Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Bareskrim Polri Tindak Tambang Pasir Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi

MAGELANG || jejakindonesia.id – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Polresta Magelang, serta instansi terkait lainnya, menindak tegas aktivitas penambangan pasir ilegal yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/11).

Penindakan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan informasi dari berbagai kementerian dan lembaga terkait yang mengungkap aktivitas tambang tanpa izin di kawasan konservasi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan sekitar 36 titik lokasi tambang pasir ilegal dan 39 depo pasir yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Srumbung, Salam, Muntilan, Mungkid, dan Sawangan.

Dalam operasi bersama ini, petugas menindak lokasi penambangan ilegal di Alur Sungai Batang, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, serta depo pasir di Tejowarno, Tamanagung, Muntilan, Kabupaten Magelang. Dari hasil pemeriksaan Tim Ahli Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Balai TNGM, diketahui lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan dan berada di dalam kawasan taman nasional.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, penyidik menyita enam unit excavator dan empat unit dumptruck dari lokasi. Aktivitas tambang tersebut diketahui telah beroperasi sekitar 1,5 tahun dengan luas bukaan lahan 6,5 hektar, serta nilai transaksi keuangan yang mencapai Rp48 miliar. Jika dihitung dari seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Magelang dalam dua tahun terakhir, total nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp3 triliun.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menegaskan bahwa penambangan pasir ilegal di kawasan konservasi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menimbulkan kerugian besar bagi negara dan merusak ekosistem yang seharusnya dilindungi. Kami tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri jaringan yang terlibat dari hulu hingga hilir,” ujar Brigjen Pol. Moh. Irhamni.

Ia menambahkan bahwa penegakan hukum dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan sinergi lintas lembaga untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna menyusun langkah-langkah solutif serta program pemulihan bagi masyarakat. Penertiban ini bukan semata penindakan, tapi juga untuk memastikan kelestarian alam terjaga dan kekayaan negara dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Brigjen Irhamni juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan tokoh lokal yang aktif memberikan informasi terkait aktivitas tambang ilegal di wilayahnya.

Patroli Gabungan Polres Sumenep Cegah Balap Liar 42 motor Tidak Sesuai Spektek Diamankan

SUMENEP || jejakindonesia.id – Jajaran Polres Sumenep Polda Jatim kembali menggelar patroli gabungan skala besar dalam rangka mencegah aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, Sabtu hingga Minggu (1–2 November 2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) dengan melibatkan personel Satlantas dan Sat Samapta Polres Sumenep Polda Jatim.

Patroli berlangsung mulai pukul 24.00 WIB hingga 07.30 WIB dengan menyasar sejumlah titik rawan balap liar, seperti Jalan DR. Cipto, Lingkar Timur, Jalan Raung, Lingkar Utara, Lingkar Barat, area Bandar Udara Trunojoyo, Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Jalan Raya Patihan Lenteng, hingga arah Kalianget dan Parenduan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan dan penindakan terhadap kendaraan yang diduga kuat digunakan untuk aksi balap liar.

Hasilnya, sebanyak 42 unit sepeda motor diamankan karena tidak dilengkapi surat-surat dan tidak sesuai sepesifikasi teknik (Spektek) dengan menggunakan knalpot bising.

Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E yang memimpin langsung jalannya operasi mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan.

"Kegiatan ini juga untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat balap liar,” kata AKP Ninit didampingi personel Sat Samapta.

Selain patroli, petugas juga melakukan penyekatan di beberapa area yang kerap dijadikan lintasan balap oleh kelompok remaja.

Sementara itu, Kapolres Sumenep,AKBP Rivanda mengatakan bahwa Polres Sumenep Polda Jatim tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi balap liar yang membahayakan keselamatan publik.

Ia menegaskan Polres Sumenep Polda Jatim berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcar lantas yang kondusif.

"Penindakan ini bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi juga upaya menyelamatkan nyawa pengguna jalan, termasuk pelaku balap liar itu sendiri,” ujar AKBP Rivanda.

Ia juga menegaskan bahwa patroli gabungan akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada malam Minggu dan titik yang kerap menjadi lokasi aduan masyarakat.

“Kami mengimbau orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif.

Kendaraan yang diamankan saat ini berada di Satlantas Polres Sumenep untuk proses lebih lanjut.

