Dugaan Pungli dan Intimidasi Berkedok Penindakan, Studio Tatto di Seminyak Diduga Jadi “ATM Berjalan” Oknum Polisi

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli), penyalahgunaan wewenang, hingga intimidasi kembali mencoreng institusi penegak hukum di Bali. Kali ini, dugaan tersebut menyeret sejumlah oknum anggota Satreskrim Unit IV Polresta Denpasar yang disebut mendatangi sebuah studio tatto IB di kawasan Jalan Kunti I, Seminyak, dengan dalih pemeriksaan dugaan pelanggaran kesehatan dan perizinan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar delapan orang yang mengaku anggota Satreskrim Unit IV Polresta Denpasar mendatangi studio tatto milik KJ pada 19 Februari 2026. Dalam kedatangannya, mereka menjelaskan adanya dugaan pelanggaran terkait penggunaan bahan tanpa BPOM serta persoalan limbah medis. Setelah itu, pemilik studio diberikan surat panggilan untuk menghadap ke Polresta Denpasar.

Sehari kemudian, tepatnya 20 Februari 2026, KJ memenuhi panggilan tersebut dan menghadap seorang oknum polisi bernama Bripka Komang Aryana. Dalam pemeriksaan itu, KJ kembali dijelaskan mengenai dugaan pelanggaran terkait BPOM dan pembuangan sampah medis. Namun situasi berubah mencekam ketika KJ disebut langsung dimasukkan ke dalam tahanan.

Kondisi tersebut diduga menjadi pintu masuk terjadinya praktik transaksional. Pada 21 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WITA, KJ disebut menemui rekan Bripka Komang Aryana dan menyerahkan uang sebesar Rp25 juta. Dugaan penyerahan uang itu disebut dilakukan agar persoalan hukum yang dihadapi dapat “diselesaikan”.

Beberapa jam setelah penyerahan uang tersebut, tepat sekitar pukul 16.30 WITA, KJ disebut diperbolehkan pulang oleh Bripka Komang Aryana.

Tak berhenti sampai di sana, dugaan permintaan uang kembali muncul pada 13 Maret 2026. Studio tatto IB didatangi seseorang bernama Putu Widiarta yang disebut sebagai rekan Bripka Komang Aryana dari Satreskrim Unit IV Polresta Denpasar. Dalam kedatangannya, Putu Widiarta diduga meminta “uang rokok” sebesar Rp3 juta yang kemudian disebut diserahkan oleh manajer studio bernama Dika.

Puncaknya terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026. Dua orang yang mengaku dari Polresta Denpasar kembali mendatangi studio tatto tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka diduga meminta “atensi” atau setoran rutin sebesar Rp2,5 juta per bulan. Bahkan, menurut sumber di lapangan, pihak studio diarahkan datang ke Polresta Denpasar apabila ingin melakukan negosiasi terkait nominal setoran tersebut.

Apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka tindakan para oknum tersebut bukan lagi sebatas pelanggaran etik, namun sudah mengarah pada tindak pidana serius yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dugaan Pelanggaran dan Pidana

Beberapa dugaan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan apabila peristiwa tersebut terbukti antara lain:

Dugaan tindak pidana pemerasan oleh aparat sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP.

Dugaan penyalahgunaan jabatan dan kewenangan.

Dugaan pungutan liar (pungli).

Dugaan penerimaan gratifikasi atau suap oleh aparat penegak hukum.

Dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.

Dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dugaan intimidasi dan tekanan terhadap pelaku usaha.

Publik kini menanti langkah tegas Propam Polda Bali dan Divisi Propam Mabes Polri untuk menelusuri dugaan praktik kotor tersebut. Jika benar ada oknum yang menjadikan penegakan hukum sebagai alat mencari keuntungan pribadi, maka tindakan itu dinilai mencederai marwah institusi kepolisian.

Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Wujud Kepedulian, Polresta Banyuwangi Berbagi Daging Kurban kepada Driver Ojol

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Forum Ojol Banyuwangi Bersatu (FOBB) menerima bantuan daging kurban dari Polresta Banyuwangi, Rabu (27/5/2026). Penyaluran daging kurban tersebut diserahkan oleh Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi AKP Hadi Iswanto melalui KBO Sat Intelkam IPTU Samsul Muarif kepada perwakilan FOBB.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari momentum Hari Raya Idul Adha sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada para pengemudi ojek online di Banyuwangi.

Ketua FOBB, Yudha Okta Mahendra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polresta Banyuwangi atas perhatian yang diberikan kepada komunitas ojol.

Menurutnya, bantuan daging kurban tersebut menjadi bukti komitmen Polresta Banyuwangi dalam menjaga hubungan baik, sinergi, dan kolaborasi bersama para mitra ojek online di Banyuwangi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Banyuwangi atas pemberian daging kurban untuk rekan-rekan ojol. Ini menjadi bentuk nyata sinergi dan kolaborasi yang selama ini terus terjalin dengan baik,” ujar Yudha.

Ia berharap hubungan harmonis antara komunitas ojol dan kepolisian dapat terus terjaga, terutama dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Banyuwangi.

Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan sosial tersebut juga dinilai mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama di momentum Idul Adha. (**)

Wartawan Heboh Usai “Ngambil Jatah Korban”, Pembagian Konsumsi Bikin Suasana Pecah Tawa

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Suasana posko pendampingan korban mendadak berubah jadi ajang guyonan usai sejumlah wartawan lokal disebut ramai-ramai “ngambil jatah korban”. Bukannya tegang membahas berita, para awak media malah sibuk menghitung siapa yang dapat nasi bungkus paling banyak.

Dalam candaan yang beredar di lokasi, Buang yang dikenal sebagai wartawan media lokal disebut hanya mendapat bagian sedikit. Ia terlihat pasrah sambil memegang kopi sachet dan sebungkus gorengan dingin.

“Yang penting masih kebagian, daripada cuma lihat orang makan,” celetuk Buang sambil tertawa disambut rekan-rekannya.

Sementara itu, Idham yang dikenal sebagai ustadz sekaligus merangkap wartawan justru disebut mendapat perlakuan spesial. Selain dipanggil lebih dulu saat makan siang, ia juga beberapa kali ditawari tambahan lauk oleh warga sekitar.

“Kalau ustadz datang, nasi kotak langsung berdiri hormat,” ujar salah satu wartawan sambil ngakak.

Tak hanya itu, suasana makin pecah ketika ada yang bercanda bahwa Ikdam bukan lagi mencari berita, melainkan lebih fokus mengamankan stok teh hangat dan kerupuk di meja konsumsi.

“Liputan nomor dua, yang penting ayamnya jangan sampai habis,” teriak salah satu awak media lainnya.

Meski penuh candaan, suasana tetap berlangsung akrab dan santai. Para wartawan mengaku kebersamaan di lapangan memang sering diwarnai humor agar tidak terlalu tegang saat meliput berbagai persoalan sosial dan musibah.

Di akhir acara, Buang dikabarkan sempat protes ringan karena jatahnya kalah jauh dibanding Ikdam. Namun setelah mendapat tambahan pisang goreng dan kopi hitam, suasana kembali aman terkendali.
(Mahadur)

Obrolan Santai di Pinggir Pantai Pulau Santen, Tim PT Cahaya Pers Group

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Obrolan santai di pinggir Pantai Pulau Santen menjadi momen penuh makna bagi tim PT Cahaya Pers Group. Dengan suasana teduh ditemani semilir angin pantai dan suara ombak, diskusi ringan namun berbobot membahas dinamika media online berlangsung hangat tanpa tekanan.

Dalam pertemuan tersebut, Selamet Solichin yang akrab disapa Mbah Semar, selaku Owner PT Cahaya Pers Group sekaligus pimpinan umum media online Jejak-Indonesia.id, Jejakindonesia.news, dan pedot.pro, membahas berbagai tantangan dunia media digital saat ini.

