Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Polri di Garis Depan Penanganan Bencana Lhokseumawe, Logistik dan Support Moril Disalurkan

Lhokseumawe – Kapolri kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan penanganan bencana dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan Pesawat Poludara CN 295/P-4501 dan langsung diarahkan untuk mendukung kebutuhan warga serta petugas yang bekerja di lapangan.

Dalam penyalurannya, Astamaops Kapolri, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, hadir mewakili Kapolri untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut di lokasi terdampak. Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga melaksanakan giat memberikan support moril kepada seluruh anggota Polri dan petugas gabungan yang terus berjibaku menanggulangi bencana alam di wilayah tersebut.

Adapun bantuan dari Kapolri yang disampaikan melalui Astamaops Kapolri meliputi: Perahu karet 1 unit, Mesin Yamaha 1 unit, Alas perahu 1 unit, Power station 2 unit, Solar panel 4 unit, MPT-FT 20 dus, Pemanas MTP 10 dus, Makanan siap saji 27 dus, Tenda 1 unit.

Dalam kesempatan tersebut, Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolri terhadap kondisi masyarakat di Aceh.

“Bapak Kapolri memerintahkan kami untuk memastikan bantuan ini tiba tepat waktu dan langsung diterima masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersemangat menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Komjen Pol Mohammad Fadil Imran juga menegaskan bahwa Kapolri memberikan instruksi agar proses penanganan bencana dilakukan dengan cepat, humanis, dan terkoordinasi.

“Pesan Bapak Kapolri sangat jelas: pastikan masyarakat mendapatkan bantuan, pastikan petugas tetap kuat, dan pastikan Polri selalu berada di garis terdepan untuk membantu negara dalam situasi darurat,” tambahnya.

Dengan dukungan logistik dan penguatan personel dari Kapolri ini, diharapkan penanganan bencana di Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Instruksikan Pengawasan Penuh, Kapolres Lhokseumawe : Bantuan Banjir Harus Sampai ke Warga, Posko atau Dapur Umum

LHOKSEUMAWE || jejakindonesia.id -  Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir tersalurkan secara merata dan tepat sasaran. Dalam arahannya pada Selasa (2/11/2025), Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap jalur distribusi, mulai dari posko utama hingga dapur umum di wilayah terdampak.

Kapolres meminta seluruh personel yang bertugas untuk terus memantau, mengawal, dan mengamankan proses pendistribusian agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan. Ia juga memastikan bahwa bantuan harus dibawa langsung kepada masyarakat tanpa ada yang terabaikan.

“Kita pastikan setiap paket bantuan benar-benar sampai ke tangan warga. Semua posko, dapur umum, dan jalur distribusi berada dalam pengawasan penuh Polres Lhokseumawe,” tegas Kapolres.

Selain melakukan pengawalan, personel di lapangan juga membantu proses pendataan serta memastikan situasi tetap kondusif selama penyaluran berlangsung. Kehadiran Polres Lhokseumawe di berbagai titik dianggap sangat membantu masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak banjir.

Polri Bergerak Tanpa Henti: Ribuan Warga Dievakuasi, Bantuan Dikebut ke Daerah Terisolir

SUMUT || jejakindonesia – Di tengah kepungan banjir, longsor, dan jalanan yang terputus, ribuan warga Sumatera Utara kini berjuang di tengah situasi yang penuh keprihatinan. Polda Sumut merilis data terbaru: 860 bencana alam menghantam 21 kabupaten/kota, menyisakan duka mendalam namun juga menyatukan seluruh kekuatan kemanusiaan untuk bergerak.

Dari desa-desa di lereng bukit hingga daerah pesisir, tangis warga bercampur harapan saat tim evakuasi Polri–TNI–BPBD tiba menyisir lokasi lumpur dan aliran banjir demi memastikan tidak ada korban yang terlewat.

Hingga saat ini hari selasa (2/12/2025), 1.088 warga menjadi korban, dengan rincian 282 meninggal dunia, 518 luka berat, 160 luka ringan, 128 hilang dan masih dalam pencarian.