Polres Batu Terjunkan Puluhan Personel Tangani Longsor di Ngantang, Akses Malang – Blitar Kembali Lancar

BATU || jejakindonesia.id – Akibat longsor pada Minggu (2/11) malam, Akses Jalan Kabupaten Malang menuju Blitar di wilayah Kecamatan Ngantang sempat lumpuh.

Puluhan personel gabungan Polres Batu Polda Jawa Timur dikerahkan untuk membersihkan material longsor berupa batu dan lumpur menimbun badan jalan.

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kabag Ops Polres Batu Kompol Anton Wibowo mengatakan,bencana terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Kampung Sumantoro, Dusun Sekar, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang itu akibat hujan deras disertai angin.

"Longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 10 jam, mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB," ujar Kompol Anton di lokasi longsor, Senin (3/11).

Material longsor yang menutupi total badan jalan memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang diperkirakan mencapai 50 meter, tinggi 25 meter, dan ketebalan material mencapai 2 meter.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerugian material berupa tiang listrik yang ikut terbawa longsoran.

"Saat ini upaya pembersihan kami lakukan bersama BPBD," ujarnya.

Operasi pembersihan ini kata Kompol Anton melibatkan personel dari Samapta, Satlantas, dan personel Polsek Ngantang, perangkat Desa Sidodadi serta partisipasi aktif dari Warga Desa Sidodadi, Dusun Sekar.

"Kami bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan secepat mungkin untuk kelancaran mobilitas warga dan logistik," ujar Kompol Anton Wibowo.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras tim gabungan, pembersihan material longsor terus diupayakan menggunakan alat berat maupun secara manual.

"Saat ini jalur vital Malang-Blitar sudah pulih dan dapat dilalui kendaraan,"pungkasnya.

Polsek Bosar Maligas Kawal Tanam Perdana Jagung di PTPN IV, Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Personil Polsek Bosar Maligas menghadiri dan memonitor kegiatan tanam perdana jagung di lahan PTPN IV Kebun Padang Matinggi sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Senin (3/11/2025).

Kepala Kepolisian Sektor Bosar Maligas, Iptu Soni G Silalahi, SH menjelaskan, kegiatan monitoring tanam perdana jagung ini merupakan bentuk pelayanan Polri untuk masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

"Polsek Bosar Maligas hadir untuk mendukung dan mengawal program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pemberdayaan lahan pertanian bagi masyarakat," ujar Iptu Soni G Silalahi, SH saat dikonfirmasi pada Senin pagi, 3 November 2025, sekira pukul 10.40 WIB.

Kapolsek menjelaskan bahwa kegiatan tanam perdana jagung dilaksanakan pada hari Senin tanggal 3 November 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di lahan Afdeling IV PTPN IV Regional II Kebun Padang Matinggi, Nagori Adil Makmur, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.

"Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kepolisian, Keputusan Kapolda Sumut Nomor Kep/50/I/2023 tentang Pengangkatan dan Penempatan Bhabinkamtibmas, serta Surat Perintah Kapolsek Bosar Maligas Nomor Sprin: 380/XI/2025 tanggal 2 November 2025," ungkap Kapolsek menjelaskan dasar hukum kegiatan.

Acara tanam perdana jagung dibuka dengan kata sambutan dari protokol, dilanjutkan dengan doa yang dibawakan oleh Bapak Guntoro. Setelah itu, kata sambutan disampaikan oleh Pangulu Riah Naposo dan Nagori Aek Gerger Sidodadi yang menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian lahan yang diberikan untuk dikelola masyarakat.

"Para tokoh masyarakat mengapresiasi kebijakan PTPN IV yang memberikan lahan untuk dikelola masyarakat dalam rangka mendukung program ketahanan pangan," ucap Kapolsek.

Kata sambutan juga disampaikan oleh Camat Ujung Padang yang memberikan dukungan penuh terhadap program penanaman jagung ini. Selanjutnya, giliran pihak kepolisian yang diwakili oleh Kepala Unit Sabhara Polsek Bosar Maligas, Iptu Jaya Tarigan, menyampaikan kata sambutan dan arahan.

"Dalam kesempatan tersebut, Kanit Sabhara yang mewakili Kapolsek menyampaikan himbauan tentang pengawasan, penanaman, dan penjualan jagung yang dikelola oleh masyarakat agar berjalan dengan baik dan tertib," jelas Iptu Soni G Silalahi, SH.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dan arahan dari Pimpinan PT Ambia Moca, Bapak Heri Dalimunte, yang menyampaikan materi tentang teknik dan cara penanaman jagung yang baik dan benar untuk menghasilkan panen yang optimal.