Menurutnya, fenomena clickbait vs kualitas konten menjadi dilema besar bagi media online modern. Persaingan trafik demi mempertahankan eksistensi membuat banyak media memilih judul bombastis demi menarik perhatian pembaca.

“Publik sebenarnya rindu jurnalisme yang mendalam, tapi di sisi lain jari mereka tetap tertarik mengklik berita sensasional dan gosip,” ujar Mbah Semar. Kamis (28/5/2026)

Selain itu, ia menyoroti kuatnya pengaruh media sosial dan algoritma digital. Platform seperti TikTok dan Instagram kini menjadi sumber informasi utama generasi muda. Akibatnya, berita yang viral sering kali lebih unggul dibanding berita yang memiliki nilai edukasi.

Mbah Semar juga mengingatkan bahwa kecepatan publikasi terkadang membuat akurasi dikorbankan demi menjadi yang pertama mengunggah informasi.

Pembahasan kemudian berlanjut pada tantangan hoaks dan rendahnya literasi digital masyarakat. Banjir informasi yang terus mengalir membuat publik semakin sulit membedakan fakta dan opini.

“Grup keluarga WhatsApp bahkan sering menjadi ruang tercepat penyebaran berita yang belum tentu valid,” tambahnya.

Dalam kondisi tersebut, media online dinilai memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga akurasi dan penyeimbang informasi di tengah derasnya arus digital.

Menutup diskusi, Mbah Semar menyampaikan beberapa strategi agar media tetap bertahan di masa depan, mulai dari penerapan model langganan konten premium, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses penulisan cepat, hingga membangun komunitas pembaca yang loyal.

“AI bisa membantu pekerjaan media menjadi lebih cepat, tapi sentuhan manusia tetap tidak bisa digantikan. Media kecil yang punya komunitas dan ceruk pasar spesifik justru punya peluang bertahan lebih lama,” pungkasnya.

Momentum Idul Adha 1447 H DPD Partai Golkar Kota Pasuruan Memperkuat Nilai Kemanusiaan, Solidaritas, dan Kepedulian Sosial Melalui Penyembelihan Hewan Kurban

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Di tengah dinamika politik yang terus bergerak cepat dan kehidupan sosial masyarakat yang semakin kompleks, DPD Partai Golkar Kota Pasuruan memilih merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan cara yang sarat makna: memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial melalui penyembelihan hewan kurban.

Bertempat di Kantor DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, Kamis (28/5/2026), partai berlambang pohon beringin tersebut menyembelih empat ekor sapi kurban yang kemudian didistribusikan kepada kader serta masyarakat sekitar. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya tiga ekor sapi, menandakan tumbuhnya semangat kebersamaan dan soliditas internal partai.

Namun lebih dari sekadar angka, kegiatan ini menjadi simbol bahwa politik tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah persaingan dan kontestasi yang kerap menghadirkan sekat, Partai Golkar Kota Pasuruan justru menunjukkan wajah politik yang lebih hangat — politik yang hadir melalui pelayanan dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, H.M. Toyib, menegaskan bahwa momentum Idul Adha bukan hanya agenda keagamaan tahunan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai keikhlasan, persaudaraan, dan pengabdian sosial.

“Setiap Idul Adha kami selalu melaksanakan kurban. Tahun lalu tiga ekor, tahun ini empat ekor. Ini bukan sekadar soal jumlah, tetapi bentuk komitmen kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di internal Partai Golkar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, satu ekor sapi sebelumnya telah disalurkan ke Kelurahan Gentong sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat kurang mampu, sementara tiga ekor lainnya disembelih di kantor DPD untuk dibagikan kepada kader dan warga sekitar.

Prosesi penyembelihan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri jajaran pengurus, kader partai, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang turut bergotong royong selama kegiatan berlangsung.

Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari kontribusi sejumlah tokoh dan kader Partai Golkar, di antaranya H.M. Misbakhun, Wali Kota Pasuruan Mas Adi Wibowo, serta gabungan Fraksi Golkar bersama DPD Partai Golkar Kota Pasuruan. Kontribusi tersebut menjadi gambaran bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial telah menjadi bagian dari kultur politik Partai Golkar di Kota Pasuruan.

