We're open Closes at 5:00 pm

Polri

Momen Bersejarah: Kapolda Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-3 Provinsi Papua Barat Daya

SORONG || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo S.I.K., M.A.P., menghadiri pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Barat Daya yang ke-3, yang berlangsung di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin 8 Desember 2025.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, S.Pd.I., MM, Pj Sekda Drs. Yakob Kareth, M.Si, para kepala daerah se-Papua Barat Daya, anggota DPR RI, anggota DPD RI, pimpinan dan anggota MRPBD, Forkopimda Papua Barat Daya, serta para tamu undangan lainnya.

Selain para pejabat, upacara juga diikuti oleh personel gabungan dari TNI–Polri, ASN, pelajar, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu mengatakan tiga tahun perjalanan provinsi ini dianggap sebagai tonggak sejarah yang lahir dari perjuangan panjang selama 17 tahun. Hadirnya Provinsi Papua Barat Daya menjadi jawaban atas cita-cita masyarakat untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pelayanan lebih cepat, dan pembangunan lebih merata.

“Momentum ini mengajak seluruh masyarakat melanjutkan perjuangan dengan karya nyata demi mewujudkan Papua Barat Daya yang maju, aman, bersatu, dan sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, momentum HUT ke-3 ini dimaknai sebagai awal pelayanan dan kerja untuk masyarakat, sekaligus kesempatan membangun fondasi pembangunan yang kuat, termasuk penguatan kelembagaan, tata kelola pemerintahan, perencanaan daerah, konsolidasi pembangunan, serta memastikan otonomi daerah dan otonomi khusus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Gubernur juga menjelaskan beberapa capaian konkrit tahun pertamanya menjabat, di Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang Pemberdayaan Ekonomi, Bidang Infrastruktur, Bidang Pariwisata dan Kepemudaan, Keamanan dan Harmoni Sosial, Progres Program Strategis Nasional.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, dengan pengamanan terpadu oleh personel Polri yang telah terkoordinasi.

Kapolda Jatim Resmikan Dermaga dan Kapal Cepat Satpolairud Polresta Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs Nanang Avianto.M.Si meresmikan Dermaga Danantya Virendra dan kapal taktis Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Satpolairud Polresta Banyuwangi, Senin (8/12/2025).

Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pengamanan maritim di wilayah pesisir Timur Jawa Timur yang memiliki karakter perairan dinamis dan garis pantai sepanjang hampir 176 kilometer.

Dalam laporannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menyebut pembangunan dermaga dilakukan melalui swadaya dan gotong royong yang melibatkan personel Polri dan masyarakat.

Nama “Danantya Virendra”, yang berarti “Berani Berkorban untuk Mencapai Kesempurnaan”, dipilih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi anggota Satpolairud dalam tugas-tugas pengamanan laut.

"Kehadiran dermaga ini bukan hanya sebagai infrastruktur pendukung operasional, tetapi juga sebagai simbol kesiapsiagaan Polri dalam memastikan keselamatan aktivitas pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir," ungkap Kombes Pol. Rama.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sarana perairan di Banyuwangi.

Hal itu mengingat wilayah Kabupaten Banyuwangi menjadi pintu masuk Jawa Timur dari arah Bali serta terhubung dengan berbagai jalur pelayaran dan pariwisata.

"Keamanan jalur laut memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat, termasuk sektor logistik dan wisata bahari," tutur Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan dermaga, seraya meminta agar fasilitas tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh personel Satpolairud.

Peluncuran kapal cepat Rigid Buoyancy Boat (RBB) menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan peresmian.

Kapal berukuran 11 meter dengan lebar 3,1 meter tersebut dirancang untuk mendukung operasi patroli berkecepatan tinggi, respons cepat terhadap kondisi darurat, serta kegiatan penyelamatan di laut.

Dengan tambahan armada ini, kemampuan Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam merespons insiden di wilayah perairan diharapkan semakin efektif, terutama pada kondisi gelombang tinggi atau medan laut yang menantang.

Penasehat Ahli Kapolri, Prof. Kikiek, yang turut hadir, menyoroti pentingnya aspek kemanusiaan dalam setiap pengembangan fasilitas kepolisian.

Selalin itu ia menekankan perlunya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kepedulian sosial terhadap masyarakat pesisir, termasuk mendorong dukungan pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah operasi Satpolairud.

Acara peresmian dihadiri jajaran Forkopimda Banyuwangi, pejabat utama Polda Jatim, serta lembaga terkait sektor maritim.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan pesisir dan memastikan kegiatan masyarakat di bidang kelautan berjalan aman dan tertib.

