Banyak Program Inovatif, Bupati Ipuk Raih Dua Penghargaan Pendidikan dari Mendikdasmen

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Komitmen Banyuwangi dalam memajukan sektor pendidikan mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, memberikan dua penghargaan sekaligus kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atas upayanya dalam pengembangan pendidikan di daerah.

Dua pengargaan tersebut adalah Apresiasi atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat, serta Pemda dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validitas Terbaik). Penghargaan diserahkan Mendikdasmen di acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin malam (25/5/2026).

Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan pemerintah juga terus membangun cultural infrastructure atau infrastruktur budaya dalam rangka memperkuat pendidikan karakter. Salah satunya lewat tujuh kebiasaan Indonesia hebat, berbagai program yang berkaitan dengan upaya memberikan penguatan pendidikan untuk anak TK, serta wajib belajar 13 tahun bagi anak-anak TK sampai tingkat SLTA.

“Kami memberikan ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita untuk dapat tampil mengembangkan potensi,” kata Menteri Abdul Muti.

Menurut Bupati Ipuk penghargaan ini adalah wujud kebanggaan pemerintah pusat atas karya kreasi anak Banyuwangi yang hebat. Baik prestasi di bidang sains hingga kreativitas seni budaya.

“Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat. Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan Pemkab Banyuwangi terus memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa. Di antaranya adalah pengembangan minat numerasi siswa di Banyuwangi yang bekerja sama dengan Prof. Yohanes Surya. Program yang bertajuk Smart Gasing itu bertujuan untuk mengenalkan pembelajaran matematika yang menarik kepada siswa-siswa di pelosok desa.

Dari program Smart Gasing tersebut, berhasil mencetak siswa unggul. Di antaranya adalah Felicia Dahayu, siswa SDN 1 Pesanggaran, yang berhasil meraih emas kompetisi coding dalam The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge”, di Chonnam National University, Korea Selatan pada 2-3 November 2024.

“Tidak hanya di bidang sains, kami juga mendorong minat siswa-siswi kami di bidang seni budaya. Bahkan, kami berikan panggung seluas-luasnya. Seperti program Padang Bulanan yang menampilkan kreasi seni pelajar tiap bulan atau yang terbaru pagelaran Kuntulan Ewon saat peringatan Hardiknas yang diikutinseribu lebih pelajar,” papar Ipuk.

Ipuk juga memaparkan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tenaga pendidik hingga sistem pendidikan di daerah sendiri. Mulai peningkatan kesejahteraan guru dalam bentuk pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta sejumlah program inovatif lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menambahkan keberhasilan Banyuwangi mendapatkan penghargaan Pemda dengan Validitas Terbaik lantaran pemkab ajeg melakukan pendataan untuk memantau keberlanjutan pendidikan siswa.

“Keberhasilan upaya tersebut dapat diukur dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyuwangi per 2025 yang masuk lima terendah kabupaten/ kota di Jawa Timur. Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per 2025 yang naik menjadi 75,17,” beber Alfian. (*)

Pemkab Banyuwangi Imbau Warga Kurangi Penggunaan Kantong Plastik untuk Bagi Daging Kurban

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemkab Banyuwangi mengajak warga mengurangi penggunaan kantong plastik untuk bagi-bagi daging kurban. Pemkab mengimbau menggantinya dengan wadah alternatif seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, atau wadah lain yang ramah lingkungan.

“Kita ingin mulai membiasakan warga mulai sadar untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Gunakan wadah yang bisa dipakai berkali-kali untuk mengurangi sampah plastik,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (26/5/2026).

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menambahkan pihaknya mendorong panitia kurban, baik di lingkungan Pemkab maupun masjid dan musala, untuk mulai menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti bungkus daging kurban.

“Wadah seperti besek, daung pisang, daun jati, hingga kantong kertas selain lebih alami juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai,” ujarnya.

Jika penggunaan plastik masih belum bisa dihindari, Bayu menyarankan masyarakat memilih wadah yang dapat dipakai ulang agar tidak langsung menjadi sampah.

“Harga plastik naik cukup tinggi dan ini bisa menjadi momentum beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Atau paling tidak menggunakan wadah yang bisa digunakan kembali,” jelasnya.