Bagi H.M. Toyib, esensi Idul Adha terletak pada pengorbanan, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itulah yang menurutnya harus terus ditanamkan kepada seluruh kader partai agar tetap memiliki sensitivitas sosial di tengah dinamika politik modern.

“Nilai-nilai Idul Adha mengajarkan keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Ini yang terus kami tanamkan kepada seluruh kader Partai Golkar,” katanya.

Ia juga optimistis soliditas kader Partai Golkar Kota Pasuruan akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Semoga ke depan jumlah hewan kurban bisa bertambah lagi. Kader Golkar Kota Pasuruan sangat solid dan terus berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, Deny Yudhistirira H, SM, CPLA, menyampaikan bahwa kegiatan kurban bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan sarana mempererat silaturahmi antar kader sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.

“Momentum Idul Adha ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi kader agar tetap solid sekaligus bentuk kepedulian Partai Golkar kepada masyarakat,” ujarnya.

Di tengah suasana penuh kebersamaan, pembagian daging kurban berlangsung tertib dan penuh rasa syukur. Bagi masyarakat, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kedekatan emosional antara partai politik dengan rakyat.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi positif dari kader maupun warga sekitar. Banyak yang menilai langkah tersebut mampu memperkuat semangat gotong royong dan menjaga harmoni sosial di lingkungan Partai Golkar Kota Pasuruan.

Melalui kegiatan kurban ini, DPD Partai Golkar Kota Pasuruan menunjukkan bahwa keberadaan partai politik tidak hanya hadir dalam ruang-ruang kampanye atau kontestasi elektoral, tetapi juga hadir di tengah kehidupan masyarakat melalui tindakan nyata dan kepedulian sosial.

Partai Golkar Kota Pasuruan membuktikan bahwa politik dapat dijalankan dengan hati nurani — menghadirkan manfaat, memperkuat solidaritas, serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

Momentum Idul Adha 1447 Hijriah pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah partai sejatinya bukan hanya terletak pada besarnya kekuasaan, tetapi pada seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada rakyat.

 

(RED)

Idul Adha di Pekuncen RT 04 RW 02 Kota Pasuruan Semangat Kurban Pererat Kerukunan Dan Gotong Royong Warga

Idul Adha 1447 H, Kapolres Simalungun Sembelih 12 Sapi dan 13 Kambing, 1.200 Paket Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Halaman Satpas Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun di Jalan Asahan Batu 7, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Rabu pagi, 27 Mei 2026, dipenuhi suasana kebersamaan dan semangat berbagi yang hangat. Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun, Ny. Nanik M. Aritonang, menggelar pemotongan dan penyerahan hewan kurban dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M bagi Keluarga Besar Polres Simalungun. Kegiatan dimulai sekira pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan aman dan lancar.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu, 27 Mei 2026 sekira pukul 20.31 WIB, menegaskan bahwa kegiatan kurban ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Kegiatan kurban ini adalah bentuk nyata semangat Polri untuk berbagi dan peduli kepada sesama. Idul Adha 1447 H menjadi momentum bagi Keluarga Besar Polres Simalungun untuk meningkatkan keimanan, rela berkorban, dan kepedulian sosial. Spirit kurban tahun ini adalah merawat alam dan kemanusiaan,” ujar AKP Verry Purba.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Kurban, kemudian sambutan Kapolres Simalungun. Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 09.30 WIB ketika AKBP Marganda Aritonang secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada penyembelih, Ustaz Zainal Abidin, Lc., sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Suasana semakin khidmat dengan doa bersama sebelum proses penyembelihan dilaksanakan.

Total hewan kurban yang disembelih mencapai jumlah yang sangat membanggakan, yakni 12 ekor sapi, terdiri dari 5 ekor sapi kurban dan 7 ekor sapi sumbangan, ditambah 13 ekor kambing sumbangan. Dari hasil pemotongan seluruh hewan tersebut, berhasil disiapkan sebanyak 1.200 paket daging kurban yang kemudian disalurkan kepada berbagai pihak yang berhak menerimanya.

