Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Bangun Kebersamaan, Kapolres Metro Jakbar Ajak Warga Aktif Jaga Lingkungan

JAKARTA|| jejakindonesia.id - Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tambora terus mempererat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Pada Rabu (3/12/2025), Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., didampingi Pejabat Utama Polres dan Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., melaksanakan kegiatan Sambang Pos Siskamling Terpadu di Pos RW 07, Kelurahan Duri Utara, Tambora.

Dalam sambang tersebut, Kapolres memberikan himbauan kamtibmas yang sejalan dengan program Jaga Jakarta Kapolda Metro Jaya, meliputi Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada warga, pengurus RT/RW, serta linmas yang telah berperan aktif menjaga keamanan lingkungan sehingga wilayah tetap aman dan kondusif.

"Kami mengapresiasi partisipasi seluruh warga dalam menjaga kamtibmas. Mari terus kuatkan kebersamaan agar lingkungan kita tetap aman dari gangguan keamanan," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menunjukkan kuatnya kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Polsek Glenmore Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Jam Pulang Sekolah, Upaya Tekan Angka Kecelakaan di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia — Dalam rangka meningkatkan keselamatan para pelajar saat jam pulang sekolah, Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Glenmore Polresta Banyuwangi dari unit Binmas melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan pada Rabu siang. Kegiatan tersebut dipimpin oleh salah satu personel Binmas, Aiptu Ngadiyanto, yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan arus kendaraan tetap aman dan tertib. Rabu (03/12/2025)

Pengaturan dilakukan tepat pada jam-jam vital ketika aktivitas para pelajar cukup padat. Saat siang hari, arus kendaraan cenderung meningkat, sehingga risiko terjadinya kecelakaan juga lebih tinggi. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para siswa yang menyeberang jalan maupun pengguna jalan lain yang melintas di sekitar area sekolah.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., melalui Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa langkah pengaturan lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meminimalisir angka kecelakaan di wilayah Banyuwangi.

“Pengamanan lalu lintas pada jam pulang sekolah ini adalah bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, khususnya untuk menjamin keselamatan anak-anak. Kami terus berupaya menekan angka kecelakaan dengan langkah preventif seperti ini di seluruh wilayah hukum Polresta Banyuwangi,” jelas AKP Budi Hermawan.

Beliau juga menambahkan bahwa peran anggota di lapangan sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban serta memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua dan siswa, agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di jalan raya.

Aiptu Ngadiyanto, yang bertugas langsung di lokasi, menyampaikan bahwa selain melakukan pengaturan arus kendaraan, ia juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar memperlambat laju kendaraan ketika melintas di depan sekolah. Ia memastikan bahwa seluruh pelajar dapat menyeberang jalan dengan aman hingga mereka benar-benar meninggalkan kawasan sekolah.

Kegiatan pengaturan lalu lintas ini rencananya akan terus dilakukan secara rutin setiap hari sekolah, terutama pada jam-jam rawan, guna memberikan perlindungan maksimal kepada para pelajar dan masyarakat.

Dengan adanya langkah konkret tersebut, Polsek Glenmore berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta menekan potensi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Banyuwangi.

Tim DVI Polda Sumut Berhasil Identifikasi 290 Korban di Sumatera Utara, Operasi Dilanjutkan Hingga Akhir

MEDAN || jejakindonesia.id – Pelaksanaan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara terus berlangsung secara intensif. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menegaskan bahwa tim telah digerakkan secara menyeluruh di tiap kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan 30 personel. Terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan selebihnya dari Polda Sumut,” ujar Kombes Pol Taufik Ismail dalam keterangan resminya di RS Bhayangkara TK II Medan, Rabu (3/12/25).

“Per hari Selasa, 2 Desember 2025, kami telah mengidentifikasi sebanyak 290 korban yang tersebar di 12 kabupaten/kota wilayah Polda Sumut.”

Karumkit menjelaskan bahwa seluruh korban hingga saat ini berhasil diidentifikasi menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, maupun properti yang melekat, karena mayoritas jenazah masih dalam kondisi relatif utuh pada fase awal.

