JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Gerak tegas aparat kepolisian terhadap praktik tambang ilegal kini semakin nyata. Di bawah komando Kapolri, upaya pembersihan tambang ilegal terus digencarkan dengan dukungan masyarakat serta insan pers yang aktif memberikan informasi di lapangan.
Terbaru, aparat kepolisian berhasil mengamankan tujuh unit alat berat jenis eskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas tambang ilegal. Menariknya, sebagian alat berat tersebut disebut masih dalam kondisi baru dan bahkan ada yang belum lama dibuka dari kemasannya.
Penindakan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak lagi memberi ruang bagi praktik-praktik pertambangan ilegal yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan negara. Meski sempat beredar kabar bahwa aktivitas tersebut mendapat perlindungan dari “orang-orang kuat”, kenyataannya hukum tetap berjalan dan para pelaku akhirnya tak mampu menghindari penindakan.
Masyarakat pun diminta tetap bersabar dan terus mengawal proses pemberantasan tambang ilegal, khususnya di wilayah Jawa Timur. Harapan besar muncul agar penegakan hukum ke depan semakin maksimal dan bersih, termasuk dengan adanya penyegaran di jajaran kepemimpinan kepolisian daerah serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus.
Gelombang dukungan dari masyarakat terus mengalir agar aparat benar-benar membersihkan praktik tambang ilegal hingga ke akar-akarnya. Selain merusak alam, aktivitas tambang tanpa izin juga dinilai memicu konflik sosial dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
Kini publik menanti langkah lanjutan aparat dalam membongkar jaringan di balik bisnis tambang ilegal yang selama ini disebut-sebut sulit disentuh hukum.