Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Politik

IMG-20260124-WA0003

Made Cahyana : Gerakan Menanam Pohon dari Kader Jadi Kado Ulang Tahun ke 79 Megawati Soekarno Putri

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Kader PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara,SE bersama jajaran Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kalipuro melaksanakan kegiatan penananaman bibit pohon dan penebaran bibit ikan di sekitar sumber air Penawar Desa Ketapang, Jum’at (23/01/2026).

Gerakan menanam pohon dan menebar bibit ikan ini merupakan salah satu kado yang dipersembahkan kader PDI Perjuangan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 79 Presiden RI Kelima, Ibu Megawati Soekarno Putri.

Made Cahyana mengatakan, gerakan menanam pohon dipilih oleh PDI Perjuangan sebagai bentuk kepedulian partai terhadap lingkungan yang sejalan dengan filosofi perjuangan Megawati Soekarnoputri, yakni kemanusiaan, kebangsaan dan merawat lingkungan.

“Penanaman pohon ini kami dedikasikan kepada bangsa Indonesia dalam rangka HUT ke-53 partai sekaligus hadiah ulang tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri,” ucap Made Cahyana saat dikonfirmasi awak media.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk mengikuti jejak Bung Karno yang terkenal sangat mencintai pohon dan penanaman pohon secara serentak ini sebagai bentuk gerakan merawat bumi.
Made Cahyana juga mengatakan salah satu rekomendasi Rakernas PDI Perjuangan yang baru digelar pekan lalu menegaskan bahwa ‘Merawat Pertiwi’ merupakan sikap ideologis dan garis politik perjuangan PDI Perjuangan untuk mengatasi krisis ekologis yang mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa.

"Partai berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan Rakyat sebagai prioritas utama menghadapi bencana alam, khususnya perubahan iklim. Berpijak pada Pancasila dan ajaran Trisakti Bung Karno, Partai memandang bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan kehidupan, sehingga pembangunan yang merusak lingkungan, merampas ruang hidup Rakyat, dan mengorbankan generasi mendatang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan amanat Konstitusi, “ pungkas Made Cahyana mengutip salah satu rekomendasi Rakernas I PDI Perjuangan.

IMG-20251225-WA0035

Lupakan Dinamika Internal, PAC PDI Perjuangan se Banyuwangi Kembali Bersatu Dukung Rekomendasi Partai

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Soliditas dan kepatuhan kader PDI Perjuangan Banyuwangi terhadap keputusan partai memang tidak bisa diragukan, Meski terjadi dinamika perbedaan pendapat saat Konferensi Cabang (Konfercab), hal tersebut hanya dianggap suatu hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

Saat ini mereka telah bersatu kembali menyatakan sikap mendukung keputusan DPP PDI Perjuangan atas rekomendasi yang diberikan kepada Ana Aniati sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Periode 2025-2030, Ficky Septalinda sebagai sekretaris dan Desi Prakasiwi sebagai bendahara.

Pernyataan sikap kader PDI Perjuangan tersebut dibacakan dan dipandu langsung ketua DPC PDI Perjuangan periode 2019-2025, I Made Cahyana Negara diikuti 22 Ketua. Sekretaris, bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC)yang hadir dari 25 PAC se Banyuwangi di kegiatan rapat koordinasi perdana bertempat di Hedon Cafe and Resto, Rabu (24/12/2025) malam.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati mengatakan, pasca kepengurusan DPC PDI Perjuangan Banyuwangi periode 2025-2030 dilantik dalam konfercab serentak di Surabaya beberapa hari lalu. Pihaknya langsung menjadwalkan rapat koordinasi perdana dengan tujuan penguatan komunikasi dan soliditas pengurus struktural partai.

”Tidak mengurangi rasa hormat, kita gelar rapat koordinasi tidak di kantor DPC karena kita ingin merajut hati yang kemarin sempat terjadi dinamika saat Konfercab serentak di Surabaya,” ucap Ana Aniati saat memberi sambutan pembuka.

Dihadapan KSB PAC, Ana Aniati menyerukan pesan kuat jangan pernah goyah,tetap kompak dan terus berjuang bersama rakyat karena Pengurus Ranting dan PAC merupakan ujung tombak partai di tingkat akar rumput.