"PT Ambia Moca memberikan bimbingan teknis kepada kelompok tani tentang cara penanaman jagung yang efektif agar hasil panen maksimal," ungkap Kapolsek.

Puncak acara adalah kata sambutan dan arahan dari Manager Kebun Padang Matinggi, Bapak Suheri, yang menyampaikan komitmen PTPN IV dalam mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan pemerintah, khususnya program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden.

"Manager Kebun Padang Matinggi menjelaskan bahwa PTPN IV hadir untuk masyarakat dengan menyediakan lahan untuk dikelola sebagai lahan jagung. Dari total lahan 53 hektar, lahan yang dapat digunakan untuk penanaman jagung seluas 12,5 hektar," ucap Kapolsek menyampaikan informasi penting.

Kegiatan tanam perdana jagung ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Manager PTPN IV Kebun Padang Matinggi Bapak Suheri beserta staf, Camat Ujung Padang Bapak Manaon Siregar, Manager PT Ambia Moca Bapak Heri Dalimunte, Kapolsek Bosar Maligas yang diwakili oleh Iptu Jaya Tarigan, Pangulu Riah Naposo dan Pangulu Aek Gerger Sidodadi beserta staf, serta kelompok tani.

"Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan," jelas Kapolsek.

Polsek Bosar Maligas menerjunkan sembilan personil untuk mengawal kegiatan ini, antara lain Iptu Jaya Tarigan (Kanit Sabhara), Ipda UR Turnip (Kanit Intel), Ipda Roy Jansen OP Sunggu (Kanit Reskrim), Aiptu Misdi (Kanit Provos), Aiptu Jhon Mestika (Bhabinkamtibmas), Aipda Surya Atmaja (Bhabinkamtibmas), Aipda H Sinaga (Bhabinkamtibmas), Aipda J Pangaribuan (Ka SPKT), dan Aipda Julbaini.

"Pengamanan kegiatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan acara berjalan aman, tertib, dan lancar," ucap Kapolsek.

Iptu Soni G Silalahi, SH menegaskan bahwa Polsek Bosar Maligas akan terus mendukung dan mengawal program-program pemerintah yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk program ketahanan pangan.

"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam program pemberdayaan ekonomi, termasuk pertanian jagung ini, agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan turut mendukung ketahanan pangan nasional," tegas Kapolsek.

Kegiatan tanam perdana jagung berlangsung dalam situasi aman dan baik, serta mendapat antusiasme tinggi dari kelompok tani yang akan mengelola lahan tersebut untuk meningkatkan produksi pangan lokal.

Kapolsek Prigen Jadi Pembina Upacara di MTsN 3 Pasuruan, Ajak Siswa Jauhi Kenakalan Remaja

PASURUAN – Kapolsek Prigen AKP Hartono, S.Pd. menjadi pembina upacara bendera di MTsN 3 Pasuruan, Desa Lumbangrejo, Senin (3/11/2025). Dalam amanatnya, Kapolsek mengajak para siswa menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan fokus mempersiapkan masa depan.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti sekitar 500 siswa dan guru. Upacara berlangsung khidmat dengan AKP Hartono bertindak sebagai komandan upacara.

Dalam arahannya, AKP Hartono menegaskan bahwa kenakalan remaja sering dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele, “Kenakalan remaja bisa berupa membolos, merokok, atau berbohong kepada orang tua, hingga yang lebih berat seperti tawuran dan mencuri,” ujar Kapolsek.

“Mungkin awalnya dianggap keren, tapi sebenarnya itu hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya masa remaja sebagai masa pembentukan karakter, “Masa remaja adalah masa emas. Apa yang kalian lakukan sekarang akan menentukan masa depan kalian. Jangan sampai kalian menyesal karena menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesannya.

Lebih lanjut, AKP Hartono mengajak para pelajar untuk menjaga pergaulan, menghormati orang tua dan guru, serta mematuhi peraturan lalu lintas.

“Pelajar belum waktunya mengendarai kendaraan bermotor karena belum memiliki SIM. Beranilah berkata tidak pada ajakan yang mengarah pada kenakalan,” pungkasnya.

Kegiatan upacara yang dihadiri Kepala Sekolah MTsN 3 Pasuruan, dewan guru, dan seluruh siswa itu berjalan tertib dan lancar. Selama pelaksanaan, situasi di lokasi tetap aman dan kondusif.