Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Wakapolri Tinjau Posko Antemortem DVI di Sumatera Barat, Pastikan Proses Identifikasi Korban Berjalan Optimal

PADANG || jejakindonesia.id – Wakapolri bersama rombongan meninjau Posko Antemortem DVI Pusdokkes Polri di Polda Sumatera Barat pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan, kelengkapan, serta pelaksanaan proses identifikasi korban oleh Tim DVI di lapangan pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Wakapolri menerima paparan langsung dari pejabat Pusdokkes Polri dan jajaran terkait mengenai perkembangan pengambilan data antemortem, alur identifikasi, hingga berbagai kendala yang tengah dihadapi tim di lokasi. Wakapolri juga memberikan arahan agar seluruh personel tetap menjaga profesionalisme, bekerja cepat namun tetap akurat, demi mempercepat proses identifikasi korban.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan Polri untuk memastikan seluruh layanan kemanusiaan berjalan maksimal, terutama yang berkaitan dengan penanganan korban bencana,” ujar Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik, termasuk dukungan peralatan maupun tenaga ahli, guna membantu keluarga korban mendapatkan kepastian secepat mungkin.

“Tim DVI bekerja dengan standar internasional dan terus berkoordinasi dengan semua pihak di lapangan. Harapannya, proses identifikasi bisa berlangsung lancar dan memberikan kepastian bagi para keluarga korban,” tambahnya.

Kunjungan Wakapolri ini sekaligus memastikan seluruh prosedur tetap berjalan sesuai standar operasional, serta sebagai bentuk dukungan moral bagi tim yang bekerja di lapangan.

Akses Tarutung–Sibolga Mulai Terbuka, Polda Sumut Turun Percepat Pemulihan Pasca Longsor

Tapanuli Utara || jejakindonesia – Upaya membuka kembali akses Jalan Tarutung–Sibolga, salah satu jalur utama di wilayah Tapanuli Utara, terus menunjukkan progres signifikan. Pada Rabu, 3 Desember 2025, Kabid Humas Polda Sumut, Dir Samapta, Dir Binmas serta Kapolres Taput turun langsung ke lokasi untuk memastikan percepatan penanganan pascalongsor berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.

Peninjauan dimulai pukul 09.00 WIB dengan menyusuri titik-titik terdampak yang sebelumnya tertutup material longsor dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil pengecekan, akses jalan kini sudah dapat ditembus hingga Km 36–38, Dusun III Pancur Goti, Desa Pagaran Lambung I Parsikaman, Kecamatan Adiankoting.

Sejumlah titik yang sebelumnya tidak dapat dilalui kini mulai terlihat terbuka berkat kerja keras alat berat yang terus beroperasi sejak hari pertama bencana.

Namun, kondisi medan yang ekstrem membuat sebagian pembersihan tetap harus dilakukan secara semi-manual. Personel gabungan terlihat bekerja tanpa henti menggunakan sekop, cangkul, dan alat bantu lainnya untuk mengangkat material tanah dan batu yang menutup badan jalan, demi mempercepat normalisasi jalur penting ini.

Tidak hanya fokus pada pembukaan jalan, personel di lapangan juga membantu warga yang rumahnya dipenuhi material longsor. Warga dan petugas tampak bergotong-royong membersihkan lumpur agar rumah kembali layak dihuni dan aman dari ancaman susulan.

Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa pembukaan akses jalan Tarutung–Sibolga menjadi prioritas utama karena jalur ini berperan vital bagi mobilitas warga dan distribusi bantuan.

“Kami pastikan seluruh upaya dilakukan secara maksimal. Membuka akses Tarutung–Sibolga bukan hanya soal memulihkan transportasi, tetapi juga memastikan bantuan dapat sampai lebih cepat kepada warga yang membutuhkan. Polda Sumut bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja hingga jalur ini benar-benar normal kembali,” ujarnya.

Dengan perkembangan positif hari ini, harapan masyarakat untuk kembali beraktivitas normal semakin besar. Polda Sumut memastikan bahwa seluruh personel tetap siaga di titik-titik rawan, dan upaya pemulihan akan terus dilaksanakan hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya.