”PDI Perjuangan Banyuwangi ini memiliki Bupati, ketua DPRD berkat kerja keras pengurus ranting dan PAC, maka mari kita bersama-sama satukan hati, bersatu kembali agar tidak pihak-pihak yang berupaya memecah belah kekuatan kita , ” tegasnya.

Demikian pula yang disampaikan Ficky Septalinda selaku sekretaris mengajak seluruh PAC untuk segera mengubur dalam-dalam perbedaan pendapat dan segera bersatu kembali dalam satu rampak barisan.

”Pasca konfercab, perbedaan itu sudah tidak ada lagi, yang pasti kalau kita berjalan bersama untuk mewujudkan tujuan partai menghadapi tantangan politik kedepan.Menjaga kekeluargaan dan gotong royong di antara kader, serta mematuhi peraturan dan keputusan partai,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, dengan penuh kesadaran seluruh PAC menyatakan sikap siap mendukung dan mentaati rekomendasi DPP PDI Perjuangan dalam penetapan ketua, sekretaris dan bendahara DPC PDI Perjuangan Banyuwangi periode 2025-2030.

” Kita buktikan kepada DPP bahwa pernyataan sikap ini bukan hanya di mulut, namun juga kita dokumentasikan secara resmi melalui surat pernyataan , ” ucapnya.

Sementara diakhir rapat koordinasi perdana ini, I Made Cahyana Negara juga menyampaikan agar kepengurusan DPC PDI Perjuangan yang baru agar lebih solid dan kompak dalam rangka mengemban amanat dan tanggungjawab memenangkan partai dalam pemilu maupun pilkada mendatang.

Selaku ketua DPC PDI Perjuangan periode 2019-2025, Made Cahyana juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan yang telah bersama-sama bergerak dan berjuang bersama memenangkan PDI Perjuangan dalam pemilu 2024 lalu.

” Saya secara pribadi memohon maaf jika terdapat kesalahan saat melaksanakan amanah sebagai ketua DPC PDI Perjuangan karena tidak ada di dunia ini manusia yang sempurna, ” ucapnya.

Made Cahyana juga berpesan kepada seluruh pengurus PDI Perjuangan untuk tetap menjaga marwah partai, hilangkan perbedaan pendapat, mentaati dan menjalankan keputusan partai.

” Tuga dan tanggunga jawab kita adalah mengamankan dan mendukung sepenuhnya ketepan DPP PDI Perjuangan, dinamika yang sudah terjadi mari kita lupakan , ” ucapnya

IMG-20251223-WA0123

Pastikan Keselamatan Nataru, Polres Gresik Gelar Rampcheck dan Tes Urine Driver Angkutan Umum

GRESIK || jejakindonesia.id - Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan arus transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) melalui Operasi Lilin 2025, Polres Gresik menggelar operasi gabungan berupa rampcheck angkutan umum serta tes urine dan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Terminal Angkutan Umum Bunder, Kabupaten Gresik, dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Sejumlah personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain anggota Satlantas Polres Gresik, Sie Dokkes Polres Gresik, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik. Sementara itu, Perwira Pengendali kegiatan yakni Ipda Achmad Andri Aswoko, Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, dan Iptu Sugioto, Kasi Dokkes Polres Gresik.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menjelaskan, rampcheck dilakukan untuk memastikan kelayakan operasional kendaraan angkutan umum, meliputi kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan pengemudi dan kondektur.

“Selain pemeriksaan kendaraan, kami juga melakukan tes urine dan pengecekan kesehatan terhadap driver dan kondektur angkutan umum guna memastikan mereka bebas dari narkoba serta dalam kondisi sehat saat bertugas,” ujar AKP Nur Arifin.

Tak hanya itu, petugas Satlantas Polres Gresik juga memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada para pengemudi, kondektur, dan penumpang angkutan umum. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Nataru.
Dari hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 20 driver dan kondektur mengikuti tes urine dan pemeriksaan kesehatan. Seluruhnya dinyatakan negatif narkoba dan dalam kondisi sehat, sehingga layak untuk mengemudikan angkutan umum.

Melalui kegiatan ini, Polres Gresik berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi umum, serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025.
(Redho)

IMG-20251218-WA0091

Gelar Kongkow Pemuda, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Berikan Pendidikan Politik Kaum Muda

BANYUWANGI || jejakindineaia.id - Dalam upaya membangun kesadaran pendidikan politik pemuda, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar kegiatan Kongkow pemuda bertemakan ” Partai Yes or No ” dalam perspektif pemuda Banyuwangi, bertempat di Blambangan Ballroom Hotel Kokoon pada Rabu (17/12/2025).

