Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Politik » Halaman 3

Politik

IMG-20260305-WA0094

Momentum Ramadhan DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo Lakukan Konsolidasi Politik dengan Bupati dan Wakil Bupati

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Kepengurusan DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo Periode 2025–2030 di bawah komando Ketua terpilih Hendhi Wahyudianto bersama jajaran pengurus inti, mulai melakukan langkah konsolidasi politik kepada Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Sebagai bentuk komitmen politik dan tanggung jawab moral sebagai salah satu partai pengusung, DPC Hanura Kabupaten Sidoarjo melaksanakan agenda silaturahmi dan sowan kepada kepala daerah terpilih. Kunjungan pertama dilakukan ke rumah dinas Bupati Sidoarjo, Subandi, pada hari Jumat, 27 Februari 2026. Selanjutnya, rombongan DPC Hanura juga bersilaturahmi ke rumah dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, pada hari Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo, Hendhi Wahyudianto, menyampaikan bahwa sebagai partai non-parlemen yang turut mengusung pasangan kepala daerah terpilih, Hanura tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Sebagai salah satu partai pengusung dari unsur non-parlemen, kami DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo mendukung sepenuhnya kebijakan yang pro rakyat. Kami siap membersamai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam merealisasikan seluruh program yang telah disampaikan kepada masyarakat pada masa kampanye,” ujar Hendhi.
Lebih lanjut, Hendhi menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar seremoni politik, melainkan bentuk keseriusan untuk membangun sinergi demi percepatan pembangunan daerah.

Ia juga berharap agar pasca kontestasi politik, seluruh elemen dapat mengedepankan semangat persatuan dan rekonsiliasi.
“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati segera melakukan rekonsiliasi, merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, agar energi pembangunan tidak lagi tersandera oleh perbedaan politik. Saatnya bersama-sama menuju Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” tambahnya.

Menurut Hendhi, saat ini masih terdapat berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari isu kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, hingga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata, transparansi kebijakan, serta keberpihakan yang jelas kepada kepentingan rakyat kecil.

DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, akan mengambil peran konstruktif: mendukung, mengawal, sekaligus memberikan masukan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab politik tersebut, DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo optimistis sinergi antara partai pengusung dan pemerintah daerah dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun Sidoarjo yang lebih harmonis, responsif, dan berdaya saing.

(Redho)

IMG-20260221-WA0039

Menuju 2029, Demokrat Banyuwangi Gaungkan Kedewasaan Politik

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, melontarkan refleksi tajam soal dinamika politik di tengah masyarakat. Melalui video yang diunggah baru-baru ini, ia mengajak publik untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pesta demokrasi, melainkan aktor utama yang menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.

Menurut Michael, masih banyak warga yang mengenal politik sebatas rutinitas lima tahunan. Padahal, kata dia, politik adalah instrumen strategis yang berpengaruh langsung terhadap kebijakan, pembangunan, hingga kesejahteraan masyarakat.

“Politik itu bukan hanya soal pemilu. Ini soal bagaimana arah kebijakan ditentukan dan siapa yang diberi mandat untuk menjalankannya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kedewasaan politik dalam menentukan pilihan. Jika masyarakat merasa kecewa terhadap figur yang pernah diberi amanah, ia menyarankan agar sikap itu diwujudkan secara rasional di bilik suara.

“Kalau masyarakat tidak senang dengan oknum yang terpilih, ya jangan dipilih lagi. Pilih yang baik, yang peduli pada rakyat. Itu sebenarnya sederhana,” tegasnya.

Michael juga menyoroti relasi timbal balik antara partai politik dan rakyat. Ia menilai perubahan tidak bisa hanya dituntut dari partai, tetapi juga harus lahir dari kesadaran pemilih. Menurutnya, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pilihan masyarakat.

“Kalau Demokrat berubah tapi rakyat tidak berubah, itu sama saja omong kosong,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Michael turut menyampaikan pandangan strategis menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut kemenangan sebagai target yang realistis sekaligus bentuk tanggung jawab untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Namun ia menegaskan, kemenangan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Demokrat Banyuwangi mulai mengonsolidasikan kekuatan lebih dini. Di sisi lain, ajakan untuk membangun kesadaran politik publik menjadi pesan utama yang ingin ditegaskan: demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika partai dan rakyat sama-sama berbenah.