“Kami bersyukur tahun ini Keluarga Besar Polres Simalungun dapat menyembelih 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing, menghasilkan 1.200 paket daging yang kami salurkan secara merata. Ini adalah wujud kepedulian nyata Polri kepada masyarakat sekitar,” ucap AKBP Marganda Aritonang dalam sambutannya.

Penerima manfaat dari 1.200 paket daging kurban tersebut meliputi anggota Polres Simalungun, ASN, PPPK, dan PHL Polres Simalungun yang beragama Islam, purnawirawan dan warakawuri, anak yatim, ustaz, pesantren, serta panti asuhan di sekitar Mako Polres Simalungun. Selain itu, paket daging kurban juga diberikan kepada PAMK, KBPPP, FKUB, serta wartawan mitra Polres Simalungun.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pejabat utama Polres Simalungun, di antaranya Wakapolres Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H., Kabag Ops Kompol Martua Manik, S.H., M.H., Kabag SDM Kompol Manaek Sahala Ritonga, S.H., M.H., para Kasat, Kapolsek sejajaran, hingga seluruh personel dan panitia kurban Polres Simalungun, menjadikan kegiatan ini sebagai perayaan kebersamaan Keluarga Besar Polres Simalungun yang sesungguhnya.

Usai penyembelihan dan penyaluran daging kurban, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat tali silaturahmi di hari yang penuh berkah tersebut.

Semangat kurban Polres Simalungun tahun ini menegaskan bahwa Polri bukan hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang merawat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat Simalungun.

Kapolres Simalungun Sholat Idul Adha Bersama Forkopimda, Wujud Nyata Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Daerah

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M di Lapangan Sepakbola Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Rabu, 27 Mei 2026. Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., turut hadir dan mengikuti rangkaian ibadah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Simalungun serta ribuan masyarakat setempat, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada pukul 12.10 WIB hari yang sama, menjelaskan bahwa keikutsertaan Kapolres dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, dalam mewujudkan institusi yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Kehadiran Pak Kapolres bersama Forkopimda dan masyarakat dalam Sholat Idul Adha ini adalah cerminan nyata bahwa Polri bukan hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah-tengah kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” ujar AKP Verry Purba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih beserta Ibu Ketua DWP Kabupaten Simalungun, Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny. Nanik M. Aritonang, Dandim 0207/Simalungun yang diwakili Danramil 02 Siantar Timur Kapten Inf. Riswanto, Kabag Ops Kompol M. Manik, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung, S.H., Camat Siantar Muhammad Iqbal, S.STP., M.SP., serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah Kecamatan Siantar yang menunaikan ibadah Sholat Id bersama-sama.

AKP Verry Purba mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memiliki landasan hukum dan perencanaan yang matang. Kegiatan tersebut berpijak pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Surat Telegram Kapolda Sumut Nomor STR/183/VI/PAM.3./2026 tanggal 21 Mei 2026 tentang perwujudan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, serta Rencana Pengamanan Polres Simalungun yang telah disusun sehari sebelumnya.

“Semua persiapan telah kami lakukan secara terstruktur dan terencana. Mulai dari perkiraan intelijen hingga rencana pengamanan, semuanya sudah disiapkan agar pelaksanaan Idul Adha di wilayah hukum Polres Simalungun berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ucap AKP Verry Purba.

Mengangkat tema *”Menebar Kepedulian, Memupuk Keikhlasan, Meraih Ketakwaan,”* pelaksanaan Sholat Idul Adha dengan Khotib dan Imam Muhammad Yusuf Silalahi, S.Pd.I., tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.

AKP Verry Purba lebih lanjut menyampaikan bahwa momentum Idul Adha ini dimaknai sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat Kabupaten Simalungun.