Bahu Membahu, Brimob Pindahkan Rumah Terseret Banjir yang Melintang di Jalan Nasional Tamiang–Langsa

Kuala Simpang || jejakindonesia.id — Personel Brimob Polda Aceh bergerak cepat memindahkan sebuah rumah warga yang terseret banjir bandang hingga melintang di badan Jalan Nasional Langsa —Tamiang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses lalu lintas kembali terbuka sehingga distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak tidak mengalami hambatan.

Rumah tersebut diketahui terbawa arus deras banjir dari kawasan permukiman dan tersangkut di tengah jalan, menutup jalur utama yang menghubungkan Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Agar arus lalu lintas lancar, personel Brimob bersama masyarakat bekerja bahu-membahu mengevakuasi struktur rumah ke lokasi aman di pinggir jalan.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengatakan bahwa tindakan cepat Brimob ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat proses penyaluran bantuan.

“Personel Brimob bertindak cepat begitu menerima laporan adanya rumah yang menghalangi jalan nasional. Respons ini penting agar akses masyarakat tidak terganggu dan distribusi logistik untuk korban banjir dapat berjalan lancar,” ujar Joko, pada Minggu, 7 Desember 2025

Ia menambahkan bahwa upaya,-upaya penanggulangan terus dioptimalkan untuk memastikan setiap lokasi terdampak bencana banjir ditangani dengan baik.

“Semua unsur Polri di lapangan saling mendukung. Tugas kami bukan hanya memastikan keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam situasi darurat seperti ini. Semangat kebersamaan menjadi kunci dalam penanganan bencana,” kata Joko.

Aksi cepat Brimob tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang menyaksikan langsung proses pemindahan rumah. Mereka menilai kehadiran dan kerja nyata polisi sangat membantu di tengah keterbatasan alat dan sulitnya situasi akibat banjir.

Penanganan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai kekuatan yang terus membantu masyarakat dalam kondisi sulit. Semoga upaya penanggulangan banjir di Aceh Tamiang dan sekitarnya diharapkan berjalan semakin cepat dan efektif.

Aksi Heroik Brimob Gendong Bayi Seberangi Jembatan Nyaris Roboh di Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan || jejakindonesia.id – Bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumatera terus memicu aksi kemanusiaan yang dramatis. Salah satu momen paling mengharukan terekam di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, di mana seorang personel Brimob Polda Sumatera Utara mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan seorang bayi dan warga yang terjebak banjir.

Dalam sebuah insiden dramatis di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, seorang anggota Brimob terlihat menggendong seorang bayi menyeberangi jembatan darurat yang hampir roboh diterpa derasnya arus sungai pascabanjir.

Dengan langkah perlahan dan penuh kehati-hatian, personel Brimob tersebut berhasil membawa sang bayi dan warga lainnya ke tempat yang lebih aman

Aksi keberanian dan kepedulian ini menjadi "jembatan bagi keselamatan banyak nyawa" di tengah situasi darurat dan kerusakan infrastruktur yang parah.

Sementara itu, menyikapi potensi penyebab yang memperparah bencana, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofi mengeluarkan perintah penghentian sementara operasional bagi tiga perusahaan besar di hulu daerah aliran Sungai Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Ketiga perusahaan yang terkena sanksi ini adalah PT Agin Court Resources, PT Perkebunan Nusantara 3, dan PT North Sumatera Hydro Energi. Penghentian ini adalah tindakan tegas pemerintah dalam merespons potensi pelanggaran lingkungan dan akan dilanjutkan dengan audit lingkungan ketat.

Fokus penanganan bencana juga berlanjut di Sumatera Barat, terutama di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Memasuki hari kesembilan pencarian, personel Brimob Polda Sumbar terus bergerak menembus wilayah terisolir.

Dua tim anjing pelacak K9 diterjunkan untuk menyisir sektor krusial. Hingga laporan ini dibuat, 69 jenazah telah dievakuasi, namun diperkirakan masih ada sekitar 50 orang yang belum ditemukan.

Selain upaya SAR, Brimob Polda Sumbar juga gencar menyalurkan logistik dan membangun fasilitas pendukung seperti solar panel (panel matahari) untuk penerangan listrik di pemukiman warga yang terisolasi.

Tantangan pemulihan pascabencana juga terlihat di Kota Padang dan Padang Panjang.
Di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, sebanyak 320 Kepala Keluarga masih menggunakan obor untuk penerangan karena putusnya aliran listrik.

PLN terus berupaya menormalkan jaringan, menargetkan listrik menyala di sekitar 150 unit rumah pada hari pelaporan.