IMG-20260212-WA0021

Dr.dr Andre Yulius Ungkapkan Kenangan Bersama Almarhum Adi Sutarwijono Selama Menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya

SURABAYA || Jejak-indonesia.id -Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 dan 2024–2029, Dominikus Adi Sutarwijono, S.I.P, meninggal dunia pada hari Selasa 10 Februari 2026, sosok yang selama ini dikenal sebagai pemimpin yang merakyat, bersahaja, dan penuh dedikasi itu kini telah berpulang, meninggalkan jejak panjang pengabdian bagi pembangunan Kota Pahlawan.

Dalam wawancara eksklusif dengan awak media, Dr.dr Andre Yulius menuturkan bahwa wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga besar PDI Perjuangan, tetapi juga bagi seluruh warga Surabaya.

"Kami sangat berduka atas kepergian beliau,almarhum adalah sosok pemimpin yang bekerja dengan hati dan mengabdikan hidupnya untuk kepentingan rakyat. Dedikasi dan integritasnya menjadi teladan bagi kami semua,” ungkap Dr.dr. Andre Yulius

Menurutnya, selama menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya, Dominikus dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia tidak hanya menjalankan fungsi legislatif, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan untuk mendengar kebutuhan warga.

Dr.dr.Andre Yulius menilai kepemimpinan almarhum ditandai oleh komitmen kuat terhadap transparansi, dialog, dan kebersamaan. Berbagai kebijakan yang lahir di bawah kepemimpinannya dinilai membawa dampak positif bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.

"Beliau selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Sikap rendah hati dan keterbukaannya membuat beliau dicintai masyarakat. Semangat pengabdiannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda,” tambahnya.

Lebih lanjut,Dr. dr. Andre menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.

Wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono meninggalkan kekosongan besar di panggung politik Surabaya. Banyak pihak mengenang almarhum sebagai jembatan aspirasi rakyat yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat tanpa sekat.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai penjuru. Karangan bunga dan doa menjadi simbol penghormatan terakhir bagi seorang pemimpin yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk pelayanan publik

Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati kepada masyarakat adalah warisan paling berharga yang dapat ditinggalkan seorang pemimpin. Meski raga Dominikus Adi Sutarwijono telah tiada, nilai-nilai perjuangan, ketulusan, dan semangat melayani yang ia tanamkan diyakini akan terus hidup dalam perjalanan pembangunan Surabaya.

Bagi banyak orang, almarhum bukan sekadar pejabat publik, melainkan sosok sahabat rakyat yang kehadirannya selalu membawa harapan. Kini, Surabaya mengenangnya dengan doa dan rasa terima kasih atas dedikasi yang tak ternilai.
(Redho)

IMG-20260205-WA0018

Kapolresta Banyuwangi Silaturahmi dengan PC NU; Perkuat Sinergi jaga Kondusifitas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kapolresta Banyuwangi kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan,S I K., S.H., M.H. melaksanakan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Banyuwangi, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Banyuwangi. Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kapolresta Banyuwangi disambut langsung oleh Rais Syuriyah KH. Fachrudin Manan dan pengurus PC NU Banyuwangi. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk saling bertukar pandangan terkait peran strategis ulama dan Polri dalam membangun ketenteraman masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan,S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa NU memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, moderasi beragama, serta menciptakan kesejukan di tengah masyarakat.

Sinergi antara Polri dan organisasi keagamaan dinilai sangat strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk menjaga stabilitas keamanan menjelang agenda-agenda kemasyarakatan.

“Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan harmonis,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Sementara itu, pengurus PC NU Banyuwangi menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan NU untuk terus bersinergi dengan Polresta Banyuwangi.

NU berkomitmen mendukung upaya Polri dalam menjaga kamtibmas melalui pendekatan dakwah yang sejuk, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin solid antara Polri dan tokoh agama, sehingga tercipta rasa ama serta terjaganya persatuan di Kabupaten Banyuwangi.(***)

error: Content is protected !!