Ratusan pemuda dari 25 kecamatan se Banyuwangi menghadiri kegiatan ini. Mereka cukup antusias berdiskusi dengan melempar pertanyaan seputar politik kepada narasumber dari Badan Pendidikan dan Pelatihan ( Badiklat) PDI Perjuangan.

Wakabid Ekonomi Kreatif,Ekonomi Digital<Pariwisata, Pemuda dan Olaraga DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati menyampaikan, pendidikan politik merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter pemuda sekaligus menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

”Sudah saatnya pemuda menjadi bagian yang lebih besar dalam menentukan masa depan bangsa. Jika mereka belajar berpolitik, mereka akan memiliki kemampuan untuk menjadi suara yang kuat untuk perubahan yang lebih baik, ” ucap Ana Aniati.

Dalam kegiatan Kongkow pemuda ini, lanjut Ana Aniati, narasumber dari Badiklat PDI Perjuangan memberikan wawasan tentang fungsi partai politik karena partai memiliki peran krusial dalam sistem demokrasi.

”Dengan memahami fungsi partai, pemuda dapat menentukan bagaimana cara terbaik untuk menyalurkan aspirasi mereka dan berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui jalur politik,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan secara konsisten mengajak dan menegaskan komitmenya untuk membuka ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda dalam kehidupan politik nasional.

”PDI Perjuangan berupaya agar generasi muda tidak apatis terhadap politik, melainkan terlibat aktif untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan mengasah kemampuan mereka demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

IMG-20251214-WA0063

DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Konsolidasi Internal dan Sosialisasi Peraturan Partai No. 1 Tahun 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan) Banyuwangi menggelar rapat konsolidasi internal bersama seluruh pengurus anak cabang dan ketua,sekretaris,bendahara (KSB) ranting partai se Banyuwangi bertempat di Hotel el-Royal pada Minggu (14/12/2025).

Konsolidasi internal ini dalam rangka sosialisasi Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025 yang merupakan regulasi internal yang bertujuan mengatur aspek managerial organisasi partai. Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara dalam sambutannya menegaskan pentingnya konsolidasi sebagai langkah strategis menghadapi agenda partai ke depan, khususnya persiapan Konfercab serta Musancab sekaligus menekankan agar seluruh kader tetap solid, disiplin, dan menjunjung tinggi peraturan partai.

”Konsolidasi internal ini menjadi langkah dalam menyusun strategi dan langkah organisasi yang lebih terstruktur untuk menghadapi tantangan politik kedepan , ” ucap Made Cahyana saat dikonfrimasi awak media.

Made Cahyana mengatakan bahwa konsolidasi internal bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi secara menyeluruh dengan harapan proses ini bisa berjalan tertib, demokratis, menjaga semangat gotong royong, loyalitas, serta kesetiaan terhadap garis ideologi dan struktur partai dalam menjalankan setiap tahapan menuju Konfercab dan Konferda.

"Kita, sebagai kader PDI Perjuangan harus tunduk dan taat perintah partai. Termasuk taat peraturan yang dikeluarkan oleh partai," ujar Made.

Konsolidasi internal ini, lanjut Made Cahyana juga untuk meningkatkan kapasitas kader agar dapat memahami peraturan partai, tertib organisasi selaras dengan cita-cita partai sebagai partai pelopor.

”Salah satu partai pelopor itu adalah mantabnya kader yakni kader yang paham mengenai tata cara berorganisasi yang semata-mata untuk perbaikan organisasi dari periode ke periode berikutnya ,” ucapnya.

Pemahaman berorganisasi bagi kader PDI Perjuangan bukan sekadar pengetahuan teoretis, melainkan implementasi nyata dari disiplin, ideologi, dan kerja nyata di tengah masyarakat, yang merupakan arahan sentral dari Ketua umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri.

”Kader diharapkan mampu menjalankan fungsi partai, seperti agregasi dan artikulasi kepentingan masyarakat, dengan turun langsung ke lapangan untuk memahami persoalan riil rakyat,” ucapnya.

error: Content is protected !!