DLH juga mengimbau masyarakat yang mengambil daging kurban membawa wadah sendiri dari rumah untuk membantu menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

“Mari kita biasakan mulai sekarang ciptakan lingkungan lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan dengan mengurangi sampah plastik,” ajaknya.

Idul Adha 2026, Polresta Banyuwangi Distribusikan 21 Sapi dan 24 Kambing Kurban

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Menyambut Hari Raya Idul Adha 2026, Polresta Banyuwangi menyalurkan puluhan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Banyuwangi.

Sebanyak 45 hewan kurban terdiri dari 21 ekor sapi dan 24 ekor kambing disalurkan kepada pondok pesantren, masjid, tokoh agama hingga organisasi ekstra kampus (ormek) mahasiswa, Rabu (27/05/2026).

Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis di halaman Mapolresta Banyuwangi dan dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan.

Dalam sambutannya, Kapolresta menyampaikan bahwa momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, penyaluran hewan kurban tersebut merupakan bentuk rasa syukur jajaran kepolisian sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat Banyuwangi.

“Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi bagaimana menanamkan keikhlasan, kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Ia berharap bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat bagi para santri, jamaah masjid, tokoh agama hingga kalangan mahasiswa penerima.

Selain menjadi agenda sosial keagamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergitas antara kepolisian, ulama, tokoh masyarakat dan generasi muda dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Banyuwangi tetap kondusif.

Perwakilan penerima kurban turut mengapresiasi langkah Polresta Banyuwangi yang dinilai tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif hadir melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.

Usai prosesi penyerahan simbolis, armada pengangkut hewan kurban langsung diberangkatkan menuju sejumlah titik penerima di berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. (**)

Pria Pengedar Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Palas

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id – Tim Opnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Padang Lawas (Polres Palas) berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Pelaku seorang laki-laki berinisial RHH, (20), berstatus Belum bekerja, warga Desa Purba Tua, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, ditangkap dibDesa Janji Lobi, Kec Barumun, Kabupaten Palas, Kamis (21/05/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Sampai selesai.

Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., melalui PS Kasubsi Penmas Polres Palas Bripka Ginda K Pohan saat dikonfirmasi awak media Selasa (26/05/2026) menuturkan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka kerap melakukan transaksi narkotika jenis sabu dan mengkomsumsi narkotika jenis sabu di desa Janji lobi, kecamatan barumun, kabupaten palas.

Berdasarkan laporan tersebut, atas perintah kasat narkoba polres palas, tim opsnal yang di pimpin oleh kanit 1 IPDA A SIHOTANG S.H dan kanit 2 AIPDA DIAN F MANURUNG bergerak cepat ketempat yang di maksud untuk dilakukan penyelidikan dan penangkapan.

Setelah di lakukan penyelidikan yang mendalam tim opsnal satresnarkoba polres palas berhasil mengamankan tersangks RHH dan berhasil juga diamankan barang bukti yang didapat darinya berupa 3 (paket) Plastik klip kecil berat bruto 0,35 gr, 1 (satu) buah handphone warna hitam., dan Uang tunai Rp 100.000.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke mapolres palas untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut”. Jelas Kapolres Melalui Ps Kasubsi Penmas polres palas. (Humas Polres Palas)

Seorang Penyalahgunaan Narkoba Ditangkap Polsek Sosa Polres Palas

PALAS || Jejak-indonesia.id – Pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu, yakni, inisial RH, (33), yang berprofesi sebagai Wiraswasta, warga dari Desa Parahu sorat Sosa Jae, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), ditangkap Personil Kepolisian Sektor Sosa (Polsek Sosa), Kepolisian Resor Padang Lawas (Polres Palas) Di Desa parahu sorat, Kecamatan Sosa Kabupaten Palas, lebih tepatnya di perkebunan masyarakat (NON TO), Jumat (22/05/2026) pukul 15.30 wib sampai dengan selesai

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa 1 (satu) Unit speda motor supra x tanpa nopol, 1 (satu) Unit speda motor beat tanpa nopol, 1 (satu) buah handphone merek vive warna hitam, dan Uang tunai sebesar Rp. 200.000.-(dua ratus ribu rupiah).

Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., melalui Ps Kasubsi Penmas Polres Palas Bripka Ginda K Pohan, Kepada awak media, Selasa (26/05/2026) mengatakan, Pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2026 sekira Pukul 14.30 wib, Tim opsnal Polsek sosa Mendapatkan laporan dari masyarakat yang dapat di percaya,

Bahwa Sering terjadi transaksi narkotika Di Desa Parahu sorat Kecamatan Sosa Kab. Padang Lawas lebih tepatnya di Perkebunan sawit masyarakat ( NON TO)

Kemudian personil posek Sosa bergerak menuju TKP yang di laporkan tersebut, setelah sampai dilokasi tersebut personil Polsek Sosa mengamankan 1 orang inisial RH, di Desa Parahu sorat, Kecamatan Sosa, Kabupaten Palas, lebih tepatnya di perkebunan sawit masyarakat (NON TO). Bersama barang bukti tersebut diatas.

“Kini tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor dan di serahkan kepada Satresnarkoba Polres PalasA untuk penyelidikan lebih lanjut”. Tutupnya. (Humas Polres Palas)

Operasi Undercover Satresnarkoba Polres Binjai Berhasil Gagalkan Peredaran Ekstasi

BINJAI || Jejak-indonesia.id — Komitmen pemberantasan narkoba terus ditunjukkan Polres Binjai. Melalui operasi undercover Satresnarkoba yang digelar dini hari, petugas berhasil menangkap dua pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis ekstasi di wilayah Kota Binjai, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kedua pelaku masing-masing berinisial FA (23) dan PA (26), warga Gang Keluarga, Sei Sekambing, Medan. Keduanya ditangkap di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas peredaran narkotika yang langsung direspons cepat oleh Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H. Tim kemudian diterjunkan untuk melakukan penyelidikan secara undercover di lokasi.

Saat petugas tiba di TKP, ditemukan dua pria yang sedang duduk di atas sepeda motor. Namun ketika dihampiri petugas, keduanya langsung melarikan diri dengan sepeda motor sehingga terjadi aksi pengejaran di tengah malam.

Tak butuh waktu lama, petugas akhirnya berhasil menghentikan dan mengamankan kedua pelaku di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 8 butir narkotika jenis ekstasi dengan rincian 4 butir warna pink seberat 2,00 gram dan 4 butir warna biru seberat 1,80 gram. Polisi juga mengamankan 1 unit sepeda motor Honda PCX warna putih BK 4834 AKU serta 2 unit handphone iPhone milik pelaku.

“Berdasarkan hasil interogasi awal, kedua pelaku mengaku ekstasi tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Binjai,” ujar AKP Ismail Pane.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal menegaskan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Binjai dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen penuh memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” tegas Kapolres.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 Polri.

humasresbinjai (27/5/2026)

Hangatnya Kebersamaan Warnai Perayaan Idul Adha di Mapolda Bali

BALI || Jejak-indonesia.id – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha yang digelar di halaman depan Mapolda Bali pada Rabu (27/5/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh personel Polda Bali bersama masyarakat sekitar yang hadir untuk melaksanakan ibadah dengan khidmat, aman, dan penuh rasa persaudaraan.

Nuansa kekeluargaan begitu terasa ketika personel Kepolisian dan masyarakat berbaur dalam suasana damai serta penuh kebersamaan di momentum Hari Raya Idul Adha.bPelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan mencerminkan semangat saling menghormati yang selama ini terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Dalam pelaksanaannya, personel Polda Bali turut memberikan pelayanan dan pengamanan secara humanis, mulai dari membantu jamaah, pengaturan arus lalulintas, mengatur area parkir kendaraan, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi juga menjadi wujud kehadiran Polri yang dekat, melayani, dan hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Usai pelaksanaan Shalat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban di lingkungan Mapolda Bali. Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara tertib dengan melibatkan personel dan panitia yang telah disiapkan. Daging kurban selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Momentum Idul Adha di lingkungan Mapolda Bali menjadi wujud nyata nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial yang terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Polda Bali berharap semangat persaudaraan, gotong royong, dan keharmonisan antarumat beragama di Bali dapat terus terpelihara demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.

