Kasus Penganiayaan Yang Melibatkan WNA Di Marina Boom: Laskar Sakera Minta Penegakan Hukum Tegas Dan Berimbang

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia terhadap warga lokal di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi pada akhir Maret 2026 terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut memantik perhatian berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Laskar Sakera DPC Banyuwangi.

Ketua Laskar Sakera Banyuwangi, Bang Emen, dalam keterangannya kepada awak media, menyampaikan sikap tegas namun tetap berimbang. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan tidak diskriminatif.

Bang Emen menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus mampu memberikan kepastian hukum yang adil, baik kepada korban maupun kepada terduga pelaku, tanpa memandang status kewarganegaraan.

“Kami meminta kepada pihak terkait, khususnya Kapolresta Banyuwangi, agar tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini. Siapa pun yang bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, prinsip kesetaraan di hadapan hukum harus dijunjung tinggi sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Lebih lanjut, Bang Emen juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap masyarakat lokal, terutama di kawasan wisata yang kerap berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.

Ia menilai, insiden ini harus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

“Kami tidak anti terhadap wisatawan asing, namun keselamatan dan martabat masyarakat lokal harus menjadi prioritas. Jangan sampai ada kesan hukum tumpul ke atas atau tajam ke bawah,” ujarnya.

Di sisi lain, Bang Emen juga mengimbau masyarakat Banyuwangi untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas. Percayakan proses hukum kepada aparat, namun tetap kita kawal bersama agar berjalan adil dan transparan,” tambahnya.

Kasus ini kini menjadi ujian bagi penegakan hukum di daerah, sekaligus cermin komitmen aparat dalam memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Dengan sorotan publik yang semakin luas, masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan objektif, profesional, dan mampu menghadirkan keadilan yang tidak memihak.

Langkah tegas, transparan, dan berimbang dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan Banyuwangi tetap menjadi daerah yang aman dan ramah, baik bagi warga lokal maupun wisatawan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *