We're open Closes at 5:00 pm

Polri

Gotong Royong Pascabanjir, Polri Pulihkan Drainase Tersumbat dan Gorong-gorong di Rusip Antara

ACEH || jejakindonesia.id – Kepedulian dan kesigapan Polri dalam membantu masyarakat pascabencana kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama personel Polsubsektor Rusip Antara Polsek Silih Nara melaksanakan gotong royong membersihkan drainase dan gorong-gorong yang tersumbat material lumpur dan tanah akibat bencana banjir dan longsor.

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Jalan Nasional Genting Gerbang–Pameu, tepatnya di Kampung Atu Singkih, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob dan Polsubsektor Rusip Antara turun langsung ke dalam saluran drainase untuk membuka aliran air yang tersumbat tanah, batu, kayu, dan lumpur. Sumbatan tersebut sebelumnya menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan nasional dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.

Meski harus rela basah-basahan di air bercampur lumpur, personel Polri tetap bersemangat membersihkan material yang menutup gorong-gorong demi memulihkan fungsi drainase serta memastikan keamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Gotong royong ini merupakan tindak lanjut penanganan dampak bencana alam banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Selain itu, dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi banjir susulan akibat tingginya curah hujan, sehingga material lumpur kembali menumpuk di saluran air dan perlu segera ditangani.

Sebanyak 15 personel gabungan dari BKO Brimob Polda Aceh dan Polsubsektor Rusip Antara dikerahkan dalam kegiatan tersebut, yang dipimpin langsung oleh Komandan Peleton (Danton) Brimob BKO Polda Aceh.

Berkat kerja sama dan semangat gotong royong, pembersihan drainase dan badan jalan berlangsung lancar. Jalan Nasional Genting Gerbang–Pameu kini kembali dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Polri akan terus berupaya melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana. Gotong royong akan kita lakukan secara berkelanjutan, tidak hanya satu hari, tetapi terus dilanjutkan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres.

Brimob Polda Sumut Bangun MCK untuk Warga Terdampak Banjir di Tolang Julu

Tapanuli Selatan || jejakindonesia.id – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama masyarakat setempat terus melakukan upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) sebagai kebutuhan dasar warga terdampak, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan MCK dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Brimob Batalyon C Pelopor bersama masyarakat. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 75 persen. Tahapan pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pengecetan, pemasangan kloset, penimbunan, serta pelapisan plester pada dinding tembok.

Sebagai bentuk pengawasan dan perhatian langsung terhadap kebutuhan masyarakat, Komandan Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Zaenal Muhlisin, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan pembangunan MCK tersebut. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi motivasi bagi personel dan masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan sesuai standar kelayakan dan kebersihan.

Kompol Zaenal Muhlisin menyampaikan bahwa pembangunan MCK merupakan bagian penting dari misi kemanusiaan Brimob dalam membantu pemulihan kehidupan warga pasca bencana.
“Fasilitas MCK ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dari sisi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kami berharap fasilitas ini dapat segera digunakan dan memberi manfaat nyata bagi warga yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara personel Brimob dan masyarakat setempat menjadi kunci utama percepatan pembangunan di tengah keterbatasan pasca bencana. Brimob berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung proses pemulihan hingga kondisi masyarakat kembali normal.

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan Resmikan Program ‘Tabung Harmoni Hijau’ di Pekanbaru

PEKANBARU || jejakindonesia.id - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara resmi meluncurkan program "Tabung Harmoni Hijau Polda Riau" di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, pada Rabu (7/1/2026). Inovasi strategis ini bertujuan membekali personel Polri dan masyarakat dengan keterampilan pertanian modern serta kewirausahaan guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Peresmian program berlangsung khidmat dan menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan dan ekonomi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa Tabung Harmoni Hijau bukan sekadar upaya penghijauan atau pemanfaatan lahan kosong, melainkan wadah edukasi dan investasi keterampilan jangka panjang.

“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana setiap individu memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam secara bijak. Melalui pertanian modern dan jiwa kewirausahaan, kita membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera,” ucap Irjen Pol Herry Heryawan.

Kapolda Riau berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi personel Polri untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, baik saat masih aktif bertugas maupun setelah memasuki masa purna tugas.

Program Tabung Harmoni Hijau dirancang secara terintegrasi dengan empat fokus utama:

* Edukasi Pertanian Modern: Pelatihan teknik tanam efisien dan ramah lingkungan.

* Penguatan Kewirausahaan: Pendampingan pengolahan hasil tani menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

* Peningkatan Kesejahteraan: Memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga dan masyarakat.

* Kebermanfaatan Lingkungan: Menciptakan kawasan hijau yang produktif di lingkungan Polda Riau.

Peresmian program ini ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan kerja sama (MoU) pemanfaatan lahan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polda Riau. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi memberikan izin pinjam pakai lahan kepada Polda Riau untuk pusat pengembangan program.

Usai seremoni, Kapolda Riau bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) dan Wali Kota Pekanbaru melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang akan dijadikan pusat pelatihan.

Melalui inisiatif ini, Polda Riau menunjukkan peran aktif Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi.

“Polri harus hadir dan memberi manfaat nyata. Program ini adalah bentuk pengabdian kami untuk mendukung kemandirian pangan, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan bersama,” tegas Irjen Pol Herry Heryawan.

Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau diharapkan menjadi percontohan (role model) bagi instansi lain dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan lahan demi keberlanjutan ekonomi di Provinsi Riau.

Kapolres Pasuruan Kota Resmikan SPPG YKB, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

PASURUAN – Diakhir masa tugasnya Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim, Rabu (7/1/2026),

Dapur SPPG tersebut berada di Jalan Gajah Mada No. 19, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Peresmian ini menjadi bagian nyata dukungan Polri terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.

AKBP Davis Busin Siswara yang akan mengemban jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Bekasi itu mengatakan, dapur SPPG sebelumnya merupakan rumah dinas Kapolres yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

“Dapur SPPG ini wujud kerja bersama semua pihak untuk masyarakat Kota Pasuruan," ungkapnya.

Ia berharap nantinya keberadaan SPPG ini membawa manfaat nyata untuk masyarakat di Kota Pasuruan.

Sementara itu, Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa SPPG Polres Pasuruan Kota merupakan SPPG ke-14 yang telah diresmikan di wilayah Kota Pasuruan.

Ia menyebutkan, kehadiran SPPG bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.

“Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang masa depan anak-anak kita menuju Indonesia Emas. Kami berharap pada tahun 2026 Kota Pasuruan memiliki 34 SPPG yang aktif dan berkelanjutan,” ungkap Walikota Pasuruan. (*)

Konsisten Dukung Swasembada Pangan Kapolres Sumenep Terima Penghargaan dari Presiden RI

SUMENEP || jejakindonesia.id — Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda,S.I.K menjadi salah satu dari 20 penerima penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Polri atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden.

Penganugerahan berlangsung dalam kegiatan Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Rabu (7/1/26).

AKBP Rivanda, S.I.K menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Polres Sumenep Polda Jatim serta dukungan masyarakat, khususnya para petani.

"Penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga konsistensi pengabdian kepada masyarakat," ujarnya di Mapolres Sumenep, Kamis (8/1)

Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan dan swasembada pangan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam sektor pertanian melalui pendampingan, pengamanan dan sinergi lintas sektor, sehingga tujuan swasembada pangan nasional dapat tercapai dan berkelanjutan,” ujar AKBP Rivanda.

Sebagai informasi, kegiatan Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang itu diikuti lebih kurang 5000 petani dan penyuluh secara luring dan 2 juta petani serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia secara daring. (*)

error: Content is protected !!