“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan berkorban dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang kami jadikan landasan dalam setiap pengabdian kami kepada masyarakat. Kami berharap momen ini semakin memperkuat sinergitas antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap AKP Verry Purba.

Seluruh rangkaian kegiatan Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Sepakbola Nagori Rambung Merah tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Polres Simalungun di bawah kepemimpinan AKBP Marganda Aritonang menegaskan bahwa kehadiran Polri di setiap sendi kehidupan masyarakat adalah wujud nyata pengabdian yang tulus — profesional dalam tugas, humanis dalam sikap, dan penuh integritas dalam setiap langkah.

Langkah Antisipatif ganguan Kamtibmas Polres Serang Laksanakan Patroli dialogis

SERANG || Jejak-indonesia.id – Pada Rabu malam, 28 Mei 2026, personel Sat Samapta Polres Serang melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukum Polres Serang tepatnya Kampung Kuwaron, Desa Citerep, Kecamatan Ciruas. Kegiatan yang dimulai pukul 22.05 WIB tersebut dipimpin oleh BRIPKA Yuda Tri P selaku Danru Patroli Regu 1 Sat Samapta Polres Serang.

Patroli dialogis ini dilaksanakan sebagai upaya preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta menyambangi warga dan memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

Selain itu, petugas juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan kamtibmas melalui layanan kepolisian 110 Polres Serang. Warga turut diimbau agar menghindari tindakan negatif seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman beralkohol, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Kasat Samapta Polres Serang AKP Eka Jatnika, S.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dialogis rutin dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga. Dengan adanya patroli tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman, nyaman, serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Serang.

Polrestabes Medan Ungkap Fakta Baru: THM Phantom Tak Punya Izin NPPBKC

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Satresnarkoba Polrestabes Medan, Polda Sumut hingga Rabu (27/5) pagi terus melakukan penyelidikan terkait dengan praktek peredaran narkoba di THM Phantom yang berada di Jalan Adam Malik Medan. Setelah saat pra rekontruksi ditemukan adanya peredaran minuman keras palsu, Polisi yang kini telah menggandeng Bea Cukai, menemukan THM Phantom ternyata tidak memiliki ijin NPPBKC.

Tidak adanya ijin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) THM Phantom, disampaikan Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Pencegahan dan Penyidikan Bea Cukai Medan, Nanda Prismana di THM Phantom.

Nanda mengungkapkan, setiap pelaku usaha yang menjual minuman keras, wajib memiliki NPPBKC. Namun, dari hasil pemeriksaan THM Phantom yang kemarin didapati menjual minuman keras dengan pita cukai palsu, dipastikan tidak memiliki NPPBKC.

“Jadi THM Phantom ini tidak memiliki nomor pokok pengusaha barang kena cukai atau NPPBKC. Ini harus dimiliki setiap pelaku usaha yang menjual minuman keras,” ungkap Nanda.

Nanda menambahkan, setiap pelaku usaha yang menjual minuman keras tanpa memiliki NPPBKC, dikenakan sanksi denda.

Sedangkan pelanggaran penjualan minuman keras dengan menggunakan pita cukai palsu, dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang – Undang Cukai.

“Untuk permasalahan ijin NPPBKC, sanksinya adalah denda. Namun untuk penjualan minuman keras dengan pita cukai palsu, melanggar ketentuan pidana,” pungkasnya.

Mengutip informasi yang tertera di Halodoc, minuman keras palsu memiliki beragam dampak berbahaya, bahkan dapat berujung dengan kematian.

Dampak awal, umumnya terjadinya kesulitan bernapas, detak jantung berdetak kencang, dan suhu tubuh yang meningkat drastis bagi orang yang mengkonsumsi minuman keras palsu, terlebih minuman keras oplosan.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sekecil apapun, bagi pelaku usaha tempat hiburan malam, yang menjadikan tempatnya sebagai tempat transaksi narkoba.

“Narkoba terus mencari jalan untuk memperkaya seseorang ataupun kelompok, namun kami akan melawan hal tersebut, dimanapun dan apapun cara mereka,” ucap Rafli.