

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Polsek Grogol Petamburan bersama Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau pengeroyokan yang terjadi di Jalan Kyai Tapa, depan Terminal Grogol, Jakarta Barat.

Sebelumnya video beredar dimedia sosial dalam caption yang beredar seorang pelajar diduga menjadi korban aksi begal dikawasan stasiun Grogol Jakarta Barat pada kamis, 07/05/2026

Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga pelaku berinisial KK (17), ADS (16), dan MA (17), sementara satu pelaku lainnya berinisial R masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat AKP Reza Aditya menjelaskan,

Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga pelaku berinisial KK (17), ADS (16), dan R (17), sementara satu pelaku lainnya berinisial R masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

” Dari 3 pelaku yang diamankan, 2 pelaku ditetapkan sebagai tersangka diantaranya berinisial, KK (17) dan R (17),” terang Reza

Lanjut Reza menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi yang diterima setelah korban A H mengalami luka bacok serius akibat aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok remaja bersenjata tajam.

Peristiwa terjadi saat korban bersama rekannya, JN, mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Susilo I, Grogol Petamburan.

Keduanya kemudian berpapasan dengan rombongan remaja yang melakukan konvoi.

Tanpa sebab yang jelas, rombongan tersebut melakukan pengejaran dan menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami luka bacok pada bagian tangan kiri. Saat berusaha menyelamatkan diri, korban kembali diserang hingga mengalami luka bacok pada bagian pinggang.

Dalam kondisi terluka, korban sempat berlari meminta pertolongan kepada warga dan pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 14 hari, korban sempat diperbolehkan pulang.

Namun beberapa hari kemudian kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

” Jadi bukan kasus begal melainkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan antar kelompok pelajar,” ujar Reza Aditya saat dikonfirmasi, Jumat, 19/6/2026

Dikesempatan yang sama Kanit Reskrim AKP Alexander Tengbunan, S.Tr.K., S.I.K., M.H. Menambahkan, Dari hasil penyelidikan dan pelacakan keberadaan para pelaku, petugas akhirnya berhasil mengamankan para tersangka pada Senin (15/6/2026) dini hari di kawasan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.

Saat dilakukan penangkapan, para pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Polsek Grogol Petamburan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon genggam, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta senjata tajam yang diduga digunakan untuk melukai korban.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 468 ayat (2) dan atau Pasal 262 ayat (4) KUHP tentang Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian dan atau Pengeroyokan, dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Kecanduan Judi Online, Karyawan Konveksi Nekat Gasak Bahan Kain Tempatnya Bekerja

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Unit Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus pencurian bahan produksi yang terjadi di sebuah usaha konveksi di wilayah Tambora, Jakarta Barat.

Pelaku diketahui merupakan karyawan konveksi itu sendiri yang baru bekerja selama kurang lebih satu bulan.

Pelaku berinisial WS (24) diamankan setelah aksinya mencuri bahan kain milik perusahaan diketahui oleh pemilik usaha dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku telah melakukan aksi pencurian sebanyak empat kali dalam kurun waktu satu bulan.

Kanit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudrajat Djumantara menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan celah keamanan di lingkungan tempat kerjanya untuk mengambil bahan kain yang kemudian dijual kembali demi mendapatkan keuntungan pribadi.

“Pelaku merupakan karyawan baru yang bekerja sekitar satu bulan. Namun dalam waktu tersebut, yang bersangkutan melihat adanya peluang dan memanfaatkan situasi untuk melakukan pencurian bahan kain sebanyak empat kali,” ujar AKP Sudrajat Djumantara, Jumat, 19/5/2026

Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku melakukan pencurian dipicu oleh tekanan ekonomi serta kebiasaan bermain judi online.

Uang hasil penjualan kain curian digunakan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan bermain judi slot.

Pada aksi terakhirnya, pelaku sempat mencari barang berharga lainnya di dalam laci kantor.

Namun karena tidak menemukan barang yang diinginkan, pelaku kemudian membawa kabur dua rol kain milik perusahaan.

Akibat perbuatan tersebut, pihak konveksi mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Tambora segera melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Saat ini WS telah diamankan di Polsek Tambora untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Lima Bulan Beraksi, Sekuriti Mal Gasak Sembako dan Gunakan Hasilnya untuk Judi Online

JAKARTA || Jejak-indonesia.id -Polsek Tambora Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus pencurian sembako yang terjadi di sebuah supermarket kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Ironisnya, pelaku merupakan seorang petugas keamanan atau sekuriti yang bekerja di lokasi tersebut.

Pelaku berinisial I (44) diamankan setelah terbukti melakukan pencurian berbagai kebutuhan pokok secara bertahap selama beberapa bulan terakhir.