Dugaan Pungli dan Intimidasi Berkedok Pengawasan: Studio Tattoo di Seminyak Mengaku Diperas Oknum Polisi hingga Diminta “Atensi” Bulanan

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan kembali mencoreng institusi penegak hukum. Sebuah studio tattoo di kawasan Jalan Kunti I, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, mengaku menjadi korban dugaan intimidasi, pungutan liar (pungli), hingga permintaan “atensi” bulanan oleh oknum yang mengatasnamakan anggota Satreskrim Unit IV Polresta Denpasar.

Pemilik studio tattoo bernama Kadek J mengungkapkan, peristiwa bermula pada 19 Februari 2026 ketika sekitar delapan orang yang disebut sebagai anggota Satreskrim Unit IV Polresta Denpasar mendatangi studio tattoo miliknya. Dalam kedatangan tersebut, mereka disebut menyoroti dugaan pelanggaran terkait produk kesehatan tanpa izin BPOM serta pengelolaan limbah medis.

Kadek J kemudian diberikan surat panggilan untuk hadir ke Polresta Denpasar keesokan harinya. Pada 20 Februari 2026, Kadek J memenuhi panggilan tersebut dan menghadap seorang oknum polisi yang disebut bernama Bripka Komang Aryana. Dalam pemeriksaan itu, Kadek J disebut mendapat penjelasan terkait dugaan pelanggaran BPOM dan persoalan pembuangan sampah medis. Namun situasi berubah ketika Kadek J mengaku langsung dimasukkan ke dalam tahanan.

Sehari kemudian, tepatnya 21 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WITA, Kadek J mengaku bertemu dengan seseorang yang disebut sebagai teman Bripka Komang Aryana. Dalam pertemuan itu, Kadek J disebut menyerahkan uang sebesar Rp25 juta. Setelah penyerahan uang tersebut, pada sore harinya sekitar pukul 16.30 WITA, Kadek J diperbolehkan pulang.

Tidak berhenti sampai di sana, dugaan permintaan uang kembali terjadi pada 13 Maret 2026. Studio tattoo tersebut didatangi seseorang bernama Putu yang disebut sebagai teman Bripka Komang Aryana. Orang tersebut diduga meminta “uang rokok” sebesar Rp3 juta yang kemudian disebut diserahkan oleh manajer studio tattoo bernama Dika.

Puncaknya terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026. Dua orang yang mengaku dari Polresta Denpasar kembali mendatangi studio tattoo tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka diduga meminta “atensi” atau setoran bulanan sebesar Rp2,5 juta. Bahkan, menurut sumber di lokasi, pihak studio diminta datang ke Polresta Denpasar apabila ingin melakukan negosiasi terkait nominal “atensi” tersebut.

Apabila dugaan tersebut benar, maka tindakan oknum aparat yang meminta uang dengan memanfaatkan posisi dan kewenangan dapat mengarah pada tindak pidana korupsi berupa pungutan liar, pemerasan jabatan, hingga penyalahgunaan wewenang.

Dalam ketentuan hukum, dugaan pemerasan oleh aparat dapat dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yakni pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum memaksa seseorang memberikan sesuatu atau pembayaran. Ancaman pidananya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda hingga Rp1 miliar.

Selain itu, dugaan penerimaan uang secara tidak sah juga dapat dikaitkan dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan apabila terdapat unsur ancaman atau tekanan untuk memperoleh keuntungan tertentu.

Sementara terkait persoalan usaha tattoo, apabila memang ditemukan dugaan pelanggaran izin kesehatan, penggunaan bahan tanpa izin edar BPOM, atau pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai aturan, proses penanganannya semestinya dilakukan melalui prosedur hukum dan administrasi yang transparan, bukan dengan dugaan transaksi uang di luar mekanisme resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Denpasar maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Momentum Idul Adha 1447 H. DPW LDII Kembali Tebar Kurban Di Yayasan Al Akbar Jakarta

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — DPW LDII Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan Tebar Kurban 1447 H yang dilaksanakan pada Rabu, (27/6) di Yayasan Al Akbar, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial LDII dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui distribusi hewan kurban di wilayah DKI Jakarta.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi konsistensi LDII dalam melaksanakan program tebar kurban setiap tahunnya.