Setiap angka ini bukan sekadar statistik, mereka adalah keluarga, sahabat, dan warga kita yang tengah membutuhkan pertolongan secepat mungkin.

Polda Sumut menegaskan bahwa pencarian korban hilang tidak akan berhenti, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat.

Di posko-posko pengungsian, ribuan warga menunggu dengan sabar bantuan datang. Sebanyak 13.787 orang kini tinggal di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka total 37.889 KK tergenang, rusak, atau hanyut terbawa arus hingga tertimbun longsor.

Anak-anak berada dalam dekapan orang tuanya, lansia dibaringkan di tikar darurat, sementara relawan terus berkeliling memberi layanan kesehatan dasar.

Banyak wilayah masih terisolir total. Akses jalan tertimbun longsor atau jembatan putus. Namun hal itu tidak menghentikan Polri untuk menembus batas. Helikopter Polri mengudara bertahap, melakukan airdrop paket pangan dan obat-obatan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa seluruh kekuatan Polda Sumut kini dipusatkan pada penyelamatan dan pemulihan awal.

“Ini bukan hanya soal angka dan laporan. Ini tentang nyawa. Kami tidak akan berhenti sebelum semua warga terselamatkan dan seluruh bantuan tiba ke tangan mereka.”

“Meskipun beberapa wilayah terisolir, kami hadir dengan segala cara melalui udara, darat, dan air. Yang terpenting, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian,” tegasnya penuh empati.

Polri bersama seluruh komponen bangsa bergerak sebagai satu keluarga besar, memastikan setiap warga mendapatkan kesempatan untuk selamat dan bangkit.

Polda Sumut Bangun Jembatan Darurat Di Tepteng, Pulihkan Akses Warga Dan Jalinsum

Tapanuli Tengah || jejakindonesia.id - Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya Selasa (02/12/2025).

Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.

Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.

Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.

“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.

Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.

Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap.

Polda Sumut Kerahkan Unit K9 untuk Percepat Pencarian Korban Banjir Bandang dan Longsor di Tapteng–Sibolga

MEDAN || jejakindonesia.id – Upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera Utara terus diperkuat. Polda Sumatera Utara mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak terlatih untuk membantu proses penyisiran di sejumlah titik terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga yang merupakan lokasi dengan dampak terparah.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengerahan K9 ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pencarian di area-area yang sulit ditembus oleh tim SAR konvensional. Unit K9 tersebut didatangkan sebagai perbantuan dari Mabes Polri, lengkap dengan handler profesional dan peralatan pendukung.

“Tim K9 ini diperbantukan untuk mendukung proses pencarian korban yang masih dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor,” ujar Kapolda Whisnu, Senin (1/12/25).

Menurutnya, anjing pelacak memiliki kemampuan deteksi yang sangat tinggi, terutama dalam mengidentifikasi keberadaan manusia di bawah tumpukan lumpur, reruntuhan material, atau area yang tidak dapat diakses kendaraan maupun alat berat. Karena itu, kehadiran unsur K9 menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat proses pencarian.

Kapolda Sumut menegaskan bahwa seluruh personel handler dan anjing pelacak yang diterjunkan berada dalam kondisi optimal dan telah dilengkapi perlengkapan khusus untuk operasi di medan bencana. Polda Sumut juga memastikan dukungan logistik, komunikasi, serta koordinasi lintas instansi berjalan maksimal.

“Kecepatan menemukan korban adalah bagian dari menyelamatkan martabat kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga, dan kita bekerja maksimal dengan semua sumber daya yang ada, termasuk K9,” tegasnya.

Selain unit K9, Polda Sumut bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus mengintensifkan pencarian melalui penyisiran darat, pengerahan alat berat, serta pemetaan ulang titik-titik yang berpotensi masih terdapat korban tertimbun. Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri, namun sinergi antarinstansi disebut tetap solid.

Kapolda Whisnu menambahkan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan tanpa henti hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.

Dengan dukungan tambahan kekuatan K9 ini, Polda Sumut berharap proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan jawaban bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.