Akibat perbuatannya, pihak supermarket mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp70 juta.

Kanit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudrajat Djumantara didampingi Panit Reskrim Ipda Priyo Purnomo menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan posisinya sebagai karyawan untuk melancarkan aksi pencurian tanpa menimbulkan kecurigaan.

Modus yang digunakan yakni mengumpulkan berbagai barang sembako ke dalam keranjang, kemudian menyimpannya di dalam loker pribadi sebelum dibawa keluar saat jam pulang kerja.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan aksinya sejak Februari 2026 atau sekitar lima bulan. Barang-barang yang dicuri kemudian dijual kembali, dan uang hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta bermain judi online,” ujar AKP Sudrajat Djumantara, Kamis, 18/6/2026

Kasus ini mulai terungkap ketika pihak manajemen supermarket mencurigai gerak-gerik pelaku yang dinilai tidak wajar.

Setelah dilakukan pengawasan dan pendalaman internal, dugaan tersebut mengarah kepada pelaku hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tambora segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan berulang kali dengan memanfaatkan kelengahan situasi di tempat kerja.

AKP Sudrajat menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak pidana dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang yang dipercaya menjaga keamanan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik judi online karena kerap menjadi pemicu munculnya berbagai tindak kriminal demi memenuhi kebutuhan finansial secara instan.

Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Perkuat Diplomasi Maritim, TNI AL Aktif Dalam PALS 2026 Hawaii Bahas Masa Depan Operasi Amfibi dan Keamanan Indo-Pasifik

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – TNI AL turut berpartisipasi dalam Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) 2026 yang diselenggarakan oleh U.S. Marine Corps Force Pacific di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 19 Juni 2026.

Forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin Angkatan Laut, Korps Marinir dan pemangku kepentingan pertahanan dari kawasan Indo-Pasifik tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat kerja sama, membangun interoperabilitas, serta bertukar pandangan mengenai tantangan keamanan maritim dan perkembangan lingkungan strategis global.

Delegasi TNI AL dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, kegiatan juga dihadiri Kepala Staf Korps Marinir Mayor Jenderal TNI Suherlan. Selain menghadiri sesi pleno, delegasi TNI AL juga mengikuti berbagai diskusi panel, Key Leader Engagement (KLE), dan forum profesional yang membahas isu-isu pertahanan maritim terkini.

Admiral Samuel J.Paparo, Commander U.S. Indo-Pacific Command saat membuka acara menyampaikan bahwa hakikat peperangan tetap sama, namun karakter peperangan terus berubah seiring kemajuan teknologi, meningkatnya transparansi medan tempur, perkembangan sistem otonom, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasi militer.

Selain itu, konsep deterrence dan insurance turut menjadi perhatian sebagai pendekatan untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan krisis dan konflik di masa depan.

Keikutsertaan TNI AL dalam PALS 2026 sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk memperkuat diplomasi angkatan laut, meningkatkan kerja sama internasional, memperluas jejaring kemitraan strategis, serta mengakselerasi peningkatan profesionalisme prajurit melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan negara-negara sahabat.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Palas dan Personil Gelar Giat Baksos Religi

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepala Kepolisian Resor Padang Lawas (Kapolres Palas) AKBP Dodik Yuliyanto, SIK bersama personil, Jumat (19/06/2026) pagi sampai selesai, melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) religi gotong-royong membersihkan rumah ibadah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Al Munawwarah dan Mesjid Raya Sibuhuan, ikut mendampingi Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto S.IK, Waka Polres Kompol Sugianto S.Pd, Kabag SDM Kompol Charles Panjaitan SH, Kabag Ops AKP Aman Putra Bangunsyah, Kabag Log AKP Sugiono, Kasat Samapta AKP G Harahap, Kasat Binmas Iptu Arwin, Kasi Propam Iptu Salim Saragih SH, Kasat Reskrim AKP Irwansyah Sitorus SH, Kasat Narkoba AKP Taufik Siregar SH,
Kanit Pidum Ipda Arpan Harahap,
Dan Personil Polres Padang Lawas.

Adapun rangkaian kegiatannya meliputi, penyerahan bantuan sosial (bansos) dan alat kebersihan yang dipimpin oleh Kapolres, Wakapolres kepada pengurus rumah ibadah. Kemudian gotong-royong (curve) rumah ibadah bersama para personel Polres dan Polsek jajaran.

“Bakti sosial religi berupa gotong-royong membersihkan rumah ibadah dan lingkungannya ini merupakan salah satu giat kita dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Tujuannya agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah secara nyaman dengan kondisi tempat ibadahnya yang bersih dan rapi,” ungkap Kapolres AKBP Dodik Yuliyanto, SIK,.