“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi sekali kegiatan tebar kurban yang secara rutin dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DPW Provinsi DKI Jakarta,” ujar Hasudungan.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan tebar kurban memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan konsumsi protein hewani bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

“Ini sangat berpengaruh terhadap pemerataan konsumsi protein hewani dan juga meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat Jakarta,” tambahnya.

Menurutnya, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta juga terus berkolaborasi dengan LDII dalam memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan pangan. Salah satunya melalui webinar edukasi tata cara pemotongan hewan kurban secara higienis serta pengawasan langsung saat proses pemotongan berlangsung.

“Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta juga mengawasi kegiatan pemotongan hewan kurban mulai dari antemortem sebelum dipotong hingga setelah dipotong untuk memastikan kesehatan dagingnya. Kami berharap daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Ied, menyampaikan bahwa kegiatan Tebar Kurban 1447 H dilaksanakan secara serentak di seluruh DPD kota pada lima wilayah administrasi DKI Jakarta.

“Dengan adanya kegiatan tebar kurban di Provinsi DKI Jakarta, kami berharap dapat menghadirkan kepedulian sesama, khususnya di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tebar kurban tetap dapat berjalan dengan baik di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, walaupun kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, kegiatan tebar kurban ini tetap dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Melalui kegiatan Tebar Kurban 1447 H ini, DPW LDII Provinsi DKI Jakarta berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan aparat wilayah dalam membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera.
(Redho)

Maknai Idul Adha 2026, BRI Branch Office Pasuruan Salurkan Hewan Qurban Bagi Masyarakat Kurang Mampu

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Idul Adha menjadi momentum bagi Umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus berbagi kebaikan dengan sesama. Nilai pengorbanan yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dalam mempererat solidaritas, menumbuhkan empati, serta memperkuat budaya saling berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Pada momentum Idul Adha kali ini Region 13 Malang menyalurkan tak kurang dari 82 ekor sapi dan 630 ekor kambing untuk kaum dhuafa yang tersebar di 25 Branch Office dibawah supervisi Region 13 Malang baik atas nama pribadi maupun Yayasan Baitul Maal (YBM) Brilian, Bapekis, maupun dari BRImo. Dari jumlah tersebut, Branch Office Pasuruan menyalurkan 10 ekor kambing yang telah didistribusikan sebelum Idul Adha.

Branch Office Head BRI Pasuruan, Pradia Baradi, mengungkapkan bahwa penyaluran hewan qurban merupakan wujud kepedulian sosial yang diinisiasi oleh BRI bersama insan BRILiaN pada momentum Idul Adha guna mempererat solidaritas sosial sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hewan qurban ini juga cerminan komitmen BRI untuk hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi turut berperan sebagai mitra pembangunan yang aktif mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

“Kami pastikan hewan qurban dapat diterima oleh masyarakat dengan melibatkan semua pekerja BRI di setiap unit kerja. Kami juga berharap penyaluran hewan qurban ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta warga dalam merayakan dan memaknai Idul Adha bersama keluarga,” ungkapnya.

Salah satu penyaluran hewan qurban dilaksanakan di Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Desa Karangasem merupakan daerah Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi penghasil hasil pertanian berupa kelapa pisang, dan desa tersebut pernah menerima Bantuan Bank Rakyat Indonesia.

Daerah tersebut sangat sedikit melaksanakan kurban karena keterbatasan ekonomi warga. Penyaluran bantuan hewan qurban dari BRI melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi serta mendorong perbaikan gizi masyarakat di daerahnya.

“Bantuan ini tentunya membawa kebahagiaan dan membantu warga dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Kami juga merasa bangga karena Desa Karangasem menjadi salah satu penerima bantuan hewan qurban berupa kambing, sehingga perhatian dan dukungan seperti ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga kolaborasi dan kepedulian dari BRI dapat terus berjalan dan membawa manfaat yang lebih luas lagi untuk warga Desa Karangasem” tegasnya.