Akses jalan yang terputus di Lembah Anai, jalur utama penghubung Padang-Bukittinggi, memaksa tim relawan untuk melakukan dropping bantuan secara manual, berjalan kaki sambil mengangkat logistik melintasi titik jalan yang rusak.

Pemerintah dan berbagai elemen relawan terus berkolaborasi untuk mempercepat proses pemulihan, evakuasi, dan distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di seluruh wilayah Sumatera.

Dermaga Baru dan Kapal Cepat RBB Resmi Perkuat Patroli Laut Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Upaya memperkuat pengamanan dan pelayanan di wilayah perairan Banyuwangi memasuki babak baru. Polresta Banyuwangi resmi memperkenalkan Dermaga Danantya Virendra sekaligus meluncurkan kapal taktis RBB (Rigid Buoyancy Boat) dalam kegiatan yang digelar di Mako Satpolairut Kapuran, Ketapang, Senin (8/12/2025).

Acara ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Drs. Nanang Avianto, M.Si., jajaran Forkopimda Banyuwangi, perwakilan dinas maritim, hingga unsur pelayaran. Peresmian tersebut menjadi langkah strategis mengingat dinamika perairan di ujung timur Pulau Jawa dikenal padat aktivitas, baik logistik, pariwisata, maupun jalur nelayan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa wilayah tugas Satpolairut Banyuwangi membentang pada garis pantai sepanjang 175,8 kilometer. Saat ini, Satpolairut memiliki 16 personel dan lima pos pantai yang tersebar di Boom, Blimbingsari, Muncar, Grajagan, dan Pancer.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga mengungkapkan bahwa kebutuhan percepatan layanan keselamatan maritim semakin meningkat. Hal itu terlihat dari penanganan musibah tenggelamnya KMP Tunu pada Juli lalu, yang memerlukan respons cepat lintas sektor.

“Kapal taktis RBB ini memberikan kemampuan manuver dan kecepatan yang jauh lebih baik. Dari Mako ke Pantai Boom yang biasanya ditempuh sekitar 30 menit, kini bisa dicapai hanya tujuh menit,” ujarnya.

Kapal RBB berukuran panjang 11 meter, lebar 3,1 meter, dengan tenaga mesin besar yang dirancang untuk kondisi perairan ekstrem. Sebelumnya Kapolresta beserta Wakapolresta dan beberapa personel Satpolairut lebih dulu menjalani pelatihan pengoperasian sebelum kapal tersebut resmi diserahkan ke Polresta Banyuwangi.

Dermaga Danantya Virendra yang diresmikan hari itu memiliki makna khusus: “berani berkorban demi mencapai kesempurnaan”. Menurut Kapolresta, dermaga tersebut dibangun bukan hanya untuk keperluan sandar kapal, tapi juga sebagai simbol kesiapan Polri hadir menjaga keselamatan maritim.

Pembangunan dermaga menjadi menarik karena dilakukan dengan swadaya dan gotong royong. Para anggota Satpolairut turut terlibat sebagai tenaga pembangunan, sementara konstruksi dan perencanaannya dibantu tenaga profesional.

“Harapannya, fasilitas ini bisa memperkuat pelayanan kami di wilayah perairan yang menjadi salah satu titik vital Banyuwangi,” ucap Kapolresta.

Dalam arahannya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa posisi Banyuwangi sebagai “halaman depan Jawa Timur” menuntut kesiapan keamanan laut yang maksimal. Ia menyebut wilayah perairan Banyuwangi adalah etalase internasional karena berhadapan langsung dengan Bali, pusat wisata dunia.

“Atas aktivitas yang begitu besar dari logistik, pariwisata, hingga nelayan keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata Kapolda.

Ia juga mengingatkan pentingnya merawat fasilitas yang sudah dibangun. “Kita bisa membangun, kita bisa mengadakan. Tapi jangan lupa merawat. Tanggung jawab kita bukan hanya untuk hari ini, tapi juga generasi berikutnya,” pesannya.

Kapolda turut mengapresiasi budaya gotong royong anggota Satpolairut dalam pembangunan dermaga. Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen kepolisian yang benar-benar hadir untuk masyarakat.

Peresmian dermaga dan kapal taktis baru itu menegaskan komitmen Polresta Banyuwangi dalam meningkatkan respon cepat, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan kecepatan tinggi seperti evakuasi kecelakaan laut, pemantauan aktivitas pelayaran, hingga patroli kawasan rawan.

Dengan hadirnya Dermaga Danantya Virendra dan kapal RBB, Satpolairut Banyuwangi diharapkan mampu memberikan pelayanan dan pengamanan yang lebih optimal kepada seluruh masyarakat pengguna jalur laut.

error: Content is protected !!