Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

BAZAR BERKAH RAMADHAN POLDA KEPRI 1447 H RESMI DITUTUP

BATAM || Jejak-indonesia.id - Bazar Berkah Ramadhan 1447 H/2026 M yang diselenggarakan Polda Kepulauan Riau resmi ditutup pada Kamis (12/3/2026) di Hanggar Cakra Buana Samapta Polda Kepri. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polda Kepri bersama Bhayangkari Daerah Kepri dalam membantu anggota Polri serta masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan penutupan bazar dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Ny. Detta Asep Safrudin, para Pejabat Utama Polda Kepri, pengurus Bhayangkari Daerah Kepri, serta para peserta bazar.

Bazar Berkah Ramadhan tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dan produk UMKM yang dapat dibeli oleh anggota Polri, ASN, serta masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa kegiatan bazar ini merupakan hasil kerja sama antara Polda Kepri dengan berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan anggota dan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan,” ujar Kapolda Kepri.

Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok, kegiatan bazar juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan Polda Kepri.

"Suasana bazar berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari anggota serta masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Dengan berakhirnya kegiatan Bazar Berkah Ramadhan ini, diharapkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial dapat terus terjaga, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabid Humas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Layanan Kepolisian: Call Center 110 (24 Jam)
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

Polda Sumut Kerahkan 11.276 Personel dan 164 Pos Pengamanan dalam Operasi Ketupat Toba 2026

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengerahkan sebanyak 11.276 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Toba 2026 di wilayah Sumatera Utara.

Kepala Biro Operasi Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Dwi Tunggal Jaladri, S.H., S.I.K., M.Hum., mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, instansi pemerintah, serta elemen masyarakat yang dilibatkan dalam pengamanan Lebaran tahun ini.

“Total personel yang terlibat sebanyak 11.276 orang, terdiri dari 8.002 personel Polri dan 3.274 personel dari TNI serta instansi terkait,” ujar Kombes Jaladri di Medan, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan, dari jumlah personel Polri tersebut, 600 personel merupakan jajaran satuan tugas (satgas) di tingkat Polda, sedangkan 7.402 personel lainnya berasal dari jajaran Polres di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Selain menyiagakan personel, Polda Sumut juga mendirikan 164 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis jalur mudik.

Pos tersebut terdiri dari 90 Pos Pengamanan (Pos Pam), 63 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 11 Pos Terpadu yang menjadi pusat koordinasi berbagai instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Jaladri, Pos Pengamanan difungsikan untuk memberikan pengawasan serta perlindungan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Sumatera Utara.

Sementara Pos Pelayanan tidak hanya memberikan pengamanan, tetapi juga menerima laporan masyarakat dan menyediakan bantuan bagi pemudik yang membutuhkan. Adapun Pos Terpadu melibatkan berbagai instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dalam pengamanan arus mudik.

Melalui kesiapan personel dan pos pengamanan tersebut, Polda Sumut berharap arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Sumatera Utara dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Polda Papua Barat Daya Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat I Dofior 2026

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya secara resmi memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) ilegal di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis (12/3/2026). Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari Operasi Pekat I Dofior 2026 yang digelar di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya dalam beberapa waktu terakhir.

Kegiatan pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo S.I.K., M.A.P. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Pejabat Utama Polda, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait.

Ribuan botol miras yang dimusnahkan terdiri dari berbagai kategori, baik produksi ilegal maupun yang beredar tanpa izin resmi. Secara rinci, barang bukti yang dihancurkan meliputi 219 botol dan 149 kaleng miras golongan A, 144 botol golongan B, serta 827 botol golongan C. Seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dipecahkan dan dihancurkan hingga tidak dapat dikonsumsi kembali.

Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata kepolisian dalam memberantas peredaran miras ilegal. Menurutnya, konsumsi miras seringkali menjadi pemicu utama tindak kriminalitas dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Peredaran miras ilegal kerap menjadi faktor pemicu kriminalitas. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan operasi dan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku peredaran miras ilegal di wilayah ini," tegas Kapolda dalam sambutannya.

Melalui tindakan tegas ini, diharapkan angka kriminalitas di wilayah Papua Barat Daya dapat ditekan, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang lebih aman dan kondusif.

Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mempertegas komitmennya dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kenyamanan mudik Lebaran melalui rilis hasil Operasi Pekat Semeru 2026 serta upaya Cipta Kondisi menjelang libur panjang Idulfitri 1447 H. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (12/03/2026), Polresta Banyuwangi memaparkan keberhasilan mengungkap puluhan kasus kriminalitas sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti skala besar.