Namun pekerjaan tim ke depan akan semakin menantang. Saat ini masih terdapat 122 korban yang tercatat hilang, dan banyak di antaranya diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan.

“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Untuk itu kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” jelasnya.

“Jika jenazah tidak teridentifikasi dan karena keterbatasan tempat penyimpanan, kami akan makamkan dengan penandaan khusus. Jika di kemudian hari ada kecocokan DNA, kami bisa menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga.”

Hingga hari ini, seluruh 290 jenazah yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling berat, disusul beberapa daerah lain. Adapun rinciannya:
- Kab. Tapanuli Tengah: 86 orang meninggal dunia, 104 orang hilang
- Kab. Tapanuli Selatan: 84 orang MD, 4 orang hilang
- Kota Sibolga: 47 orang MD, 9 orang hilang
- Kab. Tapanuli Utara: 34 orang MD, 12 orang hilang
- Kota Medan: 12 orang MD
- Kab. Langkat: 14 orang MD
- Kab. Humbang Hasundutan: 8 orang MD, 1 orang hilang
- Kab. Pakpak Bharat: 2 orang MD
- Nias Selatan: 1 orang MD
- Kota Padang Sidempuan: 1 orang MD
- Kota Binjai: 1 orang MD

Dalam penanganan korban luka, seluruh pasien dirawat di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru.

“Kalau nanti memerlukan perawatan ataupun rujukan, kita kirim ke Kota Medan,” jelas Karumkit.

“Persediaan obat sejauh ini sudah kita terima dari Mabes Polri, dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling memerlukan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga,” ujarnya.

Karumkit menjelaskan bahwa saat ini belum ditemukan kendala yang signifikan, namun minggu berikutnya menjadi fase paling krusial.

“Sementara ini kendala belum ada, tapi seminggu ke depan kemungkinan besar kita akan menghadapi kesulitan karena jenazah yang belum ditemukan sudah mengalami pembusukan. Sidik jari atau wajah mungkin sudah rusak, sehingga metode DNA menjadi cara terakhir yang paling akurat.”

Operasi DVI akan terus berlangsung mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Seluruh elemen kesehatan dan identifikasi Polda Sumut dan Mabes Polri tetap disiagakan di lapangan.

Tim DVI Polda Sumut Berhasil Identifikasi 290 Korban di Sumatera Utara, Operasi Dilanjutkan Hingga Akhir

MEDAN || jejakindonesia.id – Pelaksanaan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara terus berlangsung secara intensif. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menegaskan bahwa tim telah digerakkan secara menyeluruh di tiap kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan 30 personel. Terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan selebihnya dari Polda Sumut,” ujar Kombes Pol Taufik Ismail dalam keterangan resminya di RS Bhayangkara TK II Medan, Rabu (3/12/25).

“Per hari Selasa, 2 Desember 2025, kami telah mengidentifikasi sebanyak 290 korban yang tersebar di 12 kabupaten/kota wilayah Polda Sumut.”

Karumkit menjelaskan bahwa seluruh korban hingga saat ini berhasil diidentifikasi menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, maupun properti yang melekat, karena mayoritas jenazah masih dalam kondisi relatif utuh pada fase awal.

Namun pekerjaan tim ke depan akan semakin menantang. Saat ini masih terdapat 122 korban yang tercatat hilang, dan banyak di antaranya diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan.

“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Untuk itu kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” jelasnya.

“Jika jenazah tidak teridentifikasi dan karena keterbatasan tempat penyimpanan, kami akan makamkan dengan penandaan khusus. Jika di kemudian hari ada kecocokan DNA, kami bisa menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga.”

Hingga hari ini, seluruh 290 jenazah yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling berat, disusul beberapa daerah lain. Adapun rinciannya:
- Kab. Tapanuli Tengah: 86 orang meninggal dunia, 104 orang hilang
- Kab. Tapanuli Selatan: 84 orang MD, 4 orang hilang
- Kota Sibolga: 47 orang MD, 9 orang hilang
- Kab. Tapanuli Utara: 34 orang MD, 12 orang hilang
- Kota Medan: 12 orang MD
- Kab. Langkat: 14 orang MD
- Kab. Humbang Hasundutan: 8 orang MD, 1 orang hilang
- Kab. Pakpak Bharat: 2 orang MD
- Nias Selatan: 1 orang MD
- Kota Padang Sidempuan: 1 orang MD
- Kota Binjai: 1 orang MD

Dalam penanganan korban luka, seluruh pasien dirawat di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru.

“Kalau nanti memerlukan perawatan ataupun rujukan, kita kirim ke Kota Medan,” jelas Karumkit.

“Persediaan obat sejauh ini sudah kita terima dari Mabes Polri, dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling memerlukan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga,” ujarnya.

Karumkit menjelaskan bahwa saat ini belum ditemukan kendala yang signifikan, namun minggu berikutnya menjadi fase paling krusial.

“Sementara ini kendala belum ada, tapi seminggu ke depan kemungkinan besar kita akan menghadapi kesulitan karena jenazah yang belum ditemukan sudah mengalami pembusukan. Sidik jari atau wajah mungkin sudah rusak, sehingga metode DNA menjadi cara terakhir yang paling akurat.”

Operasi DVI akan terus berlangsung mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Seluruh elemen kesehatan dan identifikasi Polda Sumut dan Mabes Polri tetap disiagakan di lapangan.

Kapolres Langkat Salurkan Bansos Untuk Warga Terdampak Banjir Di Pematang Jaya Melalui Jalur Laut

LANGKAT || jejakindonesia.id — Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. bersama para Pejabat Utama Polres Langkat melaksanakan pendistribusian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak banjir di delapan desa Kecamatan Pematang Jaya, wilayah hukum Polsek Pangkalan Susu, pada Selasa (2/12/2025).

Pendistribusian logistik dimulai pukul 16.00 WIB. Mengingat akses darat terputus akibat tingginya genangan air, seluruh bantuan diangkut melalui jalur laut dari Pelabuhan TPI Pangkalan Susu menggunakan tiga kapal laut menuju Kecamatan Pematang Jaya.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Langkat, didampingi Waka Polres KOMPOL Husnil Mubarak Daulay, para Kabag, Kasat, perwira Polres Langkat, Kepala Cabang BRI Langkat, serta personel TNI–Polri dan Brimob Kompi 1A.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. melalui KOMPOL ABDUL RAHMAN SH. MH, menyampaikan bantuan yang disalurkan merupakan dukungan dari Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., Polres Langkat, Pemerintah Kabupaten Langkat, BRI Cabang Langkat, dan para donatur.

Bantuan diberikan kepada masyarakat di 8 desa terdampak, Desa Perapen, Desa Salah Haji, Desa Damar Condong, Desa Serang Jaya, Desa Serang Jaya Hilir, Desa Limau Mungkur, Desa Pematang Tengah, Desa Perkebunan Damar Condong

Total Logistik yang Disalurkan, 2.280 Barang, Indomie: 200 kotak, Telur Ayam: 500 papan, Telur Bebek: 50 papan, Beras 5 Kg: 3 ton, Gula pasir: 440 pcs, Minyak goreng: 50 kotak, Air mineral 1,5L: 500 kotak

Seluruh bantuan tiba di lokasi dan diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Langkat kepada Kapolsek Pangkalan Susu AKP Reynald Naibaho S.H, serta Forkopimcam Pematang Jaya untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat. Ujar Kabag ops Kompol Rahman.

Kapolres langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. yang hadir memimpin langsung penyaluran bantuan sosial tersebut menegaskan, Polres Langkat berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Melalui pendistribusian bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir, terutama di wilayah yang aksesnya sulit dijangkau.

Kami akan terus melakukan pemantauan dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, ujar Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo.

Kegiatan berakhir pukul 23.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

error: Content is protected !!