Selain itu, jelasnya, baksos tersebut juga dimaksudkan untuk mewujudkan komunikasi yang baik antar masyarakat dengan Polres Palas.

“Dengan adanya kegiatan ini, setidaknya masyarakat merasa terbantu. Begitu juga dengan bantuan yang diberikan itu, semoga bermanfaat untuk keperluan rumah ibadah,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Polres dan Polsek jajaran sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Ini semua kita lakukan sebagai wujud kepedulian, pengabdian, dan bakti Polri untuk masyarakat. Disamping tugas dan fungsi utama kita, yakni melayani, melindungi, dan mengayomi,” tutur AKBP Dodik Yuliyanto.

Untuk diketahui, dihari yang sama Kapolsek jajaran dan para personilnya juga melakukan bakti sosial religi gotong royong membersihkan rumah ibadah di wilayah hukum masing-masing. Kegiatan Bakti Sosial (Religi) HUT Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. berjalan dengan aman dan Lancar. (Humas Polres Palas)

Jaga Kebugaran dan Sinergitas, Kasat Reskrim serta Kabag Log Polres Padang Lawas Gandeng Warga Lewat Badminton

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Di tengah padatnya jadwal pelayanan dan penegakan hukum, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Padang Lawas tetap berkomunikasi aktif dengan masyarakat. Salah satu langkah humanis yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan momentum olahraga bersama.

Hal ini ditunjukkan oleh Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, bersama Kabag Logistik Polres Padang Lawas. Keduanya menyempatkan diri untuk mempererat tali silaturahmi dengan para pecinta olahraga tepok bulu di wilayah tersebut.

Kegiatan positif ini rutin digelar di Gedung Olahraga (GOR) Bercahaya, Kabupaten Padang Lawas. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (18/6/2026), suasana GOR tampak hidup dan penuh keakraban. Tidak ada sekat antara pejabat kepolisian dan warga saat mereka saling adu strategi di lapangan badminton.

Menariknya, pertandingan eksibisi santai ini tidak hanya diikuti oleh internal kepolisian. Terlihat hadir berpartisipasi di antaranya Manager PLN ULP Sibuhuan, Insan pers (wartawan) lokal dan masyarakat umum pecinta badminton.

Kombinasi para pemain ini menciptakan ruang komunikasi yang cair dan informal di luar jam kerja formal.

Di sela-sela rehat pertandingan, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, mengungkapkan bahwa olahraga merupakan sarana terbaik untuk melepas penat sekaligus menjaga kebugaran tubuh di tengah tuntutan kerja yang tinggi.

“Mungkin selama ini kita sangat serius menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan olahraga, tentunya pikiran kita menjadi segar kembali dan tubuh kita semakin sehat,” ujar AKP Irwansah Sitorus.

Ia juga menambahkan bahwa lewat kegiatan seperti ini, Polri dapat mendengar langsung aspirasi atau sekadar mengobrol santai dengan masyarakat dan mitra kerja seperti PLN serta media. Hubungan yang harmonis ini diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Padang Lawas.

Melalui pendekatan yang humanis dan membaur seperti ini, Polres Padang Lawas membuktikan bahwa koordinasi dan silaturahmi tidak selamanya harus kaku di dalam ruang rapat, melainkan bisa terjalin erat lewat keringat dan semangat sportivitas di lapangan olahraga.

Menenun Keadilan di Meja Gelar, Ikhtiar Polres Padang Lawas Memangkas Waktu, Merawat Mutu

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Jumat sore di penghujung pekan biasanya menjadi penanda bagi banyak orang untuk mulai melonggarkan urat saraf. Namun, suasana di ruang Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas justru sebaliknya. Gurat konsentrasi tebal menghiasi wajah belasan personel yang berkumpul mengitari meja panjang.

Tepat pukul 15.00 WIB, sebuah ritual penegakan hukum sedang berlangsung. Bukan sekadar rapat biasa, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk membedah benang kusut perkara demi menghadirkan kepastian hukum yang cepat bagi masyarakat.

Sore itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, duduk memimpin jalannya gelar perkara. Di hadapannya, para Kepala Unit (Kanit) dan penyidik dari berbagai unit duduk bersanding dengan personel dari Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Seksi Pengawasan (Siwas). Kehadiran unsur pengawas ini menjadi jangkar agar seluruh proses hukum tetap berjalan di atas rel profesionalisme.

Ada lima berkas perkara berbeda yang naik meja sore itu. Alih-alih dibahas secara eksklusif dan tertutup per unit, AKP Irwansah memilih pendekatan yang berbeda, seluruh perkara digelar bersama, melibatkan lintas unit.

“Kami rutin menggelarkan perkara dengan cara kolaboratif seperti ini. Tujuannya satu: mempercepat pelayanan terhadap masyarakat. Segala bentuk Laporan Polisi (LP) yang masuk ke Sat Reskrim harus segera mendapatkan titik terang, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar AKP Irwansah tegas.

Metode “keroyokan” dalam membedah kasus ini bukan tanpa alasan. Bagi AKP Irwansah, sebuah perkara hukum tidak bisa hanya dilihat dari satu kacamata tunggal. Dengan mengumpulkan penyidik dari berbagai latar belakang unit, ruang gelar perkara bertransformasi menjadi panggung dialektika yang kaya akan sudut pandang.

Di sinilah kreativitas sang Kasat Reskrim diuji. Ketika sebuah kasus dipaparkan, penyidik dari unit lain diperkenankan, bahkan didorong untuk saling melempar argumen, memberikan pendapat, dan membedah pasal dari sudut pandang yang berbeda.

“Kasus yang kami tangani ini sangat beragam jenisnya. Melalui forum bersama ini, pengetahuan para penyidik otomatis akan terupgrade,” jelas AKP Irwansah.

Ia menambahkan bahwa metode ini efektif untuk memangkas ego sektoral antar unit sekaligus menjadi ruang edukasi gratis bagi para penyidik muda.

“Kami sengaja mendesain atmosfer seperti ini agar mereka bisa saling memberi masukan. Yang tahu memberi tahu, yang belum paham menjadi paham,” tuturnya.

Bagi masyarakat awam, proses penyidikan sering kali dicitrakan sebagai lorong panjang yang gelap dan berbelit-belit. Hambatan-hambatan birokrasi inilah yang coba dipangkas lewat tradisi gelar perkara rutin ini. Keterbukaan di dalam internal Reskrim diharapkan mampu melahirkan keputusan hukum yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Ketika jam dinding terus berdetak melewati sore, diskusi di ruang Sat Reskrim Polres Padang Lawas masih bergulir hangat. Lembar demi lembar berkas perkara diteliti demi menemukan keadilan yang presisi.

Bagi Polres Padang Lawas, percepatan pelayanan bukan sekadar slogan di atas spanduk, melainkan komitmen yang dihidupkan setiap hari, bahkan di jumat sore yang melelahkan, melalui ketukan palu gelar perkara yang adil dan mencerahkan.

Akibat Pemadaman Listrik, Aktivitas Operasional Jasa Pengiriman Jadi Sorotan; H. Sukarman Lakukan Dokumentasi Lapangan

BOGOR || Jejak-indonesia.id – Praktisi hukum sekaligus aktivis sosial, H. Sukarman, S.H., M.H., S.Pd.I, melakukan peninjauan dan dokumentasi langsung ke salah satu kantor jasa pengiriman barang pada Jumat (19/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan menyusul adanya gangguan operasional yang diduga dipengaruhi oleh pemadaman listrik di wilayah setempat.

Dalam video yang beredar, H. Sukarman terlihat mendatangi area pelayanan pelanggan hingga gudang penyimpanan paket untuk melihat secara langsung kondisi operasional di lapangan. Sejumlah paket dan karung kiriman tampak masih berada di area penyimpanan sambil menunggu proses sortir dan distribusi.

Menurut H. Sukarman, pemadaman listrik berpotensi menghambat sejumlah proses operasional yang bergantung pada sistem digital, mulai dari pendataan barang, proses sortir, hingga pelayanan kepada pelanggan. Oleh karena itu, ia menilai penting adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.

“Ketika terjadi pemadaman listrik, tentu ada potensi terganggunya pelayanan. Masyarakat sebagai pengguna jasa berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Dalam dokumentasi tersebut, H. Sukarman juga tampak berkomunikasi dengan petugas untuk memperoleh informasi mengenai kondisi operasional selama terjadi pemadaman listrik. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial dan upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai prosedur.

Dari hasil pengamatan di lokasi, aktivitas operasional masih berlangsung meskipun terdapat kendala yang diduga berkaitan dengan pasokan listrik. Sejumlah paket terlihat menunggu proses penanganan lebih lanjut hingga sistem kembali berjalan normal.

Video dokumentasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial. Berbagai tanggapan muncul dari masyarakat yang berharap adanya kepastian layanan dan informasi yang transparan apabila terjadi gangguan operasional akibat faktor eksternal seperti pemadaman listrik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola jasa pengiriman terkait dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas operasional maupun pelayanan kepada pelanggan.

(Redaksi)