Distribusi Logistik Dipacu, Helikopter Kargo Dikerahkan: Polri Fokus Selamatkan Korban Bencana

Sumatera Utara || jejakindonesia.id & Polri mempercepat distribusi logistik dan pencarian korban di wilayah bencana Aceh dan Sumatera Utara dengan mengerahkan helikopter kargo, kendaraan operasional tambahan, paramedis, serta Tim DVI. Komitmen itu ditegaskan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat melakukan peninjauan lapangan.

Wakapolri menyampaikan bahwa beberapa wilayah terdampak masih sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga distribusi bantuan diprioritaskan melalui jalur udara.

“Besok helikopter kargo kapasitas 650 kg akan kita operasionalkan, mencoba langsung mendistribusikan kepada masyarakat yang betul-betul belum menerima ataupun terbatas mendapat bantuan,” jelas Wakapolri.

Untuk Aceh Tengah, distribusi logistik juga mengandalkan helikopter kargo. “Insyaallah logistik pelan, tetapi akan memanfaatkan helikopter kargo. Untuk sementara baru 1 helikopter kargo, tetapi dengan kapasitas 600 kg bisa memaksimalkan dropping bantuan,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, situasi masih sangat kritis. “Untuk Aceh Tamiang kondisinya lumpuh total. Polres dan Polsek kami tidak dapat beroperasional. Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya.

Polri memusatkan seluruh suplai logistik dari Bandara Kualanamu agar pengiriman menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. “Hari ini Bapak Kapolda mengirim 5 truk dan besok akan mengirim lagi ke Aceh Tamiang,” ujar Wakapolri.

Selain logistik, Polri juga mengirim kendaraan operasional, water jet, paramedis, hingga genset untuk mendukung pemulihan. “Untuk Polres nanti akan saya kirim kendaraan trel dan mobil double cabin. Kita juga akan mengirim water jet karena air bersih sangat dibutuhkan,” katanya.

Terkait akses komunikasi, Wakapolri menjelaskan bahwa sebagian wilayah masih mengandalkan Starlink. “Untuk akses internet, listrik masih padam dan jaringan komunikasi masih menggunakan Starlink,” jelasnya.

Sementara itu, pencarian korban terus dilakukan oleh gabungan Basarnas, TNI–Polri, dan relawan. “Untuk korban tentunya akan terus dicari. Semuanya akan saling membantu,” tegas Wakapolri.

Tim DVI juga bekerja intensif untuk mempercepat identifikasi. “Kecepatan kita adalah kecepatan DVI. Kalau semakin lama tentu akan sangat memprihatinkan,” katanya.

Wakapolri memastikan bahwa Polri dan TNI terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “Dengan segala keterbatasan, kami bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tutupnya.

Polri Hadirkan Keceriaan Anak-Anak Korban Bencana Lewat Trauma Healing di Taput

Tapanuli Utara || jejakindonesia.id – Polri melalui Konselor Psikologi SDM Mabes Polri dan Polda Sumut menggelar kegiatan Psikososial Trauma Healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana longsor, di Posko Pengungsian Banjir dan Longsor yang berlokasi di Gereja HKBP Sibalanga, Desa Sibalangan, Kecamatan Adiankoting.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian serta komitmen Polri dalam membantu memulihkan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, yang terdampak langsung bencana alam beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan agar mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta mampu mengurangi tekanan psikologis pascalongsor.

Dalam sesi kegiatan, konselor Polri memulai dengan memperkenalkan diri kepada anak-anak dan menjelaskan tujuan dari Trauma Healing. Suasana hangat diciptakan agar anak-anak bisa terbuka dalam menyampaikan perasaan mereka. Tim kemudian menyapa seluruh anak dan para orang tua di posko, menanyakan kabar mereka, serta mendengarkan langsung keluhan maupun pengalaman yang dialami selama masa bencana.