Operasi yang berlangsung selama 12 hari (25 Februari – 8 Maret 2026) ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban (sitkamtibmas) tetap kondusif. Hasilnya sangat signifikan, yakni pengungkapan 59 Laporan Polisi (LP) dengan total 61 tersangka.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait, memimpin langsung prosesi pemusnahan barang bukti yang menjadi atensi publik.

"Operasi Pekat dan upaya Cipta Kondisi ini kami lakukan agar masyarakat Banyuwangi dapat menjalankan ibadah serta merayakan libur Idulfitri dengan rasa aman. Kami tidak ingin ada gangguan dari peredaran miras, narkoba, maupun aksi kriminalitas lainnya yang meresahkan," tegas Kapolresta Banyuwangi.

Berdasarkan data, rincian kasus yang berhasil diungkap meliputi:

1. Minuman Keras Ilegal/Oplosan: 23 laporan dengan 23 tersangka.
2. Perjudian: 19 laporan dengan 19 tersangka.
3. Narkoba dan Okerbaya: 15 laporan dengan 16 tersangka.
4. Premanisme : 1 laporan dengan 2 tersangka.
5. Prostitusi : 1 laporan dengan 1 tersangka.

Barang bukti yang dimusnahkan dalam momen tersebut sangat masif, di antaranya 15.668 liter miras jenis arak dan 1.080 botol miras bermerek. Selain itu, turut dimusnahkan puluhan knalpot brong hasil penertiban lalu lintas, yang selama ini menjadi keluhan utama warga karena suara bising yang mengganggu ketenangan lingkungan.

Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah terlihat jelas saat jajaran Forkopimda ikut serta secara simbolis dalam pemusnahan miras dan pemotongan knalpot brong. Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh stakeholder Banyuwangi terhadap langkah tegas kepolisian.

Di sisi lain, dari tangan para pelaku narkoba, petugas menyita 203 paket sabu (berat bersih 62,84 gram), 1 paket ekstasi berisi 2 butir, serta 8.361 butir pil Trihexyphenidyl. Polisi juga mengamankan aset pendukung kejahatan berupa 32 unit ponsel, 5 unit sepeda motor, 1 unit mobil Toyota Kijang Innova, uang tunai senilai Rp3.793.000,-, 1 baju warna hitam IPSI, dan 286 barang bukti lainnya.

"Cipta Kondisi ini akan terus berlanjut melalui Operasi Ketupat Semeru untuk mengawal arus mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi penyakit masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing demi Idulfitri yang penuh berkah," pungkas Kapolresta Banyuwangi. (*)

Pastikan Mudik Aman dan Berkesan, Kapolresta Banyuwangi Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026*

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi "Ketupat Semeru 2026". Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel Mapolresta Banyuwangi pada Kamis sore (12/03/2026) ini menjadi simbol kesiapan total Polri bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah dalam mengawal arus mudik dan balik di gerbang timur Pulau Jawa.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi. Peserta apel terdiri dari barisan gabungan yang sangat solid, mulai dari PJU Polresta, jajaran Kapolsek, unsur TNI (Kogartap 0825, Denpom, AD, dan AL), hingga Dishub, Satpol PP, Basarnas, BPBD, serta relawan dari Senkom dan Pramuka.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakannya, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menekankan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen pelayanan maksimal kepada masyarakat. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

"Apel gelar pasukan ini adalah pengecekan akhir terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana. Kita ingin memastikan sinergisitas lintas sektor terjaga demi mewujudkan perayaan Idulfitri yang aman, nyaman, dan lancar. Fokus kita adalah stabilitas keamanan dan kamseltibcarlantas yang terkendali," tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

Kapolresta Banyuwangi juga menyoroti beberapa poin strategis, terutama manajemen lalu lintas di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Mengingat Banyuwangi adalah titik krusial, kepolisian akan menerapkan skema delaying system, penyediaan buffer zone, hingga sistem first come first in guna menghindari penumpukan kendaraan. Selain itu, pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) dan BBM menjadi prioritas agar tidak terjadi fluktuasi harga yang memberatkan pemudik.

Di sisi keamanan lingkungan, Kapolresta Banyuwangi menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk mendata rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Polresta Banyuwangi juga membuka layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor-kantor kepolisian secara gratis guna memberikan rasa tenang bagi warga yang pulang kampung.

"Saya tekankan bahwa keberhasilan operasi ini adalah tanggung jawab bersama. Tingkatkan soliditas di lapangan, optimalkan layanan Call Center 110, dan jadikan tugas ini sebagai ladang ibadah. Mari kita wujudkan 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' di wilayah hukum Banyuwangi," pungkasnya. (*)