Untuk mencairkan suasana, tim mengajak anak-anak bermain berbagai permainan edukatif, mengikuti games interaktif, bernyanyi bersama, hingga lomba mewarnai gambar. Perlahan ekspresi ceria mulai terlihat, bahkan beberapa anak tampak kembali bersemangat dan tertawa lepas menikmati rangkaian kegiatan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan bahwa kegiatan Trauma Healing ini merupakan salah satu langkah Polri untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan pendampingan yang tepat dalam menghadapi dampak psikologis dari bencana.

“Polri tidak hanya fokus pada penanganan fisik di lokasi bencana, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak. Kegiatan Trauma Healing ini diharapkan dapat membantu mengurangi rasa trauma dan mengembalikan keceriaan mereka,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

“Kami akan terus hadir dan memberikan pendampingan sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri di tengah situasi sulit ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap masyarakat dapat kembali merasa aman, tenang, dan mampu bangkit menghadapi situasi pascabencana, sejalan dengan semangat Polri yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tinjau Lokasi Bencana Aceh-Sumatera, Wakapolri Pastikan Layanan Kepolisian Pulih dan Penanganan Bencana Diperkuat

ACEH – SUMATERA || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung wilayah terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara untuk memastikan pemulihan layanan kepolisian serta percepatan evakuasi dan distribusi bantuan berjalan efektif.

Dalam keterangannya, Wakapolri mengungkapkan bahwa operasional Polres Tapanuli Tengah yang sempat lumpuh kini sudah mulai berfungsi kembali.

“Dari laporan pak Kapolda, dari hasil kerja keras anggota di lapangan dan instansi terkait lainnya, untuk operasionalisasi dan pelayanan kepolisian di Polres Tapanuli Tengah kini sudah beroperasional dengan berbagai keterbatasan namun hari ini sudah beroperasional,” ujarnya.

Untuk polres-polres lain yang juga terdampak, Polri memprioritaskan evakuasi dan percepatan identifikasi korban oleh Tim DVI Mabes Polri.

“Kita fokus melakukan upaya evakuasi korban kemudian kecepatan tim DVI juga dikerahkan dari Mabes Polri untuk melakukan identifikasi. Karena waktunya ini lebih dari satu minggu kalau tidak cepat diidentifikasi akan susah,” jelasnya.

Wakapolri menambahkan bahwa pemulihan di sebagian wilayah Sumut mulai menunjukkan progres, meski pekerjaan besar masih harus dilakukan.

“Untuk wilayah Sumatera Utara Alhamdulillah berangsur-angsur sudah mulai, tetapi Polri bersama stakeholder lainnya sesuai perintah Bapak Presiden akan fokus membantu masyarakat yang terdampak cukup luas dan korbannya cukup banyak,” ujarnya.

Di Aceh Tamiang, situasi masih sangat berat dengan fasilitas umum dan kantor kepolisian tidak dapat beroperasi. Polri pun mempercepat asesmen dan pengiriman bantuan.

“Untuk Aceh Tamiang kondisinya lumpuh total. Polres dan Polsek kami tidak dapat beroperasional. Sesuai perintah Bapak Kapolri, kita lakukan asesmen dan turun ke lapangan untuk percepatan membantu masyarakat,” tegasnya.

Polri juga memusatkan pengiriman logistik dari Bandara Kualanamu dan menambah sarana mobilitas untuk memperkuat pelayanan.

“Seluruh suplai logistik dipusatkan dari Bandara Kualanamu. Kapolda Sumut juga telah mengirim 5 truk dan besok dikirim lagi. Untuk Polres nanti akan saya kirim kendaraan trel dan mobil double cabin,” jelasnya.

Selain itu, Polri akan mengirim water jet, paramedis, dan genset untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih, pelayanan medis, dan komunikasi.

“Besok kita akan mengirimkan mesin genset. Antara Jumat dan Sabtu listrik sudah bisa menyala dan PDAM sedikit bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Wakapolri menegaskan bahwa TNI–Polri akan terus bekerja maksimal. “Dengan segala keterbatasan dan semangat yang luar biasa, kami bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.

error: Content is protected !!